<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pulau seprapat &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/pulau-seprapat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Aug 2021 07:38:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Pekerja di Kolam Tambat Kapal; Dalam Sepuluh Hari Selesaikan 80 Meter Bigesting</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/08/pekerja-di-kolam-tambat-kapal-dalam-sepuluh-hari-selesaikan-80-meter-bigesting.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/08/pekerja-di-kolam-tambat-kapal-dalam-sepuluh-hari-selesaikan-80-meter-bigesting.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2021 07:38:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[INFRASTRUKTUR]]></category>
		<category><![CDATA[pulau seprapat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=31590</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Beberapa waktu lalu pihak Direksi dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) paket pekrjaan kolam tambat kapal di kawasan Pulau Seprapat Juwana, melakukan uji kemampuan penyelesaian pembuatan &#8221;bigesting&#8221; (cetak semetara) beton untuk kolam tambat kapal tersebut. Dalam kurun waktu sepekan berhasil menyelesaikan 50 meter cetakan yang sudah siap dilakukan pengecoron, karena pembesiannya juga sudah selesai dirangkai. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_31592" aria-describedby="caption-attachment-31592" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-31592" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/08/DSC06554-ink-1.jpeg" alt="" width="640" height="397" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/08/DSC06554-ink-1.jpeg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/08/DSC06554-ink-1-300x186.jpeg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/08/DSC06554-ink-1-356x220.jpeg 356w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-31592" class="wp-caption-text">Bigesting (cetak sementara) beton lantai dermaga kolam tambat kapal di kawasan Pulau Seprapat Juwana, berhasil diselesaikan sepanjang 50 meter siap dilakukan pengecoran.</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Beberapa waktu lalu pihak Direksi dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) paket pekrjaan kolam tambat kapal di kawasan Pulau Seprapat Juwana, melakukan uji kemampuan penyelesaian pembuatan <em>&#8221;bigesting&#8221; (</em>cetak semetara) beton untuk kolam tambat kapal tersebut. Dalam kurun waktu sepekan berhasil menyelesaikan 50 meter cetakan yang sudah siap dilakukan pengecoron, karena pembesiannya juga sudah selesai dirangkai.</p>
<p>Akan tetapi, ketika waktu ditambat 3 hari atau sampai Selasa (10/Agustus)  tengah hari, ternyata ada penambahan 30 meter, dan pekerjaan tersebut masih harus dituntaskan. Sebab, cetakan sementara sepanjang itu belum lengkap atau belum tuntas, sehingga jika dihitung keseluruhan dalam waktu sepuluh hari itu minimal cetakan yang harus diselesaikan seluruhnya ada 80 meter.</p>
<p>Dengan demikian, papar pelaksana lapangan rekanan yang bersangkutan, Amin W, paling tidak sudah ada gambaran kemampuan para pekerja yang saat ini dikerahkan untuk membuat cetakan sementara beton itu, rata-rata dalam 10 hari adalah 80 meter. &#8221;Berikuya, kami tinggal menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan secara keseluruhan utuk menuntaskan pembuatan cetakan sepanjang dermaga,&#8221; ujarnya.</p>
<figure id="attachment_31594" aria-describedby="caption-attachment-31594" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-31594" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/08/DSC06557-ink.jpeg" alt="" width="640" height="380" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/08/DSC06557-ink.jpeg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/08/DSC06557-ink-300x178.jpeg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-31594" class="wp-caption-text">Tambahan cetakan sementara beton untuk dermaga tambat kapal sepanjang 30 meter yang masih perlu dituntaskan, sebelum pelelaksanaan pekerjaan yang sama berikutnya.</figcaption></figure>
<p>Berkait hal tersebut, lanjut dia, pihaknya pun menghitung pembuatan cetakan sementara untuk panjang seluruh dermaga yang mencapai 700 meter lebih. Semisal plus dan minusnya dihitung sepanjang 750 meter, maka waktu yang dibutuhkan tinggal membagi dalam satu bulan atau selama 30 hari akan menyelesaikan 240 meter, dua bulan 480 meter, dan 3 bulan berarti 720 meter.</p>
<p>Sekarang sudah hampir menyelesaikan 80 meter, maka 20 hari berikutnya tentu sudah mencapai 240 meter yang pertama. Sedangkan 240 meter berikutnya, bisa menyusul sampai September, dan 240 meter ketiga sampai Oktober sehingga sampai batas hari terakhir 180 hari kalender pekerjaan untuk umur beton sudah mencukupi, maksimal 28 hari, karena pada 30 November paket pekerjaan tersebit harus sudah berakhir.</p>
<p>Karena itu, sisa hitungan kalender untuk melaksankan pekerjaan yang paling njelimet dan rumit, yaiti pembuatan bigesting dan pembesian masih cukup tersedia hari kalender maksimal. &#8221;Kedati demikian, kami yang di lapangan tetap akan menuntaskan pembuatan cetak sementara beton untuk lantau dermaga kolam tambat kapal ini benar-benar secara maksimal,&#8221; imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/08/pekerja-di-kolam-tambat-kapal-dalam-sepuluh-hari-selesaikan-80-meter-bigesting.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kawasan Pulau Seprapat Alternatif Pencari Hawa Segar Warga Juwana</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/kawasan-pulau-seprapat-alternatif-pencari-hawa-segar-warga-juwana.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/kawasan-pulau-seprapat-alternatif-pencari-hawa-segar-warga-juwana.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2020 11:50:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Juwana]]></category>
		<category><![CDATA[kolam tambat kapal]]></category>
		<category><![CDATA[pulau seprapat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=10775</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Bertahun-tahun kawasan Pulau Seprapat di Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Pati, disebut-sebut sebagai salah lokasi pilihan sebagai objek wisata. Akan tetapi, harapan tersebut hampir bisa diwujudkan sekarang menyusul tersedianya akses jalan yang mulus dan maksimal yang baru selesai dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Akses jalan yang sebelumnya hanya berupa pematang tambak, kini sudah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_10774" aria-describedby="caption-attachment-10774" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-10774" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200108_184531.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200108_184531.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200108_184531-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-10774" class="wp-caption-text">Pagi hari yang cerah kawasan Pulau Seprapat menjadi pilihan warga Juwana untuk menghirup hawa segar dengan berolahraga ringan di jalan maupun bersantai sambil menyongsong terbitnya matahari pagi.</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Bertahun-tahun kawasan Pulau Seprapat di Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Pati, disebut-sebut sebagai salah lokasi pilihan sebagai objek wisata. Akan tetapi, harapan tersebut hampir bisa diwujudkan sekarang menyusul tersedianya akses jalan yang mulus dan maksimal yang baru selesai dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.</p>
<p>Akses jalan yang sebelumnya hanya berupa pematang tambak, kini sudah berubah cukup lebar mencapai 6 meter dan bahu jalan di sisi kiri maupun kanan juga maksimal. Dalam anggaran tahun ini (2020) akses jalan juga akan dimaksimalkan dengan konstruksi beton rigid mulai dari Kebonsawahan, Bajomulyo menyambung akses jalan ke kolam tambat kapal atau ke kawasan Pulau Seprapat.</p>
<p>Dengan tersedianya fasilitas publik yang maksimal tersebut, kata beberapa warga ketika ditemui tengah bersantai di ujung jalan sekitar pulau, masyarakat Juwana punya alternatif  kegiatan khususnya di pagi hari. Yakni, berolah raga ringan baik sekadar berjalan kaki, bersepeda maupun berlari dari tempat tinggalnya menuju ke kawasan seputar pulau.</p>
<p>Kondisi alam seputar kawasan pulau masih tetap menarik karena berupa hamparan petak tambak, sehingga selepas mata memandang ke barat tampak latar belakang kawasan Lereng Muria. &#8221;Memandang ke timur juga lepas hamparan tambak dan yang sangat menarik adalah saat-saat terbitnya matahari pagi,&#8221;ujar salah seorang di antara mereka, Poharjo (34).</p>
<p>Sedangkan yang lainnya mengharap, agar kawasan pulau yang sudah ditetapkan sebagai kolam tambat kapal dan sarana penunjangnya kalau bisa segera diwujudkan. Sebab, perubahan kawasan tambak yang nanti akan menjadi area berbagai tempat usaha, tentu semakin menambah dinamika kegiatan perekonomian warga.</p>
<p>Kendati demikian dengan kondisi tersebut pihaknya optimistis bahwa masyarakat tetap akan melakukan kegiatan olah raga pagi dengan masuk ke dalam lingkungan pulau, karena di sela-sela pepohonan masih terdapat area yang bisa dimanfaatkan. Akan tetapi syaratnya, sela-sela pepohonan itu dilakukan penataan.</p>
<p>Jika penataan kawasan itu cukup menarik dan masyarakat masih bisa ikut memanfaatkan untuk kepentingan beraktivitas pagi, justru akan memberikan daya tarik tersendiri. Sebab mereka bisa ikut mempromosikan kawasan Pulau Seprapat selain sebagai pusat kegiatan ekonomi juga  wisata lokal bisa dalam bentuk fasilitas untuk berolahraga ringan.</p>
<p>Di sisi lain, lokasi pulau juga bisa menjadi tempat wisata religi karena terdapat makam cukup kuna. Mbah Lodang Datuk Wali Jaka. &#8221;Dengan demikian, kawasan lokasi yang semula hanya hamparan areal pertambakan maka sebentar lagi akan menjadi pusat perekonomian untuk sektor perikanan terbesar, sehingga kolam tambat kapal harus segera dituntaskan,&#8221;harap seorang warga lainnya, Ridwan (44).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/kawasan-pulau-seprapat-alternatif-pencari-hawa-segar-warga-juwana.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
