<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>normalisasi kali simo &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/normalisasi-kali-simo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Feb 2020 09:10:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Tiang Telepon Kabel Akan Menjadi Kendala Normalisasi Kali Simo</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/02/tiang-telepon-kabel-akan-menjadi-kendala-normalisasi-kali-simo.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/02/tiang-telepon-kabel-akan-menjadi-kendala-normalisasi-kali-simo.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Feb 2020 09:10:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[alur kali simo]]></category>
		<category><![CDATA[deretan tiang telphone]]></category>
		<category><![CDATA[normalisasi kali simo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=11267</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Mengacu pengalaman beberapa tahun lalu saat alur Kali Simo dinormalisasi dari hulu hingga ke hilir, maka salah satu yang menjadi kendala justru banyaknya tiang telepon kabel yang berdiri di tanggul alur kali tersebut. Akibatnya, normalisasi yang seharusnya bisa menambah lebar alur kali dengan mengeruk tanggul sisi utara tak bisa dilaksanakan. Pasalnya, sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_11265" aria-describedby="caption-attachment-11265" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-11265" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200205_160247.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200205_160247.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200205_160247-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-11265" class="wp-caption-text">Deretan tiang telepon kabel di tanggul alur Kali Simo baik ke hulu maupun ke hilir akan menjadi kendala tersendiri dalam pelaksanaan normalisasi alur Kali Simo, di pinggir jalan raya Pati-Juwana.</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Mengacu pengalaman beberapa tahun lalu saat alur Kali Simo dinormalisasi dari hulu hingga ke hilir, maka salah satu yang menjadi kendala justru banyaknya tiang telepon kabel yang berdiri di tanggul alur kali tersebut. Akibatnya, normalisasi yang seharusnya bisa menambah lebar alur kali dengan mengeruk tanggul sisi utara tak bisa dilaksanakan.</p>
<p>Pasalnya, sekitar satu sampai satu setengah meter dari bibir alur kali tersebut sudah terdapat deretan tiang telepon, kecuali pihak yang berkompeten terlebih dahulu menggeser deretan tiang telepon kabel itu ke utara. Sehingga lebar tanggul akan mengikutinya, karena di sisi utara tanggul masih terdapat bantaran alur kali itu yang bisa dimanfaatkan untuk membuang tanah hasil galian.</p>
<p>Dengan demikian, kata beberapa pihak yang selama ini mencermati kondisi alur Kali Simo, jika ditambah upaya mengeruk tanggul selebar 1 s/d 1,5 meter maka lebar kali pun akan bisa bertambah. Akan tetapi permasalahannya, pada lebar tanggul tersebut sudah menjadi tempat berdirinya tiang telepon  sehingga jika bagian itu digali, risikonya tiang telepon itu akan roboh.</p>
<p>Karena itu, sebelum pelaksanaan normalisasi dilaksanakan akan lebih baik jika pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana juga menghubungi pihak PT Telkom untuk berkoordinasi menyangkut tiang telepon itu. &#8221;Misalnya pihak BBWS hanya memberi tahu, seharusnya PT Telkom bisa menggeser semua tiang telepon itu ke utara,&#8221;ujar salah seorang di antara mereka, Moh Argono.</p>
<figure id="attachment_11263" aria-describedby="caption-attachment-11263" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-11263" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200205_160306.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200205_160306.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200205_160306-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-11263" class="wp-caption-text">Bantaran alur Kali Simo yang berada di sisi utara tanggul alur kali tersebut, masih bisa dimanfaatkan untuk memperlebar alur kali, tapi menghadapi kendala berdirinya deretan tiang telepon.</figcaption></figure>
<p>Itulah, masih kata dia, yang menjadi kendala mengapa pada saat normalisasi alur kali tersebut beberapa tahun lalu tidak bisa dilakukan. Jika alasan faktor teknis, tapi hal berkait dengan sempitnya alur kali tersebut selalu memunculkan masalah, utamanya bila di kawasan hulu tengah turun hujan deras maka gelontoran airnya limpas ke jalan raya.</p>
<p>Sebab, di sisi selatan alur kali yang berbatasan dengan bahu jalan tidak bertanggul sehingga limpasnya air bercampur lumpur dari hulu tak bisa dihindari. Apalagi, jika air di alur kali tersebut juga terhalang tumpukan sampah yang membuat bawah jembatan tersumbat, maka limpasnya air ke jalan raya terutama di KM 3 hingga KM 5 Pati-Juwana.</p>
<p>Karena itu, jika dalam pelaksanaan normalisasi alur Kali Simo bisa sedikit diperlebar dengan mengeruk tanggul di sisi utara, maka jika terjadi gelontoran air hujan dari hulu yang sedikit lebih besar masih tetap tertampung atau tidak limpas. Prinsip normalisasi alur kali tersebut tidak perlu harus terlalu dalam tapi justru melebar itu adalah lebih baik.</p>
<p>Terlepas dari hal tersebut, mudah-mudahan hal ini menjadi masukan pihak yang berkompeten agar dalam pelaksanaan normalisasi benar-benar tuntas meskipun belum secara keseluruhan Kali Simo. &#8221;Sebab, normalisasi hanya mulai dari KM 3 hingga KM 6, yaitu dari Dukuh Lambangan, Desa Sugiharjo hingga Dukuh Cangkring, Desa Widorokandang, keduanya di Kecamatan Kota Pati,&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/02/tiang-telepon-kabel-akan-menjadi-kendala-normalisasi-kali-simo.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BBWS Akhirnya Menormalisasi Kali Simo</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/02/bbws-akhirnya-menormalisasi-kali-simo.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/02/bbws-akhirnya-menormalisasi-kali-simo.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2020 13:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)]]></category>
		<category><![CDATA[normalisasi kali simo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=11257</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali &#8211; Juwana  akhirnya mengambil langkah maksimal, yaitu secepatnya menormalisasi alur Kali Simo di pinggir jalan raya Pati-Juwana. Tepatnya, mulai dari KM 3 hingga KM 6 atau mulai dari Dukuh Lambangan, Desa Sugiharjo hingga Dukuh Cangkring, Desa Widorokandang, Kecamatan Kota Pati. Berkait hal tersebut, kata Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_11256" aria-describedby="caption-attachment-11256" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-11256" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/DSC07350.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/DSC07350.jpg 1600w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/DSC07350-300x169.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/DSC07350-1024x576.jpg 1024w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/DSC07350-768x432.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/DSC07350-1536x864.jpg 1536w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/DSC07350-696x392.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/DSC07350-1068x601.jpg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/DSC07350-747x420.jpg 747w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-11256" class="wp-caption-text">Kepala Seksi (Kasi) Pengairan Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Darno (atas) dan alur Kali Simo, di pinggir jalan raya Pati-Juwana yang secepatnya akan dinormalisasi.</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211;</strong> Pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali &#8211; Juwana  akhirnya mengambil langkah maksimal, yaitu secepatnya menormalisasi alur Kali Simo di pinggir jalan raya Pati-Juwana. Tepatnya, mulai dari KM 3 hingga KM 6 atau mulai dari Dukuh Lambangan, Desa Sugiharjo hingga Dukuh Cangkring, Desa Widorokandang, Kecamatan Kota Pati.</p>
<p>Berkait hal tersebut, kata Kepala Seksi (Kasi) Pengairan Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Darno, pihak BBWS mengajukan syarat. Yakni, harus ada lokasi lahan atau tanah kosong yang bisa digunakan untuk membuang tanah hasil pengerukan dari endapan alur kali tersebut.</p>
<p>Karena itu, katanya lebih lanjut, pihaknya sudah mencoba mencari lokasi terdekat untuk membuang/menempatkan tanah hasil pengerukan. Jika lokasi lahan itu berdekatan dengan alur kali yang dikeruk sudah barang tentu &#8221;dump truck&#8221; pengangkut tanah galian tidak menghabiskan banyak waktu, sehingga hasil pekerjaan sehari-hari bisa maksimal.</p>
<p>Di Dukuh Lambangan sendiri, sudah ada lokasi untuk keperluan itu sehingga tinggal melakukan pendekatan dengan pemilik. &#8221;Demikian pula yang di Widorokandang juga sudah ada lokasi lahan untuk menempatkan tanah hasil galian dari upaya normalisasi tersebut, sehingga tinggal menunggu kapan pelaksanaannya,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Jika bisa dilaksanakan secepatnya, masih kata dia, tentu lebih baik mengingat sampai sekarang ancaman limpasnya gelontoran air dari hulu belum berakhir. Sebab, sampai saat ini masih turun hujan dan bila di kawasan hulu terjadi hujan deras maka gelontoran airnya yang membawa berbagai jenis sampah tak bisa dihindari.</p>
<p>Mengingat hal tersebut, pihaknya juga mengajukan permintaan agar alat berat (ekskavator) yang digunakan harus yang &#8221;bertangan&#8221; panjang. Dengan demikian, alat berat itu cukup mengambil posisi di sisi selatan alur kali sudah bisa menjangkau bagian tanggul yang di sisi utara kali, sehingga bagian itu sekaligus juga bisa ikut tertata.</p>
<p>Masalahnya, selama ini bagian sisi utara tanah yang berfungsi sebagai tanggul selalu ditanami dengan tanaman semusim oleh warga. Jenis tanamannya pun semata-mata tidak hanya pohon pisang, melainkan juga ada umbi kayu dan bahkan juga rerumputan, sehingga tanah untuk tanggul tersebut selalu diolah untuk ditanami.</p>
<p>Akibatnya, bila turun hujan tanah untuk tanggul sisi utara alur kali ikut hanyut tergerus air dan masuk lagi ke dalam kali tak bisa dihindari. &#8221;Harapan kami setelah alur kali selesai dinormalisasi, seharusnya warga terutama yang ada kepentingannya dengan alur Kali Simo bisa ikut menjaga dan memeliharanya, termasuk yang berdiam di kawasan hulu juga jangan sembarangan membuang sampah ke alur kali tersebut, karena menyusahkan yang bagian hilir,&#8221;imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/02/bbws-akhirnya-menormalisasi-kali-simo.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
