<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jateng di Rumah Saja &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/jateng-di-rumah-saja/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Feb 2021 06:15:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Hari Kedua : Gerakan Jawa Tengah di Rumah Saja Untuk Pati Ambyar</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/02/hari-kedua-gerakan-jawa-tengah-di-rumah-saja-untuk-pati-ambyar.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/02/hari-kedua-gerakan-jawa-tengah-di-rumah-saja-untuk-pati-ambyar.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2021 06:15:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng di Rumah Saja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=24401</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Hari kedua Gerakan Jawa Tengah di Rumah Saja, Minggu (7/2) hari ini, untuk di Pati ambyar. Dengan kata lain, masyarakat banyak yang meninggalkan rumah untuk kepentingan apa saja, termasuk mendatangi tempat-tempat yang selama ini ramai menjadi pusat berkumpulnya banyak orang. Dari pantauan &#8221;Samin News&#8221;, salah satu contoh tempat yang tiap hari Minggu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Hari kedua Gerakan Jawa Tengah di Rumah Saja, Minggu (7/2) hari ini, untuk di Pati ambyar. Dengan kata lain, masyarakat banyak yang meninggalkan rumah untuk kepentingan apa saja, termasuk mendatangi tempat-tempat yang selama ini ramai menjadi pusat berkumpulnya banyak orang.</p>
<p>Dari pantauan &#8221;Samin News&#8221;, salah satu contoh tempat yang tiap hari Minggu ramai di kunjungi adalah kawasan Stadion Joyokusumo. Jika mereka selama ini berkerumun dan bergerombol di dalam halaman stadion tersebut, sejak tadi pagi mereka banyak memanfaatkan lokasi pinggir jalan di depannya, atau Jl Kolonel Sunandar.</p>
<p>Mereka berada di tempat itu, rata-rata bersama para pedagang makanan kemudian membelinya, dan selesai itu meninggalkan tempat tersebut. Kemudian digantikan kedatangan yang lain, selesai terus bergerak pergi melintas di jalan-jalan sehingga gerakan tersebut pun buyar dengan banyaknya warga yang sudah banyak meninggalkan rumah.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-24403" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/02/los-ink.jpeg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/02/los-ink.jpeg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/02/los-ink-300x225.jpeg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/02/los-ink-80x60.jpeg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/02/los-ink-160x120.jpeg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/02/los-ink-265x198.jpeg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/02/los-ink-560x420.jpeg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Lokasi tempat berjualan para pedagang itu lebih banyak yang diserbu pengunjung, karena mereka pun merasa bahwa pedagang berjualan  tidak dilarang. &#8221;Jika berjualan diperbolehkan tapi tidak ada pengunjung yang membeli, dagagangan makanannya mau diapakan,&#8221; seloroh salah seorang perempuan, ketika ditanya kok sudah keluar meninggalkan rumah, untuk membeli makanan.</p>
<p>Meski ketika ditanya siapa namanya belum menjawab, perempuan itu pun langsung &#8221;selonong boy&#8221; alias menarik gas motornya sedikit lebih kencang. Terlepas dari itu, saat beralih memasuki lingkungan Pasar Puri, pengunjung juga tampak mulai ramai berdasarkan sepeda motor yang parkir, tapi belum sebanyak hari-hari biasa.</p>
<p>Di pasar tersebut, memang di tempatkan para petugas yang harus melaksanaan penjagaan. Jika belum banyak pengunjung yang berbelanja, karena dua hari sebelum itu banyak warga yang sudah berbelanja dalam jumlah banyak setelah mendapat informasi bahwa pasar akan ditutup selama dua hari, Sabtu dan Minggu.</p>
<p>Dengan demikian, mereka pun memilih belanja dalam jumlah banyak untuk menghindari keadaan jika semua  pasar benar-benar ditutup berkait dengan gerakan di rumah saja. &#8221;Belakangan ternyata muncul keputusan ada ralat, bahwa pasar boleh buka, ya sekarang kepasar tentu tidak apa-apa karena sudah banyak warga yang ke mana-mana,&#8221; gurau salah seorang ibu, Eny Sulasih, warga salah sebuah perumahan di Muktiharjo, Kecamatan Margorejo.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/02/hari-kedua-gerakan-jawa-tengah-di-rumah-saja-untuk-pati-ambyar.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menafsirkan Makna Tersirat dari Karantina Wilayah Setengah Hati</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/02/menafsirkan-makna-tersirat-dari-karantina-wilayah-setengah-hati.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/02/menafsirkan-makna-tersirat-dari-karantina-wilayah-setengah-hati.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2021 03:30:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KATA REDAKSI]]></category>
		<category><![CDATA[#2HariJatengHeningCipta]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng di Rumah Saja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=24332</guid>

					<description><![CDATA[HARI ini merupakan hari dimana penerapan program “Jateng di Rumah Saja” yang diinstruksikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang kemudian diteruskan penerapannya di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Program yang dilaksanakan tanggal 6 hingga 7 Februari ini pun sebelumnya tentu menuai protes dari berbagai pihak. Sebab kebijakan karantina wilayah semacam ini tentu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>HARI</strong> ini merupakan hari dimana penerapan program “Jateng di Rumah Saja” yang diinstruksikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang kemudian diteruskan penerapannya di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.</p>
<p>Program yang dilaksanakan tanggal 6 hingga 7 Februari ini pun sebelumnya tentu menuai protes dari berbagai pihak. Sebab kebijakan karantina wilayah semacam ini tentu tidak akan efektif jika hanya diterapkan dengan setengah hati dalam kurun waktu dua hari kerja saja.</p>
<p>Instruksi Ganjar tersebut kemudian diteruskan oleh masing-masing kepala daerah dengan menerbitkan Surat Edaran (SE) di daerah masing-masing. Di Kabupaten Pati sendiri, program besutan ganjar tersebut kemudian diterjemahkan oleh Bupati Pati Haryanto dengan menegaskan penegakan  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masayarakat (PPKM).</p>
<p>Dalam SE mengenai program “Jateng di Rumah Saja” yang dikeluarkan Bupati Pati tersebut menyebutkan bahwa pada tanggal 6-7 Februari masyarakat diimbau di rumah saja, sementara pasar, PKL, restoran, warung makan, swalayan, toko bisa maupun modern masih boleh buka sesuai SE Bupati Pati Nomor 440/138 tentang PPKM.</p>
<p>Dari SE Bupati Pati kali ini, tentu siapapun sudah dapat menebak bagaimana program “Jateng di Rumah Saja” tersebut akan berjalan. Sudah nampak jelas blundernya bukan?</p>
<p>Tetapi hal ini sebenarnya cukup terbaca dari alasan Ganjar membuat program ini. Beberapa waktu lalu sebelum program ini diterapkan, ia sempat menyebut bahwa program “Jateng di Rumah Saja” merupakan bentuk respon terhadap kekecewaan Presiden Jokowi yang menyebutkan PPKM telah gagal dan tidak efektif.</p>
<p>Meskipun pemberlakuan karantina wilayah setengah hati ini memang tidak bisa diharapkan dampaknya, tetapi dalam hal ini kita perlu memahami secara lebih substantif akan maksut dan tujuan Ganjar kali ini.</p>
<p>Sebagai seorang Gubernur dan alumnus Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), ia tidak mungkin tidak mengerti jika program buatannya kali ini tidak akan efektif melandaikan angka Covid-19 yang semakin meninggi.</p>
<p>Sebenarnya melalui tagar #2HariJatengHeningCipta yang trending di laman Twitter hari ini, kita bisa menebak apa maksut tersirat dan lebih substantif dari kebijakan Ganjar kali ini.</p>
<p>Ya betul sekali, dalam hal ini sebenarnya secara tidak langsung Ganjar hanya ingin mangajak seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk mengheningkan cipta dan beristirahat sejenak untuk menyadari bagaimana pedihnya kondisi Jawa Tengah saat ini.</p>
<p>Secara eksplisit, Ganjar hanya ingin menegaskan bahwa Covid-19 di Jawa Tengah memang belum melandai. Saya yakin di dalam dadanya, Ganjar meraung kesakitan dan berkata jika Jawa Tengah masih belum baik-baik saja.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/02/menafsirkan-makna-tersirat-dari-karantina-wilayah-setengah-hati.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
