<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Waduk Gembong &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/waduk-gembong/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Apr 2024 15:06:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Pemuda di Gembong Ditemukan Tewas Tenggelam saat Mancing</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2024/04/pemuda-di-gembong-ditemukan-tewas-tenggelam-saat-mancing.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2024/04/pemuda-di-gembong-ditemukan-tewas-tenggelam-saat-mancing.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2024 15:06:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Pati hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Berita Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Waduk Gembong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=53613</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Seorang pemuda berinisial MH (27) warga Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati ditemukan tewas tenggelam Senin (29/4/2024) pada pukul 12.15 WIB. Saat itu diketahui korban tengah mancing di Sungai Jering, Desa Pohgading. Berdasarkan keterangan warga, Hilmi disebutkan bahwa korban diduga terpeleset ke tengah sungai saat mancing. Namun naas, korban tidak bisa berenang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Seorang pemuda berinisial MH (27) warga Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati ditemukan tewas tenggelam Senin (29/4/2024) pada pukul 12.15 WIB. Saat itu diketahui korban tengah mancing di Sungai Jering, Desa Pohgading.</p>
<p>Berdasarkan keterangan warga, Hilmi disebutkan bahwa korban diduga terpeleset ke tengah sungai saat mancing. Namun naas, korban tidak bisa berenang. Hingga akhirnya meninggal.</p>
<p>&#8220;Ditemukan tewas tenggelam saat mancing. Korban terpeleset ke sungai tetapi korban tidak bisa berenang,&#8221; katanya.</p>
<p>Mulanya, saat itu korban ditemukan dua orang. Lantas keduanya meminta bantuan kepada warga lainnya untuk mengevakuasi korban. Kemudian dibantu dengan aparat TNI-Polri, korban akhirnya diangkat ke permukaan. Berikutnya diserahkan ke pihak keluarga korban.</p>
<p>Sementara Kepala Desa Pohgading Zubaidi, menambahkan karena korban tidak bisa berenang, setelah tercebur langsung tenggelam hingga meninggal. Dia terpeleset di bawah jembatan.</p>
<p>&#8220;Iya dia tidak bisa berenang langsung meninggal. Lalu diserahkan ke pihak keluarga yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian,&#8221; ungkap dia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2024/04/pemuda-di-gembong-ditemukan-tewas-tenggelam-saat-mancing.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waduk Gembong Surut, DPUTR Sebut Tinggal 2 Juta dari 9 Juta Kubik</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/10/waduk-gembong-surut-dputr-sebut-tinggal-2-juta-dari-9-juta-kubik.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/10/waduk-gembong-surut-dputr-sebut-tinggal-2-juta-dari-9-juta-kubik.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Oct 2023 11:34:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Beria Pati Hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah Hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Viral Hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Viral Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Berita Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Waduk Gembong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=51777</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Waduk Gembong di Seloromo Desa/Kecamatan Gembong surut. Musim kemarau panjang yang terjadi membuat debit air waduk tersebut kini disebutkan tinggal 2 juta kubik. Padahal, normalnya debit air di Waduk Gembong tinggalan kolonial ini bahkan mencapai 10 juta kubik. Irigasi pertanian pun akhirnya terpaksa terdampak yang mengaliri ke sejumlah wilayah suplai air di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Waduk Gembong di Seloromo Desa/Kecamatan Gembong surut. Musim kemarau panjang yang terjadi membuat debit air waduk tersebut kini disebutkan tinggal 2 juta kubik.</p>
<p>Padahal, normalnya debit air di Waduk Gembong tinggalan kolonial ini bahkan mencapai 10 juta kubik. Irigasi pertanian pun akhirnya terpaksa terdampak yang mengaliri ke sejumlah wilayah suplai air di Kabupaten Pati.</p>
<p>&#8220;Waduk Gembong surut itu pasti, wong sekarang tinggal sekitar 2 jutaan kubik. Sedangkan kapasitasnya di situ antara 9 sampai 10 (juta) kubik,&#8221; kata Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Sudarno, Senin (23/10/2023).</p>
<p>Jika tidak turun hujan dalam waktu dekat, maka debit air waduk itu diprediksi bisa lagi terus berkurang. Apalagi, musim hujan diprediksi terjadi November sampai-sampai awal Desember. Dan yang awalnya penuh dengan air, namun kini rerumputan tumbuh di areal waduk.</p>
<p>&#8220;Waduk surut ini lantaran dampak dari musim kemarau panjang, hujan belum datang jadi (debit air) berkurang banyak,&#8221; jelas Sudarno.</p>
<p>Dirinya menjelaskan Waduk Gembong mampu mengairi irigasi pertanian lahan persawahan ke lima kecamatan. Di antaranya ke Kecamatan Gembong, Margorejo, Pati dan sebagian Tlogowungu serta Wedarijaksa.</p>
<p>Lahan pertanian yang hanya mengandal irigasi dari waduk ini pasti terdampak. Pasalnya pasokan air hanya tersisa sebagian kecil dari semula. Apalagi bagi wilayah di bawah.</p>
<p>&#8220;Pertanian yang mengandalkan irigasi dari waduk pasti terdampak. Istilahnya ada lahan tadah hujan, ada yang mengandalkan irigasi, serta sebagainya. Nah ini terdampak,&#8221; paparnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/10/waduk-gembong-surut-dputr-sebut-tinggal-2-juta-dari-9-juta-kubik.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerhati Kondisi Waduk Gembong Ajak Pihak Lain Untuk Peduli</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/11/pemerhati-kondisi-waduk-gembong-ajak-pihak-lain-untuk-peduli.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/11/pemerhati-kondisi-waduk-gembong-ajak-pihak-lain-untuk-peduli.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2021 08:38:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Waduk Gembong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=35099</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Selama ini sebenarnya ada sejumlah pihak yang menjadi pemerhati kondisi Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong, Pati. Satu di antara permasalahan yang selama ini tidak pernah tersentuh permasalahan, adalah normalisasi daerah genangan (kom) waduk yang saat musim kemarau berubah menjadi daratan. Dengan demikian, daratan yang cukup luas di sekeliling waduk itu pun akhirnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_35097" aria-describedby="caption-attachment-35097" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-35097" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076421.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076421.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076421-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076421-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076421-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076421-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076421-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-35097" class="wp-caption-text">Beginilah kondisi lokasi tepian Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong, Pati, menjadi tempat berdirinya warung untuk berjualan, meskipun kawasan tepian itu adalah merupkan daerah genangan (kom) waduk.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Selama ini sebenarnya ada sejumlah pihak yang menjadi pemerhati kondisi Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong, Pati. Satu di antara permasalahan yang selama ini tidak pernah tersentuh permasalahan, adalah normalisasi daerah genangan (kom) waduk yang saat musim kemarau berubah menjadi daratan.</p>
<p>Dengan demikian, daratan yang cukup luas di sekeliling waduk itu pun akhirnya berubah menjadi tanah lapang, sehingga banyak yang memanfaatkan untuk membuka kegiatan usaha. Yakni, mendirikan warung tenda untuk berjualan, karena pada saat-saat musim kemarau berlangsung banyak warga yang datang berkunjung langsung ke lokasi dengan berkendara mobil maupun motor cukup membayar kebersihan Rp 1.000 untuk motor dan Rp 2.000 untuk mobil.</p>
<p>Akan tetapi, di sisi lain, papar beberapa pemerhati jika pihak yang berkompeten maupun pemerhati lainnya tidak mulai memikirkan kawasan lingkungan waduk peninggalan kolonial itu, dampak yang ditimbulkan sulit diprediksi. &#8221;Karena itu, yang kali pertama harus dipikirkan lebih dahulu, adalah keberadaan warung tenda yang banyak berdiri di daerah genangan,&#8221;ujar salah seorang di antara mereka, Edy.</p>
<p>Bahkan, lanjut dia, ada yang juga mendirikan warung tenda itu tepat di bibir genangan air pasang terendah, karena agar lebih dekat dengan pengunjung yang mengambil tempat bersantai di tanah lapang daerah genangan. Mengingat kondisi seperti itu, pihaknya yang pernah menggagas penanaman pohon asam jauh di sekeliling pinggir waduk terpaksa harus diurungkan.</p>
<p>Sebab, pihaknya lebih memperhartikan kepentingan para pemilik warung tenda tersebut jika bisa disarankan atau diminta untuk bergeser ke pinggir keliling lokasi waduk. Sehingga jika semua warung bisa berdiri menghadap ke waduk, maka bagian depannya bisa dibuatkan akses jalan agar pengunjung yang berkendara mobil maupun motor ke beberapa lokasi kantong parkir.</p>
<p>Melalui upaya penataan itu, diharapkan kawasan daerah genangan saat musim kemarau tidak dimanfaatkan meskipun berubah menjadi tanah lapang. &#8221;Setelah kondisi tersebut berlangsung, maka saat mulai turun hujan sampai menjelang kemarau berikutnya atau sekitar Agustus volume waduk kembali penuh, dan airnya baru dikeluarkan untuk para petani yang membutuhkan,&#8221;imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/11/pemerhati-kondisi-waduk-gembong-ajak-pihak-lain-untuk-peduli.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desa Harus Punya Kepedulian Berkait Banyaknya Kunjungan di Waduk Gembong</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/11/desa-harus-punya-kepedulian-berkait-banyaknya-kunjungan-di-waduk-gembong.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/11/desa-harus-punya-kepedulian-berkait-banyaknya-kunjungan-di-waduk-gembong.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2021 08:43:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Waduk Gembong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=34848</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Sejak masa pandemi Covid-19 yang berlangsung hingga saat ini sudah banyak warga yang mengabaikan, sehingga salah satu kondisi yang saat ini ramai dikunjungi dan menjadi tempat berkumpulnya banyak orang, adalah kawasan daerah genangan (kom) Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong. Hal tersebut biasanya berlangsung mulai sore hingga malam hari, sehingga akhirnya warga yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_34846" aria-describedby="caption-attachment-34846" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-34846" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076491.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076491.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076491-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076491-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076491-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076491-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076491-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-34846" class="wp-caption-text">Deretan warung tenda sementara yang saat ini marak berdiri di daerah genangan (kom) Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong, Pati.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Sejak masa pandemi Covid-19 yang berlangsung hingga saat ini sudah banyak warga yang mengabaikan, sehingga salah satu kondisi yang saat ini ramai dikunjungi dan menjadi tempat berkumpulnya banyak orang, adalah kawasan daerah genangan (kom) Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong. Hal tersebut biasanya berlangsung mulai sore hingga malam hari, sehingga akhirnya warga yang ingin mencari sumber penghidupan pun memanfaatkan kesempatan tersebut.</p>
<p>Dengan demikian, mereka pun beramai-ramai mendirikan warung tenda atau sementara, tapi tidak cukup kalau hanya di pinggir jalan kawasan depan waduk tersebut, melainkan ke lokasi daerah genanangan yang sementara ini memang tidak sedang digenangai air. Dalam kondisi tersebut, pihak pemerintahan desa harus mulai ikut berpikir untuk turun tangan, utamanya mengatur warga yang mendirikan tenda-tenda/warung untuk berjualan.</p>
<p>Dari beberapa komentar warga setempat, kendati pengelolaan waduk tersebut bukan tanggung jawab pemerintahan desa melainkan oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana, tapi untuk saat ini jika ikut melakukan penataan adalah sah-sah saja. Maksudnya, jika ada warga yang hendak mendirikan tenda bisa memberi tahu pihak desa.</p>
<p>Atas pemberitahuan tersebut, sudah pasti desa akan mempunyai data-datanya tentang siapa saja dan warga dari mana, sehingga desa bisa menyampaikan laporan kepada pihak BBWS. Bila perlu dengan kewenangannya, desa mengarahkan kepada siapa saja yang mendirikan warung harus jauh dari luar daerah genangan, dengan semua menghadap ke perairan waduk.</p>
<p>Melalui upaya tersebut, maka lambat atau cepat jika jumlah pedagang sudah terdata, untuk pihak desa tinggal membuatkan atau menata akses jalan di depan warung, sehingga akses jalan itu memang harus di depan warung. Dengan cara itu, tidak ada warung tenda yang berdirinya membelakangi waduk, tapi semua harus sebaliknya.</p>
<p>Jika itu tidak diatur oleh pihak desa, maka sulit pendirian warung tersebut bisa tertib sehingga lambat laun dampaknya kawasan waduk akan mengalami kerusakan lingkungan. Karena itu, bila perlu pihak desa harus memberikan contoh pembuatan warung dengan ukuran tertentu, atau maksudnya jangan terlalu lebar mengingat masih banyak yang membutuhkan.</p>
<p>Apalagi, dalam kondisi seperti sekarang banyak yang ingin berusaha berjualan tapi sayangnya tidak ada yang mengarahkan, sehingga warung-warung tenda yang menjamur itu pun berdiri sembarangan di daerah genangan. &#8221;Sebab, mereka memang mendekatkan diri kepada pengunjung yang banyak memilih tempat terbuka di lokasi kawasan daerah genangan waduk tersebut.</p>
<p>Munculnya lahan terbuka di lokasi genangan itu akan berakhir, biasanya  berlangsung mulai Juli karena volume air waduk penuh sampai ke bagian tepiannya. &#8221;Jika itu, terjadi maka mau atau tidak mau memang jangan mendirikan warung di daerah genangan, tapi lebih baik naik ke kawasan tapi dibuatkan akses jalan di depan warung mereka,&#8221;papar salah seorang di antara mereka.</p>
<p>Terpisah Kepala Desa/Kecamatan Gembong, Sukardi RT dalam kesempatan bertemu  beberapa waktu lalu, saat ini pihaknya memang belum sempat memikirkan penataan pedagang yang mendirikan warung tenda di daerah genangan waduk. &#8221;Mereka dalam berjualan ini hanya semasa ada daerah genangan yang menjadi lahan timbul, tapi kalau air waduk sudah penuh tentu tidak bisa berjualan lagi,&#8221;tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/11/desa-harus-punya-kepedulian-berkait-banyaknya-kunjungan-di-waduk-gembong.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akses Jalan Melintas Kawasan Waduk Gembong Terbuka</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/06/akses-jalan-melintas-kawasan-waduk-gembong-terbuka.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/06/akses-jalan-melintas-kawasan-waduk-gembong-terbuka.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2021 08:43:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Waduk Gembong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=29345</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Salah satu objek wisata alam yang beberapa waktu lalu harus ditutup sementara, adalah Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong, dan Waduk Gunungrowo, di Desa Sitiluhur, kecamatan setempat. Akan tetapi sekarang ini, kondisi akses ruas jalan ke kawasan itu sudah kembali terbuka. Dengan kata lain, palang jalan yang semula pernah dipasang oleh pihak pemerintahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_29343" aria-describedby="caption-attachment-29343" style="width: 734px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-29343" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/06/DSC05630.gif" alt="" width="734" height="551" /><figcaption id="caption-attachment-29343" class="wp-caption-text">Kondisi objek wisata alam Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong, kini akses jalan menuju kawasan itu sudah kembali terbuka.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Salah satu objek wisata alam yang beberapa waktu lalu harus ditutup sementara, adalah Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong, dan Waduk Gunungrowo, di Desa Sitiluhur, kecamatan setempat. Akan tetapi sekarang ini, kondisi akses ruas jalan ke kawasan itu sudah kembali terbuka.</p>
<p>Dengan kata lain, palang jalan yang semula pernah dipasang oleh pihak pemerintahan Gembong dan Pohgading bersama jajaran Forkopimcam Gembong sudah tidak ada lagi. Sehingga, bagi warga pun sudah bisa kembali berkunjung ke kawasan tersebut meskipun sebenarnya palang di ruas jalan itu, belum saatnya untuk kembali dibuka.</p>
<p>Dibukanya palang jalan ke akses kawasan Waduk Selomoromo, papar Camat Gembong, Cipto Mengun Oneng memang belum ada perintah untuk membuka. &#8221;Akan tetapi, karena penutupan dengan memasang palang itu tidak ada yang menjaga maka sudah pasti mudah untuk membukanya,&#8221;ujar dia.</p>
<figure id="attachment_29342" aria-describedby="caption-attachment-29342" style="width: 734px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-29342" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/06/DSC05628.gif" alt="" width="734" height="551" /><figcaption id="caption-attachment-29342" class="wp-caption-text">Di tikungan ini biasanya penempatan palang jalan saat harus menutup kawasan lingkungan Waduk Seloromo, untuk mencegah penyebaran Covid-19.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Beberapa warga sekitar ketika ditanya berkait hal tersebut menyatakan tidak tahu menahu, siapa yang sebenarnya membuka palang jalan di kawasan lingkungan waduk tersebut. Akan tetapi, jika dilihat dari kepentingan warga sekitar penutapan kawasan lingkungan waduk memang dinilai kurang tepat karena bagi warga Desa Pohgading memang menjadikan kurang leluasa.</p>
<p>Maksudnya, yaitu bila warga desa yang berada di sisi utara waduk tersebut hendak ke jalan raya Pati-Gembong, selama ini memang melintas di kawasan waduk karena jaraknya lebih dekat. Berbeda jika harus lewat di Desa Bageng terus menuju ke Gembong terlalu memutar, sehingga semakin bertambah jauh.</p>
<p>Karena itu, jika dilakukan penutupan dengan memasang palang paling tepat memang harus dijaga agar warga yang hendak berkunjung ke waduk tetap disarankan untuk kembali. &#8221;Akan tetapi bagi warga desa di sebelah utara waduk seperti warga Desa Pohgading, bila hendak lewat dari utara maupun selatan tetap diperbolehkan,&#8221;usul salah seorang pemuda mengaku sebagai Sugianto,</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/06/akses-jalan-melintas-kawasan-waduk-gembong-terbuka.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waduk Gembong Jadi Pusat Pesta Mercon Semalam</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/05/waduk-gembong-jadi-pusat-pesta-mercon-semalam.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/05/waduk-gembong-jadi-pusat-pesta-mercon-semalam.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 May 2021 06:34:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Mercon]]></category>
		<category><![CDATA[Waduk Gembong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=28156</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Ditilik dari serpihan kertas bekas ledakan mercon yang disulut di atas bendung depan Waduk Seloromo, Desa/Kecamatan Gembong, hal itu menunjukkan bahwa di lokasi tersebut sempat terjadi pesta mercon dan kembang api. Ternyata, hal itu dilakukan kelompok anak muda yang berkumpul menyambut datangnya Lebaran pada Rabu (12/Mei) 2021 malam (semalam). Hal yang sama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_28155" aria-describedby="caption-attachment-28155" style="width: 734px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-28155" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/05/DSC05026.gif" alt="" width="734" height="551" /><figcaption id="caption-attachment-28155" class="wp-caption-text">Serpihan kertas dari bekas ledakan mercon yang penyulutannya mengambil tempat di atas konstruksi bendung Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Ditilik dari serpihan kertas bekas ledakan mercon yang disulut di atas bendung depan Waduk Seloromo, Desa/Kecamatan Gembong, hal itu menunjukkan bahwa di lokasi tersebut sempat terjadi pesta mercon dan kembang api. Ternyata, hal itu dilakukan kelompok anak muda yang berkumpul menyambut datangnya Lebaran pada Rabu (12/Mei) 2021 malam (semalam).</p>
<p>Hal yang sama juga tampak terlihat di bendung depan Waduk Gurungrowo, di Desa Sitiluhur, kecamatan setempat. Kedua waduk tersebut keduanya adalah peninggalan Kolonial Belanda, sehingga konstruksinya utamanya bagian bendung berbeda dengan konstruksi waduk saat sekarang, seperti contoh terdekat adalah Waduk Logung yang terletak antara Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe dan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kudus.</p>
<p>Dengan demikian, jika peledakan mercon terus dilakukan anak-anak muda itu di atas konstruksi bendung kedua waduk itu tentu harus mendapat perhatian serius dari pihak yang berkopenten. Sebab, hal itu dipastikan akan terus berulang bila setiap ada kesempatan, tidak hanya semata-mata pada saat puasa maupu Lebaran.</p>
<figure id="attachment_28153" aria-describedby="caption-attachment-28153" style="width: 734px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-28153" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/05/DSC05022.gif" alt="" width="734" height="551" /><figcaption id="caption-attachment-28153" class="wp-caption-text">Lokasi penyulutan mercon dengan mengambil tempat di kawasan Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, salah seorang warga yang berdomisili di pinggir waduik tersebut, Pinggir (55) membenarkan hal hal itu. Penyulutan mercon berlangsung cukup lama, karena sampai melebihi batas waktu yang memang benar-benar sudah larut sehingga saatnya warga juga harus beristirahat.</p>
<p>Semula, dia mencoba untuk tidak mengusik kesenangan anak-anak muda tersebut sepanjang tahu batas waktu pada malam hari tersebut sampai jam berapa, bukan sebaliknya semakin malam justru semakin menjadi-jadi. Sebab, yang disulut tidak hanya mercon melain kembang api luncur.</p>
<p>Akan tetapi saat menyulut, kembang api luncur itu tidak diarahkan ke lokasi yang kosong, yaitu ke timur melainkan ke barat laut. &#8221;Padahal, sisi utara waduk banyak rumah tempat tinggal warga, termasuk kami yang menempati rumah di pinggir sendiri sehingga mereka sengaja kami datangi baru berpindah tempat menyulutnya,&#8221;ujar dia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/05/waduk-gembong-jadi-pusat-pesta-mercon-semalam.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memahamkan Bangunan Pelimpah Samping Waduk Gembong</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/04/memahamkan-bangunan-pelimpah-samping-waduk-gembong.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/04/memahamkan-bangunan-pelimpah-samping-waduk-gembong.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2021 09:53:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Bangunan Pelimpah]]></category>
		<category><![CDATA[Waduk Gembong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=26664</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Setiap bangunan waduk apalagi yang peninggalan kolinial Belanda seperti Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong, dan Waduk Gunungrowo, di Desa Sitiluhur juga di kecamatan setempat pasti mempunyai bangunan pelimpah (spillway). Letaknya di samping kiri maupun kanan waduk, tanpa dilengkapi pintu. Akan tetapi, selama ini pula warga yang berdomisili di kawasan hilir Waduk Seloromo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_26663" aria-describedby="caption-attachment-26663" style="width: 979px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-26663" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/04/4.gif" alt="" width="979" height="734" /><figcaption id="caption-attachment-26663" class="wp-caption-text">Sarwiyanto alias Pinggir, karena selama ini berdiam di pinggir Waduk Seloromo Gembong (atas) dan bangunan pelimpah (spillway) samping waduk (bawah).(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Setiap bangunan waduk apalagi yang peninggalan kolinial Belanda seperti Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong, dan Waduk Gunungrowo, di Desa Sitiluhur juga di kecamatan setempat pasti mempunyai bangunan pelimpah (spillway). Letaknya di samping kiri maupun kanan waduk, tanpa dilengkapi pintu.</p>
<p>Akan tetapi, selama ini pula warga yang berdomisili di kawasan hilir Waduk Seloromo, terutama warga di kawasan Kota Pati, misalnya, masih perlu dipahamkan soal fungsi fasilitas bangunan tersebut. Dengan demikian, mereka tidak selalu gagal untuk memahami saat di kawasan hilir terjadi gelontoran air besar dari hulu, dengan menyebutkan bahwa pintu Waduk Gembong dibuka.</p>
<p>Akan tetapi salah seorang warga yang sejak kecil berdiam di pinggur waduk tersebut, Sarwiyanto alias pinggir menegaskan, tidak pernah seumur-umur pintu terowongan waduk dibuka lebar-lebar. &#8221;Dibukanya pintu itu secara terukur, dan juga tidak asal karena dibukanya pintu terowongan tersebut hanya untuk memenuhi kebutuhan air para petani di kawasan hilir,&#8221;tandasnya.</p>
<figure id="attachment_26662" aria-describedby="caption-attachment-26662" style="width: 979px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-26662" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/04/3.gif" alt="" width="979" height="734" /><figcaption id="caption-attachment-26662" class="wp-caption-text">Kondisi bangunan pelimpah di sisi samping kiri Waduk Seloromo Gembong.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Karena itu, lanjutnya, kendati dia bukan petugas tapi sejak kecil sering mengikuti ayahnya yang memang merupakan salah satu personel penjaga waduk itu, akhirnya paham benar bahwa pintu waduk memang tak pernah dibuka. Dengan demikian, jika curah hujan cukup tinggi pada musim penghujan sehingga kapasitas daya tampung waduk sudah melebihi batas, maka otomatis saluran pelimpah akan mengalirkan air dari waduk.</p>
<p>Sedangkan berapa besarnya volume air dari waduk yang mengalir lewat saluran pelimpah adalah tergantung kelebihan air yang sudah tidak bisa ditampung oleh genangan waduk. Untuk Waduk Gembong sejak dulu hingga sekarang daya tampungnya sering disebut-sebut mencapai 9,5 juta meter kubik, tapi selama ini tidak pernah dihitung berapa tingkat sedimentasi di daerah genangan yang sepengetahuannya tidak pernah dinormalisasi.</p>
<p>Mengingat kondisi seperti itu, maka ketika di kawasan hulu curah hujan cukup tinggi, dan waduk tak mampu lagi menampung air dari saluran pengisi, maka kelebihan air tersebut dengan sendirinya akan limpas lewat bangunan pelimpah. &#8221; Ke mana larinya air, tentu saja ke hilir dan bila gelontorannya lebih besar maka air pun akan limpas ke mana-mana menjadi banjir, tapi bukan banjir dari pintu waduk yang dibuka,&#8221;ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/04/memahamkan-bangunan-pelimpah-samping-waduk-gembong.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
