<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rembang &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/rembang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Oct 2024 17:47:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Alami Kekeringan, GMNI Rembang Salurkan Air Bersih 250 ribu liter di 46 Titik Terdampak</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2024/10/alami-kekeringan-gmni-rembang-salurkan-air-bersih-250-ribu-liter-di-46-titik-terdampak.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2024/10/alami-kekeringan-gmni-rembang-salurkan-air-bersih-250-ribu-liter-di-46-titik-terdampak.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Oct 2024 12:43:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[REMBANG]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>
		<category><![CDATA[berita rembang]]></category>
		<category><![CDATA[berita rembang hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[gmni rembang]]></category>
		<category><![CDATA[Rembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=54856</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, REMBANG &#8211; Kemarau panjang hingga saat ini masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Minimnya curah hujan mengakibatkan masyarakat mengalami kekurangan air. Banyaknya wilayah yang kekeringan di Rembang mendorong sejumlah organisasi Kemahawiswaan ekstra Kampus untuk memberikan bantuan. Salah satunya Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DPC GMNI Rembang menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di 46 titik yang tersebar di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> REMBANG &#8211; </strong>Kemarau panjang hingga saat ini masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Minimnya curah hujan mengakibatkan masyarakat mengalami kekurangan air.</p>
<p>Banyaknya wilayah yang kekeringan di Rembang mendorong sejumlah organisasi Kemahawiswaan ekstra Kampus untuk memberikan bantuan. Salah satunya Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)</p>
<p>DPC GMNI Rembang menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di 46 titik yang tersebar di 12 Kecamatan se Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.</p>
<p>Hamim ketua DPC GMNI Rembang, mengatakan sebanyak 250.000 liter air bersih telah disalurkan di 12 Kecamatan se Rembang yang tersebar di 46 titik.</p>
<p>Distribusi air bersih ke daerah terdampak kekeringan cukup parah di Rembang itu dilakukan pada September 2024. 46 tangki air bersih telah disalurkan dan Masing-masing tangki berisi 5.000 liter air bersih.</p>
<p>&#8220;Total sekitar 230.000 liter air bersih yang disalurkan, di 46 titik&#8221; terang Hamim, Jum&#8217;at (18/10/2024).</p>
<p>Sementara itu, distribusi air bersih dilakukan secara bergantian setiap hari. Tentunya juga melalui pemetaan desa-desa yang sangat membutuhkan bantuan agar penyaluran tepat sasaran.</p>
<p>DPC GMNI Rembang berharap dengan adanya penyaluran air bersih ini bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terutama pada musim kemarau ini.</p>
<p>Lebih lanjut, Hamim mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk usaha Gotong Royong pada sesama.</p>
<p>&#8220;Secara umum sesuai UU. No. 24 Tahun 2007 bahwa bencana itu menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah, media, akademisi, dan dunia usaha. Semua itu harus ikut dalam rangka penanggulangan bencana,&#8221; kata dia.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-54858" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241019-WA0001-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241019-WA0001-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241019-WA0001-1024x768.jpg 1024w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241019-WA0001-768x576.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241019-WA0001-1536x1152.jpg 1536w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241019-WA0001-2048x1536.jpg 2048w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Menurutnya, langkah ini menjadi salah satu wujud tanggung jawab mahasiswa sebagaimana Tridharma Perguruan Tinggi bahwa kewajiban perguruan tinggi itu menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2024/10/alami-kekeringan-gmni-rembang-salurkan-air-bersih-250-ribu-liter-di-46-titik-terdampak.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemacetan Jalan Pantura Pati &#8211; Rembang Semakin Mengekor</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/03/kemacetan-jalan-pantura-pati-rembang-semakin-mengekor.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/03/kemacetan-jalan-pantura-pati-rembang-semakin-mengekor.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Mar 2023 16:06:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[INFRASTRUKTUR]]></category>
		<category><![CDATA[PARLEMENTER]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Ekstrim.]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastructure]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Pantura]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Juwana]]></category>
		<category><![CDATA[Kemacetan]]></category>
		<category><![CDATA[Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Perbaikan Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Rembang]]></category>
		<category><![CDATA[Traffic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=47758</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Kemacetan di Jalan Pantura Pati &#8211; Rembang semakin bertambah parah. Kemacetan tersebut lantaran pembangunan Jembatan Juwana yang belum usai serta kondisi aspal yang sudah rusak banyak berlubang. Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Dicko Wahyu Pradana menyatakan, kemacetan di jalan Pantura Pati &#8211; Rembang semakin panjang. Sebelumnya hanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Kemacetan di Jalan Pantura Pati &#8211; Rembang semakin bertambah parah. Kemacetan tersebut lantaran pembangunan Jembatan Juwana yang belum usai serta kondisi aspal yang sudah rusak banyak berlubang.</p>
<p>Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Dicko Wahyu Pradana menyatakan, kemacetan di jalan Pantura Pati &#8211; Rembang semakin panjang. Sebelumnya hanya sampai Kecamatan Kaliori Rembang tetapi sekarang kemacetan sudah sampai Rembang kota.</p>
<p>&#8220;Kemacetan 3 hari ini macet semakin parah, Sebelumnya hanya sampai Kaliori, tapi sekarang sampai Rembang kota,&#8221; kata Dicko, Kamis (2/3/2023).</p>
<p>Macetnya jalan tersebut selain karena jembatan Juwana tengah proses pembangunan. Itu juga ditambah beberapa hari ke belakang ini terjadi hujan ekstrim sehingga menyebabkan kendaraan harus memperlambat laju kecepatannya.</p>
<p>Faktor cuaca itu juga menjadi faktor cepatnya kerusakan jalan. Banyak lubang-lubang yang cukup lebar dan dalam terjadi di banyak titik.</p>
<p>Menurutnya, kemacetan tersebut membuat pengguna jalan mengeluh. Dan pada umumnya masyarakat juga terdampak. Selain kemacetan semakin mengekor, aktivitas perekonomian juga terganggu. Pasalnya, jalan alternatif juga demikian tidak bisa dilintasi kendaraan dengan lancar.</p>
<p>&#8220;Efeknya aktivitas perekonomian masyarakat jelas terganggu, ini membuat resah. Ketika ada jalan alternatif kondisinya juga sama macet, di Glonggong Jakenan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sehingga bagi pengguna jalan baik roda dua, roda empat utamanya kendaraan besar harus ekstra bersabar. Dan semoga kondisi ini jalan rusak berlubang menimbulkan kemacetan dari stakeholder terkait segera mengambil langkah perbaikan.</p>
<p>Pembangunan Jembatan Juwana belum rampung dikerjakan, sementara pekerjaan perbaikan Jalan Batangan membuat kendaraan truk besar semakin menumpuk.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/03/kemacetan-jalan-pantura-pati-rembang-semakin-mengekor.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkab Rembang Santuni Ribuan Anak Yatim</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/09/pemkab-rembang-santuni-ribuan-anak-yatim.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/09/pemkab-rembang-santuni-ribuan-anak-yatim.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Sep 2021 03:05:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[REMBANG]]></category>
		<category><![CDATA[Dinsos Rembang]]></category>
		<category><![CDATA[Rembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=33031</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, REMBANG &#8211; Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) menyalurkan bantuan kepada 2.750 anak yatim di Kabupaten Rembang, Jum’at (10/9/2021). Puluhan diantaranya merupakan anak yatim yang orang tuanya meninggal akibat terpapar Covid-19. Kepala bidang Pemberdayaan sosial Dinsos PPKB Rembang, Nasaton Rofiq mengatakan penerima manfaat dari program itu yakni 2.686 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, REMBANG</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) menyalurkan bantuan kepada 2.750 anak yatim di Kabupaten Rembang, Jum’at (10/9/2021).</p>
<p>Puluhan diantaranya merupakan anak yatim yang orang tuanya meninggal akibat terpapar Covid-19.</p>
<p>Kepala bidang Pemberdayaan sosial Dinsos PPKB Rembang, Nasaton Rofiq mengatakan penerima manfaat dari program itu yakni 2.686 anak yatim dari keluarga tidak mampu yang terdampak dan 64 anak yang orang tuanya meninggal karena terpapar Covid-19.</p>
<p>Rofiq pun menambahkan tak semua anak yatim bisa mendapatkan bantuan senilai Rp.400ribuan tersebut. Selain dari keluarga tidak mampu, anak yang menerima ini anak yatim berumur maksimal 15 tahun.</p>
<p>&#8220;Setiap tahun anggaran ini ada dan harus kita validasi terus. Karena anak di atas 15 tahun tidak dapat, akan diisi data baru. Nah dari hasil validasi, masih ada sisa kuota 64 itu, akhirnya kita ambilkan dari 64 anak yatim yang orang tuanya meninggal terpapar covid-19,&#8221; tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/09/pemkab-rembang-santuni-ribuan-anak-yatim.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gus Hanies Tegaskan Pentingnya Digitalisasi Birokrasi</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/05/gus-hanies-tegaskan-pentingnya-digitalisasi-birokrasi.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/05/gus-hanies-tegaskan-pentingnya-digitalisasi-birokrasi.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 May 2021 08:38:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Hanies]]></category>
		<category><![CDATA[Rembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=28416</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, REMBANG – Wakil Bupati Rembang M Hanies Cholil Barro atau yang biasa disapa Gus Hanies mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyatukan tekat dan langkah sehingga cita-cita Rembang Gemilang 2026 dapat terwujud. Hal ini ia sampaikan saat mengikuti Forum Group Discussion penyempuranaan rancangan awal rencana strategis perangkat daerah yang bertempat di uang Rapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, REMBANG</strong> – Wakil Bupati Rembang M Hanies Cholil Barro atau yang biasa disapa Gus Hanies mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyatukan tekat dan langkah sehingga cita-cita Rembang Gemilang 2026 dapat terwujud.</p>
<p>Hal ini ia sampaikan saat mengikuti <em>Forum Group Discussion</em> penyempuranaan rancangan awal rencana strategis perangkat daerah yang bertempat di uang Rapat Bupati Lantai 2 Gedung Bupati, Kamis (20/5/2021) kemarin.</p>
<p>Pada kesempatan ini Gus Hanies mengungkapkan bahwa salah satu hal yang perlu menjadi fokus semua OPD adalah program digitalisasi birokrasi dan Rembang Smart City, dimana strateginya tata kelola kearsipan harus ditingkatkan dengan digitalisasi, mewujudkan program satu data, transformasi pelayanan publik yang sudah dirintis harus ditata dan dirapikan.</p>
<p>“Ke depan jangan ada lagi ungkapan ‘<em>aku gak mudheng teknologi</em>’ itu sudah tidak boleh. Ini kita mengorganisir pemerintahan ini, tidak boleh lepas, tidak boleh menghindar dari teknologi yang sudah berkembang demikian luas,”  tegasnya.</p>
<p>Ia juga menuturkan untuk mewujudkan Rembang Gemilang 2026, maka ia tidak ingin mendengar lagi ungkapan ‘ini urusanmu, bukan urusanku’ lagi. Sehingga kepala OPD beserta camat dan yang berkaitan dengan pemerintahan harus sepakat menjalankan visi misi tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/05/gus-hanies-tegaskan-pentingnya-digitalisasi-birokrasi.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
