<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jalan jalan solo &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/jalan-jalan-solo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 Sep 2023 04:09:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Menikmati Suasana Malam yang Syahdu di Kompleks Balaikota Surakarta</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/09/menikmati-suasana-malam-yang-syahdu-di-kompleks-balaikota-surakarta.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/09/menikmati-suasana-malam-yang-syahdu-di-kompleks-balaikota-surakarta.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Sep 2023 15:18:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[LIFESTYLE]]></category>
		<category><![CDATA[TRAVEL]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Solo]]></category>
		<category><![CDATA[jalan jalan solo]]></category>
		<category><![CDATA[wisata sejarah solo]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Solo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=51396</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com,  Berkunjung ke Kota Solo akan selalu teringat dengan suasananya. Walaupun kota ini tidak terlalu ramai seperti kota-kota disekitarnya, tapi kota ini selalu menghadirkan perasaan rindu kepada para wisatawan yang pernah singgah. Berbagai sudut Kota Solo menyajikan berbagai objek wisata yang kaya akan kebudayaannya. Salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi adalah kompleks Balaikota Surakarta. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://samin-news.com"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>,  </a>Berkunjung ke Kota Solo akan selalu teringat dengan suasananya. Walaupun kota ini tidak terlalu ramai seperti kota-kota disekitarnya, tapi kota ini selalu menghadirkan perasaan rindu kepada para wisatawan yang pernah singgah.</p>
<p>Berbagai sudut Kota Solo menyajikan berbagai objek wisata yang kaya akan kebudayaannya. Salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi adalah kompleks Balaikota Surakarta.</p>
<p>Balaikota Surakarta merupakan pusat pemerintah Kota Solo. Meskipun sebagai tempat pemerintahan, Balaikota Surakarta hadir dengan suasana berbeda. Sekarang, tempat ini terbuka bagi masyarakat yang ingin singgah.</p>
<p>Lokasinya yang strategis membuat Balaikota mudah dijangkau oleh semua kalangan masyarakat lokal maupun wisatawan luar. Balaikota Surakarta berada di Jalan Jendral Sudirman No.2 tepatnya di sebelah barat Pasar Gede, atau di dekat titik nol Kota Solo.</p>
<p>Suasana Balaikota Surakarta sangat indah pada malam hari. Tempat ini menjadi area terbuka bagi masyarakat karena tidak ada sekat bagi pemerintah kota dengan masyarakat sipil.</p>
<p>Tempatnya yang asri dan banyak tanaman hijau menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Meski hanya seperti halaman biasa yang ditumbuhi rumput, kompleks Balaikota Surakarta terkesan rapi dan bersih. Arsitektur bangunannya pun terlihat estetik sehingga pengunjung dibuat betah nongkrong disini.</p>
<p>Salah seorang pengunjung kompleks Balaikota Surakarta, Selsa, mengungkapkan bahwa dirinya kesini hanya untuk duduk, makan dan menikmati suasana Kota Solo.</p>
<p>&#8220;kesini cuman nongkrong dan beli jajanan sama teman-teman, tempatnya enak, suasananya juga syahdu&#8221; imbuhnya, Jumat (22/9/2023)</p>
<p>Saat ini, kompleks Balaikota Surakarta menjadi ruang publik untuk kegiatan-kegiatan masyarakat. Tempat ini sering menjadi sarana berbagai acara, terutama saat ada hari perayaan besar seperti hari raya idul fitri, hari raya nyepi, imlek, natal dan lain sebagainya.</p>
<p>Biasanya saat ada acara-acara tersebut, kompleks Balaikota Surakarta dan jalanan sekitarnya akan disulap dengan hiasan serta lampu-lampu yang mengisyaratkan acara perayaan tersebut.</p>
<p>Masyarakat lokal pun dipersilakan mengambil bagian dengan disediakan tempat untuk berjualan dagangan mereka. Berbagai makanan, mainan hingga kerajinan tangan banyak ditawarkan pada area yang disediakan.</p>
<p>Bagi wisatawan yang bingung mencari wisata malam di Kota Solo, bisa mampir ke kompleks Balaikota Surakarta. Meskipun tempatnya terkesan sederhana, tapi pengunjung dijamin merasa betah nongkrong disini sambil menikmati suasana pusat Kota Solo di malam hari. Kompleks Balaikota Surakarta bisa dikunjungi mulai pukul 18.00 WIB hingga 23.00 WIB.</p>
<p><strong>Penulis : Rizky Kusumo Adi</strong><br />
<strong>Jurusan : Sastra Indonesia FIB UNS</strong><br />
<strong>Status : Mahasiswa Magang</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/09/menikmati-suasana-malam-yang-syahdu-di-kompleks-balaikota-surakarta.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Museum Batik Danar Hadi, Destinasi Wisata Batik Bersejarah di Kota Solo</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/09/museum-batik-danar-hadi-destinasi-wisata-batik-bersejarah-di-kota-solo.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/09/museum-batik-danar-hadi-destinasi-wisata-batik-bersejarah-di-kota-solo.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Sep 2023 14:23:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[LIFESTYLE]]></category>
		<category><![CDATA[TRAVEL]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Solo]]></category>
		<category><![CDATA[berita solo hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Batik Bersejarah di Kota Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Solo]]></category>
		<category><![CDATA[info solo hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[jalan jalan solo]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner solo viral]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Batik Danar Hadi]]></category>
		<category><![CDATA[Solo Hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[tempat viral solo]]></category>
		<category><![CDATA[wisata sejarah solo]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Solo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=51368</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com,  Kota Solo terkenal karena kekayaan sejarah serta budayanya. Salah satu kegiatan yang wajib dilakukan saat mengunjungi Solo adalah mencari batik khasnya, yang bisa ditemukan dengan mudah di Museum Batik Danar Hadi. Museum Batik Danar Hadi, yang terletak di Jalan Slamet Riyadi No.261 Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, adalah tempat yang ideal untuk menemukan koleksi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://samin-news.com"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>,  </a>Kota Solo terkenal karena kekayaan sejarah serta budayanya. Salah satu kegiatan yang wajib dilakukan saat mengunjungi Solo adalah mencari batik khasnya, yang bisa ditemukan dengan mudah di Museum Batik Danar Hadi.</p>
<p>Museum Batik Danar Hadi, yang terletak di Jalan Slamet Riyadi No.261 Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, adalah tempat yang ideal untuk menemukan koleksi batik khas Solo. Museum ini didirikan pada tahun 1967 oleh H. Santosa Doellah dan mulai dibuka untuk umum pada tahun 1975. Di sini, Anda akan menemukan beragam jenis batik dari seluruh Indonesia, termasuk yang khas dari Solo, seperti motif Parang, Kawung, dan Truntum.</p>
<p>Selain menghadirkan koleksi batik yang beragam, Museum Batik Danar Hadi juga memberikan informasi tentang sejarah dan proses pembuatan batik. Pengunjung dapat melihat secara langsung bagaimana batik tradisional dibuat menggunakan teknik cap, tulis, dan kombinasi. Selain itu, museum ini juga menampilkan aksesoris batik dan pakaian tradisional yang cantik.</p>
<p>Fasilitas yang lengkap, seperti ruang audiovisual, perpustakaan, kafe, dan toko souvenir, membuat pengunjung dapat merasa nyaman. Di sini, pengunjung bisa menonton video mengenai sejarah dan perkembangan batik, membaca buku tentang batik di perpustakaan, atau membeli souvenir batik yang menarik di toko souvenir.</p>
<p>Museum Batik Danar Hadi adalah salah satu destinasi wisata yang sangat direkomendasikan di Solo. Selain menemukan koleksi batik yang beragam, Anda juga akan mendapatkan pengetahuan tentang sejarah dan proses pembuatan batik. Harga tiket masuk yang terjangkau membuat pengalaman berwisata di sini semakin menarik. Museum ini buka setiap hari dari jam 09.00 hingga 16.30 WIB, dengan harga tiket masuk Rp. 35.000 untuk dewasa dan Rp. 15.000 untuk pelajar.</p>
<p><strong>Penulis : Rizky Kusumo Adi</strong><br />
<strong>Jurusan : Sastra Indonesia FIB UNS</strong><br />
<strong>Status : Mahasiswa Magang</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/09/museum-batik-danar-hadi-destinasi-wisata-batik-bersejarah-di-kota-solo.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menikmati Pemandangan Indah di Waduk Cengklik</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/09/menikmati-pemandangan-indah-di-waduk-cengklik.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/09/menikmati-pemandangan-indah-di-waduk-cengklik.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Sep 2023 12:25:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[LIFESTYLE]]></category>
		<category><![CDATA[TRAVEL]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Solo]]></category>
		<category><![CDATA[berita solo hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Solo]]></category>
		<category><![CDATA[jalan jalan solo]]></category>
		<category><![CDATA[tempat viral solo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=51328</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com,   Kawasan Karesidenan Surakarta menyimpan banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah Waduk Cengklik di Kabupaten Boyolali. Waduk ini adalah tempat yang indah dengan banyak hal menarik yang dapat ditemui pengunjung. Pemandangan alam di sekitar waduk saat senja menjadi panorama yang selalu dinantikan oleh pengunjung dan penduduk setempat. Di sini, Anda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://samin-news.com"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>,  </a> Kawasan Karesidenan Surakarta menyimpan banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah Waduk Cengklik di Kabupaten Boyolali. Waduk ini adalah tempat yang indah dengan banyak hal menarik yang dapat ditemui pengunjung.</p>
<p>Pemandangan alam di sekitar waduk saat senja menjadi panorama yang selalu dinantikan oleh pengunjung dan penduduk setempat. Di sini, Anda juga dapat menikmati berbagai aktivitas menarik seperti memancing dan berlayar dengan perahu.</p>
<p>Keindahan alam sekitar waduk menjadi daya tarik utama. Permukaan air yang tenang menciptakan efek cermin besar yang memantulkan keindahan sekitarnya. Tumbuhan eceng gondok yang tumbuh di atas air juga menambahkan nuansa asri pada pemandangan Waduk Cengklik. Dari tepi waduk, Anda dapat melihat keindahan Gunung Merapi dan Merbabu yang kokoh berdiri di sebelah barat.</p>
<p>Sebagai teman menikmati pemandangan alam yang indah, kawasan Waduk Cengklik juga menawarkan berbagai kuliner. Pengunjung dapat memilih aneka makanan berat maupun ringan. Ada banyak warung makan yang tersedia di sekitaran waduk ini, biasanya warung tersebut menjual soto, pecel dan olahan ikan. Bagi pengunjung yang tidak ingin makan berat, bisa memilih untuk membeli jajanan ringan seperti cilok, bakso goreng, telur gulung, gorengan, dan aneka minuman.</p>
<p>Seorang pengunjung Waduk Cengklik, Ero, mengatakan jika dirinya sering kesini untuk membeli jajanan dan menikmati pemandangan, menurutnya jajanan disini komplit dan punya tempat yang nyaman.</p>
<p>&#8220;biasanya kesini cuman beli seblak, bakso goreng sama minuman, disini makanannya komplit dan tempatnya asik buat nongkrong&#8221; imbuhnya, Rabu (20/9/2023).</p>
<p>Pengunjung yang ingin singgah di Waduk Cengklik ini harus membayar biaya retribusi masuk terlebih dahulu. Biaya yang dibebankan sangat murah dan terjangkau yakni Rp.2.000 saja. Tempat ini bisa dikunjungi setiap hari tanpa batasan waktu tertentu karena terbuka untuk umum selama 24 jam.</p>
<p>Waduk Cengklik berlokasi di Desa Ngargorejo, Ngemplak, Kabupaten Boyolali, dan berdekatan dengan bandara. Jaraknya sekitar 2,5 km dari bandara, sehingga dapat dicapai dalam waktu kurang dari 10 menit dengan kendaraan.</p>
<p><strong>Penulis : Rizky Kusumo Adi</strong><br />
<strong>Jurusan : Sastra Indonesia FIB UNS</strong><br />
<strong>Status : Mahasiswa Magang</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/09/menikmati-pemandangan-indah-di-waduk-cengklik.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengunjungi Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Indonesia</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/09/mengunjungi-museum-radya-pustaka-museum-tertua-di-indonesia.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/09/mengunjungi-museum-radya-pustaka-museum-tertua-di-indonesia.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Sep 2023 11:47:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[LIFESTYLE]]></category>
		<category><![CDATA[TRAVEL]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Solo]]></category>
		<category><![CDATA[berita solo hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Solo]]></category>
		<category><![CDATA[jalan jalan solo]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Radya Pustaka]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Tertua di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Solo Hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[solo viral]]></category>
		<category><![CDATA[wisata sejarah solo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=51222</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com,  Ketika berlibur ke Kota Surakarta (Solo), pengunjung dapat mengajak keluarga untuk mengunjungi Museum Radya Pustaka. Destinasi ini sangat menarik karena merupakan salah satu museum tertua di Indonesia. Pada tempat ini, pengunjung dapat menjelajahi berbagai koleksi bersejarah yang informatif dan mempelajari asal usul museum ini. Oleh karena itu, perjalanan rekreasi ke sini tidak hanya akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://samin-news.com"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>,  </a>Ketika berlibur ke Kota Surakarta (Solo), pengunjung dapat mengajak keluarga untuk mengunjungi Museum Radya Pustaka. Destinasi ini sangat menarik karena merupakan salah satu museum tertua di Indonesia.</p>
<p>Pada tempat ini, pengunjung dapat menjelajahi berbagai koleksi bersejarah yang informatif dan mempelajari asal usul museum ini. Oleh karena itu, perjalanan rekreasi ke sini tidak hanya akan memberikan hiburan dan peluang untuk melepaskan kepenatan, tetapi juga akan memperluas pengetahuan wisatawan.</p>
<p>Museum Radya Pustaka, yang awalnya dikenal sebagai Paheman Radyapustaka, berdiri pada tanggal 28 Oktober 1890 selama pemerintahan Sinuhun PB IX. Awalnya didirikan oleh K.R.A Sosrodiningrat IV di Kepatihan Surakarta, kemudian dipindahkan ke Loji Kadipolo yang dibeli oleh PB IX dari seorang warga Belanda bernama Johannes Busselaar pada awal tahun 1913. Museum ini resmi berganti nama menjadi Museum Radya Pustaka.</p>
<p>Yang membuat museum ini unik adalah bahwa ia tidak berada di bawah naungan Dinas Pubakala dan Pemerintah Kota setempat seperti museum lain di Solo. Sebaliknya, museum ini dikelola dan dikembangkan oleh Yayasan Paheman Radya Pustaka Surakarta. Secara etimologis, &#8220;radya&#8221; berarti pemerintah, sementara &#8220;pustaka&#8221; berarti surat. Dahulu, tempat ini digunakan untuk menyimpan surat-surat kerajaan.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, tempat ini mulai menyimpan bukan hanya surat-surat, tetapi juga berbagai benda bersejarah yang berkaitan dengan kerajaan. Seiring dengan pertambahan koleksi, tempat ini kemudian berkembang menjadi sebuah museum. Di museum ini, pengunjung akan menemukan ratusan buku klasik milik Keraton Kasunanan Surakarta, yang merupakan karya para raja dan pujangga istana. Buku-buku yang diciptakan oleh tokoh seperti Ranggawarsita dan Yasadipura, yang berisi tentang falsafah, panduan hidup, kisah raja, sejarah, sastra, dan topik lainnya, terdapat dalam koleksi museum ini.</p>
<p>Bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi Museum Radya Pustaka ini bisa datang setiap Selasa &#8211; Minggu pada pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB. Sedangkan hari jumat, Museum ini buka mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB.</p>
<p><strong>Penulis : Rizky Kusumo Adi</strong><br />
<strong>Jurusan : Sastra Indonesia FIB UNS</strong><br />
<strong>Status : Mahasiswa Magang</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/09/mengunjungi-museum-radya-pustaka-museum-tertua-di-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasar Triwindu, Pasar Bersejarah Sebagai Pusat Jual Beli Barang Antik</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/09/pasar-triwindu-pasar-bersejarah-sebagai-pusat-jual-beli-barang-antik.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/09/pasar-triwindu-pasar-bersejarah-sebagai-pusat-jual-beli-barang-antik.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Sep 2023 11:52:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[LIFESTYLE]]></category>
		<category><![CDATA[TRAVEL]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Solo]]></category>
		<category><![CDATA[jalan jalan solo]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner solo viral]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Triwindu]]></category>
		<category><![CDATA[wisata sejarah solo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=51197</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, Pasar Triwindu Surakarta yang terletak di Kota Solo merupakan salah satu simbol ikonik yang terkenal. Tempat ini menjadi surganya bagi pecinta barang-barang antik. Di pasar ini, pengunjung dapat menemukan berbagai benda kuno yang berasal dari masa kerajaan, seperti lampu gantung, peralatan makan perak, uang kuno, sepeda, jam kukuk, dan banyak lagi. Pasar Triwindu memiliki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://samin-news.com"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>, </a>Pasar Triwindu Surakarta yang terletak di Kota Solo merupakan salah satu simbol ikonik yang terkenal. Tempat ini menjadi surganya bagi pecinta barang-barang antik. Di pasar ini, pengunjung dapat menemukan berbagai benda kuno yang berasal dari masa kerajaan, seperti lampu gantung, peralatan makan perak, uang kuno, sepeda, jam kukuk, dan banyak lagi.</p>
<p>Pasar Triwindu memiliki sejarah yang menarik. Pasar ini sudah ada sejak tahun 1939 jauh sebelum Indonesia merdeka. Nama &#8220;Triwindu&#8221; berasal dari kata &#8220;Tri&#8221; yang berarti tiga dan &#8220;Windu&#8221; yang berarti delapan, sehingga artinya adalah 24 tahun.</p>
<p>Pasar Triwindu Ngarsopuro dinamakan &#8220;Triwindu&#8221; karena dibangun pada tahun 1939 oleh KGPAA Mangkunegara VII untuk merayakan tiga windu atau 24 tahun masa pemerintahannya. Awalnya, pasar ini adalah pasar malam yang merupakan hadiah ulang tahun dari Gusti Nurul Kamaril kepada ayahnya, Mangkunegaran VII sebagai hiburan bagi rakyat.</p>
<p>Pada awalnya, area ini berfungsi sebagai kandang kuda milik Mangkunegaran. Barang-barang antik belum dijual di sana, hanya ada kain, majalah, jajanan pasar, dan barang sejenis yang dijual di meja-meja. Namun, sejak tahun 1966, pedagang mulai menjual hiasan, perkakas rumah tangga, dan barang lainnya. Bahkan, sejak tahun 1970, barang-barang antik mulai menghiasi lorong-lorong Pasar Triwindu, termasuk keramik dari Cina dan sebagainya.</p>
<p>Pada tanggal 5 Juli 2008, Pasar Triwindu mengalami pembaruan signifikan yang mengikuti gaya arsitektur budaya khas Solo. Kios-kios yang awalnya berdekatan sekarang ditempatkan dengan lebih longgar. Pasar ini memiliki dua lantai dan juga menawarkan lahan parkir yang cukup luas.</p>
<p>Pasar ini sering menampilkan berbagai kegiatan seni budaya, baik tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Pada 17 Juni 2011, pasar ini mengganti nama menjadi Pasar Windujenar, tetapi kemudian kembali menjadi Pasar Triwindu karena merujuk pada sejarah pendiriannya.</p>
<p>Sebagai pasar yang menjual barang-barang lawas dan antik. Pasar ini juga menampilkan suasana vintage yang bisa menjadi area spot foto menarik bagi kaum milenial. Terkadang para pengunjung hanya mampir ke pasar ini hanya untuk kebutuhan foto tanpa melirik barang unik yang ada di setiap kios.</p>
<p>Seorang pengunjung Pasar Triwindu, Ajeng, mengatakan jika dirinya datang ke pasar ini untuk kebutuhan foto saja. Ia menambahkan jika pasar Triwindu memiliki kesan yang klasik dan unik di mata wisatawan.</p>
<p>&#8220;Datang kesini buat foto, tempatnya keren sama setiap sisinya estetika&#8221; imbuhnya, Jumat (8/9/2023)</p>
<p>Pasar Triwindu terletak di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Pasar ini terletak sekitar 350 meter di sebelah selatan Pura Mangkunegaran dan memiliki area parkir yang cukup luas di pinggir jalan. Pasar barang antik ini buka dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.</p>
<p><strong>Penulis : Rizky Kusumo Adi</strong><br />
<strong>Jurusan : Sastra Indonesia FIB UNS</strong><br />
<strong>Status : Mahasiswa Magang</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/09/pasar-triwindu-pasar-bersejarah-sebagai-pusat-jual-beli-barang-antik.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengunjungi Gedung Djoeang 45 Solo, Bagunan Bersejarah yang Menjadi Cagar Budaya</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/09/mengunjungi-gedung-djoeang-45-solo-bagunan-bersejarah-yang-menjadi-cagar-budaya.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/09/mengunjungi-gedung-djoeang-45-solo-bagunan-bersejarah-yang-menjadi-cagar-budaya.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Sep 2023 14:49:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[LIFESTYLE]]></category>
		<category><![CDATA[TRAVEL]]></category>
		<category><![CDATA[Bagunan Bersejarah yang Menjadi Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Solo]]></category>
		<category><![CDATA[jalan jalan solo]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Mengunjungi Gedung Djoeang 45 Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Solo Hari ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=51174</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, Kota Solo mempunyai banyak bangunan bersejarah peninggalan masa kolonial. Terdapat beberapa bangunan dengan arsitektur Eropa Klasik yang bisa ditemui di Kota ini. Salah satu bangunan tersebut adalah Gedung Djoeang 45 Solo. Gedung Djoeang merupakan bangunan yang menjadi saksi perjuangan di Kota Solo, yang telah berdiri sejak tahun 1876 dan selesai pada tahun 1880, bangunan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://samin-news.com"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>, </a>Kota Solo mempunyai banyak bangunan bersejarah peninggalan masa kolonial. Terdapat beberapa bangunan dengan arsitektur Eropa Klasik yang bisa ditemui di Kota ini. Salah satu bangunan tersebut adalah Gedung Djoeang 45 Solo.</p>
<p>Gedung Djoeang merupakan bangunan yang menjadi saksi perjuangan di Kota Solo, yang telah berdiri sejak tahun 1876 dan selesai pada tahun 1880, bangunan ini terletak di Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Awalnya, gedung ini digunakan sebagai kantin untuk Tentara Belanda, kemudian berubah menjadi asrama militer dan bahkan klinik selama beberapa periode. Selama pendudukan Jepang, Gedung Djoeang diambil alih oleh Pasukan Nippon sebagai markas militer.</p>
<p>Setelah kemerdekaan Indonesia, gedung ini memiliki berbagai fungsi, termasuk panti asuhan, markas TNI, dan kantor pengurus DHC &#8217;45. Di dalam gedung ini juga terdapat Monumen Laskar Putri Surakarta, yang mengenang peran wanita dalam perjuangan pada tahun 1949.</p>
<p>Gedung Djoeang sekarang merupakan bagian dari Bangunan Cagar Budaya yang dikelola oleh Kementerian Pertahanan dan PT Andalan Solo Baru. Pada tahun 2019, gedung ini dibuka sebagai destinasi wisata di Kota Solo, dan dapat dikunjungi oleh masyarakat umum pada jam operasional tertentu.</p>
<p>Saat ini, Gedung Djoeang bisa diakses setiap hari oleh masyarakat umum dengan jam operasional kunjungan mulai pukul 17.00 WIB hingga 00.00 WIB. Ada berbagai area menarik yang cocok untuk berfoto, lengkap dengan patung-patung, lampu temaram, bangku, dan lantai dengan rumput sintetis. Untuk masuk, pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp3.000 untuk parkir, dan Rp15.000 jika ingin masuk ke dalam gedung.</p>
<p>Gedung Djoeang adalah salah satu destinasi menarik di Kota Solo karena lokasinya yang strategis di tengah kota dan biaya masuk yang terjangkau serta tetap memiliki nilai sejarah yang tinggi. Saat berkunjung ke tempat ini, wisatawan diharapkan tetap menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan sebagai bentuk kedisiplinan.</p>
<p>Penulis : Rizky Kusumo Adi<br />
Jurusan : Sastra Indonesia FIB UNS<br />
Status : Mahasiswa Magang</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/09/mengunjungi-gedung-djoeang-45-solo-bagunan-bersejarah-yang-menjadi-cagar-budaya.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>De Tjolomadoe, Tempat Wisata Sejarah Bekas Pabrik Gula</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/09/de-tjolomadoe-tempat-wisata-sejarah-bekas-pabrik-gula.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/09/de-tjolomadoe-tempat-wisata-sejarah-bekas-pabrik-gula.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Sep 2023 13:03:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[TRAVEL]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Solo]]></category>
		<category><![CDATA[De Tjolomadoe]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Solo]]></category>
		<category><![CDATA[jalan jalan solo]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik gula Colomadu]]></category>
		<category><![CDATA[Solo Hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[tempat viral solo]]></category>
		<category><![CDATA[wisata sejarah solo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=51135</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, Pabrik gula Colomadu yang sekarang dikenal sebagai &#8220;De Tjolomadoe&#8221; telah bertransformasi menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik. Situs bekas pabrik gula ini telah diubah menjadi kawasan bersejarah yang juga cocok sebagai pilihan liburan keluarga. Terletak berdekatan dengan bandara Adi Soemarmo dan pusat kota Solo, &#8220;De Tjolomadoe&#8221; memungkinkan pengunjung untuk merasakan atmosfer bangunan tempo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://samin-news.com"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>,</a> Pabrik gula Colomadu yang sekarang dikenal sebagai &#8220;De Tjolomadoe&#8221; telah bertransformasi menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik. Situs bekas pabrik gula ini telah diubah menjadi kawasan bersejarah yang juga cocok sebagai pilihan liburan keluarga. Terletak berdekatan dengan bandara Adi Soemarmo dan pusat kota Solo, &#8220;De Tjolomadoe&#8221; memungkinkan pengunjung untuk merasakan atmosfer bangunan tempo dulu.</p>
<p>Awalnya, Tjolomadoe merupakan pabrik gula yang didirikan oleh Mangkunegaran IV pada tahun 1861. Pabrik ini masih memiliki mesin-mesin buatan Jerman yang masih ada hingga sekarang. Pada tahun 1928, bangunan ini mengalami renovasi, tetapi kemudian terbengkalai selama 20 tahun. Beberapa tahun yang lalu, bangunan ini mengalami revitalisasi total dan diubah menjadi tempat wisata yang baru.</p>
<p>Dalam bangunan ini, pengunjung masih dapat melihat mesin-mesin pabrik gula asli yang dipertahankan dan menjadi bagian dari koleksi museum di &#8220;De Tjolomadoe&#8221;. Tempat bersejarah yang kini telah dibuka untuk umum ini menawarkan pengalaman wisata berkonsep heritage. Bagi para pecinta foto selfie atau wefie, terdapat banyak spot menarik yang cocok untuk diunggah ke Instagram.</p>
<p>Bangunan paling depan terdiri dari dua lantai, dengan Stasiun Gilingan yang berfungsi sebagai museum pabrik gula, dan Stasiun Ketelan yang menjadi tempat Food and Beverage. Sementara itu, Tjolomadoe Hall atau concert hall dan Sarkara Hall digunakan untuk acara besar dan terletak di bagian belakang bangunan.</p>
<p>Kawasan ini memiliki luas yang sangat besar dengan taman yang indah yang dapat memanjakan mata pengunjung. Di dalam bangunan tersebut juga terasa sejuk dan bersih, menciptakan kenyamanan bagi para pengunjung museum.</p>
<p>Konsep penataan dan pengelolaan kawasan ini sangat tepat untuk Solo. De Tjolomadoe juga cukup luas, sehingga pengunjung dapat menjelajahi dan menghabiskan waktu liburan di sana. Di bagian depan terdapat food court yang menyajikan berbagai makanan lezat. Tingginya minat pengunjung menunjukkan bahwa ini adalah salah satu daya tarik wisata baru di Kota Solo.</p>
<p>Bagi pengunjung yang ingin mampir ke De Tjolomadoe bisa masuk dengan membeli tiket seharga Rp.40.000. De Tjolomadoe bisa dikunjungi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00.</p>
<p><strong>Penulis : Rizky Kusumo Adi<br />
Jurusan : Sastra Indonesia FIB UNS<br />
Status : Mahasiswa Magang</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/09/de-tjolomadoe-tempat-wisata-sejarah-bekas-pabrik-gula.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
