<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kapal tambat di juwana &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/kapal-tambat-di-juwana/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 Apr 2022 10:34:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Sudah Lebih dari 250 Kapal Penangkap Ikan Tambat Labuh di Sepanjang Tepi Alur Kali Juwana</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/04/sudah-lebih-dari-250-kapal-penangkap-ikan-tambat-labuh-di-sepanjang-tepi-alur-kali-juwana.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/04/sudah-lebih-dari-250-kapal-penangkap-ikan-tambat-labuh-di-sepanjang-tepi-alur-kali-juwana.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2022 10:34:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal tambat di juwana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=40971</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Sejak memasuki pekan kedua hingga sekarang atau H-7 Lebaran, sekitar sudah lebih dari 250 kapal penangkap ikan berbagai ukuran sudah memasuki alur Kali Juwana. Setelah membongkar dan melelangkan ikan hasil tangkapannya, kapal-kapal tersebut juga segera tambat labuh di sepanjang tepi alur kali tersebut. Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah, karena para ABK [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_40969" aria-describedby="caption-attachment-40969" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-thumbnail wp-image-40969" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/04/DSC09151-300x300.jpg" alt="Kapal penangkap ikan dengan bobot mati berbagai GT saat ini sudah banyak yang sandar atau tambat labuh di tepi alur Kali Juwana, menjelang H - 7 Lebaran.(Foto:SN/aed)" width="300" height="300" /><figcaption id="caption-attachment-40969" class="wp-caption-text">Kapal penangkap ikan dengan bobot mati berbagai GT saat ini sudah banyak yang sandar atau tambat labuh di tepi alur Kali Juwana, menjelang H &#8211; 7 Lebaran.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Sejak memasuki pekan kedua hingga sekarang atau H-7 Lebaran, sekitar sudah lebih dari 250 kapal penangkap ikan berbagai ukuran sudah memasuki alur Kali Juwana. Setelah membongkar dan melelangkan ikan hasil tangkapannya, kapal-kapal tersebut juga segera tambat labuh di sepanjang tepi alur kali tersebut.</p>
<p>Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah, karena para ABK maupun kru kapal penangkap lainnya, jika menjelang Lebaran tetap akan mendarat setelah berbulan-bulan melaut hingga perairan paling jauh dari Juwana, yaitu Papua. Mereka akan menikmati masa libur di darat sampai H+7 Lebaran, dan bahkan bisa lebih tergantung kesiapan pengisian perbekalan saat kapal harus kembali berangkat melaut.</p>
<p>Kepala Bidang (Kabid) P2TPI Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Soleh, ketika ditanya berkait hal tersebut membenarkan, dan kembali berulang-ulang mengingatkan, agar para pemilik kapal beserta pengurusnya agar selalu mematuhi semua petunjuk yang diberikan oleh Tim Terpadu Kemaritiman Juwana. &#8221;Yakni, hindari hal-hal riskan yang dampaknya sangat merugikan para pemilik kapal yang bersangkutan, yaitu terjadinya musibah kebakaran,&#8221;tandasnya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-thumbnail wp-image-40968" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/04/DSC09157-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></p>
<figure id="attachment_40967" aria-describedby="caption-attachment-40967" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-thumbnail wp-image-40967" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/04/DSC09160-300x300.jpg" alt="Kapal-kapal penangkap ikan berukuran besar yang tambat labuh di hilir Jembatan Juwana I di ruas jalan Juwana-Rembang, semua tertib tidak ada yang sampai melintang menutup alur kali.(Foto:SN/aed)" width="300" height="300" /><figcaption id="caption-attachment-40967" class="wp-caption-text">Kapal-kapal penangkap ikan berukuran besar yang tambat labuh di hilir Jembatan Juwana I di ruas jalan Juwana-Rembang, semua tertib tidak ada yang sampai melintang menutup alur kali.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Di sisi lain, pihaknya juga mengapresiasi tertibnya kapal-kapal yang tambat labuh sampai saat ini belum ada yang asal bisa tambat, tapi sebagian badan kapal ada yang melintang ke tengah alur kali. Semoga saja hal itu tidak terjadi, karena dengan kondisi alur kali yang terbuka, maka jajaran personel Tim Kemaritiman Terpadu setiap saat bisa berpatroli di sepanjang alur kali, tanpa harus menghadapi hambatan adanya kapal yang melintang di tengah alur kali.</p>
<p>Dari catatan data yang masuk ke pihaknya, sampai Selasa (26/April) 2022 ini, kapal yang sudah masuk dan selesai melakukan tambat labuh , adalah kapal-kapal yang melakukan penangkap ikan yang melelangkan hasil tangkapannya di TPI Unit II Juwana, jumlahnya sudah sebanyak 181 kapal. Sedangkan yang melakukan tambat lapuh di lokasi TPI Uni 1 sampai saat ini sudah 71 kapal, dan masing-masing akan terus bertambah.</p>
<p>Dengan demikian, kapal-kapal penangkap ikan yang berdatangan belakangan untuk lokasi tambat labuhnya tentu harus semakin ke hilir. &#8221;Yakni, mulai sekitar kawasan Pulau Seprapat ke utara, karena itu memang lokasi tempat yang tersedia, karena kolam tambat kapal sampai saat ini masih dalam tahap penyelesaian,&#8221;imbuh Soleh.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/04/sudah-lebih-dari-250-kapal-penangkap-ikan-tambat-labuh-di-sepanjang-tepi-alur-kali-juwana.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kapal Penangkap Ikan yang Terus Berdatangan Harus Berjubel untuk Bisa Tambat</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/04/kapal-penangkap-ikan-yang-terus-berdatangan-harus-berjubel-untuk-bisa-tambat.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/04/kapal-penangkap-ikan-yang-terus-berdatangan-harus-berjubel-untuk-bisa-tambat.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Apr 2022 12:19:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal tambat di juwana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=40872</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Memasuki minggu ketiga berlangsungnya puasa Ramadhan, kesibukan tampak semakin meningkat di sepanjang alur Kali Juwana. Hal itu terjadi mulai dari sisi hilir Jembatan Juwana atau jembatan lama di ruas jalan raya nasional Juwana &#8211; Rembang hingga jauh ke hilir di kawasan Pulau Seprapat. Kondisi tersebut sebagaimana berlangsung setiap menjelang Lebaran, seperti di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_40868" aria-describedby="caption-attachment-40868" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-thumbnail wp-image-40868" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/04/DSC09124-300x300.jpg" alt="Kapal penangkap ikan di Juwana yang baru kembali dari melaut saat harus tambat di sepanjang pinggir alur Juwana atau yang juga dikenal dengan Bengawan Silugonggo.(Foto:SN/aed)" width="300" height="300" /><figcaption id="caption-attachment-40868" class="wp-caption-text">Kapal penangkap ikan di Juwana yang baru kembali dari melaut saat harus tambat di sepanjang pinggir alur Juwana atau yang juga dikenal dengan Bengawan Silugonggo.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Memasuki minggu ketiga berlangsungnya puasa Ramadhan, kesibukan tampak semakin meningkat di sepanjang alur Kali Juwana. Hal itu terjadi mulai dari sisi hilir Jembatan Juwana atau jembatan lama di ruas jalan raya nasional Juwana &#8211; Rembang hingga jauh ke hilir di kawasan Pulau Seprapat.</p>
<p>Kondisi tersebut sebagaimana berlangsung setiap menjelang Lebaran, seperti di tahun-tahun sebelumnya yang sudah barang tentu tak bisa dihindari, mengingat jumlah kapal penangkap ikan terus bertambah. Akan tetapi di sisi lain, lokasi atau ruang untuk tambat kapal saat para anak buah kapal (ABK) ber-Lebaran bersama keluarga tentu menjadi perhatian tersediri.</p>
<p>Karena itu, papar Kepala Bidang (Kabid) P2TPI Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Soleh, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, kini terus berupaya untuk menuntaskan pelaksanaan pembangunan kolam tambat kapal. &#8221;Lokasinya di kawasan Pulau Seprapat, dan saat ini sudah memasuki tahapan pengerukan tanah dari dalam lokasi kolam,&#8221;ujarnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-thumbnail wp-image-40870" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/04/IMG-20220422-WA0017-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></p>
<p>Terlepas dari hal tersebut, lanjut Soleh, dalam menyikapi kondisi tersebut pihaknya juga langsung menggelar rapat koordinasi dengan pihak Tim Terpadu Kemaritiman Juwana. Hal tersebut dalam rangka antisipasi pra hingga pasca-Lebaran di aula TPI Unit II Juwana yang dihadiri pula Tim Muspika kecamatan setempat.</p>
<p>Materinya berkait dengan pembahasan  persiapan antisipasi kegiatan nelayan menjelang hingga pasca-Lebaran yang biasanya dilanjutkan dengan gelaran acara tradisional, yaitu Sedekah Laut. Tak ketinggalan masalah pengaturan tambat labuh kapal juga menjadi pokok bahasan, utamanya dalam hal upaya mencegah terjadinya kebakaran kapal.</p>
<p>Berkait hal yang disebut terakhir, tentu sudah dipersiapkan Tim Terpadu yang terdiri dari unsur kemaritiman Juwana, untuk siaga 24 jam dengan mendirikan Posko di galangan kapal milik H Lasdi yang sekaligus juga untuk patroli dan pengamanan alur kali. &#8221;Dengan demikian, sangat diperlukan sinergitas antarunsur kemaritiman di Juwana, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan, serta kondusifitas masyarakat setempat,&#8221;imbuh Soleh.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/04/kapal-penangkap-ikan-yang-terus-berdatangan-harus-berjubel-untuk-bisa-tambat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
