<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>waduk seloromo &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/waduk-seloromo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Mar 2023 12:27:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>8 Kecamatan di Pati Terendam Banjir</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/03/8-kecamatan-di-pati-terendam-banjir.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/03/8-kecamatan-di-pati-terendam-banjir.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Mar 2023 12:27:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[DAS]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Doropayung]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Karangrowo]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Kosekan]]></category>
		<category><![CDATA[hujan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pati]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketinggian air]]></category>
		<category><![CDATA[rumah terendam]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Silugonggo.]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Simo]]></category>
		<category><![CDATA[waduk Gunung Rowo]]></category>
		<category><![CDATA[waduk seloromo]]></category>
		<category><![CDATA[warga terdampak]]></category>
		<category><![CDATA[waspada.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=47794</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Setidaknya ada 8 kecamatan di Kabupaten Pati terendam banjir. Hujan tinggi yang terjadi sejak pertengahan Februari kemarin membuat sejumlah wilayah tergenang air. Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya menjelaskan berdasarkan data yang diterimanya per tanggal 2 Maret 2023 banjir terjadilah di 8 kecamatan. Meliputi, Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Setidaknya ada 8 kecamatan di Kabupaten Pati terendam banjir. Hujan tinggi yang terjadi sejak pertengahan Februari kemarin membuat sejumlah wilayah tergenang air.</p>
<p>Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya menjelaskan berdasarkan data yang diterimanya per tanggal 2 Maret 2023 banjir terjadilah di 8 kecamatan. Meliputi, Kecamatan Gabus, Jakenan, Pati, Kayen, Dukuhseti, Sukolilo, Juwana dan Margoyoso.</p>
<p>&#8220;Sudah sekitar satu minggu (lebih) hujan intensitas tinggi dan cuaca yang sangat ekstrim di Pati beberapa hari ini, mengakibatkan DAS (Daerah Aliran Sungai) tidak mampu menampung debit air hujan dan meluap menggenangi beberapa kecamatan,&#8221; katanya, Jumat (3/3/2023).</p>
<p>Ketinggian air bervariasi, di Desa Kosekan Kecamatan Gabus misalnya permukaan air di dalam rumah bahkan mencapai 100 cm. Akibatnya sebanyak 140 rumah warga Kosekan terendam dengan jumlah 330 jiwa.</p>
<p>Kemudian di Desa Karangrowo Kecamatan Jakenan, banjir telah menggenangi 276 rumah warga. Di mana sumbernya ketinggian air dalam rumah antara 5 &#8211; 75 cm.</p>
<p>Sementara itu di Desa Doropayung Kecamatan Juwana dilaporkan pada pukul 08.00 WIB, yaitu dengan rincian rumah terendam 699 unit yang terdiri dari 769 KK dengan jumlah jiwa 2.297. Ketinggian air dalam rumah 10 &#8211; 75 cm.</p>
<p>&#8220;Banjir terjadi akibat luapan Sungai Silugonggo dan Sungai Simo, intensitas hujan yang tinggi serta limpasan waduk Seloromo dan waduk Gunung Rowo,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Akibat banjir ini puluhan desa di Kabupaten Pati terendam, ratusan rumah warga terendam banjir serta ribuan jiwa yang terdampak. Jika cuaca ekstrim masih berlangsung, maka bagi masyarakat diharapkan untuk berhati-hati dan waspada.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/03/8-kecamatan-di-pati-terendam-banjir.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waduk Seloromo; Siang Ditebari Benih Ikan, Sore Ambyar Tinggal Sisa</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/03/waduk-seloromo-siang-ditebari-benih-ikan-sore-ambyar-tinggal-sisa.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/03/waduk-seloromo-siang-ditebari-benih-ikan-sore-ambyar-tinggal-sisa.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2022 01:42:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[waduk seloromo]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=40127</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Barangkali pihak yang berkompeten di Pati kurang menyadari bahwa selama ini di kawasan Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong, sebenarnya banyak pemerhati lingkungan, baik secara kelompok maupun perorangan. Karena itu, kondisi perairan waduk peninggalan kolonial tersebut selalu bersih dan terhindari dari ulah tangan jahil yang menyebabkan tercemarnya perairan umum itu. Dengan demikian, siapa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Barangkali pihak yang berkompeten di Pati kurang menyadari bahwa selama ini di kawasan Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong, sebenarnya banyak pemerhati lingkungan, baik secara kelompok maupun perorangan. Karena itu, kondisi perairan waduk peninggalan kolonial tersebut selalu bersih dan terhindari dari ulah tangan jahil yang menyebabkan tercemarnya perairan umum itu.</p>
<p>Dengan demikian, siapa pun yang hendak melakukan kegiatan sosial di kawasan lingkungan waduk, termasuk menebar benih ikan untuk meningkatkan pendapatan para nelayan tangkap di perairan tersebut hendaknya juga lebih cermat. Sebab, para pemerhati itu setiap saat selalu mengamati kejadian yang berlangsung di kawasan waduk selama ini.</p>
<p>Karena itu, apa yang dilakukan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen bersama Bupati Haryanto dan jajaran terkait tentu tak lepas dari perhatian salah seorang perempuan yang selama ini mengamati kondisi lingkungan Waduk Seloromo. Sebut saja namanya, R Septi Anggraeni yang selama ini juga mengamati kondisi perairan umum di Kabupaten Pati, termasuk bekas rawa-rawa di Pati selatan yang kini mulai kembali menjadi rawa-rawa lagi.</p>
<p>Berkait dengan tebar benih ikan jenis nila yang dilakukan Wagub Jawa bersama Bupati Haryanto, dan juga yang pernah dilakukan pihak lain, ternyata ada hal yang mengelikan sehingga saatnya kondisi tersebut perlu diketahui khalayak. &#8221;Sebab, benih ikan baru ditebar siang hari, tapi sore harinya sudah ambyar tinggal sisa-sisanya,&#8221;ujarnya.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-40126" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/Screenshot_2022-03-31-08-26-12-532.jpg" alt="" width="720" height="390" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/Screenshot_2022-03-31-08-26-12-532.jpg 720w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/Screenshot_2022-03-31-08-26-12-532-300x163.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/Screenshot_2022-03-31-08-26-12-532-696x377.jpg 696w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p>Sebab, lanjutnya, benih ikan itu, mulai sekitar pukul 17.00 sudah diseser nelayan waduk, dan berikutnya ikan kecil-kecil yang notabene masih dalam hitungan &#8221;bayi&#8221; nila  itu dijadikan makanan yang lazim disebut peyek untuk santap malam. Tidak hanya dengan cara nyeser dilakukan nelayan waduk, tapi bisa diperhatikan dengan cermat sisi timur tepi waduk sepanjang dari utara ke selatan, banyak tiang bambu terpancang berderet.</p>
<p>Tiang-tiang itu adalah sebagai tanda/anjir bahwa dalam kedalaman air di bawahnya, terdapat bubu rapat milik nelayan waduk. Hasil tangkapan alat tangkap tradisional itu adalah udang dan ikan kecil-kecil yang sudah barang tentu, termasuk benih jenis ikan yang baru ditebar, sehingga tidak ada ikan masuk ke dalam perangkap bubu rapat itu.</p>
<p>Menyikap kondisi tersebut, pihaknya sudah beberapa bulan ini sering membicarakan hal itu dengan warga sekitar waduk, hal itu mengingat hasil waduk terbanyak adalah jenis udang. Udang-udang kecil itulah yang selama ini menjadi pakan alami ikan yang tumbuh dan berkembang di waduk, dan jika ikannya juga dibiarkan tumbuh besar sampai bertelur dan menetas menjadi anakan, berapa juta benih yang tertebar secara alami di waduk tersebut.</p>
<p>Hanya karena demi kepentingan sesaat, membuat para nelayan waduk kurang bersabar dan memang tidak ada larangan menangkap ikan dengan bubu atau nyeser, keculai menggunakan strum, tuba maupun pestisida. &#8221; Kami menyarankan, jika sehabis tebar benih hendaknya ada pengawasan beberapa hari, agar benih ikan yang ditebar sudah bisa beradaptasi dengan kondisi perairan waduk,&#8221;imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/03/waduk-seloromo-siang-ditebari-benih-ikan-sore-ambyar-tinggal-sisa.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wagub Jateng Tebar 30 Ribu Bibit Ikan Nila di Waduk Seloromo</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/03/wagub-jateng-tebar-30-ribu-bibit-ikan-nila-di-waduk-seloromo.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/03/wagub-jateng-tebar-30-ribu-bibit-ikan-nila-di-waduk-seloromo.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Mar 2022 10:28:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Tebar 30 Ribu Bibit Ikan Nila]]></category>
		<category><![CDATA[waduk seloromo]]></category>
		<category><![CDATA[Wagub Jateng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=40105</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen bersama dengan Bupati Pati, Haryanto menaburkan bibit ikan nila di Waduk Seloromo, Kecamatan Gembong, Pati, Selasa (29/3/2022). Gus Yasin begitu panggilannya, menabur bibit ikan nila sebanyak 30 ribu ekor ikan nila. Ini dilakukan untuk membantu masyarakat khususnya nelayan di sekitar waduk setempat. Bibit ikan nila [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>, <strong>PATI</strong> &#8211; Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen bersama dengan Bupati Pati, Haryanto menaburkan bibit ikan nila di Waduk Seloromo, Kecamatan Gembong, Pati, Selasa (29/3/2022).</p>
<p>Gus Yasin begitu panggilannya, menabur bibit ikan nila sebanyak 30 ribu ekor ikan nila. Ini dilakukan untuk membantu masyarakat khususnya nelayan di sekitar waduk setempat. Bibit ikan nila ditaburkan tersebut diharapkan agar menjaga ekosistem kelestarian Waduk Seloromo.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-40108" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220330-WA0054.jpg" alt="" width="1280" height="720" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220330-WA0054.jpg 1280w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220330-WA0054-300x169.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220330-WA0054-1024x576.jpg 1024w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220330-WA0054-768x432.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220330-WA0054-696x392.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220330-WA0054-1068x601.jpg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220330-WA0054-747x420.jpg 747w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>Di samping itu, nanti ketika ikan nila yang ditabur sudah besar bisa dimanfaatkan warga setempat. Baik untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun untuk meningkatkan perekonomian keluarga masyarakat.</p>
<p>Dalam video yang diterima Samin News, Gus Yasin terlihat menanyakan apakah pernah kegiatan penaburan bibit ikan di Waduk Seloromo dilakukan. Di video itu juga terdengar seseorang menjawab setiap tahun dilakukan penaburan bibit ikan.</p>
<p>&#8220;Setiap tahun dilakukan, untuk tahun ini sudah kedua kalinya. Berarti (kegiatan) ini istilahnya partai tambahan, bulan Oktober-November nanti ada lagi,&#8221; jawab seseorang dalam video tersebut.</p>
<p>Kegiatan tabur bibit ikan nila di Waduk Seloromo oleh Wagub Jateng itu merupakan rangkaian agenda kunjungannya ke daerah kabupaten Pati. Diketahui tabur bibit ikan nila dilaksanakan siang hari, kemudian Gus Yasin dijadwalkan menghadiri acara Bedah Buku Tatsunami, Teodisi dan Trauma Perspektif KH Maemoen Zubair di kantor DPRD Pati.</p>
<p>Acara bedah buku di kantor dewan dimulai sekitar pukul 15.00 wib hingga 16.30 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan bantuan 5 ribu bibit ikan lele di Pondok Pesantren Yanbu&#8217;ul Qur&#8217;an di Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/03/wagub-jateng-tebar-30-ribu-bibit-ikan-nila-di-waduk-seloromo.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kawasan Waduk Gembong Menjadi Pilihan Warga Sebagai Tempat Bersantai</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/10/kawasan-waduk-gembong-menjadi-pilihan-warga-sebagai-tempat-bersantai.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/10/kawasan-waduk-gembong-menjadi-pilihan-warga-sebagai-tempat-bersantai.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Oct 2021 03:04:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[waduk seloromo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=33937</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Sejak sekitar satu bulan terakhir kawasan tepian Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong bila sore hari menjadi pilihan kunjungan warga, untuk bersantai bersama keluarga. Bagi penggemar minuman kopi pilihan tempat tersebut dirasa amat cocok, karena bisa &#8221;ngopi&#8221; sepuasnya di warung-warung tenda yang banyak bermunculan hampir di setiap sudut lingkungan daerah genangan waduk. Karena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Sejak sekitar satu bulan terakhir kawasan tepian Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong bila sore hari menjadi pilihan kunjungan warga, untuk bersantai bersama keluarga. Bagi penggemar minuman kopi pilihan tempat tersebut dirasa amat cocok, karena bisa &#8221;ngopi&#8221; sepuasnya di warung-warung tenda yang banyak bermunculan hampir di setiap sudut lingkungan daerah genangan waduk.</p>
<p>Karena lokasi yang disebut terakhir bila musim kemarau berubah menjadi daratan, maka dalam kondisi seperti sekarang hal itu berubah menjadi daratan. Jika menjadi lokasi pilihan pengunjung, karena dari tempat ini maupun dari sisi selatan dan timur waduk bisa menikmati latar belakang indahnya Gunung Muria, tapi yang memilih tempat di sisi barat waduk juga banyak.</p>
<p>Dengan kata lain, papar salah seorang warga setempat, Yanto (46), munculnya daerah genangan (kom) waduk yang berubah menjadi tanah lapang cukup luas, menjadi pilihan pengunjung utamanya di sore hari untuk menikmati sejuknya udara dan keindahan alam kawasan Lereng Muria. &#8221;Karena itu, wajar jika sekarang ini juga munculnya banyak warung tenda di tepian waduk,&#8221;ujarnya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-33936" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/10/DSC071891.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/10/DSC071891.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/10/DSC071891-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/10/DSC071891-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/10/DSC071891-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/10/DSC071891-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/10/DSC071891-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<figure id="attachment_33935" aria-describedby="caption-attachment-33935" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-33935" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/10/DSC071831.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/10/DSC071831.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/10/DSC071831-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/10/DSC071831-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/10/DSC071831-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/10/DSC071831-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/10/DSC071831-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-33935" class="wp-caption-text">Salah sebuah warung tenda penjaja makanan dan minuman yang berdiri di daerah genangan waduk yang bila musim kemarau menjadi daratan (atas) dan warung lainnya yang mengambil tempat di sisi timur waduk (bawah).(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Kepala Desa Gembong, Sukardi RT ketika ditanya berkait hal tersebut mengungkapkan meskipun desa bukan sebagai penanggung jawab maupun pengelola waduk itu, tapi pihaknya tidak melarang beberapa warganya untuk membuka pos keluar/masuk kawasan waduk. Berkait masalah itu, jika kepada para pengunjung dikenai partisipasi Rp 1.000 bagi yang berkendara motor dan yang mobil Rp 2.000, sekadar untuk tenaga kebersihan.</p>
<p>Sebab, para pengunjung ketika sudah berada dan bersantai di lingkungan kawasan waduk biasanya juga membeli makanan/minuman dari warung-warung yang banyak berdiri di tepian waduk. Dengan demikian, mereka akhirnya pun sebagai pembawa sampah terutama dari kemasan plastik yang selesai makan pengunjung harus segera dibersihkan.</p>
<p>Jika tidak, sampah itu akan berserakan di daerah genangan yang menjadi tempat pengunjung bersantai bersama keluarga. &#8221;Dampak lain, sampah-sampah itu juga akan mudah masuk ke dalam area genangan waduk bila ditiup angin, sehingga jangan ada pihak yang salah paham bahwa masuk ke kawasan waduk dipungut biaya,&#8221;tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/10/kawasan-waduk-gembong-menjadi-pilihan-warga-sebagai-tempat-bersantai.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puncak Kemarau Air Waduk Seloromo Tidak Sampai Banyak Berkurang</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/10/puncak-kemarau-air-waduk-seloromo-tidak-sampai-banyak-berkurang.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/10/puncak-kemarau-air-waduk-seloromo-tidak-sampai-banyak-berkurang.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2021 08:24:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[waduk seloromo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=33918</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Puncak kemarau tahun ini (2021), berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena bulan Oktober seperti sekarang biasanya air Waduk Gembong airnya sudah banyak menyusut, tapi sekarang justru tidak sampai banyak berkurang. Dengan demikian, sisa air waduk biasanya hanya cukup untuk pembasahan konstruksi bangunan waduk agar jangan sampai mengalami keretakan akibat kemarau panjang. Hanya saja [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_33917" aria-describedby="caption-attachment-33917" style="width: 734px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-33917" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/10/c2-3.gif" alt="" width="734" height="551" /><figcaption id="caption-attachment-33917" class="wp-caption-text">Kondisi air Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong pada puncak kemarau bulan Oktober ini tidak sampai banyak berkurang seperti tahun-tahun sebelumnya.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong><a href="https://www.samin-news.com/">SAMIN-NEWS.com</a>, PATI</strong> &#8211; Puncak kemarau tahun ini (2021), berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena bulan Oktober seperti sekarang biasanya air Waduk Gembong airnya sudah banyak menyusut, tapi sekarang justru tidak sampai banyak berkurang. Dengan demikian, sisa air waduk biasanya hanya cukup untuk pembasahan konstruksi bangunan waduk agar jangan sampai mengalami keretakan akibat kemarau panjang.</p>
<p>Hanya saja di sisi lain, waduk yang pada awalnya mampu menampung air sebanyak 9 juta meter kubik tersebut barang kali volumenya sudah banyak berkurang akibat tingginya tingkat sedimentasi. Dengan demikian, sudah saatnya kolam genangan atau kolam waduk saatnya untuk dinormalsasi oleh pihak yang berkompeten, yaitu Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali -Juwana Jawa Tengah.</p>
<p>Akan tetapi, beberapa petani di kawasan hilir jaringan irigasi waduk itu, khususnya di Kecamatan Pati yang meliputi sejumlah desa seperti Sidokerto, Panjunan ,Kutoharjo, Sarirejo, Geritan, Dengkek, Sugiharjo, dan Widorokandang benar-benar sangat diuntungkan. &#8221;Sebab, mulai bulan Juli atau Agustus lalu kami masih bisa kembali menanam padi, tanpa diliputi rasa khawatir akan menghadapi kesulitan mendapatkan air,&#8221;ujar salah seorang petami, warga Desa Sugiharjo, M Gono (47).</p>
<p>Dengan demikian, lanjutnya, saat ini tanaman padi tersebut-rata tinggal menunggu panen paling lambat akhir bulan ini, meskipun sudah ada di antara petani yang panen. Sehingga selesai panen pada musim tanam (MT) III  ternyata banyak juga dibantu dengan masih turunnya hujan, sehingga biasanya membutuhkan air dari irigasi waduk sekarang jarang diperlukan.</p>
<p>Karena itu, sudah semestinya jika Waduk Gembong yang mampu mengairi lahan petani seluas 3.885 hektare tentu tidak banyak tersimpan di daerah genangan waduk. Selebihnya waduk juga masih mendapat tabahan air dari saluran pembawa/pengisi, karena turunnya hujan di kawasan hulu lereng Muria sampai sekarang.</p>
<p>Kondisi tersebut sudah barang tentu menguntungkan para petani, karena selesai panen padi pada MT III ini mereka langsung bisa kembali mempersiapkan pengolahan lahan dalam menghadapi MT I Oktober 2021 &#8211; Maret 2022. &#8221;Harapan kami di tengah musim tanam padi tumbuh maksimal antara Desember 2021 dan Januari 2022 di Pati tidak menghadapi ancaman banjir kiriman dari hulu,&#8221;paparnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/10/puncak-kemarau-air-waduk-seloromo-tidak-sampai-banyak-berkurang.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Perkotaan Masih Gagal Memahami Keberadaan Dua Waduk di Pati</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/warga-perkotaan-masih-gagal-memahami-keberadaan-dua-waduk-di-pati.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/warga-perkotaan-masih-gagal-memahami-keberadaan-dua-waduk-di-pati.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jan 2020 04:28:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[REDAKSI]]></category>
		<category><![CDATA[waduk seloromo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=10873</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, &#8211; SETIAP kawasan perkotaan di Pati digelontor air dari hulu kawasan timur-selatan Lereng Muria, warganya belum sepenuhnya memahami bagaimana fungsi Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong dan Waduk Gunungrowo, di Desa Sitiluhur, kecamatan setempat. Tumpuan kesalahan tetap dialamatkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, karena selama ini yang memanfaatkan air waduk adalah warga Pati. Padahal, yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_10871" aria-describedby="caption-attachment-10871" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-10871" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200115_112138.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200115_112138.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200115_112138-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-10871" class="wp-caption-text">Kondisi air terakhir di Waduk Seloromo Gembong yang masih jauh dari kapasitas volume daya tampung sebanyak 9,5 juta meter kubik, kendati sudah musim penghujan.</figcaption></figure>
<p>SAMIN-NEWS.com, &#8211; SETIAP kawasan perkotaan di Pati digelontor air dari hulu kawasan timur-selatan Lereng Muria, warganya belum sepenuhnya memahami bagaimana fungsi Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong dan Waduk Gunungrowo, di Desa Sitiluhur, kecamatan setempat. Tumpuan kesalahan tetap dialamatkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, karena selama ini yang memanfaatkan air waduk adalah warga Pati.</p>
<p>Padahal, yang berwenang atas kedua waduk tersebut adalah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana, dan dalam kondisi musim seperti ini justru waduk sesuai fungsinya adalah menangkap/menampung air hujan sebanyak-banyaknya. Dengan demikian, pada saat musim kemarau dan petani di kawasan hilir membutuhkan air untuk bercocok tanam baru dikeluarkan.</p>
<p>Berkait hal yang disebut terakhir, urusannya dengan pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), termasuk pendistribusian air sampai ke lahan para petani. Dengan kata lain, dalam kondisi seperti musim hujan seperti sekarang waduk sudah barang tentu secara maksimal berupaya manampung air hujan agar kapasitas volumenya bisa terpenuhi.</p>
<p>Karena itu, jika Selasa (14/1) pagi kemarin kawasan perkotaan digelontor air bukan berarti kedua waduk tersebut tidak berfungsi, sehingga derasnya air hujan yang berlangsung sejak sebelum subuh dinihari tidak tertampung melainkan air menggelontor ke hilir hingga menyebabkan kawasan perkotaan tergenang. Anggapan tersebut, jelas tidak benar karena justru pada saat seperti sekarang waduk melakukan pengisian.</p>
<figure id="attachment_10869" aria-describedby="caption-attachment-10869" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-10869" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200115_112117.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200115_112117.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200115_112117-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-10869" class="wp-caption-text">Ini adalah kondisi air terakhir Waduk Gunungrowo, di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Pati dengan volume kapasitas daya tampung 5,5 juta meterkubik juga belum maksimal terisi.</figcaption></figure>
<p>Hal tersebut tak beda jauh dengan kejadian beberapa tahun sebelumnya, di mana kondisi wilayah perkotaan juga pernah digelontor air dari hulu menyusul derasnya hujan yang berlangsung semalaman. Saat itu muncul pendapat bahwa terjadinya gelontoran air cukup besar tersebut, karena pintu waduk dibuka.</p>
<p>Saat musim penghujan seperti sekarang, di mana pintu waduk jelas tidak pernah dibuka tapi begitu curah hujan yang cukup tinggi mampu mengisi waduk sampai penuh, maka air pasti akan limpas dan mengalir ke hilir karena bangunan waduk dilengkapi dengan fasilitas saluran pelimpah. Karena itu jika saluran pembawa maupun saluran pembagi dibagian hilir tidak mampu menampung limpasan tersebut, maka air akan membeludak ke mana-mana.</p>
<p>Demikian pula, gelontiran air yang terjadi Selasa pagi kemarin, adalah dampak tidak mampunya Bendung Semirejo yang lokasinya jauh dari kawasan Waduk Seloromo menampung air dari tingginya curah hujan di kawasan sekitarnya. Sehingga bendung tersebut tampungan airnya sampai limpas mencapai 50 cm, jadi bukan waduk tidak menampung air hujan karena lokasi bendung itu jauh berada di hilir waduk.</p>
<p>Kendati dari Bendung Semirejo, di bagian hilirnya masih ada Bendung Sani ternyata juga tidak mampu mengendalikan air dari hulu itu. Akibatnya, alur kali di bagian hilirnya seperti alur Kali Simo, Kali Sani, Kali Kersulo sudah barang tentu tak mampu juga menampung gelontoran air sehingga perkotaan pun kembali menjadi sasaran genangan.</p>
<p>Begitulah mengalirnya air dari hulu ke hilir, sehingga hutan maupun pepohon yang mampu menyerap air hujan di kawasan hulu, janganlah dirusak dan ditebangi untuk ditanamin tanaman semusim. Akan tetapi apa mau dikata, karena kondisi seperti itu adalah bagian dari budaya perilaku masyarakat kita. Benar-benar memprihatinkan&#8230;!!(Ki Samin)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/warga-perkotaan-masih-gagal-memahami-keberadaan-dua-waduk-di-pati.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tanda-tanda Waduk Gembong Tidak Akan Terisi Maksimal</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2019/12/tanda-tanda-waduk-gembong-tidak-akan-terisi-maksimal.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2019/12/tanda-tanda-waduk-gembong-tidak-akan-terisi-maksimal.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Dec 2019 12:52:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[gembong]]></category>
		<category><![CDATA[waduk seloromo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=10597</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Jika hingga akhir tahun ternyata kondisi air tampungan Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong, Pati, hanya sekadar untuk memenuhi pembasahan konstruksi waduk, hal itu mengisyaratkan sampai Agustus tahun berikutnya, tampungann air waduk itu tidak akan maksimal. Lain halnya jika antara Januari s/d April terjadi perubahan curah hujan. Dengan demikian, kondisi tersebut sejak dini mengisyaratkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_10596" aria-describedby="caption-attachment-10596" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-10596" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193907.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193907.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193907-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-10596" class="wp-caption-text">Kondisi air Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong, Pati hingga akhir Desember 2019 masih terbatas hanya sekadar untuk pembasahan konstruksi bangunan waduk sambil sedikit-sedikit dialirkan jaringan saluran di wilayah petani yang membutuhkan air.</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Jika hingga akhir tahun ternyata kondisi air tampungan Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong, Pati, hanya sekadar untuk memenuhi pembasahan konstruksi waduk, hal itu mengisyaratkan sampai Agustus tahun berikutnya, tampungann air waduk itu tidak akan maksimal. Lain halnya jika antara Januari s/d April terjadi perubahan curah hujan.</p>
<p>Dengan demikian, kondisi tersebut sejak dini mengisyaratkan agar pada musim kemarau atau masa tanam (MT) III, para petani di kawasan hilir jaringan irigasi waduk tersebut tidak terus terusan menanam padi, tapi harus kembali menanam palawija. Jika dipaksakan oleh petugas, suplai air bisa diberikan tapi harus dengan penjadwalan cukup ketat.</p>
<p>Itu artinya, kata beberapa pemerhati kondisi waduk yang biasanya pada akhir tahun seperti sekarang isinya sudah lumayan, karena bisa mencapai di atas dua juta meter kubik. Sedangkan kapasitas daya tampung air di Waduk Seloromo yang selama ini tidak pernah dilakukan pengerukan endapan lumpur sedimentasinya, rata-rata mencapai 9,5 juta meter kubik.</p>
<p>Akan tetapi, kondisi saat ini dampak dari tingginya tingkat sedimentasi kapasitas daya tampung air paling-paling maksimal tinggal 7,5 juta meter kubik. &#8221;Jika sampai akhir tahun ini tanda-tanda penambahan isi waduk terasa sulit, maka kuncinya tinggal bulan Januari s/d April 2020,&#8221;ujar salah seorang di antara mereka Harjo Kardi (60)</p>
<figure id="attachment_10594" aria-describedby="caption-attachment-10594" style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-10594" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193956.jpg" alt="" width="1280" height="720" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193956.jpg 1280w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193956-300x169.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193956-1024x576.jpg 1024w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193956-768x432.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193956-696x392.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193956-1068x601.jpg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193956-747x420.jpg 747w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-10594" class="wp-caption-text">Daerah genangan (kom) Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong, Pati, masih cukup luas yang belum terisi air.</figcaption></figure>
<p>Maksudnya, jika curah hujan di daerah tangkapan air di kawasan hulu cukup tinggi, kata seorang pemerhati lainnya, Muji (55), maka kemampuan waduk menampung air dari saluran penangkap/pengisi bisa maksimal. Dengan demikian, semua daerah genangan (kom) waduk tidak dalam kondisi kering kerontang seperti sekarang.</p>
<p>Harapan itu hanya tertumpu pada curah hujan selama empat bulan terakhir, sebelum memasuki musim kemarau. Jika rata-rata dalam satu bulan bisa menggelontorkan air sebanyak 2 juta meter kubik, sudah pasti akan didapat air hujan untuk mengisi daerah genangan waduk sebanyak 8 juta meter kubik.</p>
<p>Karena itu, jika ada sebagian air yang harus digelontorkan untuk kegiatan bercocok tanam di kawasan jaringan irigasi yang membutuhkan, kondisi tersebut tetap aman sampai empat bulan atau Agustus yang biasanya air waduk sudah penuh. Bulan-bulan berikutnya, air waduk tinggal menggelontorkan untuk menunjang upaya bercocok tanam para petani pada MT 3.</p>
<p>Sedangkan antara Januari-April, petani dalam bercocok tanam padi tetap menggantungkan pada turunnya hujan pada MT 2 yang biasanya mulai berkurang. &#8221;Akan tetapi, kondisi cuaca dan iklim sekarang ini sulit diprediksi, seperti bulan Desember ini seharusnya curah hujan cukup tinggi ternyata hujan intensitasnya sangat rendah,&#8221;imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2019/12/tanda-tanda-waduk-gembong-tidak-akan-terisi-maksimal.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
