<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mbah Syamsul Hadi &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/mbah-syamsul-hadi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2021 04:23:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Pemindahan Makam Mbah Syamsul Hadi (18)</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/03/pemindahan-makam-mbah-syamsul-hadi-18.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/03/pemindahan-makam-mbah-syamsul-hadi-18.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2021 04:23:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[REDAKSI]]></category>
		<category><![CDATA[Mbah Syamsul Hadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=26377</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, SEGERA setelah pemakaman, Pak Abd Wahab mengajukan izin keluarga, di belakang Masjid Mujahidin Kolutan Sumberejo, Jaken, untuk mendapat kepastian dari Bupati. Untuk kepentingan tersebut dilaksanakan Pak Abd Wahab dibantu dari staf kecamatan dan KUA Jaken, untuk memprosesnya, sehingga dalam jangka waktu kurang lebih limabelas hari izin makam keluarga itu sudah turun. Karena itu, ditetapkanlah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com,</strong> SEGERA setelah pemakaman, Pak Abd Wahab mengajukan izin keluarga, di belakang Masjid Mujahidin Kolutan Sumberejo, Jaken, untuk mendapat kepastian dari Bupati. Untuk kepentingan tersebut dilaksanakan Pak Abd Wahab dibantu dari staf kecamatan dan KUA Jaken, untuk memprosesnya, sehingga dalam jangka waktu kurang lebih limabelas hari izin makam keluarga itu sudah turun.</p>
<p>Karena itu, ditetapkanlah hari pemindahan jenazah Mbah Syamsul Hadi, hari Jumat Pon tanggal 27 bulan Februari Tahun 1959 yang betepatan tanggal 20 Sya&#8217;ban 1878 Hijriyah. Adapun calon makam keluarga ini telah dipersiapkan berupa liang kubur berbentuk jeding atau kulah yang diplester dengan tanpa liang lahat.</p>
<p>Sebab, sedianya jenazah telah dibuatkan peti kayu yang sementara untuk penutup liang lahat di kubur umum. Tentang pemindahan jenazah ini terjadi perbedaan pendapat antara putra-putranya, dan salah seorang putra menantu (KH Suyuthi) yang tidak menyetujui pemindahan ini, karena dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tak diinginkan.</p>
<p>Akan tetapi putra-putri dan menantu yang lain menyetujui semua, mengingat hal ini adalah wasiat Mbah Syamsul Hadi sendiri. Hal tersebut juga diperkuat dengan beberapa peristiwa yang menakutkan sepanjang makam setelah wafatnya beliau di lingkungan masjid, yakni para santri yang tidur di kompleks masjid selalu digoda oleh makhluk halus (jin) yang merupakan santri Mbah Syamsul Hadi.</p>
<p>Selain itu juga ditambah mimpi cucunya (Moh Thoha) yang pada, malam Jumat Legi ditemui Mbah Syamsul yang menanyakan, kapan pemindahannya dilakukan, dan menyuruhnya agar pemindahan segera dilakukan. Sambil menangis pada malam itu, bilang kepada Pak Abd Wahab tentang mimpinya.</p>
<p>Dengan adanya peristiwa ini, Pak Abd Wahab segera menindaklanjuti pengajuan izin yang pada saat itu sudah berada di tangan Bupati. Karena itu pada hari Senin-nya beliau menghadap sendiri ke Bupati, dan setelah diadakan wawancara agak lama, akhirnya Bupati bisa memberikan izin pada keesokan harinya, sehingga Pak Abd Wahab harus menginap di Pati, untuk keperluan ini (bersambung)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/03/pemindahan-makam-mbah-syamsul-hadi-18.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pindah ke Kolutan (5)</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/03/pindah-ke-kolutan-5.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/03/pindah-ke-kolutan-5.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2021 03:07:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[REDAKSI]]></category>
		<category><![CDATA[KH Syamsul Hadi]]></category>
		<category><![CDATA[KH Syamsul Hadi Sumberejo Jaken]]></category>
		<category><![CDATA[Mbah Syamsul Hadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=25821</guid>

					<description><![CDATA[MELIHAT situasi dan kondisi masyarakatnya, Mbah Syamsul Hadi merasa berat mengemban amanat umat sebagai seorang guru ngaji. Sebab, beliau sendiri merasa sangat prihatin melihat  perkembangan Islam. Untuk mencari dan mendapatkan jalan pemecahan, beliau memutuskan untuk pergi berziarah kepada kiai dan makam para auliya&#8217;, untuk mendapatkan petunjuk dari Allah SWT serta diberi kekuatan agar bisa memikul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MELIHAT</strong> situasi dan kondisi masyarakatnya, Mbah Syamsul Hadi merasa berat mengemban amanat umat sebagai seorang guru ngaji. Sebab, beliau sendiri merasa sangat prihatin melihat  perkembangan Islam.</p>
<p>Untuk mencari dan mendapatkan jalan pemecahan, beliau memutuskan untuk pergi berziarah kepada kiai dan makam para auliya&#8217;, untuk mendapatkan petunjuk dari Allah SWT serta diberi kekuatan agar bisa memikul tugas sampai ke anak cucu. Atas keprihatinan tersebut, akhirnya Allah berkenan jalan keluar melalui isyarat (ilham).</p>
<p>Maksudnya, adalah supaya Mbah Syamsul Hadi hijrah (pindah) dari Dukuh Weduni Arumanis ke desa lain yang sekiranya cocok untuk mengembangkan ilmu-ilmu Allah yang telah beliau peroleh. Untuk memilih tempat baru tersebut,  beliau melakukan shalat hajat di beberapa tempat, di antaranya ke Desa Sumberan (selatan Desa Sidomukti).</p>
<p>Di tempat tersebut beliau merasa tidak cocok kemudian pindah ke Dukuh Glentengan Tegalarum juga merasa tidak tidak ada kecocokan, Akhirnya pilihan jatuh untuk pindah ke Kolutan Sumberejo, meskipun tempat yang dipilihnya adalah tanah Kolutan sebelah utara yang terkenal sebagai tempat angker alias<strong><em> &#8221;jalmo moro jalmo mati.&#8221;</em></strong></p>
<p>Sebab, sebelumnya di atas tanah itu sama sekali tidak ada orang yang kuat mendiami, dan alhadulillah beliau menempati daerah tersebut selamat secara turun temurun hingga anak-cucunya. Untuk itu Mbah Syamsul Hadi harus mengurus penyelesaian status tanah tersebut yang waktu itu milik Mbah Dongkol Krondo.</p>
<p>Adapun yang bersangkutan memang seorang mantan kepala desa (Kades), maka Mbah Syamsul Hadi menghibahkan uang sebesar Rp 40 kepada Mbah Krondo sebagai emas kawin atas tanah tersebut. Sebab, Mbah Krondo tidak bermaksud menjual tanahya,  tapi jika Mbah Syamsul Hadi menghendaki dipersilakan menempati saja, tidak usah membeli.</p>
<p>Dengan demikian, uang tersebut sebagai ucapan terima kasih Mbah Syamsul Hadi kepada Mbah Dongkol Krondo. Hal tersebut juga sekaligus dilakukan perubahan pemilikan tanah itu dengan disaksikan oleh kepala desa (bersambung).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/03/pindah-ke-kolutan-5.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
