<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesian Corruption Watch &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/indonesian-corruption-watch/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Aug 2021 08:26:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>ICW Desak Jokowi untuk Segera Menyikapi Kisruh KPK</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/08/icw-desak-jokowi-untuk-segera-menyikapi-kisruh-kpk.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/08/icw-desak-jokowi-untuk-segera-menyikapi-kisruh-kpk.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2021 08:26:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[ICW]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian Corruption Watch]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=32430</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, JAKARTA &#8211; Indonesian Corruption Watch (ICW) mendesak Presiden Joko Widodo agar segera mengambil sikap terhadap polemik yang terjadi di tubuh KPK. &#8220;Satu-satunya solusi yang ampuh untuk mengatasi permasalahan ini adalah mengikuti rekomendasi dari Ombudsman dan Komnas HAM dengan melantik 57 pegawai KPK sebagai Aparatur Sipil Negara,&#8221; kata Peneliti ICW, Kurnia Ramdhana dalam keterangannya, Jumat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, JAKARTA</strong> &#8211; Indonesian Corruption Watch (ICW) mendesak Presiden Joko Widodo agar segera mengambil sikap terhadap polemik yang terjadi di tubuh KPK.</p>
<p>&#8220;Satu-satunya solusi yang ampuh untuk mengatasi permasalahan ini adalah mengikuti rekomendasi dari Ombudsman dan Komnas HAM dengan melantik 57 pegawai KPK sebagai Aparatur Sipil Negara,&#8221; kata Peneliti ICW, Kurnia Ramdhana dalam keterangannya, Jumat (28/8/2021) kemarin.</p>
<p>Bukan hanya itu, menurut ICW presiden juga harus menegur serta mengevaluasi Komisioner KPK dan Badan Kepegawaian Negara.</p>
<p>Menurutnya, selain melakukan pembangkangan atas instruksi Presiden, dua pimpinan lembaga negara itu juga terbukti mengingkari putusan Mahkamah Konstitusi, melakukan maladministrasi, dan melanggar hak asasi manusia saat menyelenggarakan Tes Wawasan Kebangsaan.</p>
<p>&#8220;Sekaligus hal ini akan menjadi pembuktian terhadap konsistensi Presiden saat pertengahan Mei lalu mengungkapkan bahwa TWK tidak bisa dijadikan dasar untuk memberhentikan pegawai KPK, &#8221; imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/08/icw-desak-jokowi-untuk-segera-menyikapi-kisruh-kpk.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ICW Beberkan Penyebab Mahalnya Tes PCR</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/08/icw-beberkan-penyebab-mahalnya-tes-pcr.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/08/icw-beberkan-penyebab-mahalnya-tes-pcr.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2021 00:53:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[ICW]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian Corruption Watch]]></category>
		<category><![CDATA[Tes PCR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=31768</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, JAKARTA &#8211; Menyusul permintaan Presiden Jokowi tentang penurunan tarif  tes polymerase chain reaction (PCR). Indonesian Corruptio  n Watch (ICW) mengungkapkan penyebab mahalnya tes PCR di Indonesia. Peneliti ICW Wana Alamsyah menuturkan bahwa tidak adanya biaya impor yang dibebankan pada pelaku usaha untuk produk tes kit dan reagent laboratorium menjadi salah satu penyebabnya. Hal itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>SAMIN-NEWS.com, JAKARTA</strong> &#8211; Menyusul permintaan Presiden Jokowi tentang penurunan tarif  tes <i>polymerase chain reaction</i> (PCR). Indonesian Corruptio  n Watch (ICW) mengungkapkan penyebab mahalnya tes PCR di Indonesia.</p>
<p dir="ltr">Peneliti ICW Wana Alamsyah menuturkan bahwa tidak adanya biaya impor yang dibebankan pada pelaku usaha untuk produk tes kit dan reagent laboratorium menjadi salah satu penyebabnya.</p>
<p dir="ltr">Hal itu diatur dalam Pasal 2 ayat (1) huruf c Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.04/2020 tentang Pemberian Fasilitas Kepabeanan dan/atau Cukai Serta Perpajakan atas Impor Barang untuk keperluan Penanganan Pandemi Covid-19.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, dampak dari tidak adanya biaya impor tersebut mempengaruhi komponen dalam menyusun tarif tes PCR.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Yang menjadi masalah adalah publik tidak pernah diberikan informasi mengenai apa saja komponen pembentuk harga dalam kegiatan tarif pemeriksaan PCR&#8221; ucapnya, dilansir dari Kompas, Minggu (15/8/2021).</p>
<p dir="ltr">Wana menyebut masalah kedua adalah rentan harga reagen PCR yang selama ini dibeli oleh Pelaku Usaha senilai Rp 180.000 hingga Rp 375.000.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Jika dibandingkan antara penetapan harga dalam SE milik Kementerian Kesehatan dengan harga pembelian oleh pelaku usaha, gap harga reagen PCR mencapai 5 kali lipat,&#8221; ungkapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/08/icw-beberkan-penyebab-mahalnya-tes-pcr.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
