<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pasar hewan margorejo &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/pasar-hewan-margorejo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Nov 2021 07:59:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Seumur-umur Pasar Hewan Margorejo Akan Dilengkapi Fasilitas Mushola</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/11/seumur-umur-pasar-hewan-margorejo-akan-dilengkapi-fasilitas-mushola.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/11/seumur-umur-pasar-hewan-margorejo-akan-dilengkapi-fasilitas-mushola.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2021 07:59:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar hewan margorejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=34806</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Seumur-umur sampai harus mengalami dua kali perpindahan lokasi tapi baru Tahun 2022 mendatang Pasar Hewan Margorejo atau dikenal juga sebagai Pasar Wage, akan mendapatkan fasilitas tempat ibadah. Yakni, pembangunan mushola di lokasi tersebut, atau tepatnya di halaman depan pasar hewan yang terletak di pinggir jalan raya Pati &#8211; Kudus, tepat di ujung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Seumur-umur sampai harus mengalami dua kali perpindahan lokasi tapi baru Tahun 2022 mendatang Pasar Hewan Margorejo atau dikenal juga sebagai Pasar Wage, akan mendapatkan fasilitas tempat ibadah. Yakni, pembangunan mushola di lokasi tersebut, atau tepatnya di halaman depan pasar hewan yang terletak di pinggir jalan raya Pati &#8211; Kudus, tepat di ujung lorong masuk ke kompleks Lorong Indah (LI) yang sudah lebih dari dua bulan ini ditutup.</p>
<p>Pasar hewan itu sudah ada di lokasi yang sekarang ditempati sebagai Plasa Pati, di Desa/Kecamatan Margorejo yang hanya beberapa meter dari tugu batas masuk Kota Pati. Karena di lokasi awal sudah mengganggu lingkungan warga, maka pihak (maka waktu itu) Dinas Peternakan Provinsi dan Dinas Peternakan Kabupaten Pati, memindahkannya ke lokasi yang sekarang.</p>
<p>Dari catatan keberadaannya, pasar hewan itu beserta lingkungan sekitarnya tak pernah lepas dari hiruk-pikuknya sejumlah warga yang membuka usaha tempat prostitusi, termasuk munculnya deretan kios yang mengambil tempat di halaman depan pasar tersebut. Berkait rencana pendirian tempat ibadah berupa mushola, adalah salah satu upaya agar tempat maksiat ini tidak terus bermunculan di Margorejo.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-34805" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076301.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076301.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076301-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076301-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076301-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076301-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076301-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<figure id="attachment_34804" aria-describedby="caption-attachment-34804" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-34804" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076311.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076311.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076311-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076311-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076311-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076311-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076311-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-34804" class="wp-caption-text">Sisi kiri halaman depan Pasar Hewan Margorejo, masih cukup luas jika untuk pendirian tempat ibadah, mushola.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Ditanya berkait rencana itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Hadi Santosa membernarkan, bahwa usulan pendirian mushola tersebut datang dari jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pati. &#8221;Pak Bupati langsung merespons dan mengalokasikan anggaran Rp 200 juta dalam APBD Tahun 2022 mendatang,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Karena itu, lanjut dia, siapa rekanan yang akan melaksanakan paket pekerjaan itu di Tahun 2022 nanti bisa penunjukan langsung (PL), sehingga dari sisi waktu pelaksanaan lebih efektif sehingga bisa cepat selesai dan bisa juga segera dimanfaatkan. &#8221;Untuk lokasi pendirian tempat ibadah tersebut di sisi kiri halaman depan, karena yang sisi kanan akan digunakan untuk lokasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH),&#8221;imbuhnya.</p>
<p>Dalam kesempatan sama, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Disdagperin Kabupaten Pati, Isrhoni menyampaikan kalau pakerjaan mushola itu satu paket dengan pekerjaan pembangunan RPH, sehingga alokasi anggaran yang direncanakan bisa untuk pengadaan kelengkapannya. &#8221;Kami juga mengusulkan, agar pasar hewan yang hanya buka sepekan sekali bisa dimaksimalkan dengan menambah fasilitas pasar umum, agar bisa buka tiap hari,&#8221;tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/11/seumur-umur-pasar-hewan-margorejo-akan-dilengkapi-fasilitas-mushola.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kerbau Sukolilo Mulai Meramaikan Pasar Hewan Margorejo</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/06/kerbau-sukolilo-mulai-meramaikan-pasar-hewan-margorejo.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/06/kerbau-sukolilo-mulai-meramaikan-pasar-hewan-margorejo.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2021 08:07:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar hewan margorejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=29585</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Lebaran Haji atau Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah atau juga Hari Raya Qurban masih sekitar satu bulan, tepatnya jatuh Selasa (20/Juli) 2021 mendatang. Akan tetapi greget penjualan maupun pembelian hewan kurban masih belum maksimal, sehingga suasana di Pasar Hewan Margorejo pun biasa-biasa saja, seperti hari-hari pasaran Wage sebelumnya. Kendati demikian, satu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_29583" aria-describedby="caption-attachment-29583" style="width: 734px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-29583" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/06/DSC05749.gif" alt="" width="734" height="551" /><figcaption id="caption-attachment-29583" class="wp-caption-text">Kerbau asal Dukuh Kemisik, Desa/Kecamatan Sukolilo yang dipajang di tempat tambatan oleh penjualnya, di Pasar Hewan Margorejo Pati.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Lebaran Haji atau Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah atau juga Hari Raya Qurban masih sekitar satu bulan, tepatnya jatuh Selasa (20/Juli) 2021 mendatang. Akan tetapi greget penjualan maupun pembelian hewan kurban masih belum maksimal, sehingga suasana di Pasar Hewan Margorejo pun biasa-biasa saja, seperti hari-hari pasaran Wage sebelumnya.</p>
<p>Kendati demikian, satu sisi muncul hal menarik adalah hadirnya hewan piaraan jenis kerbau yang dipajang penjualnya di tempat tambatan di pasar hewan tesebut. Harapannya, penjual hewan ini adalah mengharap munculnya pembeli hewan dimaksud yang selama ini justru bukan datang dari warga Pati, tapi dari Kudus.</p>
<p>Akan tetapi, papar Karmin (56), salah seorang pedagang hewan jenis itu, asal Dukuh Kemisik, Desa/Kecamatan Sukolilo, sampai hari pasaran ini pedagang/pembeli dari Kudus belum banyak yang muncul. &#8221;Dengan demikian, waktu kurang dari satu bulan berlangsungnya Hari Raya Idul Adha sampai saat ini pembelian kerbau dagangannya belum maksimal,&#8221;ujarnya.</p>
<figure id="attachment_29584" aria-describedby="caption-attachment-29584" style="width: 734px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-29584" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/06/DSC05752.gif" alt="" width="734" height="551" /><figcaption id="caption-attachment-29584" class="wp-caption-text">Sisa dagangan kerbau yang belum sempat laku siap dibawa pulang lagi oleh pedagangnya.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Faktor penyebabnya, lanjut dia, karena saat ini Kudus harus menghadapi ramainya Covid-19 sehingga belum banyak pembeli kerbau yang keluar meningggalkan rumah, untuk mencari dagangan. Sebab, pedagang asal Kudus yang satu-satu membeli hewan untuk kurban jenis itu, karena daerah ini berlaku aturan tak tertulis bahwa menyembelih hewan kurban berupa sapi,  merupakan pantangan/pamali.</p>
<p>Dengan demikian, dari sembilan ekor kerbau dagangannya yang pajang ditambatan sejak pagi hingga pasar menjelang tutup, hanya laku sebanyak lima ekor, dan yang empat ekor lainnya harus kembali dibawa pulang untuk dibawa kembali pada hari pasaran, Wage berikutnya. Paling tidak sampai menjelang Idul Adha nanti, masih ada empat kali hari pasaran.</p>
<p>Menjawab pertanyaan, Karmin, menambahkan, jika Kudus tidak ramai Covid-19 biasanya dalam kondisi seperti sekarang sudah ramai pembeli hewan kurban dari daerah ini. &#8221;Untuk harga pun masih standar hewan kurban jenis itu, yakni antara Rp 15 juta s/d 19 juta,&#8221;ungkapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/06/kerbau-sukolilo-mulai-meramaikan-pasar-hewan-margorejo.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cilikan yang Tetap Berharga Mahal</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/08/cilikan-yang-tetap-berharga-mahal.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/08/cilikan-yang-tetap-berharga-mahal.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2020 10:11:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar hewan margorejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=16151</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Satu hari sesudah penyembelihan hewan kurban di Hari Raya Idul Adha, Sabtu (1/8) hari ini, harga &#8221;cilikan&#8221; di Pasar Hewan Margorejo Pati justru tetap melejit dibanding yang dewasa. Khusus yang disebut terakhir harga jualnya kembali dipatok oleh para pedagang pengumpul, yaitu kembali ke harga pasar yang berlaku beberapa pekan sebelum lebaran. Karena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_16149" aria-describedby="caption-attachment-16149" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-16149" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/08/20200801_170417.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/08/20200801_170417.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/08/20200801_170417-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-16149" class="wp-caption-text">Cilikan yang tetap laris manis di Pasar Wage atau Pasar Hewan Margorejo Pati dibanding yang dewasa.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Satu hari sesudah penyembelihan hewan kurban di Hari Raya Idul Adha, Sabtu (1/8) hari ini, harga &#8221;cilikan&#8221; di Pasar Hewan Margorejo Pati justru tetap melejit dibanding yang dewasa. Khusus yang disebut terakhir harga jualnya kembali dipatok oleh para pedagang pengumpul, yaitu kembali ke harga pasar yang berlaku beberapa pekan sebelum lebaran.</p>
<p>Karena itu, transaksi untuk seekor sapi pejantan dewasa yang saat menjelang Idul Adha rata-rata mencapai kisaran Rp 23 juta s/d Rp 25 juta, tapi pada saat pasaran hari ini boleh dibilang hampir tak ada yang menyentuh. Sehingga para perantara atau blantik maupun makelar yang menjadi juru tawar hanya dilihat dari kejauhan oleh para peminat.</p>
<p>Mereka secara bergantian terus mempromosikan barang dagangannya dengan kualitas cukup bagus, dan hal itu bisa dilihat dari bentuk kaki maupun bagian pantatnya yang merupakan pusat daging, termasuk ada yang menyebutkan bahwa sapi tersebut adalah jenis Leumosin. &#8221;Harga berani bersaing, cukup Rp 18.500.000,&#8221;tandas salah seorang blantik dengan masih menuntun seekor sapi yang terus berulang-ulang ditawarkan harganya.</p>
<p>Di sisi lain, sesama blantik ada yang mematok harga Rp 17 juta dan ada pula yang menawarkan Rp 17,8 juta tapi lagi-lagi mentok pada harga Rp 18 juta/ekor. Sedangkan jenis sapi pranakan yang sudah memasuki umur lebih dari satu tahun itu saat menjelang Lebaran Idul Adha, harganya sempat melonjak mencapai Rp 25 juta.</p>
<p>Akan tetapi, lagi-lagi calon pembeli belum tertarik untuk memutuskan menawarnya atau dengan kata lain di pasaran sehari setelah lebaran hanya sekedar datang ke pasar hewan untuk melihat-lihat. Dengan demikian, pada hari pasaran di Pasar Hewan Margorejo untuk pengunjung pasar masih tetap ramai tapi pembelinya belum maksimal, karena masih melihat situasi.</p>
<p>Dengan demikian, berbeda jauh bila dibanding cilikan yang juga ramai diperjualbelikan, dan bahkan harganya masih tetap bertahan karena tidak terpengaruh lebaran maupun sesudahnya. &#8221;Harga cilikan ini masih berkisar Rp 10 juta hingga Rp 11 juta, karena kebanyakan calon pembeli adalah petani yang memang mengharap bisa mempunyai pekerjaan sampingan memelihara sapi,&#8221;ujar salah seorang calon pembeli dari Gembong, Wagiyo (51) menuturkan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/08/cilikan-yang-tetap-berharga-mahal.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ada yang Menggagas Halaman Pasar Hewan untuk Pusat Perbelanjaan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/ada-yang-menggagas-halaman-pasar-hewan-untuk-pusat-perbelanjaan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/ada-yang-menggagas-halaman-pasar-hewan-untuk-pusat-perbelanjaan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jan 2020 10:14:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar hewan margorejo]]></category>
		<category><![CDATA[pusat perbelanjaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=11014</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Tidak produktifnya secara maksimal Pasar Hewan Margorejo, Pati selama ini, akhirnya muncul gagasan dan juga harapan agar ada pihak ketiga atau pemilik modal untuk memanfaatkan halaman depan pasar hewan tersebut sebagai mal (pusat perbelanjaan). Hal itu bagi pemilik modal yang berminat bisa melakukan pendekatan kepada yang berkompeten setempat, yaitu Bupati Pati. Sebab, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Tidak produktifnya secara maksimal Pasar Hewan Margorejo, Pati selama ini, akhirnya muncul gagasan dan juga harapan agar ada pihak ketiga atau pemilik modal untuk memanfaatkan halaman depan pasar hewan tersebut sebagai mal (pusat perbelanjaan). Hal itu bagi pemilik modal yang berminat bisa melakukan pendekatan kepada yang berkompeten setempat, yaitu Bupati Pati.</p>
<p>Sebab, status lahan untuk pasar hewan tersebut adalah milik pemerintah kabupaten (pemkab) setempat, meskipun sekarang tidak ada lagi Dinas Peternakan yang sudah berfusi dengan Dinas Pertanian. Karena itu, untuk status  pasarnya ada di bawah pengendalian Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah.</p>
<p>Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdakperind) Kabupaten Pati, Roni ketika ditanya berkait dengan munculnya permasalahan sosial bahwa lingkungan pasar hewan kembali menjadi tempat transaksi perempuan penjaja seks komersial (PSK) pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu. Akan tetapi berdasarkan pengalaman sebelumnya, hal itu bisa terjadi.</p>
<p>Masalahnya pasar hewan hanya buka sekali dalam sepekan sehingga hari-hari biasa tidak banyak kegiatan yang berlangsung di pasar tersebut, maka kondisi pasar pun sepi. &#8221;Apalagi pada malam hari, kondisi di lingkungan pasar tersebut pun gelap, sehingga kemungkinan itu tak bisa dihindari karena hal sama juga pernah terjadi,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Jika hal tersebut benar-benar terjadi baik pada siang maupun di malam hari, katanya lagi, pihaknya pun tidak akan sungkan-sungkan melakukan razia untuk menutup pemilik usaha warung yang memfasilitasi masalah itu. Dengan demikian, untuk menghindari hal tersebut agar jangan sampai terjadi maka solusi paling tepat, harus ada pusat perbelanjaan berdiri di tempat tersebut.</p>
<p>Dari sisi luas lahan tetap mencukupi, termasuk untuk fasilitas lokasi parkir kendaraan pengunjung baik di depan maupun belakang. Lagi pula fasilitas pasar hewan yang ada di belakang juga tidak akan mengganggu keberadaan pusat perbelanjaan tersebut, karena pasar hanya buka sekali dalam sepekan, dan semisal dirasakan mengganggu bagian belakang pasat perbelanjaan itu bisa dipagar tembok tinggi.</p>
<p>Prinsipnya dia sangat mendukung gagasan berdirinya pusat perbelanjaan tersebut, karena salah seorang penggagasnya adalah atasannya sendiri. Karena itu, siapa pemilik modal yang mau berinvestasi dalam pendirian pusat perbelanjaan tersebut benar-benar sangat ditunggu mengingat status tanah yang milik pemkab, tentu bisa diatur dalam bentuk kerja sama.</p>
<p>Bagi dia yang penting dengan adanya mal di lokasi pasar hewan, paling tidak akan menarik perhatian pengunjung sehingga tidak semua masuk ke pusat perbelanjaan di dalam kota. &#8221; Sebab, kondisi itu akan selalu memacetkan arus lalu lintas jalan raya di depan pusat perbelanjaan tersebut,&#8221;tandas Roni.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/ada-yang-menggagas-halaman-pasar-hewan-untuk-pusat-perbelanjaan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
