<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muria Culture Camp 2023 &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/muria-culture-camp-2023/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Jun 2023 14:33:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Puluhan Sineas Muda Ikuti Kemah Budaya, Screening Film Hingga Lokakarya Kebudayaan di KBPW</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/06/puluhan-sineas-muda-ikuti-kemah-budaya-screening-film-hingga-lokakarya-kebudayaan-di-kbpw.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/06/puluhan-sineas-muda-ikuti-kemah-budaya-screening-film-hingga-lokakarya-kebudayaan-di-kbpw.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adam Naufaldo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jun 2023 14:33:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[KUDUS]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Muria Culture Camp 2023]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=49359</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, KUDUS &#8211; Puluhan sineas muda dari kalangan pelajar, mahasiswa dan umum mengikuti Kemah Budaya atau Muria Culture Camp 2023 di Kampung Budaya Piji Wetan Kudus, Sabtu-Minggu (3-4/6/2023). Selama dua hari, mereka mengikuti kemah alam terbuka, pendalaman materi perfilman, screening film dan penanaman pohon untuk kelestarian lingkungan. Tak kurang dari 30 peserta yang sudah mempunyai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> KUDUS</strong> &#8211; Puluhan sineas muda dari kalangan pelajar, mahasiswa dan umum mengikuti Kemah Budaya atau Muria Culture Camp 2023 di Kampung Budaya Piji Wetan Kudus, Sabtu-Minggu (3-4/6/2023).</p>
<p>Selama dua hari, mereka mengikuti kemah alam terbuka, pendalaman materi perfilman, screening film dan penanaman pohon untuk kelestarian lingkungan.</p>
<p>Tak kurang dari 30 peserta yang sudah mempunyai draft proposal film bertema folklor Muria digembleng untuk pembuatan projek film berbasis folklor. Sebelumnya, mereka juga mengikuti lokakarya kebudayaan lewat seminar kebudayaan, kunjungan produksi film, hingga screening film folklor dan materi-materi perfilman.</p>
<p>Ketua Kampung Budaya Piji Wetan Kudus, Muchammad Zaini mengatakan Kemah Budaya Muria ini dimaksudkan untuk mengajak generasi muda untuk mengenali kearifan lokal lewat visualisasi digital.</p>
<p>Hal ini menurut Zaini, juga tidak sebatas perlombaan film saja, melainkan juga menjadi media untuk melestarikan kekayaan muria baik itu cerita, sejarah, seni, lingkungan dan berbagai potensi di Muria.</p>
<p>&#8220;Ini adalah gerakan untuk mengajak anak muda menjadi subjek dalam pemajuan kebudayaan,&#8221; ucap Zaini, Minggu (4/6).</p>
<p>Pihaknya menyontohkan, langkah-langkah yang melibatkan banyak anak muda dalam pemajuan kebudayaan ini teraplikasi dalam pembuatan film berbasis folklor muria, aktivasi punden dan belik melalui penanaman bibit pohon, pembersihan sampah di sekitar lokasi hingga residensi film folklor.</p>
<p>&#8220;Harapan kami, anak-anak muda yang ikut kemah budaya ini, memunculkan keresahan-keresahan terhadap lingkungan sekitarnya, keresahan itu saya yakin akan menjadi karya yang luar biasa,&#8221; ungkap Zaini.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Panitia Kemah Budaya Muria 2023, berharap pelaksanaan kemah budaya ini dapat melahirkan para sineas muda yang peka dan peduli terhadap sejarah dan folklor di sekitarnya.</p>
<p>Ia pun mengapresiasi semangat dan ide-ide kreatif dari para peserta yang ingin mengangkat folklor sampai merekonstruksi folklor lokal supaya pesan-pesan dan nilai-nilai lokal yang ada bisa tersampaikan ke masyarakat.</p>
<p>Salah satu peserta, Sineas asal Jepara Adamifa Sobirin mengungkapkan bahwa kegiatan Kemah Budaya ini sangat menarik dan merupakan hal baru baginya. Menurutnya, folklor yang diangkat dalam film memang sangat penting, sebab banyak folklor yang dianggap salah dipahami masyarakat, melenceng dari maknanya dan menakutkan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Kita sering mendengar masyarakat salah menilai folklor, ada cerita rakyat yang seram, tragedi, dan ditakuti masyarakat. Dan ini perlu diluruskan, apalagi lewat film yang bisa diterima semua kalangan. Saya kira event ini sangat menarik, dan bisa menginspirasi banyak orang,&#8221; ungkap Adam.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/06/puluhan-sineas-muda-ikuti-kemah-budaya-screening-film-hingga-lokakarya-kebudayaan-di-kbpw.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kawasan Muria Berpotensi Jadi Global Geopark and Culture</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/06/kawasan-muria-berpotensi-jadi-global-geopark-and-culture.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/06/kawasan-muria-berpotensi-jadi-global-geopark-and-culture.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adam Naufaldo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jun 2023 14:31:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[KUDUS]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Piji Wetan Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Kawasan Muria]]></category>
		<category><![CDATA[Muria Culture Camp 2023]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=49346</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, KUDUS &#8211; Kawasan Muria dengan beragam kekayaan dan potensi yang dimilikinya, berpeluang untuk menjadi global geopark and culture. Sebuah ruang terbuka di desa dengan Gedung pertunjukan, working space, ruang pameran seni hingga folktorium yang bisa dinikmati seluruh masyarakat. Harapan besar itu terkemuka dalam Seminar Kebudayaan yang diselenggarakan oleh Kampung Budaya Piji Wetan Kudus dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> KUDUS</strong> &#8211; Kawasan Muria dengan beragam kekayaan dan potensi yang dimilikinya, berpeluang untuk menjadi global geopark and culture. Sebuah ruang terbuka di desa dengan Gedung pertunjukan, working space, ruang pameran seni hingga folktorium yang bisa dinikmati seluruh masyarakat.</p>
<p>Harapan besar itu terkemuka dalam Seminar Kebudayaan yang diselenggarakan oleh Kampung Budaya Piji Wetan Kudus dalam agenda Muria Culture Camp 2023 di Gedung Rektorat Lantai 4 Universitas Muria Kudus, Sabtu (3/6/2023).</p>
<p>Seminar bertajuk “Potensi Kawasan Muria Sebagai Global Geopark and Culture” ini diharapkan dapat memantik semangat para generasi muda di Kudus untuk terlibat dalam eksplorasi potensi dan bersinergi dalam memajukan kebudayaan di Kawasan Muria.</p>
<p>Ketua Kampung Budaya Piji Wetan Kudus Muchammad Zaini dalam sambutannya menyebut bahwa Muria khususnya Kudus merupakan kota kecil dengan banyak potensi yang ada. Segala potensi itu, ketika disinergikan dengan modernitas dan teknologi, akan menjadi wahana baru dalam menjaga kekayaan di Muria.</p>
<p>Cerita rakyat atau folklor yang belum banyak dieksplorasi dapat dialihwahanakan menjadi beragam karya seni baik dua dimensi maupun tiga dimensi. Seni rupa, seni pertunjukan, hingga film menjadi alat baru dalam pewarisan budaya kepada generasi penerus.</p>
<p>”Kekayaan muria, cerita rakyat, folklor di Muria perlu dijaga, kami mencoba mensinergikan beberapa stakeholder untuk menjaga cerita melalui ekspresi seni dan disinergikan dengan modernitas, teknologi dan film,” kata Zaini.</p>
<p>Lelaki yang kerap disapa Jessy Segitiga itu juga mengungkapkan satu kalimat yang menjadi semangat komunitasnya berkomitmen bersama membangun kebudayaan di Muria. &#8220;Usaha kecil yang dibarengi dengan konsistensi dan dilakukan bersama-sama akan jadi luar biasa,” ungkapnya.</p>
<p>Pemateri pertama, perwakilan dari Dirjen Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia, Riris mengungkapkan bahwa kebudayaan di setiap daerah pasti berbeda-beda. Menurutnya hal itu mengikuti ciri khas wilayah dan sejarah yang membentuk kebudayaan itu sendiri.</p>
<p>Kudus yang sangat kental dengan corak kebudayaan islam merupakan suatu kekuatan yang luar biasa. Uniknya, kata dia corak arsitektur dan pengetahuan baru yang dikenalkan kepada masyarakat, tidak meninggalkan apa yang sudah ada sebelumnya.</p>
<p>”Artinya cara menghargai kebudayaan dan saudara-saudara sekitarnya itu tinggi, bagaimana teknologi pembangunan masjid, bagaimana masyarakat tidak makan daging sapi, ini warisan budaya dari dua tokoh wali di Kudus,” paparnya.</p>
<p>Terkait hal itu, sebanyak 620 Cargar Budaya dan 10 Obyek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang ada di Kudus, perlu diinventariasi dan didata lebih lanjut. Mulai dari tradisi lisan, cerita rakyat, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, hingga pelaku kebudayaan.</p>
<p>”semua diinventaris, apa yang otentik di piji wetan, di Kudus, dilakukan pemilihan berdasarkan keaslian, keunikan dan memang tidak ditemukan di tempat lain,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Dosen Universitas Muria Kudus, Muhammad Kanzunuddin merespons tema folklor yang diangkat sebagai fokus utama dalam penyelenggaraan Kemah Budyaa KBPW 2023. Dia pun mendukung dan mengapresiasi langkah yang diambil KBPW untuk mengawali penanaman karakter bangsa melalui cerita rakyat.</p>
<p>”Nilai yg dominan di era sekarang ini yang justru nampak adalah pendidikan, budi pekerti dan nilai-nilai karakter,” ujarnya.</p>
<p>Dosen yang biasa dipanggil Pak Udin itu menilai folklor dan cerita rakyat merupakan warisan budaya yang menawarkan ruang kreativitas tak terbatas.</p>
<p>”Cerita rakyat merupakan rekonstruksi satu pemikiran, kesadaran pembentuknya, cerita rakyat punya peranan kuat dalam memekontruksi dan memprekuat sterotipe budaya yang ada,” papar Kanzunuddin.</p>
<p>Hal ini, kata dia, menjadi peluang sekaligus tantangan bagi teman-teman KBPW untuk menanamkan nilai-nilai ke masyarakat melalui folklor.</p>
<p>”Langkah adaptasi folklor jadi media tiga dimensi sudah tepat, bagaimana pelaku seni perlu kreatif, adaptif dan inovatif agar dapat diterima seluruh masyarakat,” bebernya.</p>
<p>Berbagai OPK yang telah dieksplorasi di KBPW, diharapkan dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi masyarakat, anak muda dan komunitas lain untuk turut mengembangkan daerahnya sesuai dengan kekhasannya masing-masing.</p>
<p>”Apa yang sudah dibedah dan didiskusikan tadi, ini menjadi cita-cita dan harapan kami. Minimal KBPW sudah memulai, KBPW bisa bekerja seperti ini karena potensi masing-masing individu ditempatkan sesuai prosinya. Semoga bisa memberikan referensi dan lebih-lebih inspirasi bagi masyarakat luas,” ungkap Rhy Husaini, tim kreatif KBPW di akhir materi seminar.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/06/kawasan-muria-berpotensi-jadi-global-geopark-and-culture.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
