<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020 &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/tahun-baru-imlek-2571-di-tahun-2020/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 Jan 2021 03:30:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Persiapan Pemberangkatan Kirab Budaya yang Njelimet</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/persiapan-pemberangkatan-kirab-budaya-yang-njelimet.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/persiapan-pemberangkatan-kirab-budaya-yang-njelimet.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jan 2020 13:12:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JURNALIS NYAMIN]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=11101</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com  PATI  &#8211; Disaksikan sesepuh Klenteng Hok Tik Bio Pati Eddy Siswanto yang juga Koordinator Gusdurian pemasangan dan penempatan sejumlah patung dalam Kio yang ikut dikirab memang tampak terlalu njelimet. Hal itu termasuk kelengkapan lainnya seperti harus memasangkan kalung dari rangkaian bunga untuk Dewa Bumi, dan seluruh peserta kirab sebelum berangkat semua harus makan dulu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><strong>SAMIN-NEWS.com  PATI</strong>  &#8211; Disaksikan sesepuh Klenteng Hok Tik Bio Pati Eddy Siswanto yang juga Koordinator Gusdurian pemasangan dan penempatan sejumlah patung dalam Kio yang ikut dikirab memang tampak terlalu njelimet. Hal itu termasuk kelengkapan lainnya seperti harus memasangkan kalung dari rangkaian bunga untuk Dewa Bumi, dan seluruh peserta kirab sebelum berangkat semua harus makan dulu termasuk warga pengunjung Klenteng Hok Tik Bio.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/persiapan-pemberangkatan-kirab-budaya-yang-njelimet.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peserta Kirab Budaya Memeriahkan Tahun Baru Imlek</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/peserta-kirab-budaya-memeriahkan-tahun-baru-imlek.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/peserta-kirab-budaya-memeriahkan-tahun-baru-imlek.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jan 2020 13:02:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JURNALIS NYAMIN]]></category>
		<category><![CDATA[kirab budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=11099</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Selain liong dan barongsai peserta kirab budaya memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020 yang diselenggarakan Klenteng Hok Tik Bio Pati juga dimeriahkan drumband dan reog. Sehingga sepanjang perjalanan mendapat perhatian warga yang sudah menunggu dan memadati jalan raya dalam Kota Pati. Salah satu grup drumband penampil dalam kirab budaya memeriahkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center">SAMIN-NEWS.com &#8211; Selain liong dan barongsai peserta kirab budaya memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020 yang diselenggarakan Klenteng Hok Tik Bio Pati juga dimeriahkan drumband dan reog. Sehingga sepanjang perjalanan mendapat perhatian warga yang sudah menunggu dan memadati jalan raya dalam Kota Pati.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-11096" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_195448.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_195448.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_195448-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-11097" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_195503.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_195503.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_195503-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p style="text-align: center">Salah satu grup drumband penampil dalam kirab budaya memeriahkan Tahun Baru Imlek 2571, adalah grub Drumband dari Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso. Saat grup drumband itu pamit kepada sesepuh dari Koordinator Gusdurian, Eddy Siswanto dan Kiai Happy Irianto di Klenteng Hok Tik Bio Pati, dan hal sama juga dilakukan oleh grup rego dari Ponorogo.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/peserta-kirab-budaya-memeriahkan-tahun-baru-imlek.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tandu Dewa Bumi Saat Keluar dari Klenteng Hok Tik Bio</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/tandu-dewa-bumi-saat-keluar-dari-klenteng-hok-tik-bio.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/tandu-dewa-bumi-saat-keluar-dari-klenteng-hok-tik-bio.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jan 2020 12:48:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JURNALIS NYAMIN]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020]]></category>
		<category><![CDATA[tandu (Lian Kio)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=11093</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Inilah tandu (Lian Kio) untuk Dewa Bumi saat diusung keluar dari serambi Klenteng Hok Tik Bio Pati untuk dibawa ke jalan raya, yaitu ke perempatan Jago dalam kirab buda memeriahkan Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020. Setelah sampai di jalan depan klenteng pemikul tandu yang semula orang-orang dari klenteng digantikan personel dari Satuan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-11091" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_172330-1.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_172330-1.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_172330-1-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p style="text-align: center"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Inilah tandu (Lian Kio) untuk Dewa Bumi saat diusung keluar dari serambi Klenteng Hok Tik Bio Pati untuk dibawa ke jalan raya, yaitu ke perempatan Jago dalam kirab buda memeriahkan Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020. Setelah sampai di jalan depan klenteng pemikul tandu yang semula orang-orang dari klenteng digantikan personel dari Satuan Brimob Pati dan Yonif 410 Alugoro</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-11090" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_172310-1.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_172310-1.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_172310-1-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p style="text-align: center">Sebab, tandu tersebut harus diarak lewat jalan yang dilalui dengan menempuh jarak sedikitnya tiga kilometer, sehingga pemikul benar-benar disiapkan personel yang dari sisi kekuatan tenaganya benar-benar andal. Ikut serta diusung adalah Kio (tandu kecil) masing-masing untuk beberapa dewa yang diusung dalam kirab budaya yang berlangsung mulai pukul 13.30 hingga selesai.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/tandu-dewa-bumi-saat-keluar-dari-klenteng-hok-tik-bio.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kirab Budaya Klenteng Sedot Perhatian Puluhan Ribu Pengunjung</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/kirab-budaya-klenteng-sedot-perhatian-puluhan-ribu-pengunjung.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/kirab-budaya-klenteng-sedot-perhatian-puluhan-ribu-pengunjung.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jan 2020 10:01:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[kirab budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=11084</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Kemeriahan kirab budaya klenteng di Tahun Baru Imlek yang diselenggarakan Klenteng Hok Tik Bio Pati bersama Kelompok Gusdurian, semakin mengundang antusiasme warga untuk berbondong-bondong melihatnya. Kendati harus menunggu dan berdiri di sepanjang kedua sisi tepi jalan raya dalam Kota Pati, hal itu tak menjadi penghalang karena budaya peninggalan leluhur suku bangsa minoritas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_11080" aria-describedby="caption-attachment-11080" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-11080" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_165638.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_165638.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_165638-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-11080" class="wp-caption-text">Pengunjung yang memadati kedua sisi tepi ruas jalan dalam Kota Pati  yang dilewati peserta Kirab Budaya Klenteng dalam rangkaian memeriahkan Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020 yang diselenggarakan Klenteng Hok Tik Bio Pati.</figcaption></figure>
<p>SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Kemeriahan kirab budaya klenteng di Tahun Baru Imlek yang diselenggarakan Klenteng Hok Tik Bio Pati bersama Kelompok Gusdurian, semakin mengundang antusiasme warga untuk berbondong-bondong melihatnya. Kendati harus menunggu dan berdiri di sepanjang kedua sisi tepi jalan raya dalam Kota Pati, hal itu tak menjadi penghalang karena budaya peninggalan leluhur suku bangsa minoritas di republik ini semakin menyedot perhatian mereka.</p>
<p>Terbukti dari tahun ke tahun setiap berlangsung peristiwa yang sama, jumlah pengunjung yang ingin melihat langsung tidaklah menjadi berkurang melainkan sebaliknya. Tidak hanya itu, jumlah pengunjung ke Klenteng Hok Tik Bio tiap hari terus mengalir hingga malam, dan kebanyakan mereka memburu objek-objek benda klenteng yang bisa dijadikan latar belakang dalam berfoto swadiri.</p>
<p>Hal itu, kata sesepuh klenteng yang bersangkutan dan juga salah satu dari dua koordinator Kelompok Gusdurian Pati, Eddy Siswanto, berarti sedikit demi sedikit masyarakat sudah mulai memahami bahwa klenteng bukanlah bagian dari agama. Akan tetapi sebuah budaya peninggalan leluhur suku bangsa Tionghoa, sehingga kalau di dalamnya terdapat pernik-pernik ritual itu hanyalah semata-mata bagian dari budaya tersebut.</p>
<p>Dengan demikian, kirab budaya dan kunjungan warga ke klenteng semakin membuka cakrawala pandang masyarakat sudah saatnya tidak perlu ada lagi perbedaan penyikapan budaya suku bangsa minoritas yang menjadi bagian dari budaya nasional kita. Karena itu, siapa pun harus sama-sama melestarikannya agar budaya tersebut tak lekang oleh zaman.</p>
<p>Menjawab pertanyaan, khusus untuk kirab budaya, Eddy Siswanto lebih lanjut menjelaskan, pihaknya melibatkan grup-grup brangsai baik dari Semarang, Kudus juga ada yang dari Kertosono, Kediri (Jawa Timur) selain barongsai Klenteng Hok Tik Bio Sendiri. Selebihnya pihaknya juga selalu mengundang grup reog dari Ponorogo.</p>
<p>Tidak hanya itu, perkumpulan drumband dari pondok pesantren atau perguruan Islam seperti dari Salafiyah Kajen, tiap tahun selalu diundang untuk memeriahkan kirab tersebut. Demikian pula perkumpulan sandiwara cerita tentang sejumlah dewa bersama pengikutnya seperti Tie Pat Kai (Dewa Babi)  dan Sun Go Kong (Dewa Kera) atau si Kera Sakti.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-11082" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_165711.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_165711.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_165711-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p>Sedikitnya sudah kali yang kedua dalam perayaan Tahun Baru Imlek grup tersebut diundang ke Pati, untuk memeriahkan kirab budaya tersebut. Karena banyaknya peserta kirab, maka yang masih menjadi kendala adalah pengangkutan peserta dari klenteng ke tempat start di Jl Pemuda , karena setiap kelompok peserta yang hendak melaksanakan kirab, seperti kelompok pemain barongsai terlebih dahulu harus pamitan ke klenteng.</p>
<p>Sedangkan kirab yang dilepas Bupati Haryanto dari Jembatan Kalidoro, di Jl Pemuda itu menempuh jarak sekitar tiga kilometer. &#8221;Di sepanjang jalan yang dilewati peserta, seperti Jl Pemuda, Jl P Sudirman, Jl Kiai Saleh, Jl RA Kartini, Jl Tondonegoro dan Jl KH Ahmad Dahlan, dan jalan menuju kembali ke Klenteng Hok Tik Bio, yaitu Jl MH Thamrin dipadati warga sejak pukul 12.30.&#8221;imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/kirab-budaya-klenteng-sedot-perhatian-puluhan-ribu-pengunjung.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Matahari yang Terbit di Dua Peristiwa Tahun Baru</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/perbedaan-matahari-yang-terbit-di-dua-peristiwa-tahun-baru.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/perbedaan-matahari-yang-terbit-di-dua-peristiwa-tahun-baru.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jan 2020 03:27:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JURNALIS NYAMIN]]></category>
		<category><![CDATA[matahari terbit]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=11068</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Perbedaan secara alami senantiasa terjadi dalam hal apa saja termasuk terbitnya matahari di dua peristiwa tahun baru, baik Tahun Baru Masehi 1 Januari 2020 maupun pada tanggal  1 Imlek 2571. Padahal peristiwanya terjadi sama-sama di bulan Januari  Tahun 2020 tapi masing-masing jauh berbeda, sehingga secara alami menyadarkan kita bahwa perbedaan tersebut memang harus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Perbedaan secara alami senantiasa terjadi dalam hal apa saja termasuk terbitnya matahari di dua peristiwa tahun baru, baik Tahun Baru Masehi 1 Januari 2020 maupun pada tanggal  1 Imlek 2571. Padahal peristiwanya terjadi sama-sama di bulan Januari  Tahun 2020 tapi masing-masing jauh berbeda, sehingga secara alami menyadarkan kita bahwa perbedaan tersebut memang harus terjadi dan tak bisa dihindari.</p>
<p style="text-align: center">Semisal, untuk matahari yang terbit di tanggal 1 Tahun Masehi atau tanggal 1 Januari 2020 pada pukul 06.00 dengan posisi pengambilan gambar di lokasi berbeda. Gambar di atas adalah saat matahari yang terbit kali pertama di Tahun Baru Masehi 2020, tampak jauh berbeda dengan terbitnya matahari tanggal 1 di Tahun Baru Imlek 2571, tanggal 25 Januari 2020 (bawah)</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-11067" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_102242.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_102242.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200125_102242-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p style="text-align: center">Dengan melihat kondisi terjadinya perbedaan tersebut, seharusnya menyadarkan siapa saja untuk tidak memaksakan kehendak bahwa semuanya harus sama. Sebab, alam telah merangkum banyak hal dalam kehidupan ini, termasuk terbitnya matahari pertama di tahun baru antara Tahun Baru Masehi dengan Tahun Baru Imlek saja, masing-masing sudah berbeda, dan di situlah sebenarnya letak keindahan perbedaan itu.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/perbedaan-matahari-yang-terbit-di-dua-peristiwa-tahun-baru.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Klenteng Hok Tik Bio Bagi-bagi Angpao &#038; Kue Keranjang</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/klenteng-hok-tik-bio-bagi-bagi-angpao-kue-keranjang.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/klenteng-hok-tik-bio-bagi-bagi-angpao-kue-keranjang.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2020 13:39:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JURNALIS NYAMIN]]></category>
		<category><![CDATA[Klenteng Hok Tik Bio Bagi-bagi Angpao & Kue Keranjang]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=11061</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Sehari menjelang datangnya Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020, Klenetng Hok Tik Bio Pati Jumat (24/1) tadi bagi menyantuni lebih dari 100 anak yatim. Akan tetapi Dandim 0718 Pati, Letkol CZi Adi Ilham Zamani beserta istri yang menyerahkan santunan tersebut bersama Kasdim Letkol Inf Moch Solikhin  dan juga Dua Serangkai Koordinator Gusdurian Pati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><strong>SAMIN-NEWS.com </strong>&#8211; Sehari menjelang datangnya Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020, Klenetng Hok Tik Bio Pati Jumat (24/1) tadi bagi menyantuni lebih dari 100 anak yatim. Akan tetapi Dandim 0718 Pati, Letkol CZi Adi Ilham Zamani beserta istri yang menyerahkan santunan tersebut bersama Kasdim Letkol Inf Moch Solikhin  dan juga Dua Serangkai Koordinator Gusdurian Pati Eddy Siswanto serta Kiai Happy Irianto, lebih tepat menyebutnya sebagai pemberian angpao kepada anak yatim.</p>
<p style="text-align: center">Sebab, angpao (hanzi) amplop merah yang berisi sejumlah uang memang lazim diberikan sebagai hadiah pada saat berlangsungnya perayaan imlek, sehingga anak-anak yatim penerimanya diharapkan ikut serta merasakan kegembiraan dan keceriaan. Sesuai adat budaya suku bangsa Tionghoa, warna merah melambangkan keceriaan dan juga kesejahteraan karena angpao sebagai hadiah tidak hanya semata-mata diberikan dalam kesempatan menjelang Tahun Baru Imlek, tapi juga bisa sebagai hadiah perkawinan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-11060" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200124_202750.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200124_202750.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200124_202750-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-11058" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200124_202815.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200124_202815.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200124_202815-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p style="text-align: center">Sementara itu siang hari tadi di klenteng yang sama juga berlangsung pembagian ribuan kue keranjang simbol kemakmuran dan rejeki selama setahun bagi penikmatnya kepada warga yang berlangsung tertib dan aman. Sedangkan sebelum itu, Bupati Haryanto yang menyempatkan hadir bersama Dandim 0718 Pati, Letko CZi  bersama istri dan juga anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso, secara simbolis menyerahkan kue tersebut kepada warga penerima, dan usai pembagian kue keranjang mereka pun berfoto bersama.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/klenteng-hok-tik-bio-bagi-bagi-angpao-kue-keranjang.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perbedaan dan Kebersamaan Harus Ditanamkan Pada Anak Sejak Usia Dini</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/perbedaan-dan-kebersamaan-harus-ditanamkan-pada-anak-sejak-usia-dini.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/perbedaan-dan-kebersamaan-harus-ditanamkan-pada-anak-sejak-usia-dini.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jan 2020 05:40:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020]]></category>
		<category><![CDATA[TK Pertiwi Pati berkunjung ke Klenteng Hok Tik Bio]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=11026</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com  PATI  &#8211; Kendati  suku, agama, dan ras berbeda tapi bagaimana dalam perbedaan tersebut tetap bisa terjalin kebersamaan maka pemahaman itu harus ditanamkan sejak dini pada anak-anak, bahwa itulah warna dan kondisi negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sedangkan yang menjadi perekatnya tak lain, Bhineka Tunggal Ika meskipun berbeda-beda tapi tetap satu juga. Sepintas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_11024" aria-describedby="caption-attachment-11024" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-11024" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200123_123313.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200123_123313.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200123_123313-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-11024" class="wp-caption-text">Kiai Happy Irianto di depan puluhan murid TK Pertiwi Pati yang diajak berkunjung ke Klenteng Hok Tik Bio, di Kompleks Pecinan. menjelang datangnya Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020.</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com  PATI</strong>  &#8211; Kendati  suku, agama, dan ras berbeda tapi bagaimana dalam perbedaan tersebut tetap bisa terjalin kebersamaan maka pemahaman itu harus ditanamkan sejak dini pada anak-anak, bahwa itulah warna dan kondisi negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sedangkan yang menjadi perekatnya tak lain, Bhineka Tunggal Ika meskipun berbeda-beda tapi tetap satu juga.</p>
<p>Sepintas masalah kebangsaan tersebut adalah hal sepele, tapi jika seluruh komponen anak bangsa ini tidak ada kepedulian untuk menanamkan hal tersebut kepada anak-anak sejak usia dini, maka setelah tumbuh dewasa mereka akan menjadi pribadi yang tidak bisa memahami apa itu perbedaan dan apa itu kebersamaan/persatuan. Karena itu, upaya tersebut sudah tepat dilakukan para pengasuh TK Pertiwi yang membawa peserta didiknya ke Klenteng Hok Tik Bio.</p>
<p>Saat ini, kata salah seorang Koordinator Gusdurian Pati, Kiai Happy Irianto, di klenteng tersebut tengah berlangsung peristiwa budaya dari salah satu bangsa minoritas di Indonesia, yaitu Tionghoa dalam menyambut datangnya Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020. Sehingga yang perlu ditanamkan pemahaman kepada anak-anak usia dini tersebut, bahwa klenteng itu ada di Kota Pati, di kompleks Pecinan.</p>
<p>Demikian pula bahwa klenteng itu bukan bagian dari suatu agama yang ada di Indonesia, melainkan sebuah bangunan budaya leluhur suku bangsa minoritas tersebut yang menjadi bagian dari suku bangsa Indonesia. &#8221;Dalam berbudaya tersebut ada ritual sembayangan, hal itu memang bagian yang tak terpisahkan termasuk penyediaan berbagai aneka sesaji,&#8221;ujarnya.</p>
<figure id="attachment_11023" aria-describedby="caption-attachment-11023" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-11023" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200123_123406.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200123_123406.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200123_123406-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-11023" class="wp-caption-text">Salah seorang guru TK yang bersangkutan saat memberikan pemahaman kepada peserta didiknya yang diajak berkunjung ke Klenteng Hok Tik Bio Pati.</figcaption></figure>
<p>Karena itu, katanya lagi, dengan diajak berkunjung dan melihat langsung apa sebenarnya klenteng tersebut diharapkan anak-anak setelah dewasa daya ingatnya tetap terpatri, bahwa di negaranya ini banyak ragam perbedaan antara suku bangsa satu dan lainnya. Sehingga tumbuh kesadaran dan rasa untuk memahami serta saling menghargai, demi kokohnya persatuan dan kesatuan NKRI.</p>
<p>Dengan demikian, mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat dan tebal rasa kesadarannya untuk menghargai perbedaan, sehingga benar-benar mempunyai rasa toleransi di antara sesama bukan sebaliknya. Lagi pula, dengan perbedaan yang tercipta di antara anak bangsa tersebut justru semakin memperkokoh pemahamannya bahwa NKRI ini harus diperkuat dengan persatuan dan kesatuan.</p>
<p>Hal itu bisa diwujudkan jika di antara sesama anak bangsa ini saling menghargai perbedaan, tapi tetap menjalin kebersamaan. Sehingga dasar fondasi yang dibentuk tetap berupa pemahaman bahwa perbedaan harus menjadi komitmen tetap utuhnya NKRI, sehingga tidak sekadar slogan NKRI harga mati melainkan NKRI yang tertanam dalam kesadaran lubuk hati paling dalam pada diri mereka.</p>
<p>Jika anak-anak dikenalkan pada perbedaan sejak usia dini, niscaya mereka akan tumbuh menjadi anak bangsa yang menghargai akan negaranya. &#8221;Selain itu mereka juga akan lebih mencintai tanah airnya dengan penuh toleransi serta tidak anarkis dalam menyikapi dan bertindak terhadap kondisi di negeri sendiri yang memang harus dicintai,&#8221;imbuh Kiai Happy.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/perbedaan-dan-kebersamaan-harus-ditanamkan-pada-anak-sejak-usia-dini.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Untuk Memikul &#8221;Lian Kio&#8221; Melibatkan Personel Brimob &#038; Yonif 410</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/untuk-memikul-lian-kio-melibatkan-personel-brimob-yonif-410.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/untuk-memikul-lian-kio-melibatkan-personel-brimob-yonif-410.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jan 2020 11:24:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Personel Brimob & Yonif 410]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=11021</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI  &#8211;  Kirab Budaya memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020 akan berlangsung pada Sabtu (25/1) siang. dan salah satu benda klenteng yang akan diusung dalam kirab tersebut adalah &#8221;lian kio&#8221; atau tandu untuk Dewa Bumi. Berat pastinya benda tersebut tidak ada yang mengetahui, tapi untuk memikulnya membutuhkan delapan orang. Yakni, masing-masing [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_11019" aria-describedby="caption-attachment-11019" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-11019" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200122_181835.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200122_181835.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200122_181835-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-11019" class="wp-caption-text">Sebanyak 15 personel dari Brimob Pati dan 15 anggota Yonif 410 Alugoro yang akan memikul &#8221;lian kio&#8221; (tandu) untuk Dewa Bumi dalam Kirab Budaya Imlek 2571 Sabtu (25/1) terlebih dahulu harus berlatih.</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI </strong> &#8211;  Kirab Budaya memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020 akan berlangsung pada Sabtu (25/1) siang. dan salah satu benda klenteng yang akan diusung dalam kirab tersebut adalah &#8221;lian kio&#8221; atau tandu untuk Dewa Bumi. Berat pastinya benda tersebut tidak ada yang mengetahui, tapi untuk memikulnya membutuhkan delapan orang.</p>
<p>Yakni, masing-masing depan empat orang dan belakang empat orang sehingga untuk keperluan itu pihak Klenteng Hok Tik Bio melibatkan satu peleton (30 orang). Sedangkan personel yang akan bertugas memikul tandu tersebut, yaitu dari anggota Brimob Pati 15 orang dan 15 lainnya dari personel Yonif 410 Alugoro.</p>
<p>Dipilihnya personel dari dua kesatuan tersebut, kata pihak penyelenggara kirab yang bersangkutan Eddy Siswanto, karena tenaga atau power yang dimiliki mereka tentu benar-benar maksimal. Sebab, mereka terbiasa berlatih fisik secara maksimal untuk menghadapi medan dalam tugas-tugas operasi di lapangan.</p>
<p>Apalagi, kirab akan menempuh jarak sekitar tiga kilometer di jalan raya dalam kota sehingga pembagian personel yang akan memikul tandu tersebut adalah secara bergantian. &#8221;Akan tetapi, pengusung atau pemikul tandu tidak akan menempuh jarak sejauh itu sehingga tandu siap mengambil posisi di perempatan Jago,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Lokasi tersebut, masih kata Eddy Siswanto,  dari tempat start di Jl Pemuda, tepatnya jauh di sebelah timur Jembatan Kalidoro jaraknya tidak kurang dari 500 meter. Dengan demikian, ketika posisi dalam barisan tandu itu ditempatkan maka para pengusungnya akan menyesuaikan, termasuk selama dalam perjalanan.</p>
<p>Untuk rute, selepas dari Jl Pemuda rombongan kirab akan memasuki kawasan Alun-alun Simpanglima Pati, kemudian menuju ke Jl Sudirman hingga perempatan lawet. Dari lokasi ini rombongan belok kanan masuk Jl Kiai Saleh, dan pertigaan SMP 8 juga kembali belok kanan masuk ke Jl RA Kartini.</p>
<p>Di ujung pertigaan jalan tersebut, rombongan kirab yang akan dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai itu akan kembali belok kanan masuk Jl Dr Wahidin. Sesampainya di pertigaan jalan tersebut peserta kirab belok kiri masuk ke Jl Tondonegoro sampai di ujung pertigaan Jl KH Ahmad Dahlan ke kanan sampai kembali di perempatan Jago.</p>
<p>Dengan demikian, di perempatan ini semua peserta masing-masing akan menuju klenteng yang tinggal berjarak kurang dari 300 meter. &#8221;Sedangkan pemikul tandu akan mengembalikan barang tersebut ke tempat di mana diletakkan, yaitu di serambi Klenteng Hok Tik Bio Pati,&#8221;imbuh Eddy Siswanto.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/untuk-memikul-lian-kio-melibatkan-personel-brimob-yonif-410.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banyak Aksi Dalam Berfoto Swadiri di Klenteng Hok Tik Bio Pati</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/banyak-aksi-dalam-berfoto-swadiri-di-klenteng-hok-tik-bio-pati.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/banyak-aksi-dalam-berfoto-swadiri-di-klenteng-hok-tik-bio-pati.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jan 2020 09:12:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JURNALIS NYAMIN]]></category>
		<category><![CDATA[Klenteng Hok Tik Bio Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=10974</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Ada yang datang berombongan dan pula yang berdua bersama teman tapi kebanyakan di antara mereka adalah para perempuan yang tidak lagi sungkan maupun enggan memasuki Klenteng Hok Tik Bio Pati saat menjelang Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020. Mereka dengan berbagai aksi dan gaya mengekflor dalam berswafoto dengan latar belakang pernik-pernik imlek. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-10958" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200120_155439.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200120_155439.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200120_155439-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p style="text-align: center"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Ada yang datang berombongan dan pula yang berdua bersama teman tapi kebanyakan di antara mereka adalah para perempuan yang tidak lagi sungkan maupun enggan memasuki Klenteng Hok Tik Bio Pati saat menjelang Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020. Mereka dengan berbagai aksi dan gaya mengekflor dalam berswafoto dengan latar belakang pernik-pernik imlek.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-10960" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200120_155419.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200120_155419.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200120_155419-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p style="text-align: center">Hal itu tentu termasuk aksi cewek yang sempat terbidik kamera &#8221;Samin News&#8221; (SN) saat sudah merasa bahwa klenteng tersebut siapa saja bisa menjadi pengunjungnya, untuk memburu objek latar belakang dalam berswafoto. Apalagi menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2571, maka tiap hari Klenteng Hok Tik Bio di kompleks Pecinan Pati pun ramai pengunjung, karena di klenteng juga disediakan makan tanpa harus bayar.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/banyak-aksi-dalam-berfoto-swadiri-di-klenteng-hok-tik-bio-pati.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Asam di Gunung, Garam di Laut: Sebuah Catatan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/asam-di-gunung-garam-di-laut-sebuah-catatan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/asam-di-gunung-garam-di-laut-sebuah-catatan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jan 2020 07:31:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KATA REDAKSI]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru Imlek 2571 di Tahun 2020]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=10941</guid>

					<description><![CDATA[DUA orang dengan latar belakang ibarat asam di gunung dan garam di laut akhirnya bertemu dalam belanga sebuah budaya leluhur peninggalan suku bangsa Tionghoa, yaitu perayaan menyambut Tahun Baru Imlek oleh Klenteng Hok Tik Bio Pati. Selama ini keduanya tak pernah bosan-bosannya mengajak agar setiap umat untuk merajut kebersamaan, apa pun latar belakang perbedaannya. Karena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>DUA orang dengan latar belakang ibarat asam di gunung dan garam di laut akhirnya bertemu dalam belanga sebuah budaya leluhur peninggalan suku bangsa Tionghoa, yaitu perayaan menyambut Tahun Baru Imlek oleh Klenteng Hok Tik Bio Pati. Selama ini keduanya tak pernah bosan-bosannya mengajak agar setiap umat untuk merajut kebersamaan, apa pun latar belakang perbedaannya.</p>
<p>Karena itu, mengutip ungkapan yang pernah disampaikan dalam setiap kesempatan oleh yang bersangkutan, &#8221;Jika ada pihak-pihak yang mau menghargai upaya absurditas tentang perbedaan maka kepada Pak Eddy Siswanto penghargaan itu diberikan, tapi orang tersebut tak pernah berharap mendapat penghargaan dari mana pun dan dari siapa pun,&#8221;ungkap Kiai Happy Irianto.</p>
<p>Sebaliknya, kata Eddy Siswanto, melalui komunitas Gusdurian yang selalu mengajak untuk menyapa bangsa di taman hati republik ini, adalah berkat gagasan dan upaya terus menerus oleh Kiai Happy Irianto. Salah satu media untuk menyapa dan merajut kebersamaan tersebut adalah melalui budaya, maka dipilihlah salah satu budaya tersebut dari peninggalan suku bangsa minoritas, yaitu leluhurnya suku bangsa Tionghoa.</p>
<p>Upaya tersebut pada awalnya harus dilakukan sendirian di Tahun 1990-an, ketika oleh pengurus Klenteng Hok Tik Bio pendahulunya dia dilibatkan untuk ikut mengurus bangunan budaya yang sebelumnya selalu dianggap sebagai tempat ibadah. &#8221;Hal itu memang pemahaman kurang tepat karena klenteng mempunyai budaya leluhur kita melakukan ritual sebagaimana budaya suku bangsa lain,&#8221;ujaranya.</p>
<p>Dengan demikian, katanya lagi, ritual seperti dalam imlek bukanlah ritual keagamaan yang sekarang masyarakat sedikit demi sedikit mulai memahaminya setelah tiap tahun menyambut Tahun Baru Imlek selalu dilakukan. Jika sekarang parayaannya semakin mendapat perhatian dari kalangan  masyarakat luas, hal itu tak lepas dari peran serta patnernya, Kiai Happy Irianto.</p>
<p>Dalam ikut menyambut datangnya Tahun Baru Imlek, sekarang masyarakat sudah mulai terbiasa berkunjung ke Klenteng Hok Tik Bio, di Kompleks Pecinan, kendati hanya untuk berfoto bersama teman, kerabat, dan keluarga dengan latar belakang benda-benda klenteng yang di pajang di serambi. &#8221;Untuk menyambut Tahun Baru Imlek yang ber-shio Tikus Logam tersebut, kami juga memajang Lian Kio Dewa Bumi,&#8221;imbuh Eddy Siswanto.</p>
<p>Secara terpisah, Kiai Happy Irianto menegaskan, pihaknya akan selalu mengajak dalam tiap kesempatan agar semua umat anak bangsa ini bisa saling memahami dan menghargai apa itu perbedaan. Sebab, perbedaan dengan segala bentuk latar belakanganya itu merupakan suatu karunia yang hakiki dari-Nya, tapi mengapa kita tidak mensyukuri justru menciptakan jurang pertentangan untuk sesuatu karunia yang berbeda tersebut.</p>
<p>Sebab, jika kita harus berbeda agama hal itu jelas soal keyakinan yang tidak ada hubungan antarsesama individu satu dengan lainnya karena semua urusan tersebut menjadi tanggung jawab yang bersangkutan dengan-Nya. &#8221;Karena itu melalui pendektan budaya seperti dalam perayaan imlek ini, pemahaman tentang perbedaan apa pun dipahami sebagai karunia pemberian dari Allah SWT,&#8221;tandas Kiai Happy Irianto.(Ki Samin)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/asam-di-gunung-garam-di-laut-sebuah-catatan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
