<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Martinus Budi Prasetya &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/martinus-budi-prasetya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Jan 2026 15:08:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.7</generator>
	<item>
		<title>Banjir dan Longsor Rendam Puluhan Desa di Pati</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/01/banjir-dan-longsor-rendam-puluhan-desa-di-pati.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/01/banjir-dan-longsor-rendam-puluhan-desa-di-pati.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 15:08:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam Pati]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Martinus Budi Prasetya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57069</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Bencana banjir dan tanah longsor meluas di Kabupaten Pati sejak Jumat (9/1/2026) hingga Sabtu (10/1/2026). Sedikitnya sembilan kecamatan terdampak bencana hidrometeorologi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah lereng Gunung Muria dan kawasan pesisir. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, menyebut banjir melanda Kecamatan Dukuhseti, Gembong, Margorejo, Margoyoso, Pati, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMIN-NEWS.com &#8211; Bencana banjir dan tanah longsor meluas di Kabupaten Pati sejak Jumat (9/1/2026) hingga Sabtu (10/1/2026).</p>
<p>Sedikitnya sembilan kecamatan terdampak bencana hidrometeorologi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah lereng Gunung Muria dan kawasan pesisir.</p>
<p>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, menyebut banjir melanda Kecamatan Dukuhseti, Gembong, Margorejo, Margoyoso, Pati, Tayu, dan Wedarijaksa.</p>
<p>Sementara tanah longsor terjadi di Kecamatan Gembong, Gunungwungkal, dan Tlogowungu.</p>
<p>“Banjir melanda sejumlah desa mulai dari Kecamatan Dukuhseti, Pati Kota, Tayu, Margoyoso, Wedarijaksa, Margorejo, Gembong. Sedangkan, tanah longsor ada di Gunungwungkal, Tlogowungu, dan Gembong,” ujar Martinus.</p>
<p>BPBD mencatat puluhan desa terdampak, dengan wilayah Pati Kota dan Margorejo menjadi kawasan dengan jumlah desa terdampak terbanyak.</p>
<p>Banjir terparah terjadi di Desa Bulumanis Kidul dan Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso, dengan ratusan rumah warga terendam.</p>
<p>“Yang parah Bulumanis Kidul dan Tunjungrejo. Ada sejumlah tanggul yang rusak,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, longsor paling serius terjadi di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, dengan 13 titik longsor.</p>
<p>Meski banjir mulai surut, lumpur dan material bangunan masih menumpuk di sejumlah permukiman warga.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/01/banjir-dan-longsor-rendam-puluhan-desa-di-pati.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penanganan Kekeringan Bersifat Sementara, BPBD: Baru Diupayakan Penanganan Permanen</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/08/penanganan-kekeringan-bersifat-sementara-bpbd-baru-diupayakan-penanganan-permanen.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/08/penanganan-kekeringan-bersifat-sementara-bpbd-baru-diupayakan-penanganan-permanen.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Aug 2023 12:57:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Berita Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Martinus Budi Prasetya]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan Kekeringan di Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=50646</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Musim kemarau memunculkan persoalan terkait fenomena kekeringan. Hal ini yang dialami sejumlah wilayah di Kabupaten Pati. Penanganan kegiatan ini masih bersifat sementara. Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Martinus Budi Prasetya, pada Rakor penanganan kekeringan di Pendopo belum lama ini. Dia mengaku penanganan yang dilakukan hanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Musim kemarau memunculkan persoalan terkait fenomena kekeringan. Hal ini yang dialami sejumlah wilayah di Kabupaten Pati. Penanganan kegiatan ini masih bersifat sementara.</p>
<p>Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Martinus Budi Prasetya, pada Rakor penanganan kekeringan di Pendopo belum lama ini. Dia mengaku penanganan yang dilakukan hanya memberi bantuan droping air.</p>
<p>&#8220;Memang kelemahan penanganan bencana ini bersifat sementara hanya droping air saja. (masih) kita upayakan untuk penanganan yang lebih permanen,&#8221; ujarnya kepada awak media.</p>
<p>Dirinya menjelaskan penanganan jangka panjang misalnya seperti dengan menambah fasilitas Pamsimas di daerah yang terdampak kekeringan dan menambah embun.</p>
<p>Selain itu, dia menekankan agar masyarakat membuat tandon atau penampung air. Menurutnya pembuatan tandon ketika hujan turun itu adalah sesuatu yang penting. Sehingga BPBD akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat.</p>
<p>Budi menyebut tandon air bisa dimanfaatkan masyarakat pada musim-musim seperti ini. Di samping itu, langkah ini bisa memudahkan petugas saat droping bantuan. Sehingga bantuan air tidak rumah ke rumah, melainkan bisa langsung ke tandon yang telah tersedia.</p>
<p>Dia menyatakan bahwa BPBD banyak menerima saran dari sejumlah pihak untuk membuat tandon. &#8220;disampaikan dari Kades Sarimulyo Jakenan bahwa yang dibutuhkan adalah tandon air permanen. Baznas juga demikian, diakui ada anggaran tetapi diarahkan yang sifatnya permanen&#8221; terangnya.</p>
<p>&#8220;Ada beberapa tandon, tapi tidak semua desa punya. Sehingga koordinasi dengan Dispermades agar Dana Desa bisa diarahkan untuk mengalokasikan pembangunan tandon,&#8221; tambah dia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/08/penanganan-kekeringan-bersifat-sementara-bpbd-baru-diupayakan-penanganan-permanen.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Ada Sepekan, Banyutowo Tertimpa Angin Kencang dan Terendam Banjir</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/12/tak-ada-sepekan-banyutowo-tertimpa-angin-kencang-dan-terendam-banjir.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/12/tak-ada-sepekan-banyutowo-tertimpa-angin-kencang-dan-terendam-banjir.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2022 13:19:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[DESA KITA]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Ali As'adi]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Banyutowo]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Banyutowo Angin Kencang dan Terendam Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua SAR Tunggul Wulung]]></category>
		<category><![CDATA[Martinus Budi Prasetya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=46530</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Terhitung tak ada sepekan, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti tertimpa bencana alam. Yakni angin kencang yang melanda desa setempat hingga menyebabkan genteng warga rusak akibat sapuan angin. Kepala Pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya menjelaskan bahwa di Desa Banyutowo, selain sebelumnya tertimpa angin kencang. Juga desa yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Terhitung tak ada sepekan, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti tertimpa bencana alam. Yakni angin kencang yang melanda desa setempat hingga menyebabkan genteng warga rusak akibat sapuan angin.</p>
<p>Kepala Pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya menjelaskan bahwa di Desa Banyutowo, selain sebelumnya tertimpa angin kencang. Juga desa yang terletak di pesisir itu terendam banjir.</p>
<p>&#8220;Setelah hari Jumat, 23 Desember masyarakat Banyutowo, tepatnya di RT 2 RW 1 dan Dukuh Porbo RT 7 RW 2 Dukuhseti, digoncang angin kencang yang menyebabkan banyak genting kabur (rusak). Senin 26 Desember hari ini banjir juga melanda Banyutowo RT 2 RW 1 dan Dukuh porbo Rt 7/3 Dukuhseti,&#8221; ujar Budi dalam keterangan tertulisnya.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang diterima BPBD, dia mengatakan banjir itu disebabkan karena intensitas hujan tinggi yang terjadi pada Senin dinihari tadi. Akibatnya banjir tak terelakkan, air sungai meluap ke permukaan warga.</p>
<p>Lebih lanjut, kata dia bahwa banjir yang disebabkan karena faktor alam. Hal ini juga diperparah dengan kondisi drainase di Desa Banyutowo disebut tidak memadai. Meski tidak ada korban jiwa, namun banjir itu berdampak pada rumah penduduk.</p>
<p>&#8220;Mulai pukul 4.30 WIB air sudah mulai memasuki rumah-rumah warga. Banjir disebabkan curah hujan yang deras. Sedangkan drainase/saluran air tidak memadai,&#8221; terangnya.</p>
<p>Terpisah, Ketua SAR Tunggul Wulung, Ali As&#8217;adi menyatakan hingga Senin petang banjir juga belum surut banjir masih menggenang area pemukiman penduduk. Adapun yang terdampak banjir terdapat 100 rumah lebih.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan catatan kami di Banyutowo ada 66 rumah dan di Slempong Dukuhseti ada 48 rumah terdampak banjir. Adapun sampai saat ini banjir belum juga surut,&#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/12/tak-ada-sepekan-banyutowo-tertimpa-angin-kencang-dan-terendam-banjir.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Melanda Tiga Desa di Jakenan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/11/banjir-melanda-tiga-desa-di-jakenan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/11/banjir-melanda-tiga-desa-di-jakenan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2022 07:00:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Melanda Tiga Desa di Jakenan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Pati hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Glonggong]]></category>
		<category><![CDATA[Kades Glonggong]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Martinus Budi Prasetya]]></category>
		<category><![CDATA[Rukin Prasetyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=45687</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Tiga desa di Kecamatan Jakenan tergenang banjir, lantaran sebelumnya di wilayah tersebut diguyur hujan lebat, Sabtu (12/11/2022). Tiga desa itu di antaranya Desa Glonggong, Bungasrejo dan Desa Sembaturagung. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya menyatakan, ketinggian banjir yang melanda di wilayah Jakenan itu bervariatif. Rata-rata mulai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Tiga desa di Kecamatan Jakenan tergenang banjir, lantaran sebelumnya di wilayah tersebut diguyur hujan lebat, Sabtu (12/11/2022). Tiga desa itu di antaranya Desa Glonggong, Bungasrejo dan Desa Sembaturagung.</p>
<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya menyatakan, ketinggian banjir yang melanda di wilayah Jakenan itu bervariatif. Rata-rata mulai 15 s/d 30 centimeter.</p>
<p>&#8220;Jalan Glonggong-Winong turut Desa Glonggong banjir dengan ketinggian antara 20 cm sampai dengan 30 cm. Jalan Raya Glonggong-Jakenan Desa Glonggong dan Desa Sembaturagung sepanjang 300 meter dengan ketinggian air antara 20 cm sampai 30 cm,&#8221; ujar Martinus.</p>
<p>Kemudian, lanjut dia banjir juga melanda di Desa Bungasrejo. Adapun ketinggian banjir hingga 25 cm. Akibat banjir tersebut, jalan raya Glonggong &#8211; Gabus dan kw arah timur Glonggong &#8211; Jakenan lumpuh. Pasalnya kendaraan roda dua maupun empat tak bisa melintas.</p>
<p>&#8220;Akibat banjir jalan raya tergenang air dan tidak bisa di lewati. Dan air menggenangi pemukiman penduduk dan menggenangi area persawahan dan lahan pertanian,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Pihaknya menyebut BPBD saat ini masih menghimpun data berkait dengan kerugian material yang diakibatkan banjir. Selain jumlah kerugian masih menunggu laporan perkembangan lebih lanjut, Martinus juga menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa tidak ada dalam bencana alam kali ini.</p>
<p>Menurutnya, banjir yang melanda di wilayah Jakenan dikarenakan kiriman dari wilayah hulu yaitu dari Kecamatan Pucakwangi dan Winong. Lantaran intensitas curah tinggi sehingga sungai setempat tak mampu menampung volume air yang pada akhirnya meluap ke jalan raya hingga pemukiman warga.</p>
<p>&#8220;Akibat banjir dikarenakan curah hujan tinggi dan sungai yang ada di Desa Glonggong meluap karena ada kiriman dari wilayah Kecamatan Pucakwangi dan Kecamatan winong,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara Kades Glonggong, Rukin Prasetyo menambahkan, banjir tersebut sedikitnya berdampak pada 100 rumah warganya. Banjir ada yang masuk ke rumah warga, terutama bagian dapur.</p>
<p>&#8220;Bagi warga Glongglong banjir itu sudah menjadi hal yang rutin setiap tahun. Untuk tahun ini mulai Januari sampai November sudah ada 10 &#8211; 11 kali. Ini disebabkan secara geografis Desa Glongglong terletak di dataran rendah sudah dari dulu banjir,&#8221; paparnya.</p>
<p>Kemudian, menurut dia dampak banjir terhadap pertanian disebut tidak signifikan. Hal itu lantaran sekarang ini para petani baru persiapan masa tanam dengan menyiapkan bibit.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/11/banjir-melanda-tiga-desa-di-jakenan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penanaman di Kawasan Hulu Kurangi Resiko Banjir di Pati</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/09/penanaman-di-kawasan-hulu-kurangi-resiko-banjir-di-pati.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/09/penanaman-di-kawasan-hulu-kurangi-resiko-banjir-di-pati.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2022 13:20:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Pelaksana BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[Kurangi Resiko Banjir di Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Martinus Budi Prasetya]]></category>
		<category><![CDATA[Pegunungan Muria]]></category>
		<category><![CDATA[Penanaman pohon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=44377</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati menyebut banjir yang melanda di daerah diakibatkan dari rusaknya kawasan serapan di wilayah hulu. Padahal, jika kawasan serapan ini berfungsi maksimal, setidaknya tidak akan terjadi atau bisa mengurangi volume banjir. Kepala Pelaksana BPBD, Martinus Budi Prasetya mengatakan, pihaknya bersama dengan pemangku kebijakan kehutanan terus berupaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com</a>, PATI</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati menyebut banjir yang melanda di daerah diakibatkan dari rusaknya kawasan serapan di wilayah hulu. Padahal, jika kawasan serapan ini berfungsi maksimal, setidaknya tidak akan terjadi atau bisa mengurangi volume banjir.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD, Martinus Budi Prasetya mengatakan, pihaknya bersama dengan pemangku kebijakan kehutanan terus berupaya melakukan gerakan agar bisa mengurangi resiko banjir.</p>
<p>Upaya tersebut dengan menggandeng Perhutani selaku yang berwenang di hutan lindung, serta Cabang Dinas Kehutanan (CDK) mempunyai kewenangan pada hutan produksi masyarakat dengan melakukan penanaman.</p>
<p>&#8220;Banyak upaya yang dilakukan baik oleh Perhutani maupun Cabang Dinas Kehutanan (CDK), selain melakukan penanaman tanaman kayu, juga pohon yang buah,&#8221; ungkap Martinus, Kamis (15/9/2022) kemarin.</p>
<p>Ini dilakukan menurut Martinus ditujukan agar setelah pohon tersebut berbuah, masyarakat merasakan manfaatnya. Kemudian masyarakat secara sadar dan mau mengurangi tanaman semusim yaitu ketela di wilayah utara dan jagung di selatan.</p>
<p>Dirinya mengungkapkan bahwa geografis wilayah Kabupaten Pati seperti mangkok, sebab dikelilingi pegunungan di bagian Barat pegunungan Pati Ayam, bagian utara Pegunungan Muria, sedangkan bagian selatan Pegunungan Kendeng. Jadi ada yang mengatakan Pati rumah air, masuk dari mana saja memang masuknya ke Pati.</p>
<p>Kendati demikian, pihaknya mengaku jika banjir beberapa tahun ini tidak besar. Akan tetapi betapa pun besar kecilnya banjir, akan menimbulkan kerugian akibat banjir tersebut.</p>
<p>&#8220;Maka yang harus kita lakukan adalah mengurangi resiko, mengurangi kerugian yang mungkin diakibatkan dampak dari banjir. Kemudian upaya yang bisa kita lakukan sungguh-sungguh memelihara dari hulu sampai hilir supaya banjir itu tidak besar,&#8221; paparnya.</p>
<p>Dirinya mencontohkan banjir yang baru saja terjadi misalnya, di Tunjungrejo Margoyoso itu ternyata diakibatkan di daerah Tlogowungu yang lokasinya di wilayah atas. &#8220;Maka penguatan di daerah hulu itu memang harus dan segera dilakukan,&#8221; tegasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/09/penanaman-di-kawasan-hulu-kurangi-resiko-banjir-di-pati.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
