<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kearifan Lokal &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/kearifan-lokal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Mar 2023 12:33:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Nelayan Diminta Pahami Teknologi dan Kearifan Lokal</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/03/nelayan-diminta-pahami-teknologi-dan-kearifan-lokal.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/03/nelayan-diminta-pahami-teknologi-dan-kearifan-lokal.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Mar 2023 12:33:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[adaptif]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi keberadaan]]></category>
		<category><![CDATA[hasil tangkapan]]></category>
		<category><![CDATA[jarak]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[kelemahan]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan Pati]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab pati]]></category>
		<category><![CDATA[posisi ikan]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[satelit]]></category>
		<category><![CDATA[tangkapan ikan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=47854</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta para nelayan tradisional untuk memahami kemajuan canggihnya teknologi. Ini untuk menunjang produktivitas hasil tangkapan ikan, karena bisa memungkinkan mendeteksi keberadaan di dalam laut. Deputi Bidang Metrologi BMKG Guswanto mengatakan, selain harus memahami penerapan teknologi, nelayan juga diminta untuk menerapkan ilmu atau pemahaman yang sudah berkembang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta para nelayan tradisional untuk memahami kemajuan canggihnya teknologi. Ini untuk menunjang produktivitas hasil tangkapan ikan, karena bisa memungkinkan mendeteksi keberadaan di dalam laut.</p>
<p>Deputi Bidang Metrologi BMKG Guswanto mengatakan, selain harus memahami penerapan teknologi, nelayan juga diminta untuk menerapkan ilmu atau pemahaman yang sudah berkembang di tengah masyarakat itu sendiri dalam aktivitas melaut.</p>
<p>Menurutnya, duku nelayan susah payah mencari ikan di suatu titik. Setelah itu baru proses penangkapan. Akan tetapi, dengan canggihnya teknologi, nelayan bisa mengetahui lokasi ikan berada.</p>
<p>&#8220;Dulu mencari ikan baru ditangkap. Tapi kalau sekarang tinggal menangkap. Karena dalam aplikasi di BMKG sudah ada posisi-posisi ikan pada jam tertentu,&#8221; ujarnya dalam kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (7/3/2023).</p>
<p>Melalui kemampuan teknologi, sehingga ini memudahkan nelayan. Kendati memang pihaknya tak memungkiri bahwa teknologi yang dimiliki BMKG tetap ada kelemahan yaitu belum mampu menjangkau hingga jarak yang luas.</p>
<p>Dia menjelaskan teknologi itu bisa digunakan untuk mendeteksi ikan hanya sampai 300 kilometer. Menurutnya, lebih dari itu harus memakai satelit dan teknologi itu masih cukup mahal untuk diterapkan.</p>
<p>Kemudian, nelayan juga harus mampu menguasai kearifan lokal terhadap cuaca. Pasalnya perubahan iklim sangat cepat di waktu-waktu tertentu, apalagi ketika di tengah lautan.</p>
<p>&#8220;Teknologi BMKG dengan kearifan lokal harus dipahami digabungkan. Karena dari keduanya dapat memahami aktivitas melaut dan perubahan iklim,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara, Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro menambahkan melalui kegiatan ini para nelayan mampu memahami betul penerapan teknologi kelautan dan tidak melupakan kearifan lokal kaitannya dengan perubahan iklim.</p>
<p>&#8220;Nelayan nantinya dapat lebih adaptif terhadap cuaca yang terjadi. Bekal ini harapannya nelayan lebih produktif hasil tangkapnya,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/03/nelayan-diminta-pahami-teknologi-dan-kearifan-lokal.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pawang Hujan di Mandalika, Sandiaga: Bagian Kearifan Lokal</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/03/pawang-hujan-di-mandalika-sandiaga-bagian-kearifan-lokal.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/03/pawang-hujan-di-mandalika-sandiaga-bagian-kearifan-lokal.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Mar 2022 12:48:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Pawang Hujan di Mandalika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=39789</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok sudah selesai digelar pada 18 s/d 20 Maret. Tetapi saat itu ada kejadian menarik yakni kehadiran pawang hujan. Di puncak pelaksanaan, tepatnya jelang race kelas MotoGP, hujan deras mengguyur area sirkuit yang membuat balapan terpaksa ditunda. Terkait dengan itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>, MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok sudah selesai digelar pada 18 s/d 20 Maret. Tetapi saat itu ada kejadian menarik yakni kehadiran pawang hujan. Di puncak pelaksanaan, tepatnya jelang race kelas MotoGP, hujan deras mengguyur area sirkuit yang membuat balapan terpaksa ditunda.</p>
<p>Terkait dengan itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pawang hujan MotoGP Mandalika 2022 yang jadi perbincangan di media sosial adalah bagian dari atraksi kearifan lokal yang menarik perhatian.</p>
<p>Guyuran hujan itu membuat balapan berhenti satu jam hingga akhirnya bisa dilanjutkan kembali. Tetapi, kata dia bahwa manusia hanya berusaha dan berikhtiar. Sebab pada akhirnya, Allah lah yang berkehendak atas suatu peristiwa yang terjadi.</p>
<p>&#8220;Ini bagian dari atraksi kearifan lokal, budaya yang bisa menjadi daya tarik tersendiri. Tapi tentunya Allah SWT yang berkehendak. balapan tertunda 1 jam dan bisa terlaksana. Ini jadi momen yang berkesan bukan hanya pembalap tapi juga masyarakat Indonesia,&#8221; ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (21/3/2022).</p>
<p>Ia mengaku bersyukur perhelatan race MotoGP itu tetap berjalan lancar. Sebab hujan yang menunda start tersebut mereda berkat doa semua pihak. Akhirnya masyarakat bisa menyaksikan balapan yang menarik.</p>
<p>Dirinya menambahkan ketika hujan reda kemudian langsung berkoordinasi dengan panitia penyelenggara. Selain itu, menurut Sandiaga para riders atau pembalap mengaku terkesan dengan kondisi balapan perdana di Sirkuit Mandalika.</p>
<p>&#8220;Saya berbicara dengan beberapa pembalap, ini adalah pengalaman pertama mereka. Selain pertama kalinya balap di trek Mandalika, tapi juga balapan dalam keadaan hujan seperti ini. Ini pengalaman yang sangat berkesan buat mereka,&#8221; ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/03/pawang-hujan-di-mandalika-sandiaga-bagian-kearifan-lokal.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
