<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pelaku UMKM di Kudus &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/pelaku-umkm-di-kudus/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 31 Mar 2023 08:22:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Desa Wisata Jepang Kudus, Mutrika: Keunikannya Adalah Kerajinan Bambu</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/03/desa-wisata-jepang-kudus-mutrika-keunikannya-adalah-kerajinan-bambu.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/03/desa-wisata-jepang-kudus-mutrika-keunikannya-adalah-kerajinan-bambu.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adam Naufaldo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Mar 2023 08:22:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[DESA KITA]]></category>
		<category><![CDATA[KUDUS]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Desa Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Disbudpar Kudus Mutrikah]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku UMKM di Kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=48306</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, KUDUS &#8211; Saat Kepala Disbudpar Mutrikah mendampingi Bupati Kudus Hartopo yang telah mengunjungi Desa Wisata Jepang, ia melihat ada sisi keunikan didalamnya yakni kerajinan bambu yang ditampilkan di Stand Balai Desa Jepang, pada Jumat (31/3/2023). Kepala Disbudpar Kudus Mutrikah mengatakan, untuk Desa Jepang di Kecamatan Mejobo sejak tahun 2010 memang dikatakan sudah menjadi desa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> KUDUS</strong> &#8211; Saat Kepala Disbudpar Mutrikah mendampingi Bupati Kudus Hartopo yang telah mengunjungi Desa Wisata Jepang, ia melihat ada sisi keunikan didalamnya yakni kerajinan bambu yang ditampilkan di Stand Balai Desa Jepang, pada Jumat (31/3/2023).</p>
<p>Kepala Disbudpar Kudus Mutrikah mengatakan, untuk Desa Jepang di Kecamatan Mejobo sejak tahun 2010 memang dikatakan sudah menjadi desa wisata yang memiliki beragam keunikan. Salah satunya ada pada kerajinan bambunya.</p>
<p>&#8220;Tahun 2010-an Desa Jepang ini memang sudah menjadi desa wisata. Dan yang diangkat dari keunikan desa wisata ini adalah kerajinan bambu,&#8221; ungkapnya kepada Samin News.</p>
<p>Lebih lanjut, tentunya keunikan tersebut dapat dilihat dengan hasil bambunya yang dapat dibentuk dengan barang bermanfaat dan merupakan salah satu ekonomi kreatif yang sejak awal desa wisata ini dibentuk hingga sekarang.</p>
<p>&#8220;Ini masih menjadi suatu budaya masyarakat untuk mereka yang tetap membuat secara konsisten,sehingga tentunya ada sebuah pemberdayaan yang luar biasa,&#8221; bebernya.</p>
<p>Terlebih untuk Pemerintah Desa Jepang ini selalu mendukung dan juga masyarakat banyak yang turut berpartisipasi didalam desa wisata. Sehingga keberadaannya sangat memberikan dampak ekonomi masyarakat di Desa Jepang dalam meningkatkan ekonomi kreatif.</p>
<p>Terkait desanya yang turut mengikuti lomba, Kepala Desa Jepang Indarto menyampaikan bahwa, pihaknya tidak mempersiapkan segala hal, namun mengalir dengan sendirinya.</p>
<p>&#8220;Kami tidak ada terlalu persiapan signifikan. Hanya saja kami mengumpulkan apa yang sudah kita lakukan selama dua tahun terakhir jadi tidak ada persiapan khusus kita mengalir saja,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Saat kedatangan Bupati Kudus Hartopo beserta jajaran OPD yang mendampinginya, pihaknya menampilkan UMKM yang dinilainya unggulan dan ada peluang untuk dikembangkan, diantaranya ada anyaman rotan, perakitan fabrikasi mobil offroad, dan anyaman bambu.</p>
<p>&#8220;UMKM kami sejauh ini sudah ada sebagian daerah yang memesannya hingga lintas pulau. Salah satunya pesanan orang Sulawesi terkait mobil, dan yang satu belum jadi,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Untuk UMKM lainnya seperti anyaman bambu maupun rotan sudah diperjual belikan secara online dengan modifikasi produk yang berbeda-beda dan sesuai permintaan.</p>
<p>&#8220;Saya berharap untuk kegiatan ini sosial budaya, masyarakat keberagaman desa tetap selalu tumbuh berkembang,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/03/desa-wisata-jepang-kudus-mutrika-keunikannya-adalah-kerajinan-bambu.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>O&#8217;tella Drink Kudus, Minuman Penambah Tenaga Usai Jalani Puasa Seharian</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/03/otella-drink-kudus-minuman-penambah-tenaga-usai-jalani-puasa-seharian.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/03/otella-drink-kudus-minuman-penambah-tenaga-usai-jalani-puasa-seharian.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adam Naufaldo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Mar 2023 10:23:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[KUDUS]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Minuman coklat]]></category>
		<category><![CDATA[O'tella Drink]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku UMKM di Kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=48256</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, KUDUS &#8211; Minuman coklat yang bernama O&#8217;tella Drink yang bertempat di Gang Slamet, Desa Mlati Lor, Kudus itu sangat cocok sebagai minuman penambah tenaga usai menjalani ibadah puasa seharian, Selasa (28/3/2023) kemarin. Owner O&#8217;tella Drink Sudarmaji mengatakan, dibukanya outlet ini cocok disaat momentum bulan puasa. Terlebih dia menyajikan minuman cokelat dengan varian rasa yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> KUDUS</strong> &#8211; Minuman coklat yang bernama O&#8217;tella Drink yang bertempat di Gang Slamet, Desa Mlati Lor, Kudus itu sangat cocok sebagai minuman penambah tenaga usai menjalani ibadah puasa seharian, Selasa (28/3/2023) kemarin.</p>
<p>Owner O&#8217;tella Drink Sudarmaji mengatakan, dibukanya outlet ini cocok disaat momentum bulan puasa. Terlebih dia menyajikan minuman cokelat dengan varian rasa yang beragam. Mulai dari chocho original, chocho berry, cream dan banyak pilihan toping lainnya.</p>
<p>Ia melanjutkan, untuk bukanya setiap hari, mulai pukul 16.00 hingga pukul 22.00 Wib malam. Sementara minumannya dibanderol dengan harga Rp 8 ribu hingga Rp 12 ribu.</p>
<p>&#8220;Buka pukul 16.00 hingga pukul 22.00. Harga original Rp 8.000 kalau pakai toping Rp 12 ribu. Kedepan saya akan tambah varian baru, seperti chocho vanila, coffe, dark milk dan lainnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tidak hanya di gang, bahkan ia juga berencana akan membuka lapaknya di Car Free Day (CFD) Alun-alun Simpang Tujuh, Kudus. Menurutnya, minuman cokelat ini baru digandrungi oleh semua kalangan. Cokelat dari O&#8217;tella ini tidak terlalu kental, sehingga tidak menimbulkan rasa eneg.</p>
<figure id="attachment_48254" aria-describedby="caption-attachment-48254" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-48254" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/03/IMG-20230329-WA0003-300x249.jpg" alt="Foto: Salah satu outlet O'tella Drink" width="300" height="249" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/03/IMG-20230329-WA0003-300x249.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/03/IMG-20230329-WA0003.jpg 422w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-48254" class="wp-caption-text">Foto: Salah satu outlet O&#8217;tella Drink</figcaption></figure>
<p>&#8220;Tidak hanya minuman dingin tapi juga chocho hot. Silahkan mampir ke outlet O&#8217;tella Drink. Dijamin bakal ketagihan, cokelatnya bikin segar,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Salah satu pembeli O&#8217;tella Drink Pasha mengatakan, cokelatnya tidak terlalu manis pas rasanya. Ia membeli empat varian, chocho berry, toping chocho crunch, kacang dan regal.</p>
<p>&#8220;Enak kok rasanya tidak terlalu manis. Dan harga juga masih terjangkau oleh uang saku anak-anak sekolah,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/03/otella-drink-kudus-minuman-penambah-tenaga-usai-jalani-puasa-seharian.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Persiapan Lebaran, Samier Jajanan Klasik Mulai Dicari</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/03/persiapan-lebaran-samier-jajanan-klasik-mulai-dicari.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/03/persiapan-lebaran-samier-jajanan-klasik-mulai-dicari.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adam Naufaldo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Mar 2023 08:30:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[KUDUS]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Jajanan kering]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku UMKM di Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Persiapan Lebaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=48232</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, KUDUS &#8211; Samier kerupuk berbahan dasar ketela yang sangat legendaris itu menjelang lebaran kini mulai dicari pelanggan sebagai sajian pelengkap. Jajanan kering ini sangat cocok sebagai santap cemilan dikala sedang santai, Selasa (28/3/2023). Saat ini banyak orderan masuk dan kebanyakan diambil menjelang Lebaran. Perlu diketahui, jenis samier ada dua ukuran yakni mini dan besar. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> KUDUS</strong> &#8211; Samier kerupuk berbahan dasar ketela yang sangat legendaris itu menjelang lebaran kini mulai dicari pelanggan sebagai sajian pelengkap. Jajanan kering ini sangat cocok sebagai santap cemilan dikala sedang santai, Selasa (28/3/2023).</p>
<p>Saat ini banyak orderan masuk dan kebanyakan diambil menjelang Lebaran. Perlu diketahui, jenis samier ada dua ukuran yakni mini dan besar. Untuk ukuran mini sangat banyak peminatnya, karena cocok untuk isian toples.</p>
<p>Proses pembuatannya juga masih manual. Pertama, ketela diparut, kemudian diberi bumbu seperti bawang putih dan ketumbar yang dihaluskan, dan diberi tambahan daun seledri untuk menambah cita rasa dari krupuk samier tersebut.</p>
<p>Jatmi selaku pembuat krupuk Samier mengatakan, pihaknya sehari dapat memproduksi sebanyak 1 kilogram samier mini mentah. Adapun kata dia, yang masih jadi kendala itu ialah bahan baku ketela yang harganya naik turun.</p>
<p>&#8220;Pekan lalu ketela stok kosong, belinya sampai ke Pasar Piji. Harga untuk saat ini yang samier mini 250 gram Rp 20 ribu, yang 1/2 kilogram harga Rp 40 ribu. Mengikuti harga minyak goreng juga, karena saya pakai yang kemasan tidak minyak curah,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Ia mengatakan, bagi yang ingin memesannya bisa melalui WhatsApp 082242868553. Saat ini sudah ada sekitar 50 order, rata-rata samier mini. Kalau yang ukuran besar satu bungkus isi tiga krupuk harga Rp 7.000 per bungkus.</p>
<p>&#8220;Kalau yang besar, diambil bakul-bakul di pasar Kliwon. Samier ini tinggal makan, karena saya jualnya matang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Salah satu pembeli Sarjono, mengatakan samiernya kriuk, rasanya gurih dan tambah enak kalau makannya dicocol pakai saus atau bumbu kecap.</p>
<p>&#8220;Saya biasanya pesan yang besar, karena ini ada produknya yang mini, saya coba yang mini untuk camilan di rumah, nanti mendekati hari H saya order lagi buat sogatan Lebaran,&#8221; ungkapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/03/persiapan-lebaran-samier-jajanan-klasik-mulai-dicari.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bangkitkan Ekonomi Pelaku UMKM, Pemkab Kudus Serahkan Bantuan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/01/bangkitkan-ekonomi-pelaku-umkm-pemkab-kudus-serahkan-bantuan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/01/bangkitkan-ekonomi-pelaku-umkm-pemkab-kudus-serahkan-bantuan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adam Naufaldo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2023 13:05:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[KUDUS]]></category>
		<category><![CDATA[Bagikan Bantuan Bagi Pelaku UMKM di Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Disnakerperinkop dan UKM Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku UMKM di Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=47040</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, KUDUS &#8211; Dalam membangkitkan ekonomi bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Pemerintah Kabupaten Kudus menyerahkan bantuan berupa peralatan kepada pelaku UMKM dan alumni Pelatihan UPTD BLK Disnakerperinkop dan UKM Kudus. Bupati Kudus Hartopo mengatakan, wabah pandemi Covid-19 yang melanda dalam dua tahun terakhir membuat sebagian masyarakat maupun UMKM yang ada terpuruk. &#8220;Dalam dua tahun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> KUDUS</strong> &#8211; Dalam membangkitkan ekonomi bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Pemerintah Kabupaten Kudus menyerahkan bantuan berupa peralatan kepada pelaku UMKM dan alumni Pelatihan UPTD BLK Disnakerperinkop dan UKM Kudus.</p>
<p>Bupati Kudus Hartopo mengatakan, wabah pandemi Covid-19 yang melanda dalam dua tahun terakhir membuat sebagian masyarakat maupun UMKM yang ada terpuruk.</p>
<p>&#8220;Dalam dua tahun terakhir ini, banyak UMKM atau masyarakat yang terkena dampak dari wabah Covid-19,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, maka dari itu, pihaknya berusaha untuk membangkitkan dalam sektor aktivitas tertentu untuk pemulihan ekonomi, ditambah memberikan kelonggaran untuk masyarakat.</p>
<p>&#8220;Kelonggaran ini diharapkan bisa semakin bangkitkan ekonomi Kudus,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Hartopo meminta kepada para pelaku UMKM di Kudus untuk terus berkreasi dan berinovasi. Mengingat setiap tahun banyak perubahan yang terus berdampak.</p>
<p>&#8220;Hal itu dimanfaatkan melalui kemajuan teknologi yang memiliki peranan besar dalam memajukan produk,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu, perizinan usaha pihaknya akan memberikan kemudahan dan Kominfo siap membantu dalam memberikan fasilitas pengenalan produk usaha. Hal itu agar UMKM di Kudus berkembang.</p>
<p>Sementara Kepala Disnakerperinkop dan UKM Rini Kartika Hadi Ahmawati menjelaskan, bantuan yang diberikan kepada para UMKM ini bersumber dari bansos Bank Jateng.</p>
<p>&#8220;Bantuan sosial yang disalurkan ini bersumber dari PT Bank Jateng sebesar Rp 338 juta,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Selain itu ditambah dengan, Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 466 juta kurang lebihnya. Bantuan itu akan diserahkan pelaku UMKM dan alumni Pelatihan UPTD BLK.</p>
<p>Pelaku usaha asal Desa Rejosari Dawe Endang Lestari Ningsih mengungkapkan, rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan oleh Bupati Kudus Hartopo beserta jajarannya.</p>
<p>&#8220;Terimakasih atas bantuan yang diberikan ini, semoga bisa bermanfaat,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/01/bangkitkan-ekonomi-pelaku-umkm-pemkab-kudus-serahkan-bantuan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
