<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sungai Simo Pati &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/sungai-simo-pati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Feb 2026 08:09:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.7</generator>
	<item>
		<title>Sampah dan Sedimentasi Picu Sungai Simo Meluap, Jalan Pantura Terdampak</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/02/sampah-dan-sedimentasi-picu-sungai-simo-meluap-jalan-pantura-terdampak.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/02/sampah-dan-sedimentasi-picu-sungai-simo-meluap-jalan-pantura-terdampak.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 08:09:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[DPUTR Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Pantura Pati-Juwana]]></category>
		<category><![CDATA[Kabid SDA Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Simo Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Widyotomo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57375</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Sungai Simo kembali meluap dan menyebabkan limpasan air hingga ke Jalan Pantura Pati-Juwana. Kondisi ini dipicu oleh tingginya debit air kiriman dari wilayah Muria serta tumpukan sampah yang menyangkut di jembatan-jembatan rendah. Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUTR Pati, Widyotomo menjelaskan bahwa meski normalisasi dan pembersihan telah dilakukan, sedimentasi dan kiriman sampah dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMIN-NEWS.com &#8211; Sungai Simo kembali meluap dan menyebabkan limpasan air hingga ke Jalan Pantura Pati-Juwana. Kondisi ini dipicu oleh tingginya debit air kiriman dari wilayah Muria serta tumpukan sampah yang menyangkut di jembatan-jembatan rendah.</p>
<p>Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUTR Pati, Widyotomo menjelaskan bahwa meski normalisasi dan pembersihan telah dilakukan, sedimentasi dan kiriman sampah dari hulu masih menjadi persoalan utama.</p>
<p>“Iya, mungkin bisa dikatakan gitu juga karena banyak sedimen. Padahal tahun kemarin juga sudah dinormalisasi dari mulai Sinom-Gempolsari ke barat itu ternyata juga sudah banyak sampah sehingga dangkal lagi,&#8221; ujarnya ditulis Kamis (12/2/2026).</p>
<p>Ia menyebut pembersihan eceng gondok di sepanjang Sungai Simo telah dilakukan selama sekitar satu minggu dan sempat dinyatakan bersih saat ditinjau Plt Bupati. Namun, hujan deras di wilayah hulu kembali membawa sampah ke sungai.</p>
<p>“Kemarin itu minggu kemarin ditinjau Pak PLT Bupati itu sudah bersih. Nah karena ini hujan, laporan kira-kira dua jam yang lalu itu sampah turun semua lagi dari atas, dari hulu menuju hilir, terus gak tahu dari mana lagi itu sampah kembali lagi, dan memperparah kan jembatan yang rendah itu membuat sampah mandek di situ sehingga air meluap ke jalan raya, Jalan Pantura itu,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, Sungai Simo memang menjadi titik rawan karena menjadi tempat berkumpulnya aliran air dari sejumlah sungai sebelum masuk ke Sungai Juwana. Saat Sungai Juwana dalam kondisi tinggi, aliran air tidak dapat mengalir lancar sehingga memicu luapan.</p>
<p>“Iya, karena larinya dari curah hujan di Muria, lewat Sungai Kersulo, sungai-sungai di sana, terus semua berkumpul di Sungai Simo sebelum masuk ke Sungai Juwana Baru. Sungai Juwana masih tinggi sehingga air juga tidak bisa mengalir langsung,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Saat ini, DPUTR menyatakan kondisi beberapa sungai lain seperti Kali Sani masih terkendali meski debit air mulai meningkat. Pihaknya tetap siaga sambil berharap curah hujan tidak terlalu tinggi dalam beberapa waktu ke depan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/02/sampah-dan-sedimentasi-picu-sungai-simo-meluap-jalan-pantura-terdampak.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anak Sungai Silugonggo dan Simo Meluap, Ratusan Rumah Warga di Pati Terendam</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/01/anak-sungai-silugonggo-dan-simo-meluap-ratusan-rumah-warga-di-pati-terendam.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/01/anak-sungai-silugonggo-dan-simo-meluap-ratusan-rumah-warga-di-pati-terendam.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 15:57:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Sungai Silugonggo]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Warga di Pati Kebanjiran]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Simo Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57082</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, berangsur surut pada Sabtu (10/1/2026). Luapan Anak Sungai Silugonggo dan Sungai Simo sebelumnya menggenangi permukiman warga di Desa Widorokandang dan Desa Geritan, menyebabkan ratusan warga terdampak serta kerugian material. Di Desa Widorokandang, tepatnya Dukuh Cangkring RT 03, 04, dan 05 RW 02, banjir merendam jalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMIN-NEWS.com &#8211; Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, berangsur surut pada Sabtu (10/1/2026). Luapan Anak Sungai Silugonggo dan Sungai Simo sebelumnya menggenangi permukiman warga di Desa Widorokandang dan Desa Geritan, menyebabkan ratusan warga terdampak serta kerugian material.</p>
<p>Di Desa Widorokandang, tepatnya Dukuh Cangkring RT 03, 04, dan 05 RW 02, banjir merendam jalan perkampungan sepanjang sekitar satu kilometer dengan ketinggian air 10 hingga 40 sentimeter. Sebanyak lima rumah warga sempat terendam air setinggi 5 hingga 20 sentimeter. Total warga terdampak di wilayah ini mencapai sekitar 60 kepala keluarga atau 265 jiwa.</p>
<p>Kapolresta Pati melalui Kapolsek Pati Kota IPTU Heru Purnomo, S.H., M.H. menyampaikan bahwa bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsian, namun tetap berdampak pada kerugian warga.</p>
<p>“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dan situasi kini sudah berangsur normal,” ujar IPTU Heru Purnomo.</p>
<p>Kerugian material akibat banjir di Desa Widorokandang ditaksir mencapai Rp15 juta, terutama akibat kerusakan ringan pada rumah dan perabotan warga. Meski demikian, aktivitas warga mulai kembali berjalan seiring surutnya genangan air.</p>
<p>Sementara itu, banjir juga menggenangi Desa Geritan RT 04 dan 05 RW 01. Air setinggi 10 hingga 30 sentimeter merendam jalan perkampungan sepanjang kurang lebih 800 meter. Sebanyak 45 kepala keluarga atau 249 jiwa terdampak, namun tidak ada rumah yang terendam dan kerugian material dilaporkan nihil.</p>
<p>Kapolsek Pati Kota menjelaskan bahwa pihak kepolisian langsung melakukan monitoring dan pengamanan sejak awal kejadian, sekaligus membantu warga dalam proses pemulihan pascabanjir.</p>
<p>“Polsek Pati Kota hadir di tengah masyarakat untuk memastikan keamanan sekaligus membantu penanganan banjir,” katanya.</p>
<p>Selain pemantauan, personel Polsek Pati Kota turut membantu warga membersihkan lumpur sisa banjir di jalan dan rumah menggunakan peralatan seadanya. Upaya ini dilakukan agar dampak bencana tidak berkepanjangan dan lingkungan cepat pulih.</p>
<p>“Ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab Polri dalam membantu masyarakat pascabanjir,” ucap IPTU Heru.</p>
<p>Koordinasi lintas sektor bersama pemerintah desa, Babinsa, dan dinas terkait terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan dan mengembalikan aktivitas warga ke kondisi normal. Kepolisian juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan.</p>
<p>“Kami mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan segera melapor apabila terjadi peningkatan debit air sungai,” pungkas IPTU Heru Purnomo.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/01/anak-sungai-silugonggo-dan-simo-meluap-ratusan-rumah-warga-di-pati-terendam.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
