<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Juwana &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/juwana/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Aug 2024 10:31:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Jalan ke Pulau Seprapat Ambles Sepanjang 65 Meter</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2024/08/jalan-ke-pulau-seprapat-ambles-sepanjang-65-meter.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2024/08/jalan-ke-pulau-seprapat-ambles-sepanjang-65-meter.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Aug 2024 10:31:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[INFRASTRUKTUR]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Pati hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah Pati]]></category>
		<category><![CDATA[jalan juwana ambles]]></category>
		<category><![CDATA[Juwana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=54600</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Kondisi jalan dermaga menuju pulau seprapat, Juwana mengalami retak dan kerusakan yang cukup panjang. Puluhan meter jalan itu mengalami kerusakan hingga akhirnya diambil langkah penutupan agar tidak dilintasi masyarakat hingga kendaraan. Warga menyebut amblasnya jalan itu terjadi pada Rabu (28/8) malam. Hal ini membahayakan masyarakat serta pengguna jalan. Sebab bagian tengah jalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Kondisi jalan dermaga menuju pulau seprapat, Juwana mengalami retak dan kerusakan yang cukup panjang. Puluhan meter jalan itu mengalami kerusakan hingga akhirnya diambil langkah penutupan agar tidak dilintasi masyarakat hingga kendaraan.</p>
<p>Warga menyebut amblasnya jalan itu terjadi pada Rabu (28/8) malam. Hal ini membahayakan masyarakat serta pengguna jalan. Sebab bagian tengah jalan mengalami keretakan sangat panjang dan pinggirnya amblas.</p>
<p>&#8220;Retak parah dan bahaya. Awalnya warga mengira kerusakan ini disebabkan karena gempa bumi. Tetapi sebagian warga ada yang bilang ini karena pengerukan sungai Juwana di sampingnya,&#8221; ujar Wisnu.</p>
<p>Jalan tersebut di bagian tengah mengalami keretakan. Sementara bagian tepi jalan ambles. Jalan dermaga itu merupakan jalan yang digunakan masyarakat untuk aktivitas kegiatan perikanan.</p>
<p>Bahkan sebagian terlihat di bagian pinggir jalan di samping penahan dinding tambat kapal juga terlihat jalan tersebut tergenangi air. Tampak juga tiang listrik miring hampir 45 derajat.</p>
<p>Jalan retak serta ambles itu dibenarkan oleh Plt Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati, Hasto.</p>
<p>Ia mengatakan pihaknya bersama tim dari DPUTR bersama BBWS telah mengecek ke lokasi jalan amblas di jalan menuju tambat kapal Juwana pada Kamis (29/8) kemarin.</p>
<p>Dirinya menyampaikan rusaknya jalan puluhan meter itu disebabkan lantaran aktivitas normalisasi sungai Juwana yang terlalu dekat dengan tembok penahan dan penambatan kapal.</p>
<p>&#8220;Karena dampak normalisasi sungai yang terlalu dekat dengan tembok penahan dan penambatan kapal di dinding penahan sheet pile sehingga dinding penahan menjadi miring dan berefek amblesnya jalan sepanjang +- 65 meter lebar 8 meter,&#8221; katanya dikonfirmasi Jumat (30/8/2024).</p>
<p>Hasto juga telah berkoordinasi dengan pihak BBWS terkait upaya pembenahan jalan amblas tersebut. Sehingga ke depannya setelah jalan itu telah diperbaiki maka akan dilakukan perbaikan badan jalan.</p>
<p>&#8220;Saat ini sedang dilakukan pembenahan dinding penahan sheet pile nya oleh BBWS, bila dinding penahannya sudah dibenahi kami dari DPU baru bisa melakukan pembenahan badan jalan yang ambles,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2024/08/jalan-ke-pulau-seprapat-ambles-sepanjang-65-meter.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah Warga di Juwana Hangus Terbakar  Tiga Damkar Dikerahkan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/09/rumah-warga-di-juwana-hangus-terbakar-tiga-damkar-dikerahkan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/09/rumah-warga-di-juwana-hangus-terbakar-tiga-damkar-dikerahkan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Sep 2023 12:07:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[BakaranWetan]]></category>
		<category><![CDATA[Beria Pati Hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[DamkarPati]]></category>
		<category><![CDATA[Juwana]]></category>
		<category><![CDATA[KebakaranAman]]></category>
		<category><![CDATA[KebakaranPati]]></category>
		<category><![CDATA[KebakaranPulih]]></category>
		<category><![CDATA[KebakaranRumah]]></category>
		<category><![CDATA[KerugianMateriaI]]></category>
		<category><![CDATA[KorbanKebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Berita Pati]]></category>
		<category><![CDATA[PencegahanKebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[penegak hokum]]></category>
		<category><![CDATA[SelamatTami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=51092</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Kebakaran menghanguskan sebuah rumah milik Tami, seorang warga Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana pada Rabu malam (6/9/2023) sekitar pukul 23.00 WIB. Beruntung kebakaran di tempat padat pemukiman itu tidak merembet ke bangunan lingkungan sekitar. Dari Damkar Pati menerjunkan 3 (tiga) unit sekaligus untuk memadamkan kobaran api. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Kebakaran menghanguskan sebuah rumah milik  Tami, seorang warga Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana pada Rabu malam (6/9/2023) sekitar pukul 23.00 WIB. </p>
<p>Beruntung kebakaran di tempat padat pemukiman itu tidak merembet ke bangunan lingkungan sekitar. Dari Damkar Pati menerjunkan 3 (tiga) unit sekaligus untuk memadamkan kobaran api. </p>
<p>Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasatpol PP dan Damkar) Kabupaten Pati Sugiono, menyatakan pihaknya usai menerima laporan segera bergegas ke lokasi.</p>
<p>&#8220;Kami terjunkan tiga unit Damkar dengan 7 personel. Juga dibantu oleh TNI-Polri serta wegah sekitar guna memadamkan api. Kebakaran itu disebabkan lantaran adanya korsleting hubungan arus pendek di rumah korban,&#8221; ujar Sugiyono seperti laporan tertulisnya.</p>
<p>Menurutnya, api dapat dijinakkan dalam waktu sejam kemudian. Musibah kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya saja, kata dia kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapainya puluhan juta rupiah. </p>
<p>&#8220;Rumah korban hangus sekejap, tapi tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini. Tapi kerugian ditaksir mencapai Rp 60 juta,&#8221; papar Sugiyono. </p>
<p>Dirinya juga menuturkan, selain di Juwana kebakaran juga terjadi di dua tempat lain yaitu di Desa Bulumulyo, Kecamatan Batangan dan di Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus.</p>
<p>Di Desa Bulumulyo api membakar pepohonan bambu karena sisa pembakaran sampah. Sementara di Gempolsari membakar lahan terbuka akibat pembakaran sampah dan meluas. </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/09/rumah-warga-di-juwana-hangus-terbakar-tiga-damkar-dikerahkan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Juwana, Kasat Polairud: Punya Ciri Tato Serupa Naga</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/07/penemuan-mayat-tanpa-identitas-di-juwana-kasat-polairud-punya-ciri-tato-serupa-naga.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/07/penemuan-mayat-tanpa-identitas-di-juwana-kasat-polairud-punya-ciri-tato-serupa-naga.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jul 2023 12:43:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Juwana]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan mayat]]></category>
		<category><![CDATA[Polairud Polresta Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Silugonggo.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=49976</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Sat Polairud Polresta Pati menemukan sesosok mayat laki-laki mengapung di Sungai Silugonggo Juwana tepatnya di Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Kamis (6/7/2023). Penemuan mayat tersebut tanpa diketahui identitasnya. Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan menjelaskan pertama kali terlihat di sebelah timur DOK CV Putra Barokah. Kondisinya cukup memprihatinkan lantaran sebagian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Sat Polairud Polresta Pati menemukan sesosok mayat laki-laki mengapung di Sungai Silugonggo Juwana tepatnya di Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Kamis (6/7/2023). Penemuan mayat tersebut tanpa diketahui identitasnya.</p>
<p>Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan menjelaskan pertama kali terlihat di sebelah timur DOK CV Putra Barokah. Kondisinya cukup memprihatinkan lantaran sebagian tubuhnya mulai mengelupas.</p>
<p>&#8220;Melakukan evakuasi jenazah bersama tim inafis dan Puskesmas Juwana. Pemeriksaan yang dilakukan itu mayat sudah mengalami lebam, kulit terkelupas, darah keluar dari hidung dan mata, sudah ada pembusukan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Usai dilakukan proses evakuasi, mayat selanjutnya dibawa ke RSUD Soewondo Pati. Dari hasil pemeriksaan itu juga, mayat tidak ditemukan indikasi mengalami kekerasan atau luka di tubuh korban.</p>
<p>Kendati mayat tersebut tanpa diketahui identitasnya, namun polisi memaparkan sejumlah ciri-ciri yang melekat pada anggota tubuh. Di antaranya terdapat tato pada tangan serta kaki.</p>
<p>&#8220;Jenazah mempunyai ciri-ciri khusus yakni ada tato di bagian tangan hingga kaki sebelah kiri yang menyerupai gambar ular naga. Memakai kaos lengan panjang abu-abu, celana jeans biru merek klasmin,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Selain ada tato pada bagian tubuh itu, dia menambahkan jika mayat saat ditemukan memakai cincin motif tengkorak pada jari manis tangan kanan. Dengan memiliki rambut lurus serta bagian depan pada ujung disemir warna kuning.</p>
<p>Atas penemuan mayat tampa identitas itu, dirinya berharap bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya bisa langsung menuju RSUD RAA Soewondo Pati, karena jenazah saat ini disimpan oleh pihak rumah sakit. Atau menghubungi pihak kepolisian terdekat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/07/penemuan-mayat-tanpa-identitas-di-juwana-kasat-polairud-punya-ciri-tato-serupa-naga.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendangkalan dan Parkir Kapal Pemicu Meluapnya Sungai Silugonggo</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/03/pendangkalan-dan-parkir-kapal-pemicu-meluapnya-sungai-silugonggo.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/03/pendangkalan-dan-parkir-kapal-pemicu-meluapnya-sungai-silugonggo.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Mar 2023 13:12:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[desa banjarsari]]></category>
		<category><![CDATA[Dukuh Biteng]]></category>
		<category><![CDATA[Gabus]]></category>
		<category><![CDATA[intensitas hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Juwana]]></category>
		<category><![CDATA[kayen]]></category>
		<category><![CDATA[normalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[parkir kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Pati]]></category>
		<category><![CDATA[pendangkalan sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Sukolilo]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Silugonggo.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=47807</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Banjir limpasan dari Sungai Silugonggo yang melintasi dari atas mulai Sukolilo, Kayen, Gabus, Pati Kota hingga Juwana naik ke permukaan rumah warga. Wilayah di sekitar sungai itu menjadi langganan banjir tiap kali hujan deras datang. Sebut saja Dukuh Biteng Desa Banjarsari Kecamatan Gabus. Di wilayah ini banjir sudah menjadi langganan. Selain lantaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Banjir limpasan dari Sungai Silugonggo yang melintasi dari atas mulai Sukolilo, Kayen, Gabus, Pati Kota hingga Juwana naik ke permukaan rumah warga. Wilayah di sekitar sungai itu menjadi langganan banjir tiap kali hujan deras datang.</p>
<p>Sebut saja Dukuh Biteng Desa Banjarsari Kecamatan Gabus. Di wilayah ini banjir sudah menjadi langganan. Selain lantaran cuaca ekstrim, banjir limpasan Silugonggo tersebut diduga faktornya adalah parkir kapal besar yang menghambat aliran air ke laut. Sehingga berdampak air meluap ke daratan.</p>
<p>Kasnari (48) warga Dukuh Biteng Desa Banjarsari mengatakan, banjir sudah ketiga kalinya terhitung belum ada setahun. Sebelumnya, banjir merendam berbulan-bulan namun sudah surut. Tetapi awal tahun 2023 ini banjir kembali datang.</p>
<p>&#8220;(banjir) awal tahun sudah surut, ini banjir datang lagi kemarin dua mingguan. Jarak pemukiman (Biteng) ke Silugonggo tak kurang 70-an m,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Langganan banjir itu ya termasuk karena ada kapal di Juwana, jadi air tidak lancar berhenti lalu meluap ke desa-desa pinggiran sungai,&#8221; sambung Kasnari.</p>
<p>Apalagi dia menyebut cuaca hujan yang terjadi dengan intensitas tinggi menambah air semakin naik ke permukaan. Belum lagi hujan dari wilayah atas. Sehingga, dia berharap ada upaya untuk melakukan upaya mencarikan solusi mengatasi persoalan kapal itu.</p>
<p>Hujan beserta parkir kapal yang disebut memicu terjadinya banjir di sekitaran sungai, disebut juga kondisi Sungai Silugonggo sudah mengalami pendangkalan. Sehingga tak mampu menampung banyak debit air.</p>
<p>&#8220;Pendangkalan Sungai Silugonggo itu juga termasuk penyebab banjir. Sudah tak bisa ngalir karena adanya parkir kapal ditambah sungai dangkal pula. Normalisasi sudah lama tidak ada,&#8221; ungkap Karmeni warga lainnya.</p>
<p>Sedangkan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya menjelaskan berdasarkan data yang diterimanya per tanggal 2 Maret 2023 banjir terjadi di 8 kecamatan. Meliputi, Kecamatan Gabus, Jakenan, Pati, Kayen, Dukuhseti, Sukolilo, Juwana dan Margoyoso.</p>
<p>&#8220;Sudah sekitar satu minggu (lebih) hujan intensitas tinggi dan cuaca yang sangat ekstrim di Pati beberapa hari ini, mengakibatkan DAS (Daerah Aliran Sungai) tidak mampu menampung debit air hujan dan meluap menggenangi beberapa kecamatan,&#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/03/pendangkalan-dan-parkir-kapal-pemicu-meluapnya-sungai-silugonggo.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kapal Penangkap Ikan Pulang ke Juwana Butuh Tempat Tambat Maksimal</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/05/kapal-penangkap-ikan-pulang-ke-juwana-butuh-tempat-tambat-maksimal.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/05/kapal-penangkap-ikan-pulang-ke-juwana-butuh-tempat-tambat-maksimal.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 May 2021 10:18:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Juwana]]></category>
		<category><![CDATA[kolam tambat kapal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=28191</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Terbatasnya panjang alur Kali Juwana mulai hilir jembatan di ruas jalan Juwana-Rembang hingga kawasan Pulau Seprapat, saat ini tak mampu lagi untuk tambat kapal penangkap ikan yang pulang ke Juwana saat menjelang hingga usai Lebaran. Karena itu, para penanggung jawab tim pengamanan terpadu harus bekerja ekstra keras. Dalam kondisi seperti sekarang yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Terbatasnya panjang alur Kali Juwana mulai hilir jembatan di ruas jalan Juwana-Rembang hingga kawasan Pulau Seprapat, saat ini tak mampu lagi untuk tambat kapal penangkap ikan yang pulang ke Juwana saat menjelang hingga usai Lebaran. Karena itu, para penanggung jawab tim pengamanan terpadu harus bekerja ekstra keras.</p>
<p>Dalam kondisi seperti sekarang yang harus dicegah dan diwaspadai, adalah ancaman terjadinya kebakaran mengingat jumlah kapal yang tambat di sepanjanng alur kali tersebut mencapai ratusan. Karena itu, untuk mengurangi ancaman terjadinya musibah tersebut tak ada cara lain kecuali semua harus saling menjaga dan menjauhkan semua kegiatan yang menimbulkan terjadinya ancaman kebakaran.</p>
<p>Sedangkan satu harapan yang mungkin bisa mengurangi menumpuknya kapal yang tambat di sepanjang pinggir alur kali, papar salah seorang tokoh masyarakatw</p>
<p>warga Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Pati, H Jamari, harapannya untuk saat ini tertumpu pada upaya penyediaan fasilitas oleh pemerintah kabupaten setempat, &#8221;Yakni, pembangunan fasilitas kolam tambat kapal di sisi utara kawasan Pulau Seprapat,&#8221;ujarnya.</p>
<figure id="attachment_28190" aria-describedby="caption-attachment-28190" style="width: 626px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-28190" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/05/Screenshot_2021-05-14-17-05-21-192.jpg" alt="" width="626" height="472" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/05/Screenshot_2021-05-14-17-05-21-192.jpg 626w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/05/Screenshot_2021-05-14-17-05-21-192-300x226.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/05/Screenshot_2021-05-14-17-05-21-192-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/05/Screenshot_2021-05-14-17-05-21-192-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/05/Screenshot_2021-05-14-17-05-21-192-557x420.jpg 557w" sizes="(max-width: 626px) 100vw, 626px" /><figcaption id="caption-attachment-28190" class="wp-caption-text">Kapal penangkap ikan yang saat ini tambat di sekitar lokasi pembangunan Kolam Tambat Kapal di sisi utara Pulau Seprapat.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Akan tetapi, lanjut H Jamari, selesainya pembangunan tahap I Tahun 2020 lalu masih harus dilanjutkan lagi Tahun 2021 ini, dan juga bisa terjadi masih harus dilanjutkan hingga Tahun 2022 yang akan datang. Bahkan, hal itu masih harus berlanjut lagi di tahun berikutnya karena harus menyesuaikan ketersediaan anggaran.</p>
<p>Dengan dalam kurun waktu satu tahun ini pembangunan fasilitas kolam tambat kapal belum bisa dituntaskan, sehingga dalam kondisi seperti itu banyak kapal yang tambat tetap akan saling berhimpitan. Sebab, belum bisa dilakukan pengurangan karena fasilitas yang dibangun memang belum bisa dituntaskan.</p>
<p>Dalam kondisi tersebut, maka selama ratusan kapal penangkap ikan tersebut masih harus tambat secara berhimpitan, maka paling baik masing-masing harus selalu meningkatkan kewaspadaan. &#8221;Belajar dari pengalaman musibah terjadinya kebakaran kapal, maka jangan melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan munculnya percikan api di dalam kapal,&#8221;imbuh H Jamari.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/05/kapal-penangkap-ikan-pulang-ke-juwana-butuh-tempat-tambat-maksimal.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemakaman Jenazah Non-Covid 19 Dilakukan Secara Covid</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/07/pemakaman-jenazah-non-covid-19-dilakukan-secara-covid.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/07/pemakaman-jenazah-non-covid-19-dilakukan-secara-covid.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2020 07:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Genengmulyo]]></category>
		<category><![CDATA[Juwana]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Covid19]]></category>
		<category><![CDATA[pemakaman Jenazah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=15429</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com  PATI &#8211; Tujuan pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus Corona (Covid-19) Kabupaten Pati tak lain adalah untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, sehingga pemakaman seorang perempuan warga Desa Genengmulyo, Kecamatan Juwana, Pati, harus dilakukan dengan protokol Covid-19. Sedangkan penyebab meninggalnya perempuan itu, menyusul setelah sekitar sepekan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo. Untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_15426" aria-describedby="caption-attachment-15426" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-15426" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/07/20200712_134832.jpg" alt="" width="480" height="319" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/07/20200712_134832.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/07/20200712_134832-300x199.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/07/20200712_134832-451x300.jpg 451w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-15426" class="wp-caption-text">Jenazah almarhumah dishalatkan di tengah jalan dalam Pemakaman Umum Lastri Desa Genengmulyo, Kecamatan Juwana. (Foto:SN/dok-istimewa)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com  PATI</strong> &#8211; Tujuan pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus Corona (Covid-19) Kabupaten Pati tak lain adalah untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, sehingga pemakaman seorang perempuan warga Desa Genengmulyo, Kecamatan Juwana, Pati, harus dilakukan dengan protokol Covid-19. Sedangkan penyebab meninggalnya perempuan itu, menyusul setelah sekitar sepekan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo.</p>
<p>Untuk memastikan apakah almarhumah positif terpapar Covid-19 sehingga harus dirawat di rumah sakit tersebut, sampai dimakamkan jenazah yang bersangkutan, Sabtu (11/7) kemarin sekitar pukul 15.15 masih menunggu hasil pemeriksaan lab kedua dari rumah sakit itu. Sebab, hasil pemeriksaan lab pertama atau test swab pertama diketahui negatif.</p>
<p>Test tersebut, berdasarkan keterangan yang dihimpun dilakukan pihak rumah sakit dan hasilnya diketahui memang negatif. Berikutnya test kedua, sebelum diketahui hasilnya atau setelah almarhumah dirawat sekitar sepekan akhirnya meninggal, sehingga pemulasaraan jenazah oleh pihak rumah sakit juga menggunakan protokol Covid-19.</p>
<figure id="attachment_15428" aria-describedby="caption-attachment-15428" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-15428" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/07/20200712_134908.jpg" alt="" width="480" height="319" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/07/20200712_134908.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/07/20200712_134908-300x199.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/07/20200712_134908-451x300.jpg 451w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-15428" class="wp-caption-text">Pemakaman jenazah almarhumah di TPU Lastri Desa Genengmulyo, Kecamatan Juwana. (Foto:SN/dok-istimewa)</figcaption></figure>
<p>Demikian pula, untuk proses pemakamannya, di mana jenazah almarhumah yang sudah dimasukkan ke dalam peti mati diantar menggunakan ambulans dari RSUD RAA Soewondo Pati. Ambulans yang membawa jenazah tersebut tidak singgah ke rumah duka, melainkan dari rumah sakit langsung menuju ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Genengmulyo, Kecamatan Juwana.</p>
<p>Secara kebetulan, lokasi TPU tersebut terletak  di pinggir jalan raya Juwana -Tayu sehingga ketika di makam itu  terlihat sejumlah orang memakai alat pelindung diri (APD), termasuk sekolompok orang yang harus menggali liang kubur. Hal tersebut tentu menarik perhatian bagi yang melihat tapi mereka melihat dari lokasi di luar makam.</p>
<p>Sedangkan yang saat itu berada di dalam TPU hanya sejumlah keluarga dekat yang menshalatkan jenazah almarhumah, petugas dari Babinsa dan Babinkamtibmas Koramil dan Polsek Juwana, serta beberapa orang lainnya. Untuk menghindari agar tidak memunculkan fitnah, bahwa untuk sementara penyebab meninggalnya almarhumah bukan disebabkan terpapar positif virus Corona, tapi karena riwayat penyakit lain yang dideritanya.</p>
<p>Selain almarhumah mengidap penyakit diabetes juga paru-paru, asam urat dan ginjal. Penegasan bahwa meninggalnya almarhumah bukan karena Covid-19 ditegaskan oleh seorang bidan di Puskesmas Pembantu Juwana, Suprihatiningsih. Lokasi puskesmas pembantu itu tepat di ujung jalan masuk Desa Genengmulyo yang juga tak jauh dari TPU Lastri, tempat dimakamkannya almarhumah.</p>
<p>&#8221;Almarhumah mennggal bukan karena terpapar virus Corona, tapi sakit biasa,&#8221;tandasnya.</p>
<p>Sementara itu penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pati hingga saat ini mencatatkan sejumlah orang yang positif terpapar, di antaranya sudah menyebar ke wilayah perbatasan Kabupaten Pati dengan Kabupaten Jepara, yaitu di Desa Mojo, Kecamatan Cluwak. Selebihnya ada yang dari Dukuh Cepoko, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, dan ada pula yang dari Desa Tambaharjo, Kecamatan Kota Pati.</p>
<p>Khusus di wilayah kecamatan yang disebut terakhir, pasien positif terpapar Covid-19 tengah di dirawat di RS Fastabiq. Karena itu, jika masyarakat tidak disipilin mematuhi protokol kesehatan, meskipun saat ini merasa aman sebagai orang tanpa gelaja (OTG) tapi akibat transmisi lokal bisa saja memunculkan klaster baru korban Covid-19.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/07/pemakaman-jenazah-non-covid-19-dilakukan-secara-covid.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinamika Masyarakat Juwana; Tanah Kosong pun Jadi Pasar Tiban</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/dinamika-masyarakat-juwana-tanah-kosong-pun-jadi-pasar-tiban.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/dinamika-masyarakat-juwana-tanah-kosong-pun-jadi-pasar-tiban.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jan 2020 07:56:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JURNALIS NYAMIN]]></category>
		<category><![CDATA[Juwana]]></category>
		<category><![CDATA[pasar tiban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=10950</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Dinamika dan etos kerja masyarakat di Kabupaten Pati yang cukup tinggi selama ini masih tetap dimiliki oleh masyarakat di Kecamatan Juwana, sehingga ketika melihat ada peluang berusaha pun langsung ditangkap. Termasuk ketika melihat ada lahan kosong yang dibiarkan pemiliknya pun langsung dibuat &#8221;pasar tiban&#8221; yang tiap hari untuk berjualan, ternyata juga banyak dikunjungi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-10948" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200120_145409.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200120_145409.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200120_145409-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p style="text-align: center">SAMIN-NEWS.com &#8211; Dinamika dan etos kerja masyarakat di Kabupaten Pati yang cukup tinggi selama ini masih tetap dimiliki oleh masyarakat di Kecamatan Juwana, sehingga ketika melihat ada peluang berusaha pun langsung ditangkap. Termasuk ketika melihat ada lahan kosong yang dibiarkan pemiliknya pun langsung dibuat &#8221;pasar tiban&#8221; yang tiap hari untuk berjualan, ternyata juga banyak dikunjungi para pembeli yang ingin membeli barang dagangannya</p>
<p style="text-align: center">Lokasi lahan untuk berjualan tersebut di Dukuh Karangmangu, Desa Bajomulyo juga di kecamatan setempat, dan bila nanti pembangunan kolam tembat kapal selesai tahun ini maka kawasan tersebut akan menjadi ramai sebagai pusat jual-beli.  Sekarang para pedagang yang berjualan di lokasi itu memang baru penjaja makanan, tapi kalau nanti akses jalannya sudah maksimal pasti akan bermunculan kegiatann usaha lainnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/dinamika-masyarakat-juwana-tanah-kosong-pun-jadi-pasar-tiban.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kawasan Pulau Seprapat Alternatif Pencari Hawa Segar Warga Juwana</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/kawasan-pulau-seprapat-alternatif-pencari-hawa-segar-warga-juwana.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/kawasan-pulau-seprapat-alternatif-pencari-hawa-segar-warga-juwana.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2020 11:50:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Juwana]]></category>
		<category><![CDATA[kolam tambat kapal]]></category>
		<category><![CDATA[pulau seprapat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=10775</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Bertahun-tahun kawasan Pulau Seprapat di Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Pati, disebut-sebut sebagai salah lokasi pilihan sebagai objek wisata. Akan tetapi, harapan tersebut hampir bisa diwujudkan sekarang menyusul tersedianya akses jalan yang mulus dan maksimal yang baru selesai dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Akses jalan yang sebelumnya hanya berupa pematang tambak, kini sudah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_10774" aria-describedby="caption-attachment-10774" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-10774" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200108_184531.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200108_184531.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200108_184531-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-10774" class="wp-caption-text">Pagi hari yang cerah kawasan Pulau Seprapat menjadi pilihan warga Juwana untuk menghirup hawa segar dengan berolahraga ringan di jalan maupun bersantai sambil menyongsong terbitnya matahari pagi.</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Bertahun-tahun kawasan Pulau Seprapat di Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Pati, disebut-sebut sebagai salah lokasi pilihan sebagai objek wisata. Akan tetapi, harapan tersebut hampir bisa diwujudkan sekarang menyusul tersedianya akses jalan yang mulus dan maksimal yang baru selesai dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.</p>
<p>Akses jalan yang sebelumnya hanya berupa pematang tambak, kini sudah berubah cukup lebar mencapai 6 meter dan bahu jalan di sisi kiri maupun kanan juga maksimal. Dalam anggaran tahun ini (2020) akses jalan juga akan dimaksimalkan dengan konstruksi beton rigid mulai dari Kebonsawahan, Bajomulyo menyambung akses jalan ke kolam tambat kapal atau ke kawasan Pulau Seprapat.</p>
<p>Dengan tersedianya fasilitas publik yang maksimal tersebut, kata beberapa warga ketika ditemui tengah bersantai di ujung jalan sekitar pulau, masyarakat Juwana punya alternatif  kegiatan khususnya di pagi hari. Yakni, berolah raga ringan baik sekadar berjalan kaki, bersepeda maupun berlari dari tempat tinggalnya menuju ke kawasan seputar pulau.</p>
<p>Kondisi alam seputar kawasan pulau masih tetap menarik karena berupa hamparan petak tambak, sehingga selepas mata memandang ke barat tampak latar belakang kawasan Lereng Muria. &#8221;Memandang ke timur juga lepas hamparan tambak dan yang sangat menarik adalah saat-saat terbitnya matahari pagi,&#8221;ujar salah seorang di antara mereka, Poharjo (34).</p>
<p>Sedangkan yang lainnya mengharap, agar kawasan pulau yang sudah ditetapkan sebagai kolam tambat kapal dan sarana penunjangnya kalau bisa segera diwujudkan. Sebab, perubahan kawasan tambak yang nanti akan menjadi area berbagai tempat usaha, tentu semakin menambah dinamika kegiatan perekonomian warga.</p>
<p>Kendati demikian dengan kondisi tersebut pihaknya optimistis bahwa masyarakat tetap akan melakukan kegiatan olah raga pagi dengan masuk ke dalam lingkungan pulau, karena di sela-sela pepohonan masih terdapat area yang bisa dimanfaatkan. Akan tetapi syaratnya, sela-sela pepohonan itu dilakukan penataan.</p>
<p>Jika penataan kawasan itu cukup menarik dan masyarakat masih bisa ikut memanfaatkan untuk kepentingan beraktivitas pagi, justru akan memberikan daya tarik tersendiri. Sebab mereka bisa ikut mempromosikan kawasan Pulau Seprapat selain sebagai pusat kegiatan ekonomi juga  wisata lokal bisa dalam bentuk fasilitas untuk berolahraga ringan.</p>
<p>Di sisi lain, lokasi pulau juga bisa menjadi tempat wisata religi karena terdapat makam cukup kuna. Mbah Lodang Datuk Wali Jaka. &#8221;Dengan demikian, kawasan lokasi yang semula hanya hamparan areal pertambakan maka sebentar lagi akan menjadi pusat perekonomian untuk sektor perikanan terbesar, sehingga kolam tambat kapal harus segera dituntaskan,&#8221;harap seorang warga lainnya, Ridwan (44).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/kawasan-pulau-seprapat-alternatif-pencari-hawa-segar-warga-juwana.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahun Ini RSUD Juga Dibangun di Juwana</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/tahun-ini-rsud-juga-dibangun-di-juwana.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/tahun-ini-rsud-juga-dibangun-di-juwana.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jan 2020 08:46:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Juwana]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi RSUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=10702</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com,  PATI &#8211; Selesainya pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayen enam lantai tiga tahap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati di masa kepemimpinan Bupati Haryanto, mengambil langkah kebijakan tidak tanggung-tanggung. Sebab, kebijakan tersebut adalah menyangkut kebutuhan dasar kepentingan publik, yaitu kesehatan. Karena itu, tahun ini (2020) kembali tengah dipersiapkan pembangunan sebuah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_10701" aria-describedby="caption-attachment-10701" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-10701" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200105_153513.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200105_153513.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200105_153513-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-10701" class="wp-caption-text">Lahan di bekas lokasi Terminal Juwana yang menjadi calon lokasi pembangunan Rumah Sakit Daerah (RSUD) Juwana, dan pembangunannya sudah siap dimulai tahun ini (2020)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com,  PATI</strong> &#8211; Selesainya pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayen enam lantai tiga tahap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati di masa kepemimpinan Bupati Haryanto, mengambil langkah kebijakan tidak tanggung-tanggung. Sebab, kebijakan tersebut adalah menyangkut kebutuhan dasar kepentingan publik, yaitu kesehatan.</p>
<p>Karena itu, tahun ini (2020) kembali tengah dipersiapkan pembangunan sebuah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk masyarakat wilayah Pati timur, tepatnya di Juwana. Sehingga besar kemungkinan tahun mendatang (2021) Bupati Haryanto tengan menyusun dan merancang rencana pembangunan fasilitas serupa untuk warga wilayah Pati utara, di Tayu.</p>
<p>Berkait persiapan pelaksanaan pembangunan RSUD Juwana, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Arif Wahyudi menuturkan, untuk lokasi proyek tersebut memanfaatkan lahan bekas Terminal Juwana. Karena selama ini terminal tersebut tidak berfungsi, dan kendaraan yang melayani penumpang kebanyakan adalah angkot, angkudes, dan bis mini jurusan Tayu-Juwana, Rembang-Sarang.</p>
<p>Dengan demikian, untuk pemberhentian kendaraan penumpang umum tersebut cukup di sub-terminal yang berada di satu kawasan dengan Pasar Juwana, &#8221;Karena itu, lahan bekas terminal bus yang tidak lagi difungsikan itu dimanfaatkan untuk lokasi pembangunan RSUD Juwana,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Menjawab pertanyaan, Arief Wahyudi menambahkan, dalam perencanaan semula diajukan pagu anggaran sebesar Rp 20 miliar, karena RSUD tersebut mencakup empat lantai dengan status tipe C. Akan tetapi pada penetapan APBD alokasi pagu anggaran yang disediakan untuk keperluan itu terjadi pengurangan, tinggal Rp 15 miliar.</p>
<p>Mengingat  hal tersebut, maka harus dilakukan penghitungan ulang sebelum paket pekerjaannya ditayangkan dalam proses lelang oleh Unit Lelang Pengadaan (ULP). Maksudnya, jika semula alokasi pagu anggaran sebesar Rp 20 miliar itu diharapkan bangunan dengan empat lantai tersebut sudah dalam kondisi siap pakai.</p>
<p>Akan tetapi, setelah terjadi pengurangan sebesar Rp 5 miliar sehingga tinggal Rp 15 miliar besar kemungkinan pelaksanaan pekerjaan nanti hanya sampai pada bangunan struktur RSUD empat lantai. Dengan kata lain, pelaksanaan pekerjaan yang akan ditenderkan tidak sampai pada tahap finishing, mengingat dari perhitungan anggaran tidak mencukupi.</p>
<p>Karena itu, alternatifnya untuk pelaksanaan pekerjaan tetap secara bertahap sehingga tahap berikutnya dilanjutkan pada tahun anggaran 2021. &#8221;Mengigat kondisi ketercukupan anggaran, semisal pembangunan RSUD Juwana sampai dua tahap adalah wajar, karena di Juwana sendiri ada RS swasta&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/tahun-ini-rsud-juga-dibangun-di-juwana.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penataan Bahu Jalan ke Kolam Tambat Kapal Belum Maksimal</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2019/12/penataan-bahu-jalan-ke-kolam-tambat-kapal-belum-maksimal.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2019/12/penataan-bahu-jalan-ke-kolam-tambat-kapal-belum-maksimal.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Dec 2019 06:03:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[bahu jalan menuju kolam tambat kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Juwana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=10572</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com,  PATI &#8211; Proyek jalan menuju kolam tambat kapal di sekitar Pulau Seprapat, masuk Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Pati, selain jalan beraspal sepenjang 800 meter lebih juga dengan beton rigid sepanjang 160 meter lebih. Total pembiayaan untuk secara keseluruhan mencapai Rp 6 miliar lebih, karena ruas jalan tersebut juga diperkuat dengan talut penguat. Proyek yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com,  PATI</strong> &#8211; Proyek jalan menuju kolam tambat kapal di sekitar Pulau Seprapat, masuk Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Pati, selain jalan beraspal sepenjang 800 meter lebih juga dengan beton rigid sepanjang 160 meter lebih. Total pembiayaan untuk secara keseluruhan mencapai Rp 6 miliar lebih, karena ruas jalan tersebut juga diperkuat dengan talut penguat.</p>
<p>Proyek yang dimulai 27 Agustus 2019 baru berakahir 24 Desember kemarin, dan bahkan penataan bahu jalan belum maksimal sehingga terkesan asal-asalan. Karena itu selain  meterial batu grosok setelah dilakukan pemadatan tetap ditopang dengan pelapisan batu yang berukuran sedikit lebih kecil untuk perapiannya.</p>
<p>Pengawas lapangan pelaksanaan pekerjaan tersebut dari Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Samijan, membenarkan hal tersebut. &#8221;Pihak rekanan sudah kami ingatkan agar penataan bahu jalan lebih dimaksimalkan agar tidak terkesan asal-asalan,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Terpisah Kepala Seksi (Kasi) Jalan dari Bidang yang sama di DPUTR setempat, Hasto Utomo menambahkan penjelasan yang disampaikan sebelumnya, bahwa untuk peningkatan ruas jalan Bajomulyo sebagai akses jalan ke kolam tambat kapal di sekitar pulau seprapat akan menggunakan konstruksi beton rigid. &#8221;Untuk lebar jalan diupayakan maksimal bisa mencapai 7 meter, dan titik lokasi ruas jalan itu dimulai dari perempatan Pasar Juwana,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Tepatnya, masih kata dia mulai dari Desa Kebonsawahan menyambung ke Bajomulyo, dan berakhir di ujung jembatan di ruas jalan menuju kolam tambat kapal. Jika perencanaan untuk konstruksi menggunakan rigid beton mengingat alokasi anggaran dari bantuan provinsi adalah sebesar Rp 10 miliar, sehingga biaya sebesar itu mampu untuk menyelesaikan proyek tersebut.</p>
<p>Pertimbangan menggunakan konstruksi tersebut karena nanti yang akan melintas hilir mudik di ruas jalan itu, adalah kendaraan bermuatan berat. Apalagi, akses jalan tersebut juga untuk mendukung masuknya tronton ke TPI, sehingga akses jalan juga meliputi pertigaan antara Bajomulyo dan Dukuh Karangmangu, desa setempat.</p>
<p>Untuk lokasi jalan itu sebagai akses keluar kendaraan dari kolam tambat kapal, sehingga juga akan menggunakan konstruksi beton rigid tapi lebarnya diupayakan maksimal 6,5 meter.  &#8221;Untuk biayanya didukung dari APBD Kabupaten Pati Tahun 2020 dengan alokasi sebesar Rp 2 miliar,&#8221;imbuh Hasto Utomo.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2019/12/penataan-bahu-jalan-ke-kolam-tambat-kapal-belum-maksimal.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
