<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/kepala-dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-disdikbud-kabupaten-pati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Aug 2023 13:07:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Disdikbud Akui di Kabupaten Pati Masih Kekurangan Guru</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/08/disdikbud-akui-di-kabupaten-pati-masih-kekurangan-guru.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/08/disdikbud-akui-di-kabupaten-pati-masih-kekurangan-guru.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Aug 2023 13:07:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kekurangan Guru di Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Berita Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Winarto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=50686</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Winarto mengakui jika guru atau tenaga kependidikan di daerah masih kekurangan. Menurutnya, kekurangan ini terjadi baik guru Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP). &#8220;Sementara ini iya (guru) SD masih kurang, dan (guru) SMP juga masih kurang,&#8221; ujar Winarto saat menghadiri kegiatan IHT [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Winarto mengakui jika guru atau tenaga kependidikan di daerah masih kekurangan. Menurutnya, kekurangan ini terjadi baik guru Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).</p>
<p>&#8220;Sementara ini iya (guru) SD masih kurang, dan (guru) SMP juga masih kurang,&#8221; ujar Winarto saat menghadiri kegiatan IHT di SMP Negeri 4 Pati, beberapa hari lalu.</p>
<p>Dia membeberkan bahwa berbicara mengenai jumlah tenaga kependidikan, maka selanjutnya akan dihadapkan pada tiga hal, yaitu cukup, pensiun dan terakhir mutasi. Ketiganya adalah menggambarkan bagaimana kondisi pengajar di Kabupaten Pati.</p>
<p>Winarto menyampaikan kondisi cukup pada hari ini, namun belum tentu tidak untuk esok hari. Senada dengan cukup sekarang bukan cukup seminggu yang akan datang. Hanya saja, dirinya tak hafal berapa persis jumlah kekurangan guru di Pati.</p>
<p>&#8220;Tetapi kalau kekurangannya sendiri itu data tepatnya ada di DTK. Data itu dinamis dipengaruhi kebetulan (misalnya) pensiun banyak,&#8221; ujar Kepala Disdikbud.</p>
<p>Pihaknya mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten Pati telah mengajukan kepada pemerintah pusat soal pengakuan penambahan tenaga pendidikan melalui penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ada ratusan PPPK formasi guru yang telah disetujui pusat pada tahun ini untuk segera dibuka.</p>
<p>&#8220;Kekurangan itu terus digerus pemerintah daerah. Seperti tahun ini kita mendapat tambahan 500 guru PPPK. 500 formasi itu sudah disetujui tinggal pelaksanaan,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/08/disdikbud-akui-di-kabupaten-pati-masih-kekurangan-guru.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Non Formal Penting Untuk Anak</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/11/pendidikan-non-formal-penting-untuk-anak.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/11/pendidikan-non-formal-penting-untuk-anak.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Nov 2022 11:04:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Non Formal]]></category>
		<category><![CDATA[Winarto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=45820</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Winarto menyebut, pendidikan non formal adalah salah satu institusi pendidikan yang peranannya cukup penting. Sebab sama halnya dengan pendidikan formal, yakni menemukan potensi, kemampuan serta bakat pada tiap anak. Hal itu disampaikan Winarto saat menghadiri acara peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) di Pendopo Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Winarto menyebut, pendidikan non formal adalah salah satu institusi pendidikan yang peranannya cukup penting. Sebab sama halnya dengan pendidikan formal, yakni menemukan potensi, kemampuan serta bakat pada tiap anak.</p>
<p>Hal itu disampaikan Winarto saat menghadiri acara peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) di Pendopo Kabupaten Pati. Dirinya menyebut pendidikan non formal saat ini masih dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat.</p>
<p>&#8220;Pendidikan non formal dipandang sebelah mata, padahal sejatinya adalah pendidikan yang sangat penting utamanya termasuk PAUD. Sebab itu fundamen bagi anak untuk pendidikan berikutnya,&#8221; ujar Winarto, Sabtu (19/11/2022).</p>
<p>Menurutnya, pendidikan non formal tak kalah pentingnya dengan pendidikan formal. Itu dilihat dari kacamata tujuan pendidikan, tergantung dari lembaga fungsinya masing-masing.</p>
<p>Winarto menjelaskan hari aksara ini sebagai momen untuk memperingati serta mengingatkan terhadap pentingnya kemampuan pemahaman literasi guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dia menuturkan literasi Indonesia berada di urutan ketiga dari bawah di dunia.</p>
<p>&#8220;Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan agar kita memahami pentingnya pendidikan non formal bersama yang lain (formal) untuk membentuk manusia yang berkualitas,&#8221; bebernya.</p>
<p>Kemudian, lanjut dia tujuannya yaitu memberi motivasi para kepala instansi pendidikan non formal, dan gurunya agar berkreasi, terus melakukan inovasi menjadikan lembaga yang berkualitas.</p>
<p>Sebagai informasi, tema peringatan HAI kali ini yaitu Transformasi Literasi dalam Konteks Merdeka Belajar melalui Pendidikan Non Formal. Acara ini juga dimeriahkan pentas tari, panggung musik, booth bahan bacaan buku, hingga lapak UMKM.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/11/pendidikan-non-formal-penting-untuk-anak.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
