<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>petani pati &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/petani-pati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Aug 2023 12:55:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Musim Kemarau, Petani Beralih ke Tanaman Palawija</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/08/musim-kemarau-petani-beralih-ke-tanaman-palawija.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/08/musim-kemarau-petani-beralih-ke-tanaman-palawija.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2023 12:55:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dispertan Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kacang Hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Berita Pati]]></category>
		<category><![CDATA[petani pati]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam Palawija]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=50828</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Petani beralih menanam tanaman palawija untuk menyesuaikan musim kemarau yang bersifat kering. Sebab sebelumnya saat masih musim hujan, mereka menanam padi. Petani tak bisa bersikeras harus selalu menanam tanaman pokok. Sumiyati (52) petani asal Gabus menyampaikan pihaknya beralih menanam palawija guna menyiasati cuaca kering. Lahan yang dimiliki Sumiati biasanya ditanam padi, namun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Petani beralih menanam tanaman palawija untuk menyesuaikan musim kemarau yang bersifat kering. Sebab sebelumnya saat masih musim hujan, mereka menanam padi. Petani tak bisa bersikeras harus selalu menanam tanaman pokok.</p>
<p>Sumiyati (52) petani asal Gabus menyampaikan pihaknya beralih menanam palawija guna menyiasati cuaca kering. Lahan yang dimiliki Sumiati biasanya ditanam padi, namun kali ini niatnya diurungkan dan memilih menanam palawija.</p>
<p>&#8220;Biasanya kami tanam padi setahun dua kali tapi karena panas kemarau tidak bisa menanam padi. Jadi ya ganti tanam kacang hijau,&#8221; ucap Sumiyati saat panen kacang hijau di ladangnya, belum lama ini.</p>
<p>Menurutnya, kacang hijau lebih tahan terhadap cuaca kering berbanding dengan padi yang lebih banyak membutuhkan air. Bahkan musim ini diakui hasilnya lebih memuaskan dinding tahun sebelumnya.</p>
<p>&#8220;(luasnya) lahan sekitar kurang sehektar. Kemarin gagal panen diserang hama tikus dan ulat. Ini alhamdulillah lumayan masih bisa panen mungkin ada sekuintal beratnya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Senada disampaikan oleh Khoirun petani asal Jaken. Saat ini dirinya menanam kacang tanah. Dia menyatakan petani di saat-saat seperti ini akan beralih menanam tanaman yang membutuhkan sedikit air. &#8220;Saat ini harga kacang tanah lumayan, sekilo mungkin hampir Rp 15 ribu,&#8221; paparnya.</p>
<p>Sementara menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati Nikentri Meiningrum menyebut bahwa petani sudah mempunyai cara tersendiri untuk menyesuaikan dengan musim kemarau, yakni beralih tanaman palawija.</p>
<p>Dispertan, kata Niken tak bisa berbuat banyak terhadap dampak kekeringan. Kendati demikian, pihaknya mendorong para petani untuk beralih tanaman yang tahan terhadap cuaca.</p>
<p>&#8220;Petani sudah terbiasa menghadapi musim-musim seperti ini ya. Di daerah selatan cenderung kering, berbeda dengan daerah utara airnya cukup. Kita sarankan seperti itu,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/08/musim-kemarau-petani-beralih-ke-tanaman-palawija.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petani Tak Tahu, Sosialisasi Asuransi Perlindungan Pertanian Kurang Masif</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/02/petani-tak-tahu-sosialisasi-asuransi-perlindungan-pertanian-kurang-masif.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/02/petani-tak-tahu-sosialisasi-asuransi-perlindungan-pertanian-kurang-masif.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2023 12:43:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pertanian Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Niken Tri Meiningrum]]></category>
		<category><![CDATA[petani pati]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi Asuransi Usaha Tani Padi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=47651</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Program pemerintah terkait dengan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) belum banyak diketahui oleh petani padi di Pati. Akses informasi yang diberikan pemangku kebijakan di daerah masih kurang gencar. Sehingga ini menjadi satu di antara penyebab mereka tidak tahu informasi asuransi pertanian. Apalagi jangankan tahu dan paham mengenai program perlindungan pertanian ini, maka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Program pemerintah terkait dengan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) belum banyak diketahui oleh petani padi di Pati. Akses informasi yang diberikan pemangku kebijakan di daerah masih kurang gencar.</p>
<p>Sehingga ini menjadi satu di antara penyebab mereka tidak tahu informasi asuransi pertanian. Apalagi jangankan tahu dan paham mengenai program perlindungan pertanian ini, maka selanjutnya jangan diharap petani mau ikut serta menjadi peserta asuransi.</p>
<p>Salah satu petani Pati, Ahmad Ulil Arham (30) mengaku pihaknya tidak tahu jika pemerintah mempunyai program perlindungan melalui asuransi. Selama ini, jika tanaman padinya gagal panen yang diketahui hanya menanam ulang melalui modal pribadinya.</p>
<p>&#8220;Enggak tahu program apa itu, baru dengar ini ada program asuransi tani padi. Kalau tanaman gagal, iya menanam lagi resikonya petani memang gitu, pakai biaya sendiri,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, perlindungan terhadap para petani sangat dibutuhkan. Mengingat dari profesi petani komoditas pangan tercukupi. Sehingga sudah seharusnya pemangku kebijakan memikirkan kesejahteraan petani.</p>
<p>Senada, Alfi Khoirudin juga menyatakan tak tahu program perlindungan petani tersebut. Hanya saja, dia menekankan produk pertanian bisa lebih meningkat untuk kesejahteraan petani seluruhnya.</p>
<p>&#8220;Iya semoga produk-produk pertanian harganya memihak petani. Dengan begitu kesejahteraannya bisa meningkat,&#8221; terangnya.</p>
<p>Apalagi, indeks nilai produk pertanian tidak seberapa dibanding dengan modal serta biaya produksi yang cukup tinggi. Belum lagi, harga pupuk juga di atas HET yang ditetapkan dan terkadang petani cukupkah sulit mendapatkan.</p>
<figure id="attachment_47647" aria-describedby="caption-attachment-47647" style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-47647" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230224-WA0009.jpg" alt="Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati Nikentri Meiningrum" width="1280" height="963" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230224-WA0009.jpg 1280w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230224-WA0009-300x226.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230224-WA0009-1024x770.jpg 1024w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230224-WA0009-768x578.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230224-WA0009-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230224-WA0009-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230224-WA0009-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230224-WA0009-696x524.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230224-WA0009-1068x804.jpg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230224-WA0009-558x420.jpg 558w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-47647" class="wp-caption-text">Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati Nikentri Meiningrum</figcaption></figure>
<p>Sementara Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Nikentri Meiningrum pihaknya mendorong agar petani mau mengikuti program AUTP. Utamanya petani di daerah resiko bencana. Mulai banjir, kekeringan hingga hama menyerang.</p>
<p>Disinggung sosialisasi asuransi tidak masif, pihaknya mengelak. Bawa Dispertan sudah melakukan sosialisasi terhadap petani.</p>
<p>&#8220;Sosialisasi sudah, namun petani enggan membayar Rp 180 ribu hektar per MT (Masa Tanam). Padahal ada juga yang disubsidi dari APBN itu pun mereka tidak mau. 80 persen disubsidi dari APBN. 20 persennya mereka yang membayar. Itu juga sulit,&#8221; singgungnya.</p>
<p>&#8220;Harapan kita ya membutuhkan waktu, dan mungkin adanya banjir mereka sadar dapat asuransi bisa klaim. Tetapi yang tidak ikut tidak bisa klaim. Dan ini mungkin bisa mengubah pola pikir bahwa asuransi ternyata penting,&#8221; tambah dia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/02/petani-tak-tahu-sosialisasi-asuransi-perlindungan-pertanian-kurang-masif.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dispertan Sebut Petani Enggan Tanam Kedelai lebih Pilih Kacang Hijau</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/03/dispertan-sebut-petani-enggan-tanam-kedelai-lebih-pilih-kacang-hijau.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/03/dispertan-sebut-petani-enggan-tanam-kedelai-lebih-pilih-kacang-hijau.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2022 11:57:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[petani pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=39579</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Kepala Dinas Pertanian (Dispertan), Nikentri Meiningrum mengungkapkan di Kabupatan Pati cukup banyak tanaman potensial. Di antaranya seperti Padi, Jagung, Kacang Hijau hingga Kedelai. &#8220;Tanaman di Pati ada jagung juga kacang hijau yang biasanya ditanam di lahan tadah hujan, karena kacang hijau ini tidak begitu membutuhkan banyak air, petani yang banyak menanam ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Kepala Dinas Pertanian (Dispertan), Nikentri Meiningrum mengungkapkan di Kabupatan Pati cukup banyak tanaman potensial. Di antaranya seperti Padi, Jagung, Kacang Hijau hingga Kedelai.</p>
<p>&#8220;Tanaman di Pati ada jagung juga kacang hijau yang biasanya ditanam di lahan tadah hujan, karena kacang hijau ini tidak begitu membutuhkan banyak air, petani yang banyak menanam ini di daerah Pati selatan,&#8221; kata Niken di kantornya belum lama ini.</p>
<p>Sudah jelas halnya tanaman padi membutuhkan banyak pasokan air. Berbeda halnya dengan tanaman lain. Ia menyebut lahan setelah ditanami padi, ketika sudah tak ada hujan, mereka para petani menanam kacang hijau.</p>
<p>Menurutnya, untuk saat ini petani enggan menanam kedelai dikarenakan harganya yang kurang menguntungkan. Lalu, petani lebih memilih menanam kacang hijau di lahan bekas padi tersebut lantaran dinilai lebih menguntungkan.</p>
<p>&#8220;Kalau kedelai terus terang harganya kurang bagus, petani tidak mau menanam. mereka beralih menanam kacang hijau. Para petani biasanya menanam di bulan April-Mei,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dirinya menambahkan kalau bulan Maret seperti ini, petani masih menanam padi. Pasalnya diketahui masih cukup sering hujan. Petani tidak khawatir akan ketersediaan pasokan air. Sedangkan, setelah padi dipanen biasanya ditanam kacang hijau.</p>
<p>Adapun berdasarkan data Disdagperin, harga kedelai masih kalah dengan kacang hijau. Harga kedelai per 8 Maret Rp14 ribu per kilogram sedangkan harga kacang hijau Rp24 ribu per kilogram.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/03/dispertan-sebut-petani-enggan-tanam-kedelai-lebih-pilih-kacang-hijau.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petani Harus Memanen Padi Miliknya yang Benar-benar Siap Panen</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/03/petani-harus-memanen-padi-miliknya-yang-benar-benar-siap-panen.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/03/petani-harus-memanen-padi-miliknya-yang-benar-benar-siap-panen.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2021 07:57:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[bulog]]></category>
		<category><![CDATA[bulog pati]]></category>
		<category><![CDATA[petani pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=25684</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Kepala Bulog Pati, Yonas Haryadi mengingatkan satuan kerja di jajarannya agar bersama PPL untuk mengondisikan atau mengajak para petani agar jangan buru-buru memanen tanaman padi miliknya. Dengan demikian, mereka baru memanen setelah memang benar-benar siap panen, sehingga panenan padinya benar-benar maksimal. Sebab, papar Kepala Bulog Pati, Yonas Haryadi, jika mereka buru-buru memanen [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Kepala Bulog Pati, Yonas Haryadi mengingatkan satuan kerja di jajarannya agar bersama PPL untuk mengondisikan atau mengajak para petani agar jangan buru-buru memanen tanaman padi miliknya. Dengan demikian, mereka baru memanen setelah memang benar-benar siap panen, sehingga panenan padinya benar-benar maksimal.</p>
<p>Sebab, papar Kepala Bulog Pati, Yonas Haryadi, jika mereka buru-buru memanen padinya dalam kondisi sebaliknya, karena khawatir tergenang banjir atau serangan hama tikus, maka yang terjadi pada bulir padi bisa dipastikan ada yang masih hijau. Karena itu harga jual gabah kering panen, tentu akan dibeli pedagang pengumpul jauh dari ketentuan harga pembelian pemerintah (HPP).</p>
<p>Jika sesuai Permendag No 24 Tahun 2020, untuk harga gabah kering panen (GKP) dengan kadar air paling tinggi 25 persen dan kadar hampa/kotoran paling tinggi 10 persen adalah Rp 4.200/kilogram di tingkat petani atau Rp 4.250 per kilogram di penggilingan. &#8221;Perbedaan soal harga inilah yang sering terjadi kesalahpahaman di antara petani, karena HPP sebesar itu harus diikuti dengan ketentuan persyaratan,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Dengan demikian, lanjutnya, para pertani yang tergabung dalam kelompok tani bisa sedikit bersabar, yaitu memanen padinya benar-benar yang siap panen maksimal. Setelah itu lebih baik diproses sendiri pengeringannya, karena ongkos untuk keperluan tersebut per kilogram hanya Rp 250, tapi gabah hasil panennya bisa menjadi gabah kering giling (GKG), sehingga tidak terlalu memberatkan biaya proses pengeringannya.</p>
<p>Akan tetapi jika bisa menjadi GKG dengan syarat kadar air paling tinggi 14 persen, kadar hampa/kotor paling tinggi 3 persen, hal itu bisa masuk menjadi serapan Bulog dengan harga sesuai HPP. Sebab, dalam hal ini pihaknya tidak hanya semata-mata melayani serapan dari mitra kerja, tapi juga dari kelompok tani maupun gabungan kelompok tani.</p>
<p>Berdasarkan pertimbangan tersebut personel jajarannya yang turun ke lapangan bersama PPL, hendaknya melakukan motivasi kepada para petani agar melaksanakan panen setelah kondisi tanaman padinya benar-benar maksimal. &#8221;Karena itu, jangan sampai bulir padi masih ada yang hijau sudah buru-buru dipanen, sehingga jika itu dibeli oleh pedagang pengepul tentu harganya tidak maksimal, meski hanya untuk kualitas GKP,&#8221; imbuh Yonas Haryadi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/03/petani-harus-memanen-padi-miliknya-yang-benar-benar-siap-panen.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Roboh Terkena Tiupan Angin</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/02/roboh-terkena-tiupan-angin.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/02/roboh-terkena-tiupan-angin.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Feb 2020 03:02:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JURNALIS NYAMIN]]></category>
		<category><![CDATA[petani pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=11680</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Seorang petani di Desa Sugiharjo, Kecamatan Kota Pati tengah memanen tanaman padinya yang sudah siap panen, tapi tanaman padi itu dalam kondisi roboh diguyur hujan dan terkena terpaan angin (atas). Kendati sudah siap panen tapi roboh hal itu sangat berpengaruh pada bulir-bulir padi yang nantinya dirontokkan menjadi gabah karena kualitas hasil panenannya pasti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-11679" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200223_095836.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200223_095836.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200223_095836-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p style="text-align: center"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong> &#8211; Seorang petani di Desa Sugiharjo, Kecamatan Kota Pati tengah memanen tanaman padinya yang sudah siap panen, tapi tanaman padi itu dalam kondisi roboh diguyur hujan dan terkena terpaan angin (atas). Kendati sudah siap panen tapi roboh hal itu sangat berpengaruh pada bulir-bulir padi yang nantinya dirontokkan menjadi gabah karena kualitas hasil panenannya pasti menurun.</p>
<p style="text-align: center">Tak jauh berbeda dengan tanaman padi jenis/varietas 32 yang banyak ditanam petani di Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati. Saat padi mulai berbulir, beberapa hari lalu hujan deras pun mengguyur di malam hingga pagi hari menyebabkan banyak tanaman jenis itu di desa tersebut yang roboh, maka bulir-bulir yang tampak siap panen tapi hasil gabahnya pasti kurang bernas.(Foto:SN/aed)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/02/roboh-terkena-tiupan-angin.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
