<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jalan pati-gabus &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/jalan-pati-gabus/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Feb 2020 14:32:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Soal Perbaikan dan Peningkatan Ruas Jalan Pati-Gabus Masyarakat Harap Bersabar</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/02/soal-perbaikan-dan-peningkatan-ruas-jalan-pati-gabus-masyarakat-harap-bersabar.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/02/soal-perbaikan-dan-peningkatan-ruas-jalan-pati-gabus-masyarakat-harap-bersabar.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Feb 2020 14:32:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[jalan pati-gabus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=11511</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Masyarakat pengguna ruas jalan Pati-Gabus dimohon pengertiannya untuk tetap bersabar menghadapi kondisi ruas jalan yang bila selesai turun hujan selalu menyisakan genangan air. Lebih memprihatinkan, genangan sisa-sisa air hujan itu baru bisa hilang atau mengering setelah lebih dari dua hari. Hal itu terjadi di sisi barat ruas jalan (kanan), tepatnya dari Pati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_11510" aria-describedby="caption-attachment-11510" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-11510" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200214_212836.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200214_212836.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200214_212836-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-11510" class="wp-caption-text">Beginilah kondisi ruas jalan Pati-Gabus bila selesai turun hujan selalu menyisakan genangan air yang lama baru bisa kering.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Masyarakat pengguna ruas jalan Pati-Gabus dimohon pengertiannya untuk tetap bersabar menghadapi kondisi ruas jalan yang bila selesai turun hujan selalu menyisakan genangan air. Lebih memprihatinkan, genangan sisa-sisa air hujan itu baru bisa hilang atau mengering setelah lebih dari dua hari.</p>
<p>Hal itu terjadi di sisi barat ruas jalan (kanan), tepatnya dari Pati mulai di Desa Koripandriyo ke selatan, sehingga pengguna jalan yang dari selatan (Gabus) jika melintas sampai di lokasi genangan itu harus mengambil posisi ke kanan. Dengan demikian, pengguna jalan dari utara terpaksa harus mengalah ketimbang terkena cipratan air dari roda kendaraan yang melintas.</p>
<p>Dalam kondisi seperti ini, kata Kepala Seksi (Kasi) Jalan Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo, pihaknya meminta kesadaran masyarakt agar bersabar. &#8221;Untuk perbaikan/peningkatan ruas jalan itu akan secepatnya dimulai jika pelaksanaan lelangnya sudah tuntas,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Berkas materi lelang paket pekerjaan ruas jalan itu masih kata Hasto Utomo, Selasa (11/2) lalu sudah masuk ke pihak pengelola Pengadaan Barang Jasa (PBJ) Setda Pati. Akan tetapi, hari ini harus kembali dilakukan pembenahan masalah administrasinya dalam tahapan kajian teknis, dan berkas sudah diambil untuk dilakukan perbaikan.</p>
<p>Paling tidak, Senin (17/2) pekan depan sudah bisa diserahkan kembali ke PBJ sehingga setelah selesai dilakukan kajian teknis bisa segera ditayangkan ke Lelang Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Jika sudah masuk pada tahapan tersebut, maka secara terbuka pihak rekanan siapa saja, dan dari mana saja bisa melakukan penawaran.</p>
<p>Untuk sumber dana paket pekerjaan tersebut, adalah dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dan selain  ruas jalan Pati-Gabus juga ruas jalan Jakenan-Jaken. &#8221;Sesuai perecanaan, untuk ruas jalan Pati-Gabus yang selalu menjadi tempat sisa genangan air hujan nanti cara mengatasinya akan kami tinggikan,&#8221;imbuh Hasto Utomo.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/02/soal-perbaikan-dan-peningkatan-ruas-jalan-pati-gabus-masyarakat-harap-bersabar.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peningkatan Ruas Jalan Pati-Gabus Telan Rp 6,5 Miliar</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/02/peningkatan-ruas-jalan-pati-gabus-telan-rp-65-miliar.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/02/peningkatan-ruas-jalan-pati-gabus-telan-rp-65-miliar.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Feb 2020 04:07:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[jalan pati-gabus]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan ruas jalan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=11316</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Peningkatan ruas jalan Pati-Gabus yang sering mengalami kerusakan dan menjadi tempat genangan air bila hujan, maka akan segera dilakukan dengan alokasi anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 6,5 miliar. Anggaran sebesar itu diperkirakan hanya bisa menghasilkan volume pekerjaan sepanjang 3,3 kilometer, karena sepanjang 2,1 kilometer di antaranya menggunakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_11314" aria-describedby="caption-attachment-11314" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-11314" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200208_105958.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200208_105958.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200208_105958-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-11314" class="wp-caption-text">Kerusakan ruas jalan Pati-Gabus karena sering menjadi tempat genangan air sebagai dampak hilangnya saluran pembuang di ruas jalan tersebut.</figcaption></figure>
<p>SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Peningkatan ruas jalan Pati-Gabus yang sering mengalami kerusakan dan menjadi tempat genangan air bila hujan, maka akan segera dilakukan dengan alokasi anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 6,5 miliar. Anggaran sebesar itu diperkirakan hanya bisa menghasilkan volume pekerjaan sepanjang 3,3 kilometer, karena sepanjang 2,1 kilometer di antaranya menggunakan konstruksi rigit beton.</p>
<p>Dengan konstruksi tersebut, kata Kepala Seksi (Kasi) Jalan Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo, adalah yang menelan biaya paling besar. Untuk rigit beton akan dimulai dari batas perempatan lampu merah di ruas Jalur Lingkar Selatan (JLS) Pati ke selatan.</p>
<p>Batasnya sebelum Jembatan Ngantru di alur Kali Juwana, karena di lokasi tersebut akses jalannya paling rendah, sering tergenang air dan mudah rusak. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka konstruksinya harus digantikan rigit beton agar bisa lebih maksimal tapi risikonya biaya untuk itu cukup mahal.</p>
<p>Berikutnya, lepas selatan Jembatan Ngantru peningkatan dilakukan dengan pengaspalan biasa, tapi ruas jalan harus ditinggikan sehingga harus ada urukan dan pemadatan karena saluran pembuang di tepi sisi kiri maupun kanan tidak ada lagi. &#8221;Akibatnya, ruas jalan sisi selatan jembatan juga mudah mengalami kerusakan,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan kondisi tersebut, masih kata Hasto Utomo, seharusnya upaya paling tepat adalah peningkatan akses jalan itu diikut dengan pembuatan drainase. Akan tetapi biaya untuk konstruksi juga tidak murah sehingga karena sama-sama mahalnya, maka lebih baik dilakukan peninggian dan beton rigit.</p>
<p>Apalagi, untuk mendapatkan kembali lokasi bekas saluran pembuang juga bukan hal mudah karena kebanyak sudah diuruk dan dikuasai warga. &#8221;Karena itu, yang harus dilakukan adalah menguruk dan meninggikan serta meningkatkannya konstruksi jalan dengan beton rigit,&#8221;tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/02/peningkatan-ruas-jalan-pati-gabus-telan-rp-65-miliar.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
