<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Penjual Janur di pasar puri &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/penjual-janur-di-pasar-puri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Apr 2023 12:42:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Cerita Penjual Janur di Pasar Puri Sepi Pembeli</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/04/cerita-penjual-janur-di-pasar-puri-sepi-pembeli.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/04/cerita-penjual-janur-di-pasar-puri-sepi-pembeli.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Apr 2023 12:42:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Puri]]></category>
		<category><![CDATA[Penjual Janur di pasar puri]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Kupatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=48692</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Pasca lebaran, bagi kaum muslimin identik dengan Bodo Kupatan atau tradisi Kupatan. Dalam proses pembuatannya menggunakan daun kelapa atau janur sebagai pembungkusnya. Menurut penuturan Sutini (50) salah satu penjual janur di Pasar Puri Baru mengatakan, penjualan janur lebaran kali ini cenderung menurun dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Ia mengaku keuntungan yang didapat tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Pasca lebaran, bagi kaum muslimin identik dengan Bodo Kupatan atau tradisi Kupatan. Dalam proses pembuatannya menggunakan daun kelapa atau janur sebagai pembungkusnya.</p>
<p>Menurut penuturan Sutini (50) salah satu penjual janur di Pasar Puri Baru mengatakan, penjualan janur lebaran kali ini cenderung menurun dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Ia mengaku keuntungan yang didapat tidak seberapa.</p>
<p>Padahal, janur tersebut ia dapat dari daerah lain. Keuntungan yang didapat tak menentu terkadang hanya memperoleh Rp 50 ribu mulai berjualan saat pagi buta hingga siang.</p>
<p>&#8220;Berjualan sudah ada puluhan tahun. Kalau penjualanya ini sebelum lebaran kemarin. Biasanya ngambil janur dari Purworejo. Tapi untungnya cuma sedikit, lebih ramai tahun sebelumnya,&#8221; katanya, Kamis (27/4/2023).</p>
<p>Sementara penjual janur lainnya, Suyati (46) warga Tajungsari Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati ini mengaku bahkan dirinya sudah menggelar lapak dagangannya itu mulai pukul 02.00 dini hari. Tetapi seperti yang lainnya, dia kerap memperoleh untung 50 ribu.</p>
<p>Dirinya menjual satu ikat janur tak menentu mulai Rp 20 ribu bahkan hanya Rp 15 ribu. Dia berpikir dagangannya itu lebih baik terjual ketimbang dibawa balik lagi justru rugi operasional dan tenaga. Menurutnya harga jual janur sekitaran segitu, tergantung penawaran.</p>
<p>&#8220;Untung sedikit tidak masalah daripada tidak terjual (malah) rugi. Saya mulai berjualan h-3 sebelum lebaran sudah berjualan. Ramai pembeli saat hari pertama saja, selebihnya sepi pembeli,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sepinya pembeli ini ada kemungkinan semakin banyak penjual janur di beberapa wilayah. Atau juga bisa kemungkinan lantaran warga hanya membuat kupat dengan jumlah yang sedikit.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/04/cerita-penjual-janur-di-pasar-puri-sepi-pembeli.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjual Janur Mulai Muncul di Pasar Puri</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/04/penjual-janur-mulai-muncul-di-pasar-puri.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/04/penjual-janur-mulai-muncul-di-pasar-puri.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2022 11:20:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Penjual Janur di pasar puri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=41107</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Jika Lebaran 1 Syawal 1443 Hijriyah, jatuh di hari Senin (2/Mei) 2022, maka saat ini waktunya tinggal dua hari lagi. Akan tetapi di tengah-tengah kepadatan para pengunjung Pasar Puri Pati dari pagi kembali ke pagi hari berikutnya yang sudah mulai muncul di antaranya penjual daun kelapa muda dan biasa disebut janur dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Jika Lebaran 1 Syawal 1443 Hijriyah, jatuh di hari Senin (2/Mei) 2022, maka saat ini waktunya tinggal dua hari lagi. Akan tetapi di tengah-tengah kepadatan para pengunjung Pasar Puri Pati dari pagi kembali ke pagi hari berikutnya yang sudah mulai muncul di antaranya penjual daun kelapa muda dan biasa disebut janur dengan warna khas putih ke kuning-kuningan.</p>
<p>Sejak Jumat (29/April) 2022 kemarin para penjual yang sudah mulai menjajakan dagangannya ada lima perempuan, dan tetua adalah Mbah Sutarmi karena berjualan janur setiap Lebaran di pasar tersebut sejak masih muda. Sekarang kesempatan itu mulai diturunkan kepada salah seorang putrinya, karena dalam mengais hasil berjualan yang kesempatannya muncul sekali dalam satu tahun terhitung lumayan.</p>
<p>Waktu untuk berjualan pun biasanya lebih dari sepekan, karena acara kupatan biasanya berlangsung sepekan setelah Lebaran. &#8221;Tapi saat Lebaran Idhul Fitri juga sudah ada yang membeli janur maupun selongsong ketupat sudah jadi tinggal mengisi beras kemudian digodok seperti menggodog lontong,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Sedangkan jika untuk membuat makanan yang dikemas dengan janur dan berisi beras ketan, lanjutnya, memang harus dibuat sendiri di rumah oleh pembelinya yang tak lain adalah ibu-ibu. Khusus hal itu untuk membeli janur biasanya terbatas karena untuk kepentingan sendiri, atau dibagikan pula ke beberapa tetangga.</p>
<p>Dengan demikian, penjualan banyak dilakukan kepada bakul yang dijual lagi di pasar-pasar lain, seperti Pasar Juwana, Kayen, Sukolilo, dan juga beberapa pasar lainnya. Biasanya bakul-bakul ini membeli sampai beberapa ikat, di mana untuk satu ikat berisi janur sebanyak 50 helai dalam kondisi awal menjelang Lebaran ini dijual dengan harga Rp 25.000/ikat itu .</p>
<p>Sebab, ia membeli dari pemilik pohon kelapa dalam jumlah ikatan besar beriisi 1.000 helai dengan harga 250.000, maka jika dijual dalam ikatan per 50 helai maka sama saja dibagi menjadi 20 ikat, kali Rp 25.000/ikat, bisa memperoleh lumayan. &#8221;Jika untuk selongsomg ketupat yang sudah jadi per 10 biji, kami menjualnya dengan harga Rp 15.000,&#8221;imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/04/penjual-janur-mulai-muncul-di-pasar-puri.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
