<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kata Redaksi Samin News &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/kata-redaksi-samin-news/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2021 07:58:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Rezim Alergi Seni Bukanlah Hal Baru</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/09/rezim-alergi-seni-bukanlah-hal-baru.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/09/rezim-alergi-seni-bukanlah-hal-baru.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2021 07:58:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KATA REDAKSI]]></category>
		<category><![CDATA[Kata Redaksi Samin News]]></category>
		<category><![CDATA[mural]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=32726</guid>

					<description><![CDATA[BELAKANGAN ini, pemerintah terlihat begitu represif pada seni mural yang dijadikan sebagai medium untuk bersuara oleh para seniman di berbagai daerah. Bukan hanya satu atau dua kejadian saja, ada berpuluh-puluh mural yang kemudian dihapus atau bahkan berujung pada perburuan seniman pembuat mural tersebut. Bagi berbagai pihak, langkah represif pemerintah tersebut tentu sangat menghianati freedom of [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BELAKANGAN</strong> ini, pemerintah terlihat begitu represif pada seni mural yang dijadikan sebagai medium untuk bersuara oleh para seniman di berbagai daerah.</p>
<p>Bukan hanya satu atau dua kejadian saja, ada berpuluh-puluh mural yang kemudian dihapus atau bahkan berujung pada perburuan seniman pembuat mural tersebut.</p>
<p>Bagi berbagai pihak, langkah represif pemerintah tersebut tentu sangat menghianati freedom of speech yang belakangan sering digembar-gemborkan sendiri oleh Presiden Joko Widodo.</p>
<p>Pertanyaannya, mangapa pemerintah nampak tidak nyaman dengan berbagai mural tersebut? Apakah hasil karya seniman-seniman kreatif ini justru dipandang sebagai sebuah ancaman?</p>
<p>Sebenarnya, alergi pemerintah terhadap berbagai kesenian tidak hanya terjadi di masa ini saja. Sejak dulu, seni seringkali dianggap sebagai sebuah medium yang cukup mengancam keberlangsungan sebuah rezim.</p>
<p>Sebut saja di era Presiden Soeharto, ada berapa seniman yang akhirnya harus mendekam dalam tahanan akibat menjadikan karyanya sebagai medium untuk mengkritik rezim saat itu.</p>
<p>Di dunia teater, pada masa Soeharto ada kewajiban menyodorkan naskah pementasan kepada aparat sebelum dipentaskan. Dialog maupun adegan yang berisi kritik kemudian dihapus begitu saja.</p>
<p>Kemudian kita juga tentu ingat bagaimana karya-karya Pramoedya Ananta Toer yang pada saat itu bahkan dianggap buku terlarang dan tidak boleh dibaca oleh siapapun.</p>
<p>Bukan hanya di masa Soeharto, jauh sebelum masa itu, ada pula sosok Empu Prapanca yang kemudian dianggap gila dan diasingkan akibat karya-karya tulisnya berisikan mengenai bagaimana tiraninya Majapahit.</p>
<p>Bahkan menurut buku &#8220;Ketika Sastra Dibungkam Sastra Harus Bicara&#8221; milik Seni Gumira Ajidarma, saat itu hanya Empu Prapanca lah yang berani membicarakan kebusukan penguasa saat itu melalui karya sastranya.</p>
<p>Bukan hanya jurlisme, saat itu bahkan seluruh sastrawan hanya berani menuliskan puja-puji atas besar dan megahnya Majapahit.</p>
<p>Lantas apakah Rezim Joko Widodo akan mengulang kembali berbagai timeline tersebut? Akankah ia akan kian represif terhadap berbagai karya seni yang memuat kejujuran di dalamnya? Semoga saja tidak.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/09/rezim-alergi-seni-bukanlah-hal-baru.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
