SAMIN-NEWS.com – Pemerintah Kabupaten Pati menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank BNI berupa 50 unit kincir air tambak untuk mendukung pengembangan budidaya ikan nila salin. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Ruang Joyokusumo, Setda Kabupaten Pati, Kamis (29/1/2026).
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan apresiasi atas dukungan Bank BNI yang dinilai berdampak langsung pada peningkatan produktivitas perikanan budidaya, khususnya nila salin.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada BNI yang telah memberikan CSR bantuan yang secara langsung bisa meningkatkan produktivitas budidaya perikanan,” ujar Chandra.
Sebanyak 50 unit kincir air tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah tambak, antara lain Desa Jepat Lor, Dororejo, Kalikalong, Tunggulsari, Margomulyo, Tunjungrejo, Dukuhseti, Desa Kembang, dan Puncel.
Chandra menilai bantuan ini juga menjadi stimulus pemulihan tambak pascabanjir yang terjadi pada Januari dan Februari. Menurutnya, penggunaan kincir air mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan.
“Tambak ini kalau tanpa kincir dan pakai kincir, baik intensif maupun tradisional, mempunyai dampak peningkatan nila salin yang sangat besar, bahkan bisa lebih dari 50 persen,” jelasnya.
Untuk mendukung keberlanjutan program, Plt. Bupati Pati meminta agar wilayah tambak yang belum teraliri listrik segera didata dan dikoordinasikan bersama PLN.
“Nanti tolong didata lagi daerah-daerah mana yang listriknya belum masuk, supaya budidaya nila salin ini benar-benar bisa berkembang untuk menopang perekonomian Kabupaten Pati,” tegasnya.
Lebih lanjut, Chandra mengungkapkan bahwa pengembangan nila salin telah terintegrasi dengan program MBG. Ia mendorong pemanfaatan ikan nila salin sebagai menu utama.
“Saya sebagai Satgas MBG sudah menginstruksikan pemilik MBG untuk memanfaatkan ikan nila salin sebagai menu. Kemarin sudah ada beberapa yang masuk, di-presto,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Hadi Santoso, menjelaskan bahwa nilai bantuan CSR Bank BNI tersebut mencapai Rp348 juta. Bantuan diberikan kepada 25 pembudidaya ikan nila salin yang memiliki akses listrik dan merupakan nasabah BNI.
“Penerima adalah pembudidaya ikan nila salin yang memiliki akses listrik dan merupakan nasabah BNI,” jelas Hadi.
Ia menambahkan, produksi perikanan budidaya Kabupaten Pati pada tahun 2025 tercatat sebesar 48.205 ton dan ditargetkan meningkat menjadi 70.000 ton pada tahun 2026.
Pimpinan BNI Cabang Pati, I Gede Suharsa, berharap bantuan CSR ini dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menumbuhkan semangat para petambak, khususnya yang terdampak banjir.
“Semoga bantuan atau CSR ini bisa membawa manfaat dan menambah semangat Bapak dan Ibu semua dalam berkarya untuk kemajuan Kabupaten Pati,” ujarnya.
