<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Petani &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/petani/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Sep 2023 12:24:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Petani Tagih Penyelesaian Konflik Agraria Pundenrejo</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/09/petani-tagih-penyelesaian-konflik-agraria-pundenrejo.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/09/petani-tagih-penyelesaian-konflik-agraria-pundenrejo.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Sep 2023 12:24:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[agraria]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[GERMAPUN]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Berita Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[petani pundenrejo]]></category>
		<category><![CDATA[PT LPI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=51015</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Perwakilan organisasi petani lokal yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Petani Pundenrejo (GERMAPUN), Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati mendatangi Kantor Wilayah Kementerian ATR/BPN Provinsi Jawa Tengah, Kamis (31/8) kemarin. Kedatangan sejumlah petani ke BPN Jateng itu merupakan yang kesekian kalinya. Mereka menagih upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Kantor Wilayah Kementerian ATR/BPN Provinsi Jawa Tengah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Perwakilan organisasi petani lokal yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Petani Pundenrejo (GERMAPUN), Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati mendatangi Kantor Wilayah Kementerian ATR/BPN Provinsi Jawa Tengah, Kamis (31/8) kemarin.</p>
<p>Kedatangan sejumlah petani ke BPN Jateng itu merupakan yang kesekian kalinya. Mereka menagih upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Kantor Wilayah Kementerian ATR/BPN Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan penyelesaian konflik agraria di Pundenrejo. Di kesempatan itu, petani Pundenrejo ditemui oleh Kabid 5, Bambang Baroto.</p>
<p>Dalam audiensi itu, petani menuntut kementerian terkait segera melakukan inventarisir lapangan dan melibatkan petani dalam prosesnya. Sebab fakta di lapangan sudah tidak lagi sesuai dengan perizinan HGB yakni ditanami tebu oleh PT Laju Perdana Indah (LPI).</p>
<p>Menanggapi hal itu, Bambang menyampaikan bahwa pihaknya akan menelusuri konflik petani Pundenrejo dengan PT LPI. BPN Jateng, kata dia akan menghimpun informasi serta terjun ke lapangan, meski belum pasti kapan dilakukan.</p>
<p>&#8220;Kami akan minta keterangan dari PT Laju Perdana Indah, mencari win-win solution. Kami akan laporkan kepada pimpinan untuk segera mendengarkan keterangan PT LPI dan turun ke lapangan. Namun tidak bisa menjanjikan waktunya,&#8221; paparnya.</p>
<p>Sedangkan salah satu petani Pundenrejo, Sumi menyayangkan lemahnya penanganan BPN terhadap konflik agraria di Pundenrejo. Menurutnya, seharusnya BPN memberi putusan pro rakyat.</p>
<p>Mengapa BPN masih memikirkan PT LPI yang mana mereka tidak pernah melihat keberadaan masyarakat,. Tanaman kami dirusak, warga juga lebih dulu tinggal di sana dibanding dengan PT LPI. Terus apa lagi yang dipertimbangkan,&#8221; sesalnya.</p>
<p>Petani Pundenrejo saat menggeruduk BPN Jateng didampingi LBH Semarang. Perwakilan LBH, Fajar Andhika menambahkan pemanfaatan lahan oleh PT LPI telah melanggar izin HGB. Sebab berdasarkan pasal 86 Peraturan Menteri Agraria, HGB hanya dapat digunakan untuk usaha nonpertanian, lebih spesifiknya adalah bangunan. Ditambah dengan izin awal HGB PT LPI yang seharusnya digunakan untuk Implesment.</p>
<p>Lebih lanjut, Dhika menegaskan dalam kasus ini kementerian ATR/BPN seharusnya tidak hanya menjadi mediator. Menurutnya Kementerian ATR/BPN mempunyai kewenangan penuh untuk mencabut atau mengeluarkan izin HGB berdasarkan Pasal 91 Peraturan Menteri Agraria Nomor 18 Tahun 2021.</p>
<p>&#8220;Apabila berdasarkan fakta lapangan sudah tidak sesuai syarat perpanjangan HGB, maka tidak diperpanjang lagi. HGB dapat diperpanjang apabila lahan digunakan sesuai dengan keadaan, sifat dan tujuan sebagaimana Ini tertera Pasal 26 PP Nomor 40 Tahun 1996,&#8221; papar Dhika salam keterangan tertulisnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/09/petani-tagih-penyelesaian-konflik-agraria-pundenrejo.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ProGib Siap Dukung Prabowo dan Ganjar Jadi Capres Cawapres Tahun 2024</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/03/progib-siap-dukung-prabowo-dan-ganjar-jadi-capres-cawapres-tahun-2024.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/03/progib-siap-dukung-prabowo-dan-ganjar-jadi-capres-cawapres-tahun-2024.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adam Naufaldo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Mar 2023 09:52:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[2024]]></category>
		<category><![CDATA[Capres]]></category>
		<category><![CDATA[Cawapres]]></category>
		<category><![CDATA[Ganjar Pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Kota Nusantara (IKN)]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kemakmuran rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat maju]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2024]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[perpecahan bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[polarisasi]]></category>
		<category><![CDATA[politik identitas]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[ProGib]]></category>
		<category><![CDATA[program infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[Rembuk Rakyat Priangan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[sarana kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan global.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=48021</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Relawan Prabowo-Ganjar Indonesia Bersatu (ProGib) siap mendukung Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk menjadi kandidat Capres Cawapres di tahun 2024. Hal tersebut disampaikan oleh pihak ProGib pada, Minggu (12/3/2023) saat kegiatan Rembuk Rakyat Priangan Timur untuk Indonesia yang Berkelanjutan. Keduanya dinilai pasangan ideal dalam melanjutkan kepimpinan Presiden Jokowi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://samin-news.com"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong></a> &#8211; Relawan Prabowo-Ganjar Indonesia Bersatu (ProGib) siap mendukung Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk menjadi kandidat Capres Cawapres di tahun 2024.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan oleh pihak ProGib pada, Minggu (12/3/2023) saat kegiatan Rembuk Rakyat Priangan Timur untuk Indonesia yang Berkelanjutan. Keduanya dinilai pasangan ideal dalam melanjutkan kepimpinan Presiden Jokowi.</p>
<p>Penanggung jawab acara Rembuk Rakyat Priangan Timur untuk Indonesia yang Berkelanjutan Asep Sumpena menyampaikan, bahwasanya keduanya sangat cocok dan negarawan dalam memimpin Indonesia kedepannya.</p>
<p>Lebih lanjut, pihaknya juga meyakini mereka merupakan calon pemimpin yang mampu merawat persatuan dan kesatuan Indonesia, serta mengedepankan visi-misi dan pemikiran yang dapat membuat Bangsa Indonesia jauh lebih baik lagi.</p>
<p>&#8220;Prabowo dan Ganjar itu pemimpin yang anti dengan politik identitas. Mengingat hal itu dapat merusak sendi-sendi kehidupan bernegara dan berbangsa,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Selain itu mereka juga memiliki prestasi dan segudang pengalaman yang bisa dijadikan landasan kedepannya. Oleh karenanya kedua tokoh tersebut bisa maju dalam kontestasi pesta demokrasi lima tahunan itu.</p>
<p>&#8220;Kami atas nama ProGib atau relawan Prabowo dan Ganjar meminta agar saling berpasangan di Pemilu 2024,&#8221; paparnya.</p>
<figure id="attachment_48015" aria-describedby="caption-attachment-48015" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-48015" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/03/IMG-20230314-WA0005-300x169.jpg" alt="Foto: rembuk rakyat Priangan Timur untuk Indonesia berkelanjutan (istimewa)" width="300" height="169" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/03/IMG-20230314-WA0005-300x169.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/03/IMG-20230314-WA0005-768x432.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/03/IMG-20230314-WA0005-696x392.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/03/IMG-20230314-WA0005-747x420.jpg 747w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/03/IMG-20230314-WA0005.jpg 1024w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-48015" class="wp-caption-text">Foto: rembuk rakyat Priangan Timur untuk Indonesia berkelanjutan (istimewa)</figcaption></figure>
<p>Saat kegiatan Rembuk Rakyat Priangan Timur, pihaknya berharap kepada Prabowo dan Ganjar dapat merampungkan program infrastruktur untuk kemakmuran rakyat, jika seandainya mereka terpilih. Lalu, dapat meneruskan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).</p>
<p>&#8220;Selain itu, bisa memberikan kesejahteraan petani melalui pembangunan infrastruktur pertanian yang mutakhir,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Setelah itu, bisa menstop polarisasi karena sumber dari perpecahan bangsa yang harus dihentikan, meningkatkan kualitas pendidikan dan sarana kesehatan, demi menuju masyarakat maju serta kuat dalam menghadapi tantangan global.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/03/progib-siap-dukung-prabowo-dan-ganjar-jadi-capres-cawapres-tahun-2024.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mayat Warga Cabak Tenggelam saat Cari Rumput sudah Ditemukan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/02/mayat-warga-cabak-tenggelam-saat-cari-rumput-sudah-ditemukan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/02/mayat-warga-cabak-tenggelam-saat-cari-rumput-sudah-ditemukan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2023 12:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Mencari Rumput]]></category>
		<category><![CDATA[Pakan Ternak]]></category>
		<category><![CDATA[Pencarian.]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Cabak]]></category>
		<category><![CDATA[Tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=47699</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Warga Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati, S (63) sudah ditemukan. Sebelumnya S yang berprofesi sebagai petani itu dinyatakan hilang sejak Senin 27 Febuari sekitar pukul 09.00 WIB ketika pergi mencari rumput. Kapolsek Tlogowungu, AKP Rumain mengungkapkan S meninggal dunia lantaran tenggelam di sungai Cabak. Korban sebelum tenggelam disebutkan tengah mencari rumput [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Warga Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati, S (63) sudah ditemukan. Sebelumnya S yang berprofesi sebagai petani itu dinyatakan hilang sejak Senin 27 Febuari sekitar pukul 09.00 WIB ketika pergi mencari rumput.</p>
<p>Kapolsek Tlogowungu, AKP Rumain mengungkapkan S meninggal dunia lantaran tenggelam di sungai Cabak. Korban sebelum tenggelam disebutkan tengah mencari rumput untuk pakan ternak sapi.</p>
<p>&#8220;Senin kemarin sekitar pukul 08.00 WIB korban mencari rumput untuk makan ternak sapi, tetapi sampai malam korban belum pulang. Lalu keluarga bersama warga lainnya berupaya melakukan pencarian,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kemudian, Kapolsek melanjutkan pada Selasa 28 Februari sekitar pukul 08.30 WIB akhirnya korban ditemukan. Korban tenggelam dialiran sungai Desa Cabak.</p>
<p>&#8220;Bersama dengan tim dokter Puskesmas Tlogowungu melakukan pemeriksaan dan olah TKP. Pihak keluarga menerimakan dan mengiklaskan korban. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk di makamkan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sementara Kades Cabak, Suroto menambahkan saat itu korban mencari dan membawa rumput pakan sapi yang lokasinya di sebelah selatan sungai. Berdasarkan informasi yang diterimanya, korban menyeberang sungai ketika itu dalam kondisi banjir.</p>
<p>&#8220;Tetapi, korban tidak terlihat di seberang (sebelah utara sungai). Warga berupaya melakukan pencarian hingga pukul 20.00 WIB, tidak juga ditemukan. Dan pencarian diteruskan 07.00 WIB masyarakat menyisir aliran sungai. Tak lama berselang korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/02/mayat-warga-cabak-tenggelam-saat-cari-rumput-sudah-ditemukan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Empon-empon di Gembong Anjlok</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/07/harga-empon-empon-di-gembong-anjlok.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/07/harga-empon-empon-di-gembong-anjlok.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2021 07:14:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[Perekonomian]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=29987</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Di tengah masa pandemi Covid-19 seharusnya empon-empon, utamanya kencur bisa menjadi salah satu bahan obat-obatan utamanya jamu tradisional. Dengan demikian, harapannya harga jual di tingkat petani penanamnya sedikit menolong, sehingga sesuai jerih payahnya. Akan tetapi, kondisi tersebut justru sebaliknya karena harga empon-empon jenis itu, justru anjlok total sehingga banyak petani di kawasan perbukitan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_29989" aria-describedby="caption-attachment-29989" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-29989" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/07/DSC05963-ink.jpeg" alt="" width="640" height="437" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/07/DSC05963-ink.jpeg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/07/DSC05963-ink-300x205.jpeg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/07/DSC05963-ink-218x150.jpeg 218w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/07/DSC05963-ink-615x420.jpeg 615w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-29989" class="wp-caption-text">Empon-empon jenis kencur yang banyak ditanam di kawasan perbukitan wilayah Kecamatan Gembong dan Kecamatan Margorejo, saat ini harganya anjlok.</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Di tengah masa pandemi Covid-19 seharusnya empon-empon, utamanya kencur bisa menjadi salah satu bahan obat-obatan utamanya jamu tradisional. Dengan demikian, harapannya harga jual di tingkat petani penanamnya sedikit menolong, sehingga sesuai jerih payahnya.</p>
<p>Akan tetapi, kondisi tersebut justru sebaliknya karena harga empon-empon jenis itu, justru anjlok total sehingga banyak petani di kawasan perbukitan Pati ayam, di wilayah Kecamatan Margorejo, khususnya di Banyuurip, banyak yang enggan memanennya. Demikian pula, hal sama juga dilakukan oleh para petani di kawasan timur Lereng Muria.</p>
<p>Tanaman empon-empon jenis itu, kata beberapa petani secara terpisah, banyak dilakukan oleh para petani di Banyuurip, Kecamatan Margorejo, dan juga di beberapa desa di Kecamatan Gembong, baik di Desa Bermi maupun Gembong sendiri. &#8221;Sekarang saatnya tanaman empon-empon jenis itu harus dipanen, karena umur sudah satu tahun,&#8221; ujar salah seorang di antara mereka, Wagiman (60)</p>
<figure id="attachment_29990" aria-describedby="caption-attachment-29990" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-29990" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/07/DSC05964-ink.jpeg" alt="" width="640" height="397" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/07/DSC05964-ink.jpeg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/07/DSC05964-ink-300x186.jpeg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/07/DSC05964-ink-356x220.jpeg 356w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-29990" class="wp-caption-text">Tanaman empon-empon jenis kencur yang belum dipanen, rata-rata daunnya mulai menguning.</figcaption></figure>
<p>Hal tersebut dibenarkan salah seorang petani lainnya yang mempunyai lahan tegalan garapan di kawasan perbukitan Banyuurip, Sunarko (48). Jika harganya terus anjlok, maka lebih baik tanaman empon-empon itu dipertahankan untuk tidak dipanen, mengingat sampai saat masih turun hujan sehingga tidak perlu khawatir akan mengalami kekeringan.</p>
<p>Dengan kata lain, tumbuhan jenis umbi-umbian ini tetap bisa tumbuh tapi jika tidak dipanen ataau dipertahankan menunggu harga membaik, maka risikonya tidak bisa bercocok tanam lagi. &#8221;Jika harga bagi pernah mencapai Rp 75.000 per kilogram justru saat kemarau panjang sekitar dua tahun lalu,&#8221; paparnya.</p>
<p>Terpisah Kepala Desa/Kecamatan Gembong, Sukardi RT ketika ditanya berkait hal tersebut tidak mengelak, karena warganya juga banyak yang menanam empon-empon, baik kencur, jahe maupun laos. &#8221;Khusus yang disebut terakhir harganya justru hanya Rp 2.000 per kilogram, tapi kencur yang beberapa hari sebelumnya masih Rp 20.000 per kilogram, sekarang merosot tinggal Rp 10.000 per kilogram,&#8221; imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/07/harga-empon-empon-di-gembong-anjlok.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rajin Mengusir Burung dan Merasa Bersyukur</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/02/rajin-mengusir-burung-dan-merasa-bersyukur.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/02/rajin-mengusir-burung-dan-merasa-bersyukur.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Feb 2020 08:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JURNALIS NYAMIN]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=11285</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Merasa tanaman padi hasil jerih payahnya sampai saat ini aman dari ancaman banjir, ibu-ibu petani di Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati, tiap pagi maupun sore hari rajin mengusir burung yang memakan padinya. Rata-rata tanaman padi pada musim tanam (MT) pertama di dukuh tersebut sepekan lagi sudah mulai panen, sehingga rasa syukur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-11283" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200206_145814.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200206_145814.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200206_145814-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p style="text-align: center"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Merasa tanaman padi hasil jerih payahnya sampai saat ini aman dari ancaman banjir, ibu-ibu petani di Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati, tiap pagi maupun sore hari rajin mengusir burung yang memakan padinya. Rata-rata tanaman padi pada musim tanam (MT) pertama di dukuh tersebut sepekan lagi sudah mulai panen, sehingga rasa syukur pun diungkapkan oleh mereka.</p>
<p style="text-align: center">Sebab, sampai tanaman padi jerih payahnya berproduksi dan menjelang panen tetap aman dari ancaman bencana banjir, serta aman dari serangan hama tikus dan burung. Karena itu, jika hama yang disebut terakhir tidak menyerang tanaman padinya maka tiap hari harus ditunggui. Hal itu dilakukan secara tradisional dengan membentangkan tali panjangnya menyesuaikan panjang areal persawahan, dan pada tali tersebut dipasangi potongan seng atau kaleng yang bisa berbenturan sehingga menimbulkan bunyi, maka burung-burung itu akan terbang tak jadi memakan bulir-bulir padi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/02/rajin-mengusir-burung-dan-merasa-bersyukur.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hujan di Awal Tahun Berkah Bagi Para Petani</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/hujan-di-awal-tahun-berkah-bagi-para-petani.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/hujan-di-awal-tahun-berkah-bagi-para-petani.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jan 2020 12:39:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[MT I]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=10650</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Hujan di awal Tahun 2020 kemarin yang berlanjut hingga hari ini Kamis (2/1) benar-benar berkah bagi para petani, utamanya yang areal persawahannya tadah hujan. Kondisi tersebut untuk wilayah Kecamatan Margorejo dan Kecamatan Kota Pati, banyak terdapat di sepanjang ruas Jalur Lingkar Selatan (JLS) Pati. Khusus yang disebut terakhir, untuk Kecamatan Kota Pati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_10648" aria-describedby="caption-attachment-10648" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-10648" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200102_193428.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200102_193428.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200102_193428-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-10648" class="wp-caption-text">Para petani di sepanjang Jalur Lingkar Selatan (JLS) Pati, bersiap-siap untuk segera menanam padi pada musim tanam (MT) 1, menyusul turunnya hujan tepat di awal Tahun 2020 kemarin.</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>, <strong>PATI</strong> &#8211; Hujan di awal Tahun 2020 kemarin yang berlanjut hingga hari ini Kamis (2/1) benar-benar berkah bagi para petani, utamanya yang areal persawahannya tadah hujan. Kondisi tersebut untuk wilayah Kecamatan Margorejo dan Kecamatan Kota Pati, banyak terdapat di sepanjang ruas Jalur Lingkar Selatan (JLS) Pati.</p>
<p>Khusus yang disebut terakhir, untuk Kecamatan Kota Pati adalah areal persawahan di Desa Panjunan, sehingga begitu hujan turun para petani langsung turun ke sawah. Ada yang langsung siap tanam, tapi ada pula yang baru mengolah lahan karena hampir selama tiga bulan terhitung sejak Oktober tahun lalu (2019) banyak waktu yang dibiarkan terbuang untuk menunggu turunnya hujan.</p>
<p>Hal itu dibenarkan beberapa petani ketika ditemui tengah istirahat usai mempersiapkan bibit padi yang akan ditanam siang ini. Hal tersebut terpaksa dilakukan, karena mau menggunakan pompa dihitung-hitung terlalu banyak memakan biaya, sehingga MT 1 memilih tanam sedikit mundur tidak mulai Oktober agar bisa panen di bulan Maret, melainkan menunggu sampai benar-benar turun hujan sebagaimana layaknya musim penghujan.</p>
<p>Sebab, jika turunnya hujan terlalu tinggi risiko menghadapi terjadinya banjir rutin di kawasan lokasi itu tak bisa dihindari. &#8221;Sebab, areal persawahan di sepanjang JLS Pati itu terlalu dekat dengan alur Kali Juwana sehingga jika alur kali tersebut airnya limpas genangan di areal persawahan petani tak bisa dihindari,&#8221;ujar salah seorang di antara mereka, Bianto (51).</p>
<p>Karena itu, katanya lagi, para petani berharap agar selama berlangsungnya musim penghujan ini untuk cuaca di Pati tidak terlalu ekstrem sehingga tidak berdampak timbulnya curah hujan yang tinggi. Dengan memilih mulai menanam padi pada MT 1 di bulan ini, minimal jika tidak terkendala banjir masih bisa panen di bulan April.</p>
<p>Akhir bulan tersebut bertepatan dengan awal Puasa Ramadan sehingga turunnya hujan juga diharapkan mulai berkurang, sehingga tidak menyulitkan para petani yang hendak mengeringkan hasil gabah hasil panennya, Lagi pula, kondisi tersebut juga bisa mengurangi timbulnya biaya tinggi bagi para petani.</p>
<p>Harapan lainnya sudah pasti, harga jual gabah baik kering panen (GKP) maupun gabah kering giling (GKG) masih bisa memberi keuntungan bagi para petani. Sebab, dalam kondisi di musim panen biasanya para petani tidak bisa mempunyai posisi tawar harga yang benar-benar maksimal, karena harga lebih banyak ditentukan oleh para pedagang pengumpul.</p>
<p>Apalagi, waktu panenan yang jatuh pada April satu bulan berikutnya petani juga dihadapkan harus menghadapi musim tanam (MT) berikutnya (2), dan selain itu juga Lebaran. &#8221;Selebihnya adalah musim anak-anak harus mendaftar atau membayar semester sekolahnya, maka faktor seperti ini kami tak pernah bisa memiliki posisi tawar harga jual hasil panenan yang maksimal,&#8221;imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/hujan-di-awal-tahun-berkah-bagi-para-petani.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
