Bagi yang Mau Memberi Silakan Menempatkan, dan yang Membutuhkan Ambil Saja

0
60

Kreativitas ibu-ibu untuk menampung yang hendak bersedekah produk makanan dan mempersilakan bagi yang membutuhkan untuk mengambil.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Terlepas siapa pun yang memulai memunculkan gagasan kreatif dalam bersedekah berupa makanan  yang digelar di tengah pandemi merebaknya penyebaran virus Corona (Covid-19), tapi sejak Selasa (12/5) kemarin sudah dilakukan ibu-ibu dari pengurus Bank Sampah Umum (BSU) di Dukuh Sani, Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, Pati. Hal sama juga dilakukan ibu-ibu di Kampung Juwanalan, Kelurahan Pati Kidul, Kecamatan Kota Pati.

Untuk ibu-ibu dari BSU, penempatan gawangan dari bambu untuk menempatkan/menggantungkan  sedekah makanan dengan mengambil tempat di ujung jalan masuk perkampungan menuju Sendang Tirta Amarta Sani, di Dukuh/Desa setempat. Karena itu bagi siapa saja atau warga yang hendak bersedekah bisa menuju ke lokasi tersebut.

Sebab, kata Ny Jumiati, salah sreorang ibu yang mengurus pemberian sedekah model itu, lokasinya dekat dan kelihatan dari jalan raya Pati-Tlogowungu. ”Akan tetapi bagi yang hendak bersedekah tapi bukan dalam bentuk makanan melainkan nominal, asal ada mandat untuk diwujudkan makanan maka kami akan mengupayakan sesuai harga tiap porsinya,”ujarnya.

Dengan kata lain, lanjut dia, hal itu bisa terjadi karena yang bersangkutan atau pemberi sedekah kebetulan lewat, tapi tidak siap dengan produk makanan melainkan memberikan nominal maka hari ini juga langsung dicarikan penjual makanan. Kemudian, hasilnya ditempatkan di gantangan yang dipasang secara sederhana di pinggir jalan tersebut.

Sedangkan bagi warga yang memanfaatkan kesempatan sebagai penerima sedekah juga dipersilakan datang kelokasi, untuk mengambil sendiri . Hal itu harus dilakukan karena prinsip sedekah itu diberikan di tengah merebaknya penyebaran virus Corona (Covid-19), sehingga antara pemberi dan penerima harus saling menjaga jarak.

Salah satu upaya tersebut adalah melalui peletakan makanan itu di gawangan, dan hal tersebut langsung bisa ditinggalkan, serta bagi penerima sedekah juga bisa datang mengambil makanan itu kemudian meninggalkan tempat tersebut sehingga di tempat itu tidak berkerumun banyak orang. ”Sistem pemberian sedekah ini akan kami lakukan bersama pihak atau siapa yang peduli hingga menjelang Lebaran nanti,”imbuh Ny Jumiati.