<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nelayan Pati &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/nelayan-pati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Jan 2026 03:14:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.7</generator>
	<item>
		<title>Seorang Petani Tewas Mendadak Saat Menepi di Muara Dukuhseti</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/01/seorang-petani-tewas-mendadak-saat-menepi-di-muara-dukuhseti.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/01/seorang-petani-tewas-mendadak-saat-menepi-di-muara-dukuhseti.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 03:14:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[AKP Ali Mashuri]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolsek Dukuhseti]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Dukuhseti Meninggal Mendadak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57032</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Seorang petani asal Desa Bakalan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, ditemukan meninggal dunia secara mendadak di muara laut Dukuhseti, Minggu (4/1/2026) siang. Korban diketahui bernama Wakimun (56), yang sebelumnya beraktivitas mencari bukur di laut bersama seorang rekannya. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, korban dan saksi hendak menepi setelah selesai melaut. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMIN-NEWS.com &#8211; Seorang petani asal Desa Bakalan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, ditemukan meninggal dunia secara mendadak di muara laut Dukuhseti, Minggu (4/1/2026) siang. Korban diketahui bernama Wakimun (56), yang sebelumnya beraktivitas mencari bukur di laut bersama seorang rekannya.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, korban dan saksi hendak menepi setelah selesai melaut. Karena kondisi air laut surut, korban sempat turun dari perahu untuk mendorong agar perahu bisa bergerak.</p>
<p>“Korban turun dari perahu untuk mendorong karena air laut surut, lalu naik kembali dan menghidupkan mesin,” ujar Kapolsek Dukuhseti AKP Ali Mashuri, kemarin.</p>
<p>Sesaat setelah mesin perahu dinyalakan, korban tiba-tiba terjatuh ke depan dalam posisi tengkurap dan tidak memberikan respons. Saksi yang melihat kejadian tersebut langsung meminta bantuan nelayan lain yang berada di sekitar lokasi.</p>
<p>“Korban mendadak jatuh dan tidak memberikan respons,” kata AKP Ali Mashuri.</p>
<p>Perahu kemudian ditarik ke bibir sungai dan korban dipindahkan ke daratan dengan bantuan nelayan. Pihak keluarga yang mendapat kabar segera mendatangi lokasi dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Dukuhseti.</p>
<p>Petugas kepolisian bersama tenaga medis dari Puskesmas Dukuhseti selanjutnya melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.</p>
<p>“Tidak ada luka atau lebam, murni kejadian medis,” tegas AKP Ali Mashuri.</p>
<p>Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban meninggal dunia akibat henti jantung. Berdasarkan hal tersebut, kepolisian memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kejadian tersebut.</p>
<p>“Kesimpulan sementara dan hasil medis menyatakan korban meninggal karena henti jantung,” tambahnya.</p>
<p>Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.</p>
<p>“Keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” pungkas AKP Ali Mashuri.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/01/seorang-petani-tewas-mendadak-saat-menepi-di-muara-dukuhseti.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DKP Salurkan Bantuan Paket Sembako bagi Nelayan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/04/dkp-salurkan-bantuan-paket-sembako-bagi-nelayan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/04/dkp-salurkan-bantuan-paket-sembako-bagi-nelayan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Apr 2023 10:04:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[DKP Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Salurkan Bantuan Paket Sembako]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=48421</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati menyalurkan bantuan paket sembako bagi nelayan. Bantuan sudah mulai disalurkan kemarin di bagi per wilayah kecamatan dengan total 5.556 paket sembako. Pejabat Fungsional Pengelola Produksi Perikanan Tangkap pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Taryadi mengatakan Bansos sembako untuk nelayan ini dari dana insentif [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati menyalurkan bantuan paket sembako bagi nelayan. Bantuan sudah mulai disalurkan kemarin di bagi per wilayah kecamatan dengan total 5.556 paket sembako.</p>
<p>Pejabat Fungsional Pengelola Produksi Perikanan Tangkap pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Taryadi mengatakan Bansos sembako untuk nelayan ini dari dana insentif daerah (DID).</p>
<p>&#8220;Sasaran bansos untuk nelayan di Kabupaten Pati, yaitu bagi janda nelayan dan jompo nelayan dengan jumlah keseluruhan sebanyak 5.556 paket/orang,&#8221; ucap Taryadi, yang ditulis Minggu (9/4/2023).</p>
<p>Baik janda nelayan maupun jompo nelayan akan menerima paket. Adapun per paket berupa beras sebanyak 5 kilogram, 2 kilogram gula pasir dan 1 liter minyak goreng.</p>
<p>Menurutnya, Bansos disalurkan DKP pada pertengahan bulan ramadhan ini untuk sedikit membantu beban yang dirasakan kaum janda serta jompo nelayan. Sehingga bisa digunakan untuk persiapan hari raya.</p>
<p>&#8220;Semoga bantuan sosial sembako ini bisa membantu kesulitan janda nelayan serta jompo nelayan untuk persiapan hari raya. Untuk itu, bisa digunakan dengan sebaik-baiknya dan diterima dgn ikhlas,&#8221; harapnya.</p>
<p>Taryadi menambahkan bahwa bantuan ini sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah pusat atas kinerja dari pemerintah Kabupaten Pati yakni yg diambilkan dari DID. Oleh karenanya, ke depannya belum tentu ada bantuan serupa dari alokasi anggaran yang sama.</p>
<p>&#8220;Bansos ini ke depannya belum tentu ada karena mengingat kemampuan keuangan dari pemerintah pusat dan daerah,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/04/dkp-salurkan-bantuan-paket-sembako-bagi-nelayan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nelayan Diminta Pahami Teknologi dan Kearifan Lokal</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/03/nelayan-diminta-pahami-teknologi-dan-kearifan-lokal.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/03/nelayan-diminta-pahami-teknologi-dan-kearifan-lokal.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Mar 2023 12:33:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[adaptif]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi keberadaan]]></category>
		<category><![CDATA[hasil tangkapan]]></category>
		<category><![CDATA[jarak]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[kelemahan]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan Pati]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab pati]]></category>
		<category><![CDATA[posisi ikan]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[satelit]]></category>
		<category><![CDATA[tangkapan ikan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=47854</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta para nelayan tradisional untuk memahami kemajuan canggihnya teknologi. Ini untuk menunjang produktivitas hasil tangkapan ikan, karena bisa memungkinkan mendeteksi keberadaan di dalam laut. Deputi Bidang Metrologi BMKG Guswanto mengatakan, selain harus memahami penerapan teknologi, nelayan juga diminta untuk menerapkan ilmu atau pemahaman yang sudah berkembang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta para nelayan tradisional untuk memahami kemajuan canggihnya teknologi. Ini untuk menunjang produktivitas hasil tangkapan ikan, karena bisa memungkinkan mendeteksi keberadaan di dalam laut.</p>
<p>Deputi Bidang Metrologi BMKG Guswanto mengatakan, selain harus memahami penerapan teknologi, nelayan juga diminta untuk menerapkan ilmu atau pemahaman yang sudah berkembang di tengah masyarakat itu sendiri dalam aktivitas melaut.</p>
<p>Menurutnya, duku nelayan susah payah mencari ikan di suatu titik. Setelah itu baru proses penangkapan. Akan tetapi, dengan canggihnya teknologi, nelayan bisa mengetahui lokasi ikan berada.</p>
<p>&#8220;Dulu mencari ikan baru ditangkap. Tapi kalau sekarang tinggal menangkap. Karena dalam aplikasi di BMKG sudah ada posisi-posisi ikan pada jam tertentu,&#8221; ujarnya dalam kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (7/3/2023).</p>
<p>Melalui kemampuan teknologi, sehingga ini memudahkan nelayan. Kendati memang pihaknya tak memungkiri bahwa teknologi yang dimiliki BMKG tetap ada kelemahan yaitu belum mampu menjangkau hingga jarak yang luas.</p>
<p>Dia menjelaskan teknologi itu bisa digunakan untuk mendeteksi ikan hanya sampai 300 kilometer. Menurutnya, lebih dari itu harus memakai satelit dan teknologi itu masih cukup mahal untuk diterapkan.</p>
<p>Kemudian, nelayan juga harus mampu menguasai kearifan lokal terhadap cuaca. Pasalnya perubahan iklim sangat cepat di waktu-waktu tertentu, apalagi ketika di tengah lautan.</p>
<p>&#8220;Teknologi BMKG dengan kearifan lokal harus dipahami digabungkan. Karena dari keduanya dapat memahami aktivitas melaut dan perubahan iklim,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara, Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro menambahkan melalui kegiatan ini para nelayan mampu memahami betul penerapan teknologi kelautan dan tidak melupakan kearifan lokal kaitannya dengan perubahan iklim.</p>
<p>&#8220;Nelayan nantinya dapat lebih adaptif terhadap cuaca yang terjadi. Bekal ini harapannya nelayan lebih produktif hasil tangkapnya,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/03/nelayan-diminta-pahami-teknologi-dan-kearifan-lokal.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nelayan di Pati Demo Tuntut PNBP 10 Persen Diturunkan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/01/nelayan-di-pati-demo-tuntut-pnbp-10-persen-diturunkan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/01/nelayan-di-pati-demo-tuntut-pnbp-10-persen-diturunkan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2023 03:26:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi demo tuntutan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) oleh nelayan pati]]></category>
		<category><![CDATA[Front Nelayan Bersatu (FNB) Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan di Pati Demo Tuntut PNBP 10 Persen Diturunkan]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=46884</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Front Nelayan Bersatu (FNB) Kabupaten Pati mendesak pemerintah daerah untuk segera menyampaikan tuntutan nelayan mengenai pnbp kepada pemerintah pusat. Massa memulai aksinya di depan gerbang sebelah selatan pendopo Pati sekitar pukul 08. 30 WIB. Sekitar seribuan nelayan ini memulai aksi dengan menyampaikan sejumlah tuntutan. Salah satunya mengenai tuntutan penerimaan negara bukan pajak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Front Nelayan Bersatu (FNB) Kabupaten Pati mendesak pemerintah daerah untuk segera menyampaikan tuntutan nelayan mengenai pnbp kepada pemerintah pusat.</p>
<p>Massa memulai aksinya di depan gerbang sebelah selatan pendopo Pati sekitar pukul 08. 30 WIB. Sekitar seribuan nelayan ini memulai aksi dengan menyampaikan sejumlah tuntutan. Salah satunya mengenai tuntutan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).</p>
<p>Massa aksi tak lelah berpanas-panasan di jalanan dengan maksud pemerintah daerah mendengar jeritan hati nelayan. Pasalnya PNBP yang sekarang ini sebesar 10 persen sangat memberatkan. Sehingga nelayan mendesak untuk diturunkan.</p>
<p>&#8220;10 persen berat apa tidak?&#8221; lalu dijawab serentak &#8220;iya&#8221; oleh massa.</p>
<p>Aksi yang dilakukan ini tetap terus akan digelar hingga permintaan nelayan PNBP 10 persen diturunkan menjadi 3 persen. Gerakan ini menurut nelayan tidak akan cukup hanya sebatas diplomasi, melainkan minimal 5 persen dikabulkan.</p>
<p>Kemudian, nelayan juga menilai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak bisa bekerja. Kenapa demikian, menurut nelayan dari FNB Pati ini menyebut yang bisa dikerjakan oleh KKP hanya mengatur tentang pajak.</p>
<p>&#8220;KKP tetap tidak menunjukkan ketahuannya. Mereka selain penarikan pajak apa yg diatur. Peraturan membuat kita susah,&#8221; tegas mereka.</p>
<p>Lebih lanjut, aksi ini merupakan awal dengan 1000 masa. Tetapi mereka mengancam besok atau pun lusa jika tuntutan tidak digubris maka akan menurunkan 10 ribu massa. Sampai penarikan PNBP itu jadi nyata.</p>
<p>Sejumlah poster yang dibawa massa aksi pun demikian. Nelayan FNB menulis jika PNBP tetap 10 persen itu akan menindas para pelaut.</p>
<figure id="attachment_46883" aria-describedby="caption-attachment-46883" style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-46883" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20230113-WA0001.jpg" alt="Massa aksi nelayan dari Front Nelayan Bersatu (FNB) membawa salah salah satu poster bertuliskan &quot;PNBP 10% no, 3% yes,&quot;" width="1280" height="720" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20230113-WA0001.jpg 1280w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20230113-WA0001-300x169.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20230113-WA0001-1024x576.jpg 1024w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20230113-WA0001-768x432.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20230113-WA0001-696x392.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20230113-WA0001-1068x601.jpg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/01/IMG-20230113-WA0001-747x420.jpg 747w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-46883" class="wp-caption-text">Massa aksi nelayan dari Front Nelayan Bersatu (FNB) membawa salah salah satu poster bertuliskan &#8220;PNBP 10% no, 3% yes,&#8221;</figcaption></figure>
<p>&#8220;PNBP 10 persen nelayan modar (mati),&#8221; tulis salah satu poster nelayan FNB.<br />
&#8220;PNBP 10 persen no, pnbp 3 yes,&#8221; tulis poster lainnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/01/nelayan-di-pati-demo-tuntut-pnbp-10-persen-diturunkan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
