<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>nelayan tradisional &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/nelayan-tradisional/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Mar 2023 13:43:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Sungai Silugonggo Tayu Dangkal karena Tambang Ilegal</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/03/sungai-silugonggo-tayu-dangkal-karena-tambang-ilegal.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/03/sungai-silugonggo-tayu-dangkal-karena-tambang-ilegal.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Mar 2023 13:43:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja Bakti]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[normalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[pendangkalan sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Pengerukan Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi (BBWS)]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Silugonggo.]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Ilegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=47986</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Sungai Silugonggo di Tayu mengalami pendangkalan, akibatnya nelayan tradisional setempat tidak bisa melaut. Pendangkalan ini disebut karena adanya aktivitas tambang ilegal di wilayah hulu sungai Silugonggo. Koordinator Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bino Makmur Desa Keboromo Zarokhim mengatakan guna mengatakan pendangkalan di Sungai Silugonggo, pihaknya bersama rekan lainnya melakukan kerja bakti. &#8220;Minggu kemarin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Sungai Silugonggo di Tayu mengalami pendangkalan, akibatnya nelayan tradisional setempat tidak bisa melaut. Pendangkalan ini disebut karena adanya aktivitas tambang ilegal di wilayah hulu sungai Silugonggo.</p>
<p>Koordinator Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bino Makmur Desa Keboromo Zarokhim mengatakan guna mengatakan pendangkalan di Sungai Silugonggo, pihaknya bersama rekan lainnya melakukan kerja bakti.</p>
<p>&#8220;Minggu kemarin tanggal 5 kerja bakti bersama dari beberapa desa, mulai Desain Keboromo, Sambiroto, Dororejo dan Tayu Wetan. Ini sangat mendesak agar bisa melaut untuk menyukupi kebutuhan keluarga,&#8221; jelasnya, Sabtu (11/3/2023).</p>
<p>&#8220;Kerja bakti ini kami lakukan karena ada pendangkalan, pendangkalan akibat dari atas lantaran ada tambang ilegal lalu pasir terbawa arus ke muara sungai,&#8221; sambung Rokhim.</p>
<p>Kemudian, dia melanjutkan selain terkait tambang ilegal, pendangkalan juga disebabkan karena ombak laut. Menurutnya, nelayan tradisional setempat sebelumnya tidak bisa melaut selama 1 minggu beberapa hari kemarin.</p>
<p>Pihaknya mengungkapkan atas kejadian ini sudah berkirim surat kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati. Akan tetapi, nelayan hanya dijanjikan segera dilakukan upaya normalisasi.</p>
<p>&#8220;Kami sudah memberi surat ke dinas, tapi responnya bukan ranahnya. Kali Silugonggo itu kewenangan provinsi (BBWS). Jawabnya dijanjikan nanti akan diupayakan. Hari ini ada peninjauan dari dinas dan BBWS, kami berharap supaya segera ada pengerukan dan nelayan bisa beraktivitas lagi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Rokhim menjelaskan pendangkalan yang terjadi di Sungai Silugonggo sepanjang kurang lebih 400 meter. Dan dulu sudah pernah dilakukan pengerukan, namun waktunya sudah lama sekitar 10 tahun lebih.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/03/sungai-silugonggo-tayu-dangkal-karena-tambang-ilegal.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nelayan Diminta Pahami Teknologi dan Kearifan Lokal</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/03/nelayan-diminta-pahami-teknologi-dan-kearifan-lokal.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/03/nelayan-diminta-pahami-teknologi-dan-kearifan-lokal.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Mar 2023 12:33:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[adaptif]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi keberadaan]]></category>
		<category><![CDATA[hasil tangkapan]]></category>
		<category><![CDATA[jarak]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[kelemahan]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan Pati]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab pati]]></category>
		<category><![CDATA[posisi ikan]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[satelit]]></category>
		<category><![CDATA[tangkapan ikan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=47854</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta para nelayan tradisional untuk memahami kemajuan canggihnya teknologi. Ini untuk menunjang produktivitas hasil tangkapan ikan, karena bisa memungkinkan mendeteksi keberadaan di dalam laut. Deputi Bidang Metrologi BMKG Guswanto mengatakan, selain harus memahami penerapan teknologi, nelayan juga diminta untuk menerapkan ilmu atau pemahaman yang sudah berkembang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta para nelayan tradisional untuk memahami kemajuan canggihnya teknologi. Ini untuk menunjang produktivitas hasil tangkapan ikan, karena bisa memungkinkan mendeteksi keberadaan di dalam laut.</p>
<p>Deputi Bidang Metrologi BMKG Guswanto mengatakan, selain harus memahami penerapan teknologi, nelayan juga diminta untuk menerapkan ilmu atau pemahaman yang sudah berkembang di tengah masyarakat itu sendiri dalam aktivitas melaut.</p>
<p>Menurutnya, duku nelayan susah payah mencari ikan di suatu titik. Setelah itu baru proses penangkapan. Akan tetapi, dengan canggihnya teknologi, nelayan bisa mengetahui lokasi ikan berada.</p>
<p>&#8220;Dulu mencari ikan baru ditangkap. Tapi kalau sekarang tinggal menangkap. Karena dalam aplikasi di BMKG sudah ada posisi-posisi ikan pada jam tertentu,&#8221; ujarnya dalam kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (7/3/2023).</p>
<p>Melalui kemampuan teknologi, sehingga ini memudahkan nelayan. Kendati memang pihaknya tak memungkiri bahwa teknologi yang dimiliki BMKG tetap ada kelemahan yaitu belum mampu menjangkau hingga jarak yang luas.</p>
<p>Dia menjelaskan teknologi itu bisa digunakan untuk mendeteksi ikan hanya sampai 300 kilometer. Menurutnya, lebih dari itu harus memakai satelit dan teknologi itu masih cukup mahal untuk diterapkan.</p>
<p>Kemudian, nelayan juga harus mampu menguasai kearifan lokal terhadap cuaca. Pasalnya perubahan iklim sangat cepat di waktu-waktu tertentu, apalagi ketika di tengah lautan.</p>
<p>&#8220;Teknologi BMKG dengan kearifan lokal harus dipahami digabungkan. Karena dari keduanya dapat memahami aktivitas melaut dan perubahan iklim,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara, Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro menambahkan melalui kegiatan ini para nelayan mampu memahami betul penerapan teknologi kelautan dan tidak melupakan kearifan lokal kaitannya dengan perubahan iklim.</p>
<p>&#8220;Nelayan nantinya dapat lebih adaptif terhadap cuaca yang terjadi. Bekal ini harapannya nelayan lebih produktif hasil tangkapnya,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/03/nelayan-diminta-pahami-teknologi-dan-kearifan-lokal.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
