<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mahasiswa UNNES &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/mahasiswa-unnes/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Jan 2024 12:25:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Cegah Abrasi, IMP Tanam 1000 Mangrove di Pantai Pangkalan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2024/01/cegah-abrasi-imp-tanam-1000-mangrove-di-pantai-pangkalan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2024/01/cegah-abrasi-imp-tanam-1000-mangrove-di-pantai-pangkalan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2024 12:25:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Beria Pati Hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah Hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Viral Hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Viral Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Berita Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UNNES]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=52782</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Sejumlah mahasiswa yang tergabung Ikatan Mahasiswa Pati (IMP) pada Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan penanaman 1000 bibit mangrove di Pantai Pangkalan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Minggu (21/1/2024) kemarin. Kegiatan ini bertajuk AMPERA (Aksi Mahasiswa Peduli Konservasi Pati). Di mana diikuti oleh 300 partisipan dari berbagai kalangan, mulai dari siswa-siswi, mahasiswa, kelompok tani [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Sejumlah mahasiswa yang tergabung Ikatan Mahasiswa Pati (IMP) pada Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan penanaman 1000 bibit mangrove di Pantai Pangkalan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Minggu (21/1/2024) kemarin.</p>
<p>Kegiatan ini bertajuk AMPERA (Aksi Mahasiswa Peduli Konservasi Pati). Di mana diikuti oleh 300 partisipan dari berbagai kalangan, mulai dari siswa-siswi, mahasiswa, kelompok tani dan masyarakat umum.</p>
<p>Ketua Ikatan Mahasiswa Pati, Dwi Galih mengatakan acara ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi aktif mahasiswa dalam pelestarian ekosistem pesisir terutama dari terjadinya abrasi.</p>
<p>“Alhamdulillah dalam kegiatan AMPERA yang kita laksanakan di pantai pangkalan ini berjalan dengan lancar dan diikuti sekitar 300 voulentir dari seluruh kabupaten pati dengan penanaman 1000 mangrove guna pencegahan ambrasi pantai,&#8221; katanya.</p>
<p>Pihaknya menekankan gerakan tanam mangrove ini bisa diteruskan oleh IMP di tahun-tahun yang akan datang.</p>
<p>Dia menjelaskan sebelum memulai penanaman, peserta mendapatkan edukasi dari para ahli lingkungan tentang manfaat mangrove bagi ekosistem laut dan dampak positifnya terhadap mitigasi bencana alam. Peserta juga diberikan panduan teknis dalam menanam dan merawat bibit mangrove.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-52785" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-22-at-15.01.35-300x216.jpeg" alt="" width="300" height="216" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-22-at-15.01.35-300x216.jpeg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-22-at-15.01.35-768x553.jpeg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-22-at-15.01.35-696x501.jpeg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-22-at-15.01.35-583x420.jpeg 583w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-22-at-15.01.35.jpeg 900w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Setelah itu, mahasiswa IMP dan para partisipan dengan penuh semangat mulai menanam bibit-bibit mangrove secara bersama-sama.</p>
<p>Menurutnya melalui kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas untuk peduli terhadap lingkungan sekitar, serta mendorong partisipasi aktif dalam upaya pelestarian wilayah pesisir.</p>
<p>&#8220;Dengan kerjasama apik antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan ekosistem mangrove dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat besar bagi keberlanjutan lingkungan pesisir,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2024/01/cegah-abrasi-imp-tanam-1000-mangrove-di-pantai-pangkalan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim PKM IPTEK UNNES Ciptakan Alat Pengusir Hama Berbasis Tenaga Surya</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/09/tim-pkm-iptek-unnes-ciptakan-alat-pengusir-hama-berbasis-tenaga-surya.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/09/tim-pkm-iptek-unnes-ciptakan-alat-pengusir-hama-berbasis-tenaga-surya.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Sep 2023 09:37:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KAMPUS]]></category>
		<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[Alat Pengusir Hama Berbasis Tenaga Surya]]></category>
		<category><![CDATA[berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UNNES]]></category>
		<category><![CDATA[semarang hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[UNNES]]></category>
		<category><![CDATA[unnes semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=51158</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, Tim pelaksana Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Penerapan IPTEK Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menciptakan alat pengusir hama burung berbasis tenaga surya. Alat itu dilengkapi dengan pengukur pH bertenaga surya berbasis IoT. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung sebagai upaya meningkatkan produktivitas padi Kelompok Tani Ngambarsari, Desa Mangunsari, Kecamatan Gunung Pati, Semarang. &#8220;Kami ciptakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a></strong> Tim pelaksana Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Penerapan IPTEK Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menciptakan alat pengusir hama burung berbasis tenaga surya.</p>
<p>Alat itu dilengkapi dengan pengukur pH bertenaga surya berbasis IoT. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung sebagai upaya meningkatkan produktivitas padi Kelompok Tani Ngambarsari, Desa Mangunsari, Kecamatan Gunung Pati, Semarang.</p>
<p>&#8220;Kami ciptakan alat yang difungsikan sebagai pengusir hama pipit. Alat tersebut bertenaga surya berbasis IoT untuk kelompok tani Ngambarsari,&#8221; kata Ketua PKM FT UNNES, Alvan Fauzi.</p>
<p>Desa ini berjarak 6,2 km dari kampus Universitas Negeri Semarang, Kota Semarang. Serta dapat ditempuh dengan mengendarai motor sekitar 13 menit. Adapun luas pertanian di tempat itu diperkirakan mencapai 844,348.28 meter.</p>
<p>Dirinya menyatakan bahwa Kelompok Tani Ngambarsari memiliki sebuah permasalahan yaitu organisme pengganggu tanaman berupa hama burung pipit dan tingkat keasaman tanah yang tidak sesuai.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-51160 size-medium" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-11-at-16.09.53-300x135.jpeg" alt="" width="300" height="135" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-11-at-16.09.53-300x135.jpeg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-11-at-16.09.53-1024x461.jpeg 1024w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-11-at-16.09.53-768x346.jpeg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-11-at-16.09.53-1536x691.jpeg 1536w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-11-at-16.09.53-696x313.jpeg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-11-at-16.09.53-1068x481.jpeg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-11-at-16.09.53-933x420.jpeg 933w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-11-at-16.09.53.jpeg 1600w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Akibatnya, kata dia, produktivitas pertanian kelompok Ngambarsari menurun. Selain itu tidak bisa mendukung program IP 400 yang dikembangkan.</p>
<p>Lebih lanjut, sebenarnya anggota kelompok sudah berusaha menggunakan jaring pada sawah, serta memasang beberapa untaian tali yang disambungkan dengan kaleng yang diikat di atas tanaman padi untuk menimbulkan suara ketika ditarik. Hal itu menyebabkan burung merasa terancam kemudian terbang sehingga tidak ada kesempatan untuk memakan padi.</p>
<p>&#8220;Akan tetapi alat tersebut masih bekerja secara manual dan burung masih bisa melewati samping jaring,&#8221; dia menjelaskan.</p>
<p>Atas dasar itu, tim pelaksana PKM FT UNNES menawarkan solusi berupa alat pengusir hama otomatis dan pH sensor berbasis IoT yang terkoneksi dengan aplikasi.</p>
<p>&#8220;Alat ini akan bersumberkan listrik dari tenaga surya berdasarkan letak geografis dari sawah mitra dengan memanfaatkan energi matahari yang jumlahnya melimpah, sehingga nantinya meningkatkan produktivitas pertanian,&#8221; tandas dia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/09/tim-pkm-iptek-unnes-ciptakan-alat-pengusir-hama-berbasis-tenaga-surya.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ikatan Mahasiswa UNNES Pati Tanam Mangrove di Pantai Idola</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/12/ikatan-mahasiswa-unnes-pati-tanam-mangrove-di-pantai-idola.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/12/ikatan-mahasiswa-unnes-pati-tanam-mangrove-di-pantai-idola.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2022 12:07:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[KAMPUS]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan Mahasiswa Pati Universitas Negeri Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UNNES]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam Mangrove di Pantai Idola]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=46133</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pati Universitas Negeri Semarang tanam 500 bibit mangrove di Pantai Idola Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Pati pada Minggu (4/12/2022). Ini dilakukan sebagai kepedulian mereka terhadap ekosistem di kawasan pantai. Ketua Panitia, Mahendra menyebutkan bahwa di Pantai Idola tak ada tanaman mangrove. Terlebih, dia menilai ombak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pati Universitas Negeri Semarang tanam 500 bibit mangrove di Pantai Idola Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Pati pada Minggu (4/12/2022). Ini dilakukan sebagai kepedulian mereka terhadap ekosistem di kawasan pantai.</p>
<p>Ketua Panitia, Mahendra menyebutkan bahwa di Pantai Idola tak ada tanaman mangrove. Terlebih, dia menilai ombak di pantai tersebut cukup besar, sehingga dengan ditanamnya mangrove ini dapat menjaga dari abrasi maupun ekosistem.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-46131" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG-20221205-WA0024.jpg" alt="" width="1296" height="864" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG-20221205-WA0024.jpg 1296w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG-20221205-WA0024-300x200.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG-20221205-WA0024-1024x683.jpg 1024w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG-20221205-WA0024-768x512.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG-20221205-WA0024-696x464.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG-20221205-WA0024-1068x712.jpg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG-20221205-WA0024-630x420.jpg 630w" sizes="(max-width: 1296px) 100vw, 1296px" /></p>
<p>&#8220;Semoga dapat memberi manfaat bagi lingkungan. Selain itu penanaman mangrove juga diharapkan dapat berperan dalam mengatasi masalah banjir dan mengurangi adanya abrasi pada kawasan pesisir,&#8221; ujar Mahendra.</p>
<p>Gerakan penanaman yang dilakukan ini merupakan salah satu agenda Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Ikatan Mahasiswa Pati Universitas Negeri Semarang.</p>
<p>Selain itu, dirinya juga mengajak masyarakat utamanya pada generasi muda untuk lebih peduli dan peka terhadap lingkungan. Menurutnya penanaman mangrove ini adalah salah satu bentuk untuk peduli dengan lingkungan.</p>
<p>Sedangkan Ketua Ikatan Mahasiswa Pati (IMP) UNNES, Naim menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak akan mandek pada kali ini semata. Karena menurutnya, ini merupakan langkah awal untuk mengajak generasi muda lebih peduli pada lingkungan.</p>
<p>&#8220;Ini langkah awal untuk memulai dan mengajak generasi muda khususnya di Pati agar lebih peduli lingkungan. Ke depanya acara ini dapat berlangsung terus menerus setiap tahunnya dan lebih banyak lagi generasi muda yang ikut andil dalam acara ini,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sebagai informasi aksi peduli lingkungan tanam mangrove ini diikuti oleh 50 peserta yang seluruhnya dari mahasiswa asal Kabupaten Pati. Adapun acara dimulai pukul 09.00 s/d 12.00 WIB.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/12/ikatan-mahasiswa-unnes-pati-tanam-mangrove-di-pantai-idola.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa UNNES Kaji Cinderamata dari Limbah Kerang di Bulu Jepara</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/04/mahasiswa-unnes-kaji-cinderamata-dari-limbah-kerang-di-bulu-jepara.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/04/mahasiswa-unnes-kaji-cinderamata-dari-limbah-kerang-di-bulu-jepara.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2022 10:03:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[JEPARA]]></category>
		<category><![CDATA[KAMPUS]]></category>
		<category><![CDATA[Cinderamata]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah Kerang]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UNNES]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=40279</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, JEPARA &#8211; Kabupaten Jepara mempunyai daya tarik wisata pantai yang indah. Tapi tahukah kamu, selain meningkatkan pendapatan dari banyaknya wisatawan yang berkunjung itu ternyata juga memunculkan persoalan limbah. Namun, lewat kreativitas warga pesisir Desa Bulu, Kabupaten Jepara limbah cangkang kerang ini disulap menjadi produk yang bernilai. Cangkang kerang itu diolah menjadi hiasan unik nan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, JEPARA</strong> &#8211; Kabupaten Jepara mempunyai daya tarik wisata pantai yang indah. Tapi tahukah kamu, selain meningkatkan pendapatan dari banyaknya wisatawan yang berkunjung itu ternyata juga memunculkan persoalan limbah.</p>
<p>Namun, lewat kreativitas warga pesisir Desa Bulu, Kabupaten Jepara limbah cangkang kerang ini disulap menjadi produk yang bernilai. Cangkang kerang itu diolah menjadi hiasan unik nan indah yang dijadikan sebagai cinderamata. Beberapa produk yang dihasilkan seperti kap lampu, bingkai cermin ataupun interior rumah lainnya.</p>
<p>Empat mahasiswa dari Prodi Pendidikan IPS Universitas Negeri Semarang (UNNES) tertarik untuk melakukan kajian mengenai potensi limbah kerang yang diolah menjadi produk bernilai sebagai cinderamata. Keempat mahasiswa itu antaranya Rizal Haikal Fikri, Sulis Setya Asih, Reni Saraswati dan Lutfiyatul Laily dengan bimbingan dosen pengampu Ferani Mulianingsih, S.Pd., M.Pd.</p>
<p>Berdasarkan penelitian yang dilakukannya itu, diketahui proses pembuatan cinderamata dari limbah kerang cukup mudah. Hal utama yang disiapkan yaitu bahan limbah kerang. Limbah kerang ini dibersihkan dahulu sebanyak 3 kali. Pembersihan pertama, menggunakan air yang dicampur dengan HCL. Lalu dibilas menggunakan air biasa dan yang terakhir dicuci dengan air yang dicampur dengan kaporit agar kulit kerang tidak menimbulkan aroma bau. Setelah itu, bahan baru bisa digunakan setelah proses pengeringan selama 2-3 hari.</p>
<p>Setelah bahan bersih, kemudian menyiapkan pola dasar yang terbuat dari kayu atau bisa juga dengan fiber. Langkah selanjutnya bahan tersebut direkatkan dan dirapikan dengan bentuk cinderamata yang diinginkan.</p>
<p>Hasil kajian tersebut menjelaskan bahwa cinderamata dari limbah cangkang kerang mampu menghasilkan nilai rupiah. Di samping itu, mampu menarik para wisatawan yang berkunjung untuk dijadikan sebagai buah tangan kepada keluarga dan sanak saudara.</p>
<p>Salah satu warga pesisir Desa Bulu yang menekuni usaha ini adalah Noor (43), dirinya mulai merintis sejak tahun 2007. Dalam penelitian itu, Noor menjelaskan dengan berjualan cinderamata berbahan utama kulit kerang itu perekonomiannya bisa sedikit terbantu karena cinderamata kerang ini masih cukup digemari wisatawan dan menjadi salah satu cinderamata yang mempunyai ciri khas daerah pesisir. Bahkan pada musim libur, dia bisa menjual antara 10-20 biji.</p>
<p>“Ini merupakan inovasi penting, dan mahasiswa UNNES berhasil memberikan alternatif yang ramah lingkungan,” katanya di dalam penelitian itu, Sabtu (26/3/2022).</p>
<p>Cinderamata ini dirancang sebagai inovasi pemanfaatan limbah yang diharapkan dapat membuka lapangan kerja dan menggerakkan UMKM masyarakat lokal. Mahasiswa UNNES juga turut memberikan inovasi dalam pemasaran cinderamata untuk meningkatkan pangsa pasar. Misalnya melalui e-commerce misalnya shopee, tiktok shop, tokopedia, dan e-commerce lainnya.</p>
<p>Dengan adanya kajian ini, membawa harapan besar agar produk ini lebih terkenal sehingga masyarakat bisa terbantu akan pemasaran cinderamata yang berasal dari limbah kerang ini bisa dipasarkan hingga ke luar negeri sehingga tidak hanya di daerah lokal saja target pasarnya. Selain itu, masyarakat berharap agar Pemerintah dapat membranding potensi penjualan cinderamata dari limbah kerang ini untuk menjadi oleh-oleh khas Kabupaten Jepara. Cintai produk dalam negeri dan dukung selalu karya anak bangsa.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/04/mahasiswa-unnes-kaji-cinderamata-dari-limbah-kerang-di-bulu-jepara.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa UNNES Mini Riset Batik Bakaran di Kecamatan Juwana</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/03/mahasiswa-unnes-mini-riset-batik-bakaran-di-kecamatan-juwana.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/03/mahasiswa-unnes-mini-riset-batik-bakaran-di-kecamatan-juwana.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2022 12:23:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Batik bakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UNNES]]></category>
		<category><![CDATA[Mini Riset Batik Bakaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=40092</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Sejumlah kelompok mahasiswa dari Program Studi Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan mini riset terkait dengan subjek penelitian Batik Bakaran di Kecamatan Juwana. Mini riset yang dilakukannya itu juga merupakan salah satu tugas akademik dari dosennya kepada mahasiswa. Untuk diketahui mini riset ini yakni penelitian sederhana tugas Mata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Sejumlah kelompok mahasiswa dari Program Studi Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan mini riset terkait dengan subjek penelitian Batik Bakaran di Kecamatan Juwana. Mini riset yang dilakukannya itu juga merupakan salah satu tugas akademik dari dosennya kepada mahasiswa.</p>
<p>Untuk diketahui mini riset ini yakni penelitian sederhana tugas Mata Kuliah Koperasi &amp; UMKM yang bertujuan untuk mengkonservasi budaya lokal agar tetap eksis di masa sekarang. Budaya lokal tersebut dalam hal ini adalah perhatian terhadap budaya batik itu sendiri.</p>
<p>Penelitian tersebut dilakukan selama kurang lebih tiga minggu, sejak tanggal 3 s/d 29 Maret 2022. Adapun lokasinya di Desa Bakaran Kecamatan Juwana. di desa tersebut memang cukup masyhur dengan usaha melestarikan dan pengembangan khususnya batik Bakaran.</p>
<p>Dalam mini riset itu dijelaskan suatu upaya konservasi batik lokal (Bakaran), Kabupaten Pati sangat dibutuhkan. Selain untuk melestarikan juga sebagai pemantik masyarakat untuk tetap mencintai serta menjaga warisan kebudayaan.</p>
<p>Terlebih, menurut mini riset itu juga memaparkan upaya konservasi batik lokal dihadapkan dengan era globalisasi, minat dan respon masyarakat terhadap batik di kalangan generasi Z sangatlah rendah.</p>
<p>Dari hasil observasi awal yang dilakukan di Desa Bakaran, Kecamatan Juwana Kabupaten Pati itu, setidaknya ditemukan permasalahan yang dialami oleh para pengrajin batik.</p>
<p>&#8220;Pertama, rendahnya minat membatik yang hanya dilakukan oleh generasi tua, sehingga beberapa motif batik Bakaran, Kabupaten Pati terancam hilang,&#8221; bunyi mini riset tersebut.</p>
<p>Kedua, upaya memasarkan batik bakaran, Kabupaten Pati masih menjadi kendala sehingga masih banyak yang tidak mengenal batik Bakaran. Dan terakhir, masyarakat di Desa Bakaran masih belum mampu memanfaatkan potensi batik secara maksimal untuk meningkatkan pendapatan desa.</p>
<p>Dengan dasar permasalahan yang dijumpai ketika observasi awal pada mini riset itu diharapkan ada upaya serius terkait dengan konservasi budaya lokal yaitu batik. Kemudian, ditujukan kepada generasi muda agar ada regenerasi seterusnya.</p>
<p>Selain itu, sejumlah mahasiswa yang melakukan penelitian berharap dengan adanya riset dapat menggerakkan karang taruna agar turut aktif membuat program pelatihan atau latihan dengan para sesepuh ahli batik di Desa Bakaran.</p>
<p>Mini Riset ini disusun oleh empat mahasiswa yang beranggotakan Rizal Tri Bimantoro / 3601420028, Muhammad Fadhil Hilmi / 3601420043, Zulfa Nizam Pramudyo / 3610420023 dan Jamaludin Abdul Kholiq / 3601420007.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/03/mahasiswa-unnes-mini-riset-batik-bakaran-di-kecamatan-juwana.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
