<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TPA Sukoharjo &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/tpa-sukoharjo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Oct 2022 11:02:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>DLH Upayakan TPA Sukoharjo Tampung Sampah Lebih Lama</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/10/dlh-upayakan-tpa-sukoharjo-tampung-sampah-lebih-lama.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/10/dlh-upayakan-tpa-sukoharjo-tampung-sampah-lebih-lama.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2022 11:02:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas lingkungan hidup pati]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala DLH Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[TPA Sukoharjo]]></category>
		<category><![CDATA[Tulus Budiharjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=44870</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tulus Budiharjo mengatakan, pihaknya akan berupaya agar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo di Desa Sukoharjo, Margorejo berusia lebih lama dari pada standar yang diproyeksikan. Tulus menyebut TPA Sukoharjo dibangun pada tahun 2017 yang lalu dengan proyeksi usia mampu menampung hingga 10 tahun. Tetapi, dirinya menegaskan akan mengupayakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tulus Budiharjo mengatakan, pihaknya akan berupaya agar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo di Desa Sukoharjo, Margorejo berusia lebih lama dari pada standar yang diproyeksikan.</p>
<p>Tulus menyebut TPA Sukoharjo dibangun pada tahun 2017 yang lalu dengan proyeksi usia mampu menampung hingga 10 tahun. Tetapi, dirinya menegaskan akan mengupayakan agar lebih dari itu.</p>
<p>&#8220;Kita menggunakan metode sanitary landfill dibangun pada 2017, diproyeksi usia sampai 10 tahun atau sampai 2027. Hingga kini sudah berumur lima tahun sudah 50 persen ada. Kita tetap berupaya agar tidak hanya 10 tahun saja, tetapi supaya bisa lebih,&#8221; ucap Tulus, Rabu (5/10/2022).</p>
<p>Dia mengungkapkan bahwa TPA Sukoharjo menerapkan sistem sanitary landfill, di mana sistem ini sampah dibuang pada tempat yang cekung lalu ditimbun dan dipadatkan.</p>
<p>&#8220;Diuruk, karena sistem sanitary landfill itu dikasih lapisan geomembran sehingga cairan di situ tidak langsung ke tanah. Kemudian ipal juga ada di sana. Kemudian agar tidak menimbulkan bau itu memang ditimbun dengan tanah sebab metodenya seperti itu,&#8221; paparnya.</p>
<p>Lebih lanjut dia mengatakan jika TPA Sukoharjo terjadi overload, nantinya DLH akan membuka tempat baru di sisi sebelah timur. Pasalnya di situ masih memungkinkan dimanfaatkan dibuat timbunan sampah.</p>
<p>Pihaknya menuturkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mempunyai sanitary landfill TPA Sukoharjo dulunya berkat bantuan dari Kementerian PUPR. Saat itu biaya yang dibutuhkan pembuatannya sekitar Rp 14 miliar.</p>
<p>Pembuatan TPA yang membutuhkan anggaran sebesar itu, karenanya dirinya memikirkan agar tempat tersebut bisa digunakan dalam jangka waktu panjang. Di sisi lain, dia menuturkan DLH juga menekan volume sampah melalui sumbernya dan membentuk bank sampah.</p>
<p>&#8220;Makanya kita berupaya agar tidak kebingungan pada saat sanitary landfill di TPA Sukoharjo sudah penuh. Kita sudah berkoordinasi dengan Bappeda terkait teknisnya sudah ada tempat yang dimanfaatkan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sebagai informasi luas lahan TPA Sukoharjo itu menempati di atas tanah 12 hektar. Adapun sampah tiap hari yang masuk ke TPA tersebut antara 80 s/d 100 ton.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/10/dlh-upayakan-tpa-sukoharjo-tampung-sampah-lebih-lama.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Persiapan Meninggikan Timbunan Sampah TPA Mulai Dilakukan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/12/persiapan-meninggikan-timbunan-sampah-tpa-mulai-dilakukan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/12/persiapan-meninggikan-timbunan-sampah-tpa-mulai-dilakukan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Dec 2021 11:04:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[TPA Sukoharjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=36804</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Secara resmi per 1 Januari 2022 yang tinggal beberapa hari Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Bidang Kebersihan dan Pertamanan, resmi akan menjadi bagian pada Bidang Kebersihan Persampahan dan Pertamanan. Bidang tersebut selama ini masuk dalam Tupoksi di DPUTR Kabupaten Pati yang juga termasuk di dalamnya, adalah Seksi Pelistrikan yang masuk ke Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_36803" aria-describedby="caption-attachment-36803" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-36803" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08382.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08382.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08382-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08382-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08382-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08382-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08382-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-36803" class="wp-caption-text">Alat berat jenis ekskavator atau yang disebut &#8221;backghoe&#8221; terus menata timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, agar bisa maksimal.(Foto;SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Secara resmi per 1 Januari 2022 yang tinggal beberapa hari Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Bidang Kebersihan dan Pertamanan, resmi akan menjadi bagian pada Bidang Kebersihan Persampahan dan Pertamanan. Bidang tersebut selama ini masuk dalam Tupoksi di DPUTR Kabupaten Pati yang juga termasuk di dalamnya, adalah Seksi Pelistrikan yang masuk ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati.</p>
<p>Khusus yang disebut terakhir, tugasnya tak lain adalah mengurusi lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), sehingga yang masuk pada bidang tugas di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten setempat, yaitu Kebersihan, Persampahan, dan Pertamanan. Karena itu, DLH pun harus memaksimalkan kembali volume sampah yang ke TPA, di mana untuk timbunannya harus benar-benar bisa mencapai sesuai yang direncanakan.</p>
<p>Jika hal tersebut bisa dicapai, ungkap Kepala DLH Kabupaten Pati, Mukhamad Tulus Budiaharjo, maka paling tidak kemampuan lubang &#8221;Sanitary Landfill&#8221; TPA Sukoharjo, baik yang di sisi selatan maupun utara bisa bertahan lebih lama. &#8221;Sebagaimana lubang sisi selatan, minimal ditargetkan bisa mencapai waktu selama sepuluh tahun, tapi sampai akhir 2021 ini terhitung baru empat tahun,&#8221;ujarnya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-36801" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08379.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08379.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08379-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08379-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08379-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08379-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08379-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<figure id="attachment_36800" aria-describedby="caption-attachment-36800" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-36800" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08381.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08381.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08381-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08381-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08381-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08381-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC08381-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-36800" class="wp-caption-text">Satu lapis upaya peninggian timbunan sampah TPA Sukoharjo, berhasil dilakukan oleh operator alat berat yang melaksanakan pekerjaan itu.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Sesuai perhitungan, lanjutnya, jika tiap timbunan lapis sampah TPA yang melalui proses pemadatan maksimal rata-rata 1 meter, maka untuk lapis berikutnya diharapkan juga bisa mencapai volume maksimal. Akan tetapi, antara lapis pertama dan kedua ini terlebih dahulu harus ditutup dengan tanah uruk, maksimal yang ketebalan mencapai 50 cm, sehingga tinggi keseluruhan dari tiap lapis pemadatan mencapai ketebalan/ketinggian 1,5 meter.</p>
<p>Jika upaya pemaksimalan tersebut harus mencapai 8 lapis, maka ketinggian timbunan sampah tersebut seluruhnya mencapai 12 meter dihitung dari permukan jalan di sisi timur lubang penimbunan. Dengan demikian, jika timbunan ketebalan 1,5 meter adalah sampah buangan selama satu tahun yang digeser atau ditarik ke selatan, maka kemampuan bertahan lubang penimbunan tersebut selama delapan tahun tetap akan bisa tercapai.</p>
<p>Berdasarkan kondisi riil yang ada di lapangan, hal tersebut kata kuncinya ada pada oprator alat berat, dan selebihnya juga pada para pengemudi kendaraan pengangkut saat menempatkan sampah yang harus dibuang. &#8221;Dengan kata lain, jika pemaksimalan timbunan sampah di TPA tidak bisa maksimal, hal tersebut nantinya akan menjadi problem tersendiri, maka pemaksimalan ketinggian harus dimulai dari sekarang,&#8221;tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/12/persiapan-meninggikan-timbunan-sampah-tpa-mulai-dilakukan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Licid Sampah Harus Tersalur Maksimal ke IPAL</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/12/licid-sampah-harus-tersalur-maksimal-ke-ipal.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/12/licid-sampah-harus-tersalur-maksimal-ke-ipal.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Dec 2021 07:39:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Ipal]]></category>
		<category><![CDATA[TPA Sukoharjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=35950</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Saat mengecek ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah sistem &#8221;Sanitary Landfill&#8221; Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Mukhamad Tulus Budiarto, melihat ada sesuatu yang janggal. Yakni, di lubang pembuangan sisi utara terdapat ada genangan air yang ternyata limbah dari permentasi (pembusukan) menggunungnya tumpukan sampah di lubang sebelahnya. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_35948" aria-describedby="caption-attachment-35948" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-35948" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC081071.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC081071.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC081071-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC081071-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC081071-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC081071-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC081071-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-35948" class="wp-caption-text">Lubang TPA sampah Sukoharjo, Kecamatan Margorejo sisi utara yang seharusnya masih kosong menjadi tempat genangan limbah licid dari pembusukan tumpukan sampah.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Saat mengecek ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah sistem &#8221;Sanitary Landfill&#8221; Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Mukhamad Tulus Budiarto, melihat ada sesuatu yang janggal. Yakni, di lubang pembuangan sisi utara terdapat ada genangan air yang ternyata limbah dari permentasi (pembusukan) menggunungnya tumpukan sampah di lubang sebelahnya.</p>
<p>Pengeckan langsung ke lokasi bagian vital dari penanganan sampah buangan tersebut, Sabtu (4 Desember) 2021 kemarin, dilakukan bersama Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan Pertamanan dan Pelistrikan DPUTR Kabupaten Pati, H Noor Azid. Sebab, bidang tugas tersebut per Januari 2022 nanti akan masuk dalam struktur DLH kecuali Pelistrikan yang masuk ke Dinas Perhubungan (Dishub) kabupaten setempat.</p>
<p>Kepala DLH Kabupaten Pati, Mukhamad Tulus Budiarto begitu melihat kondisi tersebut, langsung mencari tahu apa yang menjadi penyebab hal itu bisa terjadi. &#8221;Seharusnya limbah licid yang berasal dari pembusukan (permentasi) masuk ke tempat-tempat peresapan yang oleh pipa dialirkan keluar melalui saluran pembuang, dan masuk ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),&#8221;ujarnya.</p>
<p>Untuk fasilitas yang disebut terakhir, lanjut dia, sepengetahuannya ditempatkan di lokasi barat-selatan lubang pembuangan sampah. Dengan demikian, seharusnya limbah licid tidak boleh berada dan menjadi kubangan di lubang pembuangan yang kosong, karena bila turun hujan licid tersebut akan luber bersama air hujan, maka limbah tersebut harus dialirkan ke luar.</p>
<p>Sebab, jika dibiarkan tentu akan bertambah banyak dan menjadikan lingkungan sekitarnya menjadi jorok, mengingat warnanya adalah coklat ke hitam-hitaman. Beruntung dasar lubang maupun semua dindiing tepinya untuk TPA model &#8221;Sanitary Landfill&#8221; itu dilapisi geomembrand cukup tebal, kehingga kecil kemungkinan licid tersebut meresap dan masuk ke dalam tanah .</p>
<p>Karena itu, jika masalahnya memang peresapan tersebut buntu karena tertutup benda-benda lain, maka masing-masing bak peresapan yang ada di sekitar kubangan air itu dilakukan pengecekan. &#8221;Sebab, yang terpenting limbah licid tersebut harus dikeluarkan dari lokasi yang memang bukan tempatnya, sehingga semua harus berfungsi sesuai peruntukannya,&#8221;imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/12/licid-sampah-harus-tersalur-maksimal-ke-ipal.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Respons Pemulung TPA Sukoharjo ; Sulit Tenaga Pemilah Sampah di TPS</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/12/respons-pemulung-tpa-sukoharjo-sulit-tenaga-pemilah-sampah-di-tps.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/12/respons-pemulung-tpa-sukoharjo-sulit-tenaga-pemilah-sampah-di-tps.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Dec 2021 10:34:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[TPA Sukoharjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=35907</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Meskipun hanya sekadar memungut dan memilah sampah yang berada di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), tapi tidak semua orang bersedia melakukannya kecuali yang memang sudah terbiasa menjadi pemulung. Kendati lebih leluasa bisa memilah sampah, tapi yang terjadi sebenarnya tidak demikian. Salah seorang pemulung kawakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo, Kecamatan Margoirejo, Sukro, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_35906" aria-describedby="caption-attachment-35906" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-35906" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC081121.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC081121.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC081121-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC081121-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC081121-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC081121-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/12/DSC081121-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-35906" class="wp-caption-text">Salah seorang pemulung kawakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Sukro (atas) dan lahan bukit TPA setempat yang dibuat mendatar sejajar dengan jalan menuju lokasi TPA itu (bawah).(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Meskipun hanya sekadar memungut dan memilah sampah yang berada di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), tapi tidak semua orang bersedia melakukannya kecuali yang memang sudah terbiasa menjadi pemulung. Kendati lebih leluasa bisa memilah sampah, tapi yang terjadi sebenarnya tidak demikian.</p>
<p>Salah seorang pemulung kawakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo, Kecamatan Margoirejo, Sukro, mengungkapkan hal tersebut mengingat selama ini sebelum sampah dari rumah tangga di angkut ke TPS, terlebih dahulu sudah dikuasai atau dipilah sejak dari rumah tangga. Sedangkan pemilahanya tak adalah anggota bank sampah di desa/keluarahan dari mana sampah-sampah tersebut berasal.</p>
<p>Hal itu juga masih akan dipilah lagi oleh para pengangkut sampah dari rumah tangga, tapi sayangnya pemilahan yang terjadi di tiap tingkatan tersebut hanya dipilih sampah-sampah yang mempunyai nilai jual maksimal. &#8221;Sampah-sampah dimaksud tak lain yang berupa kardus dan pecehan ember plastik, atau juga potongan besi yang tentu masuk katagori sampah nonorganik,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Lebih tidak menarik lagi bagi pemulung, sampah yang dibuang ke TPS sebagian besar sudah berupa sampah-sampah organik yang bercampuraduk dengan sampah-sampah plastik. Karena itu, sampah yang harus masuk ke TPA sebenarnya tinggal sampah-sampah nonorganik jenis plastik, dan nilai jualnya sangat rendah.</p>
<p>Dengan demikian menyangkut nilai  tersebut pemulung di TPA juga sudah kalah bersaing dengan para pemilah sampah yang masuk ke bank sampah. Padahal, sampah warga itu bila dibawa ke bank sampah nilainya juga lebih rendah bila dibanding dengan sampah yang dijual bebas oleh para pemulung, di mana harganya sedikit lebih mahal.</p>
<p>Dampak dari itu, pemulung sebenarnya enggan memungut sampai nonorganik jenis plastik kecuali nanti harga jualnya lebih tinggi dari harga jenis sampah pilahan warga yang dibawa ke bank sampah. &#8221;Lagi pula, jika semua jenis sampah plastik laku dijual maka di Pati harus didirikan pabrik pengolah sampah plastik yang besar,&#8221;imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/12/respons-pemulung-tpa-sukoharjo-sulit-tenaga-pemilah-sampah-di-tps.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemaksimalan Timbunan Sampah di TPA Mulai Dikerjakan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/11/pemaksimalan-timbunan-sampah-di-tpa-mulai-dikerjakan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/11/pemaksimalan-timbunan-sampah-di-tpa-mulai-dikerjakan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Nov 2021 09:29:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[TPA Sukoharjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=35418</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Datangnya musim penghujan ancaman kemungkinan longsornya timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Pati, memang tak bisa dihindari. Akan tetapi pengalaman bertahun-tahun dalam melakukan penimbunan sampah yang sampai menggunung di lokasi tersebut, ternyata hal tersebut tak pernah terjadi. Kendati demikian, para pemulung yang tiap hari mengais sampah di lokasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_35417" aria-describedby="caption-attachment-35417" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-35417" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078471.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078471.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078471-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078471-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078471-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078471-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078471-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-35417" class="wp-caption-text">Kondisi timbunan sampah di TPA Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Pati dengan latar belakang Gunung Patiayam.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Datangnya musim penghujan ancaman kemungkinan longsornya timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Pati, memang tak bisa dihindari. Akan tetapi pengalaman bertahun-tahun dalam melakukan penimbunan sampah yang sampai menggunung di lokasi tersebut, ternyata hal tersebut tak pernah terjadi.</p>
<p>Kendati demikian, para pemulung yang tiap hari mengais sampah di lokasi tersebut, hendaknya tetap berhati-hati, utamanya saat melintas di ketinggian gunung sampah saat hendak menunju ke lubang pembuangan. Saat ini, lubang yang digali untuk penimbunan tersebut dimulai dari sisi timur, sehingga semuanya harus berkumpul di lokasi tersebut saat memilah sampah.</p>
<p>Sebagaimana disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan, Persampahan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati yang awal Tahun 2022 nanti akan bergabung dengan Dinas Lingkungan Hidup kabupaten setempat, H Noor Azid. &#8221;Peninggian atau pemaksimalan timbunan sampah itu harus kami lakukan, agar lubang sisi selatan ini bisa menampung sampah secara maksimal,&#8221;ujarnya.</p>
<figure id="attachment_35416" aria-describedby="caption-attachment-35416" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-35416" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078491.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078491.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078491-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078491-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078491-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078491-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078491-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-35416" class="wp-caption-text">Salah seorang pemulung saat melintas di area timbunan sampah TPA yang sudah menggunung menuju ke lubang pembuangan.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Karena itu, lanjutnya, ketika personel yang di lapangan mulai memasukkan sampah ke satu lubang yang masih kosong, diminta untuk memaksimalkan lubang sisi selatan. Secara hitungan kapasitas maksimal, penimbunan sampah di lubang itu baru berlangsung akhir 2017, sehingga sampai sekarang baru berlangsung selama empat tahun, sehingga harus lebih dimaksimalkan lagi.</p>
<p>Paling tidak untuk penimbunan di lubang sisi selatan ini harus mampu bertahan empat tahun lagi, sehingga baru dihentikan pada Tahun 2025. Selesai itu, baru pembuangan dan penimbunan baru geser ke lubang sisi utara yang juga harus dimaksimalkan selama delapan tahun pula, sehingga total seluruhnya dua lubang itu mampu menimbun sampah selama 16 tahun.</p>
<p>Caranya, upaya peninggian dan pemaksimalan harus dilakukan mulai sekarang dengan menaikan lagi masing-masing lapis sampah yang sudah dipadatkan masimal dengan ditutup lapisan tanah uruk secara maksimal. &#8221;Jika secara teknis pelaksanaan pemadatan dan penutupan lapis tanah benar, maka ketinggian timbunan sampahnya masih akan mampu mencapai delapan meter lagi,&#8221;imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/11/pemaksimalan-timbunan-sampah-di-tpa-mulai-dikerjakan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TPA Sukoharjo untuk Memusnahkan Berton-ton Rokok Ilegal</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/11/tpa-sukoharjo-untuk-memusnahkan-berton-ton-rokok-ilegal.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/11/tpa-sukoharjo-untuk-memusnahkan-berton-ton-rokok-ilegal.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Nov 2021 09:08:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[HUKRIM]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Memusnahkan Berton-ton Rokok Ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[TPA Sukoharjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=35269</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Untuk kali kesekian Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Pati, menjadi pilihan untuk memusnahkan berton-ton rokok ilegal yang disita oleh pihak Bea Cukai Kudus, dan menjadi barang negara. Dengan jumlah yang cukup banyak tersebut, tentu terdiri dari banyak merk, dan yang pasti negara dirugikan hingga miliaran rupiah. Sejumlah personel dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_35267" aria-describedby="caption-attachment-35267" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-35267" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078531.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078531.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078531-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078531-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078531-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078531-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078531-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-35267" class="wp-caption-text">Dengan  pengawalan Satlantas dan Unit Sabhara terhadap tujuh &#8221;dump truck&#8221; pengangkut berton-ton rokok ilegal sitaan Bea Cukai Kudus yang hari ini, Rabu (17/November) 2021 dimusnahkan, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Sukoharjo, Kecamatan Margorejo.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Untuk kali kesekian Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Pati, menjadi pilihan untuk memusnahkan berton-ton rokok ilegal yang disita oleh pihak Bea Cukai Kudus, dan menjadi barang negara. Dengan jumlah yang cukup banyak tersebut, tentu terdiri dari banyak merk, dan yang pasti negara dirugikan hingga miliaran rupiah.</p>
<p>Sejumlah personel dari Bea Cukai Kudus ikut serta mengawal pelaksanaan pemusnahan yang berlangsung hari ini, Rabu (17/November 2021) sekitar pukul 11.00. Karena itu, sebelumnya pihak pengelola TPA tersebut terlebih dahulu menyiapkan lubang secukupnya dengan menggunakan ekskavator.</p>
<p>Dengan demikian, papar penanggung jawab dan pengelola TPA yang bersangkutan, Sukarso pihaknya juga menempatkan satu personel lainnya, untuk mengawasi secara langsung pemusnahan tersebut.  &#8221;Setelah menyelesaikan tugas yang lain, kami pun menuju ke lokasi, dan penimbunan rokok ilegal itu tengah berlangsung,&#8221;ujarnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-35265" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078581.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078581.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078581-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078581-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078581-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078581-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078581-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<figure id="attachment_35268" aria-describedby="caption-attachment-35268" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-35268" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078621.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078621.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078621-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078621-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078621-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078621-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC078621-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-35268" class="wp-caption-text">Saat &#8221;dump truck&#8221; harus memasukkan muatan rokok ilegal yang disita sebagai barang negara untuk dimusnahkan (atas) dan sebuah ekskavator TPA tengah menggaruk dan menguruknya dengan tanah (bawah).(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Dari pantauan di lokasi penimbunan rokok ilegal sebagai barang milik negara tersebut, kedatangannnya dari Kudus dengan berkonvoi yang mendapat pengawalan baik dari Satlantas maupun Unit Sabhara. Selebihnya juga terdapat satu kendaraan lainnya yang ditumpangi personel jajaran Bea Cukai, sedangkan &#8221;dump truck&#8221; pengangkut yang dikawal sebanyak tujuh unit, dan masih ditambah satu unit kendaraan bak terbuka pelat merah.</p>
<p>Khusus yang disebut terakhir juga mengangkut barang yang sama, dan juga dimasukkan ke dalam lubang yang sudah disediakan untuk dimusnahkan. Adapun lubang yang baru dibuat itu menempati lokasi, di mana beberapa waktu lalu menjadi tempat pembuangan sampah medis penanganan Covid-19.</p>
<p>Sementara itu untuk memusnahkan rokok ilegal sebanyak itu juga memakan waktu tidak terlalu lama, juga mendapat pengawasan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo. Dengan adanya razia terhadap peredaran rokok ilegal yang terus berlanjut, hendaknya menjadi catatan dan peringatan bagi warga, lebih baik jangan lagi memproduksinya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/11/tpa-sukoharjo-untuk-memusnahkan-berton-ton-rokok-ilegal.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiap Hari Lebih dari 200 Meter Kubik Sampah Dibuang ke TPA Sukoharjo</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/10/tiap-hari-lebih-dari-200-meter-kubik-sampah-dibuang-ke-tpa-sukoharjo.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/10/tiap-hari-lebih-dari-200-meter-kubik-sampah-dibuang-ke-tpa-sukoharjo.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Oct 2021 09:19:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[TPA Sukoharjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=33785</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Bulan Oktober ini keberadaan lubang Sanitary Landfill TPA Sukoharjo, Kecamatan Margorejo sudah menampung sampah buangan dari Kota Pati dan sekitarnya selama empat tahun. Satu dari lubang tersebut, atau yang sisi selatan sudah penuh dan bagian permukaannya sudah rata dengan jalan di depannya. Jika dalam kurun waktu empat tahun saja, untuk satu lubang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_33784" aria-describedby="caption-attachment-33784" style="width: 734px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-33784" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/10/b2-1.gif" alt="" width="734" height="551" /><figcaption id="caption-attachment-33784" class="wp-caption-text">Menggunungnya timbunan sampah di lubang &#8221;Sanitary Landfill&#8221; Tempat Pembaungan Akhir (TPA) Sukoharjo, Kecamatan Margorejo yang sisi selatan sudah penuh dan rata dengan permukaan jalan.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong><a href="https://www.samin-news.com/">SAMIN-NEWS.com</a>, PATI</strong> &#8211; Bulan Oktober ini keberadaan lubang Sanitary Landfill TPA Sukoharjo, Kecamatan Margorejo sudah menampung sampah buangan dari Kota Pati dan sekitarnya selama empat tahun. Satu dari lubang tersebut, atau yang sisi selatan sudah penuh dan bagian permukaannya sudah rata dengan jalan di depannya.</p>
<p>Jika dalam kurun waktu empat tahun saja, untuk satu lubang cukup luas sudah penuh dengan sampah buangan, hal tersebut menunjukkan betapa banyaknya sampah yang harus dibuang kelokasi TPA itu setiap harinya. Padahal upaya penataan/dan penimbunannya sudah diupayakan maksimal, sehingga hal ini harus menjadi pemikiran ke depan jika pihak yang berkompeten di Pati tidak harus membuat/menyediakan lubang sampah baru dengan sistem biasa.</p>
<p>Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Noor Azid ketika ditanya berkait hal itu tidak mengelak, dan bahkan sekarang rata-rata sampah yang dibuang di TPA model Sanitary Landfill itu tiap hari mencapai 200 meter kubik lebih. &#8221;Dengan demikian, dalam kurun waktu sepekan maupun dalam waktu satu bulan sudah untuk menghitung jumlah atau volume keseluruhan tidaklah begitu sulit,&#8221;tandasnya.</p>
<p>Bahkan, lanjutnya, sistem &#8221;Sanitary Landfill&#8221; ini pembuatannya akan menelan biaya cukup mahal, karena dasar lubang pembuangan dan juga bagian dinding sekelilingnya harus diberi pelapis yang tidak mudah diterobos cairan &#8221;licid.&#8221;. Tujuannya, agar limbah cair dari proses pembusukan sampah yang bernama &#8221;licid&#8221; jangan sampai merembes masuk ke dalam tanah, sehingga mencemari lingkungan.</p>
<p>Di sisi lain, pengelolaannya, tiap lapis sampah yang sudah dipadatkan secara maksimal, kemudian juga masih harus ditutup dengan lapisan tanah. Pada lapisan tanah di atasnya itulah diguanakan lagi untuk membuang sampah, dan selanjutnya dipres lagi secara maksimal, kemudian ditutup lapisan tanah lagi hingga berlapis-lapis, ternyata untuk satu lubang selama kurun waktu empat tahun sudah penuh.</p>
<p>Akhirnya, mau tidak mau sampah yang baru datang dari Kota Pati dan sekitarnya harus didorong masuk ke lubang di sisi utaranya, dan akan mampu menampung berapa banyak sampah. &#8221;Jika dalam kurun waktu empat tahun berikutnya atau pada Tahun 2025 mendatang juga kembali penuh, maka saatnya harus menggali lubang pembuangan baru,&#8221;imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/10/tiap-hari-lebih-dari-200-meter-kubik-sampah-dibuang-ke-tpa-sukoharjo.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
