<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kampung Budaya Piji Wetan &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/kampung-budaya-piji-wetan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 May 2023 12:22:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Batik Folklor, Adaptasi Falsafah Sunan Muria Kabupaten Kudus</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/05/batik-folklor-adaptasi-falsafah-sunan-muria-kabupaten-kudus.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/05/batik-folklor-adaptasi-falsafah-sunan-muria-kabupaten-kudus.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adam Naufaldo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 May 2023 12:22:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[KUDUS]]></category>
		<category><![CDATA[Batik Folklor]]></category>
		<category><![CDATA[Batik Tulis]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Falsafah Sunan Muria Kabupaten Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Piji Wetan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=48852</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, KUDUS &#8211; Cerita rakyat rupanya bisa diadaptasi dan dialihwahanakan ke dalam berbagai karya, salah satunya batik. Kampung Budaya Piji Wetan produk barunya berupa batik tulis yang terinspirasi dari folklor setempat. Folklor yang diangkat menjadi sebuah kain batik berangkat dari falsafah Sunan Muria yaitu Pager Mangkok. Falsafah Pager Mangkok, oleh masyarakat di sana memaknainya sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> KUDUS</strong> &#8211; Cerita rakyat rupanya bisa diadaptasi dan dialihwahanakan ke dalam berbagai karya, salah satunya batik.</p>
<p>Kampung Budaya Piji Wetan produk barunya berupa batik tulis yang terinspirasi dari folklor setempat.</p>
<p>Folklor yang diangkat menjadi sebuah kain batik berangkat dari falsafah Sunan Muria yaitu Pager Mangkok. Falsafah Pager Mangkok, oleh masyarakat di sana memaknainya sebagai ajaran berbagi dan bersedekah kepada tetangganya.</p>
<p>&#8220;Pager mangkok, pagerono omahmu nganggo mangkok, tinimbang pager tembok,&#8221; kata pembuat batik tulis pager mangkok Artini.</p>
<p>Dirinya mengatakan, penciptaan batik Pager Mangkok ini sudah sejak lama dipikirkannya, yakni semenjak tahun 2021 kemarin. Saat festival pager mangkok yang pertama. Lalu, pada kegiatan itu juga sempat membuka pelatihan membatik berbasis folklor lokal.</p>
<p>&#8220;Di Piji Wetan memang banyak folklor lokal, karena itu saya terinspirasi membuat motif batik pager mangkok. Motifnya seperti kecacil, gunungan pager mangkok, dan tumbuhan di sekitar,&#8221; ungkapnya.</p>
<figure id="attachment_48850" aria-describedby="caption-attachment-48850" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-48850" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230505-WA0006-300x200.jpg" alt="Foto: Batik Folklor (istimewa)" width="300" height="200" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230505-WA0006-300x200.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230505-WA0006-1024x683.jpg 1024w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230505-WA0006-768x512.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230505-WA0006-1536x1024.jpg 1536w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230505-WA0006-696x464.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230505-WA0006-1068x712.jpg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230505-WA0006-630x420.jpg 630w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230505-WA0006.jpg 1600w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-48850" class="wp-caption-text">Foto: Batik Folklor (istimewa)</figcaption></figure>
<p>Artini juga melibatkan ibu-ibu PKK di Piji Wetan dalam proses membuat batik pager mangkok. Setelah produk jadi, kain batik itu bisa digunakan menjadi produk sarung, jarik dan bawahan.</p>
<p>Batik pager mangkok saat ini sudah tersedia di KBPW store. Artini mengaku menjualnya dengan rentang harga sekitar Rp 100 ribu per kainnya. Dirinya berharap, semakin banyak orang luar yang mengetahui dan mengenal adanya batik tulis yang diadaptasi dari folklor lokal.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/05/batik-folklor-adaptasi-falsafah-sunan-muria-kabupaten-kudus.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Metode Dakwah Unik, Festival Takjil di Kampung Budaya Piji Wetan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/04/metode-dakwah-unik-festival-takjil-di-kampung-budaya-piji-wetan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/04/metode-dakwah-unik-festival-takjil-di-kampung-budaya-piji-wetan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adam Naufaldo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Apr 2023 15:33:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[KUDUS]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Takjil di Kampung Budaya Piji Wetan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Piji Wetan]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Dakwah Unik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=48441</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, KUDUS – Metode Dakwah Unik melalui Festival Takjil yang digelar di Kampung Budaya Piji Wetan, Kecamatan Dawe, Kudus itu merupakan even ketiga yang digelar satu tahun sekali dalam rangka memeriahkan bulan Ramadhan. Kegiatan yang di mulai pada Jumat 7 April hingga Minggu 9 April 2023 kemarin, pihak panitia KBPW mengangkat tema &#8216;Festival Takjil Exploring [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> KUDUS</strong> – Metode Dakwah Unik melalui Festival Takjil yang digelar di Kampung Budaya Piji Wetan, Kecamatan Dawe, Kudus itu merupakan even ketiga yang digelar satu tahun sekali dalam rangka memeriahkan bulan Ramadhan.</p>
<p>Kegiatan yang di mulai pada Jumat 7 April hingga Minggu 9 April 2023 kemarin, pihak panitia KBPW mengangkat tema &#8216;Festival Takjil Exploring Ramadhan di Piji Wetan&#8217;. Selain itu dimeriahkan juga dengan kegiatan seperti lomba-lomba, diskusi, dan pertunjukan seni.</p>
<p>Muchammad Zaini selaku Ketua Kampung Budaya Piji Wetan menyampaikan bahwa pemajuan tradisi takjil ini memiliki peranan penting dalam pemajuan dan penguatan kebudayaan, serta dapat menjadi sarana warga sekitar untuk melestarikan tradisi takjil.</p>
<p>&#8220;Kegiatan pertunjukan yang berada di dalamnya dapat digunakan sebagai wadah dalam mengangkat nilai luhur yang sesuai dengan kebudayaan kami,&#8221; ujarnya, Minggu (9/4/2023) kemarin.</p>
<p>Menurutnya eksplorasi budaya yang dikolaborasikan dalam sebuah kegiatan sangat efektif dalam mewariskan nilai-nilai luhur yang diinginkan. Mengingat momentum Ramadhan ini dapat membantu mengangkat nilai-nilai luhur agar semakin dikenal.</p>
<p>Lebih lanjut melalui festival tersebut, masyarakat dari berbagai elemen yang datang di KBPW bisa saling bertegur sapa hingga menunggu adzan Magrib atau waktu berbuka puasa. Selain itu, anak-anak hingga remaja yang datang dan mengikuti kegiatan tersebut dapat mengeksplorasi atau mengembangkan potensi diri melalui lomba yang digelar.</p>
<p>&#8220;Tentunya festival takjil ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat sekitar seperti membantu pelaku UMKM lokal dalam meningkatkan kemandirian ekonominya. Bahkan para warga dapat saling bersilaturahmi dan mempererat kerukunan,&#8221; tandasnya.</p>
<p>&#8220;Bisa juga hal ini menjadi salah satu metode dakwah kami untuk mengingatkan kembali tentang ajaran bersedekah dari Sunan Muria, yakni Pager Mangkok,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dengan begitu, masyarakat diharapkan dapat menemukan kembali khazanah sosial-spiritual sehingga berdampak pada laku hidup ke arah yang lebih baik, serta tidak melupakan sejarah penting, nilai-nilai dan budaya lokal di daerahnya.</p>
<p>&#8220;Kita harus ingat dengan asal-muasal kita, bagaimana tradisi atau nilai budaya yang ada agar tetap relevan bagi siapapun dan sampai kapanpun,” pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/04/metode-dakwah-unik-festival-takjil-di-kampung-budaya-piji-wetan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>60 Peserta Lomba Kaligrafi Meriahkan Festival Takjil di Kampung Budaya Piji Wetan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/04/60-peserta-lomba-kaligrafi-meriahkan-festival-takjil-di-kampung-budaya-piji-wetan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/04/60-peserta-lomba-kaligrafi-meriahkan-festival-takjil-di-kampung-budaya-piji-wetan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adam Naufaldo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Apr 2023 10:31:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[KUDUS]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Takjil]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Piji Wetan]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Kaligrafi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=48428</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, KUDUS &#8211; 60 peserta Lomba Kaligrafi turut meriahkan festival Takjil di Kampung Budaya Piji Wetan Kecamatan Dawe. Untuk peserta diikuti mulai dari SD, SMP, dan SMA yang mengikuti lomba selain kaligrafi. Mentor Kelas Kaligrafi Kampung Budaya Piji Wetan Muhammad Musyafa menjelaskan, kegiatan yang digelar ini dalam rangka menggelar agenda tahunan berupa Festival Takjil di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> KUDUS</strong> &#8211; 60 peserta Lomba Kaligrafi turut meriahkan festival Takjil di Kampung Budaya Piji Wetan Kecamatan Dawe. Untuk peserta diikuti mulai dari SD, SMP, dan SMA yang mengikuti lomba selain kaligrafi.</p>
<p>Mentor Kelas Kaligrafi Kampung Budaya Piji Wetan Muhammad Musyafa menjelaskan, kegiatan yang digelar ini dalam rangka menggelar agenda tahunan berupa Festival Takjil di Kampung Budaya Piji Wetan yang diikuti oleh beberapa peserta.</p>
<p>&#8220;Edisi ini khusus karena Kelas Kaligrafi diberi tantangan untuk membuat acara. Paling pas dibulan ramadan ini bersamaan dengan acara Festival Takjil,&#8221; ungkapnya kepada Samin News.</p>
<p>Selain itu kata Musyafa, agenda ini melibatkan beberapa sekolah diantaranya siswa SD, SMP, dan SMA. Tidak hanya kelas kaligrafi yang digelar, ada juga lomba adzan, tartil, mewarnai kaligrafi, lomba kaligrafi tingkat SMP dan lain-lain.</p>
<p>&#8220;Selain lomba yang sudah digelar, ada juga pameran-pameran kaligrafi yang terpampang. Diketahui untuk lomba kaligrafi ini ada 60 peserta yang mengikuti,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia menyebut bahwa, digelarnya kelas ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada seni kaligrafi itu sendiri di wilayahnya yakni Piji Wetan. Serta memberikan ruang kepada anak-anak untuk belajar dan berkreasi.</p>
<p>&#8220;Semoga acara ini kedepan bisa berlanjut dan kemampuan peserta ini dalam kelas kaligrafi banyak diketahui masyarakat lainnya,&#8221; tuturnya.</p>
<figure id="attachment_48423" aria-describedby="caption-attachment-48423" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-48423" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG-20230409-WA0018-300x225.jpg" alt="Foto: Tampak anak-anak sedang serius mewarnai kaligrafi yang bertuliskan Ramadhan" width="300" height="225" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG-20230409-WA0018-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG-20230409-WA0018-1024x768.jpg 1024w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG-20230409-WA0018-768x576.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG-20230409-WA0018-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG-20230409-WA0018-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG-20230409-WA0018-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG-20230409-WA0018-530x396.jpg 530w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG-20230409-WA0018-696x522.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG-20230409-WA0018-1068x801.jpg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG-20230409-WA0018-560x420.jpg 560w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG-20230409-WA0018.jpg 1296w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-48423" class="wp-caption-text">Foto: Tampak anak-anak sedang serius mewarnai kaligrafi yang bertuliskan Ramadhan</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, salah satu Warga Undaan Hindun menyampaikan bahwa, kehadirannya di Kampung Budaya Piji Wetan untuk mengikutkan anaknya dalam lomba mewarnai kaligrafi agar lebih meriah. Untuk hasilnya menang ataupun kalah itu terserah.</p>
<p>&#8220;Hasilnya apapun terserah yang penting ikut dan mengenalkan anak tentang dunia luar,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/04/60-peserta-lomba-kaligrafi-meriahkan-festival-takjil-di-kampung-budaya-piji-wetan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kampung Budaya Piji Wetan Kudus Tampilkan Tari Berbasis Folklor</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/03/kampung-budaya-piji-wetan-kudus-tampilkan-tari-berbasis-folklor.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/03/kampung-budaya-piji-wetan-kudus-tampilkan-tari-berbasis-folklor.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adam Naufaldo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Mar 2023 15:49:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[KUDUS]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Folklor]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Piji Wetan]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan Lokal Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Koreografi Tari]]></category>
		<category><![CDATA[Nadya Ngecis]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran Karya]]></category>
		<category><![CDATA[Screening Thriller]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Tari]]></category>
		<category><![CDATA[Sunan Muria]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=47752</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, KUSUS &#8211; Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) Kabupaten Kudus menampilkan tari berbasis folklor yang dibungkus dengan pameran karya berjudul &#8216;Nadya Ngecis&#8217; bertempat di aula Balaidesa Lau, Dawe, Kudus. Koordinator Kelas Tari, M. Ulul Azmi menjelaskan, gelar tari yang ditampilkan oleh KBPW itu berhasil membuat kagum penonton. Tari tersebut mengangkat kisah belik di Dukuh Piji [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> KUSUS</strong> &#8211; Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) Kabupaten Kudus menampilkan tari berbasis folklor yang dibungkus dengan pameran karya berjudul &#8216;Nadya Ngecis&#8217; bertempat di aula Balaidesa Lau, Dawe, Kudus.</p>
<p>Koordinator Kelas Tari, M. Ulul Azmi menjelaskan, gelar tari yang ditampilkan oleh KBPW itu berhasil membuat kagum penonton. Tari tersebut mengangkat kisah belik di Dukuh Piji Wetan.</p>
<p>&#8220;Tari yang digelar Kampung Budaya Piji Wetan Kudus ini mengangkat kisa belik ngeci yang membuat penonton terpukau,&#8221; bebernya.</p>
<p>Lebih lanjut, kegiatan tari tersebut diawali dengan screening thriler &#8220;Nadya Ngecis&#8221;, dilanjut dengan penampilan tari diatas panggung berdurasi 7 menit. Setelah itu, barulah mengadakan sesi diskusi.</p>
<p>&#8220;Sesi diskusi dimulai usai penampilan para seni tari diatas panggung. Lalu, berlanjut tari bersama tiga narasumber kompeten.</p>
<p>Narasumber itu yakni Praktisi Tari Endang Tonny, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kudus Sancaka Pani, dan Budayawan Asa Jatmiko. Tari ini terinspirasi karena ingin mengenalkan kearifan lokal desa.</p>
<p>Ulul Azmi bercerita mengenai kisah Sunan Muria saat melakukan perjalanan dakwah dan menemukan seekor burung yang kehausan. Usai mencari air ke rumah dan tidak menjumpainya, Sunan Muria menancapkan tongkat hingga muncul air yang saat ini disebut Nadya Ngecis.</p>
<p>&#8220;Ini adalah hasil gelar karya yang sudah kami geluti beberapa bulan terakhir. Dimulai dari latihan, riset, eksplorasi, sampai ujian dan pentas malam ini,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Koreografis Tari Ridayani menjelaskan, tari tersebut merupakan bentuk garapan yang diharapkan penari harus sangat matang dalam wiraga wirama dan wirasa.</p>
<p>&#8220;Ini tari garapan, penarinya itu harus pro, penari yang pinter, matang, dan punya daya ingat. Tari garapan ini juga paling susah menyatukan rasanya. Harus mengalahkan ego pribadi,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/03/kampung-budaya-piji-wetan-kudus-tampilkan-tari-berbasis-folklor.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinas PMD Kudus Apresiasi Gelaran Festival Pager Mangkok di KBPW</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/11/dinas-pmd-kudus-apresiasi-gelaran-festival-pager-mangkok-di-kbpw.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/11/dinas-pmd-kudus-apresiasi-gelaran-festival-pager-mangkok-di-kbpw.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adam Naufaldo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2022 11:19:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[KUDUS]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Piji Wetan]]></category>
		<category><![CDATA[Pagelaran Festival Pager Mangkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=45976</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, KUDUS &#8211; Pagelaran Festival Pager Mangkok yang diselenggarakan di Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) berhasil menyedot ratusan animo masyarakat disekitarnya, termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Kepala Bidang Lilik Ngesti W yang mengapresiasi acara tersebut. &#8220;Festival Pager Mangkok menjadi angin segar bagi desa lain untuk nguri-nguri budaya dan mengembangkan budaya di daerahnya,&#8221; ujar Kabid [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> KUDUS</strong> &#8211; Pagelaran Festival Pager Mangkok yang diselenggarakan di Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) berhasil menyedot ratusan animo masyarakat disekitarnya, termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Kepala Bidang Lilik Ngesti W yang mengapresiasi acara tersebut.</p>
<p>&#8220;Festival Pager Mangkok menjadi angin segar bagi desa lain untuk nguri-nguri budaya dan mengembangkan budaya di daerahnya,&#8221; ujar Kabid PMD Lilik Ngesti saat ditemui disela kesibukannya, Senin (28/11/2022).</p>
<p>Gelaran Festival Pager Mangkok di KBPW diharapkan jadi pelecut semangat desa lain dalam mengembangkan budaya yang lebih adaptif, dikembangkan dan dilestarikan sesuai potensinya. Mengingat di era saat ini kebudayaan sangat dibutuhkan.</p>
<p>&#8220;Kebudayaan sangat dibutuhkan bagi masyarakat di zaman sekarang, sebagai pola hidup dan pola perilaku dalam menghadapi tantangan zaman,&#8221; kata saat ditemui di sela kesibukannya.</p>
<p>Lebih lanjut, kebudayaan di era sekarang juga, menurut Liliek, banyak yang tergerus oleh zaman. Tentunya hal itu perlu seluruh elemen masyarakat maupun tokoh membantu dalam melestarikan, dan mengembangkan menjadi adaptif.</p>
<p>&#8220;Dalam mengembangkan budaya, perlu juga mempunyai kemandirian dan kemampuan mengembangkan potensi di setiap desa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Koordinator Kirab Pager Mangkok Eko Purnomo mengungkapkan, ratusan warga sekitar yang mengikuti prosesi kirab pager mangkok mendapatkan sebanyak 400 nasi tomplingan yang dibagikan oleh pihak KBPW.</p>
<figure id="attachment_45975" aria-describedby="caption-attachment-45975" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-45975" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221128-WA0012-300x225.jpg" alt="Animo masyarakat ikuti Festival Pager Mangkok di Kampung Budaya Piji Wetan Kabupaten Kudus" width="300" height="225" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221128-WA0012-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221128-WA0012-1024x768.jpg 1024w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221128-WA0012-768x576.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221128-WA0012-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221128-WA0012-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221128-WA0012-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221128-WA0012-530x396.jpg 530w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221128-WA0012-696x522.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221128-WA0012-1068x801.jpg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221128-WA0012-560x420.jpg 560w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/11/IMG-20221128-WA0012.jpg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-45975" class="wp-caption-text">Animo masyarakat ikuti Festival Pager Mangkok di Kampung Budaya Piji Wetan Kabupaten Kudus</figcaption></figure>
<p>&#8220;Nasi tomplingan yang dibungkus oleh daun pisang itu menjadi simbol praktek bersedekah yang diajarkan Sunan Muria,&#8221; bebernya.</p>
<p>Nasi tomplingan berisi nasi putih dengan sambal, mie, dan tahu tempe yang dibungkus daun pisang. Penggunaan bahan alami itu merupakan karya dari masyarakat Piji Wetan. Selain itu, kirab dan ritual doa pager mangkok bertujuan untuk melestarikan budaya weweh (bersedekah-red) di tengah masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/11/dinas-pmd-kudus-apresiasi-gelaran-festival-pager-mangkok-di-kbpw.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
