<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HUT RI &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/hut-ri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Jul 2023 12:47:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Polemik Pemasangan Bendera Merah Putih HUT RI di Tambaharjo</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/07/polemik-pemasangan-bendera-merah-putih-hut-ri-di-tambaharjo.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/07/polemik-pemasangan-bendera-merah-putih-hut-ri-di-tambaharjo.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Jul 2023 12:47:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Payang]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tambaharjo]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI]]></category>
		<category><![CDATA[Polemik Pemasangan Bendera]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=50437</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Pemasangan bendera merah putih dalam rangka memperingati HUT ke-78 yang berlokasi di jalan Gang I A, Desa Tambaharjo, oleh Pemdes Payang, Kecamatan/Kabupaten Pati dalam prosesnya menemui polemik. Kades Tambaharjo, Sugiyono mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan pemasangan bendera merah putih. Dirinya juga menegaskan warganya tidak ada masalah dengan hal tersebut. Menurutnya, yang perlu diperhatikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Pemasangan bendera merah putih dalam rangka memperingati HUT ke-78 yang berlokasi di jalan Gang I A, Desa Tambaharjo, oleh Pemdes Payang, Kecamatan/Kabupaten Pati dalam prosesnya menemui polemik.</p>
<p>Kades Tambaharjo, Sugiyono mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan pemasangan bendera merah putih. Dirinya juga menegaskan warganya tidak ada masalah dengan hal tersebut. Menurutnya, yang perlu diperhatikan adalah perlu berizin terlebih dahulu.</p>
<p>&#8220;Payang sama Tambaharjo punya wilayah masing-masing. Seandainya Bu Inggi Payang mau masang di situ, dengan syarat izin. Monggo itu ndak papa,&#8221; kata Kades Tambaharjo yang dipanggil Yoyong itu, Senin (31/7/2023).</p>
<p>Dia menjelaskan jalan yang hendak dipasang bendera merah putih oleh Pemdes Payang di jalan Gang I A tersebut merupakan wilayah Desa Tambaharjo. Begitu juga dengan kanan kirinya merupakan tanah aset milik Desa Tambaharjo.</p>
<p>Akan tetapi, dia menyebut tidak keberatan dengan pemasangan bendera sepanjang sebelum pelaksanaan ada koordinasi secara resmi oleh pihak terkait.</p>
<p>&#8220;Sebelumnya Pemdes Payang enggak ada koordinasi dengan Pemdes Tambaharjo. Ini kan yang dipersoalkan karena tidak ada koordinasinya itu,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sementara terpisah, Kades Payang, Dewi Ernawati mengaku pihaknya memasang bendera di akses menuju wilayah Payang itu telah dilakukannya bertahun-tahun dan tidak ada persoalan.</p>
<p>&#8220;Lha sudah biasa masang kenapa harus koordinasi dalam rangka HUT kemerdekaan RI. Lha kenapa dilarang. Sebelumnya enggak ada permasalahan, baru kali ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ernawati mengakui jalan yang hendak dipasangi bendera tersebut berada di wilayah Desa Tambaharjo. Hanya saja, sejak jalan itu masih berbentuk tanah hingga sampai dicor yang membiayai Payang.</p>
<p>&#8220;Dulu pernah ada ramai-ramai saat mau pasang talud pernah bersurat tapi Tambaharjo gak mau menerima surat. Lha ngapa bersurat daripada ditolak lagi. Iya berkaca dari kejadian sebelumnya. Harapannya ya tetap dilakukan pemasangan bendera,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sedangkan Kapolsek Pati Kota, Heru Purnomo yang datang ke lokasi bersama dengan jajaran Koramil Pati itu mengaku dirinya datang untuk mengawal peristiwa ini agar tidak ada konflik.</p>
<p>&#8220;Intinya kami dari aspek pengamanan memastikan tidak ada ekses, tidak ada gejolak, apalagi konflik horizontal. Kalau masalah mediasi kami serahkan kepada kedua belah pihak dirembug yang baik,&#8221; ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/07/polemik-pemasangan-bendera-merah-putih-hut-ri-di-tambaharjo.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cerita Ono, Warga Sumedang Jualan Bendera di Pati</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/07/cerita-ono-warga-sumedang-jualan-bendera-di-pati.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/07/cerita-ono-warga-sumedang-jualan-bendera-di-pati.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jul 2023 13:44:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Warga Sumedang]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI]]></category>
		<category><![CDATA[Jualan Bendera di Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=50400</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Ono (38) dari Sumedang, Jawa Barat bercerita tentang kesehariannya menjelang Hari Ulang Tahun ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia menjual bendera merah putih. Tiap hari dia di depan SMP Negeri 8 Pati. Dia mengaku secara rutin berjualan, bahkan sudah delapan tahun lalu memulai pekerjaannya di bumi mina tani itu. &#8220;Mulai jualan sejak tahun 2015 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Ono (38) dari Sumedang, Jawa Barat bercerita tentang kesehariannya menjelang Hari Ulang Tahun ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia menjual bendera merah putih. Tiap hari dia di depan SMP Negeri 8 Pati.</p>
<p>Dia mengaku secara rutin berjualan, bahkan sudah delapan tahun lalu memulai pekerjaannya di bumi mina tani itu.</p>
<p>&#8220;Mulai jualan sejak tahun 2015 sampai sekarang dan setiap tahun datang ke Pati dan berjualan di tempat ini dari dulu di depan SMP 8 Pati,&#8221; kata Ono di lokasi jualan, Kamis (27/7/2023).</p>
<p>Laki-laki sunda itu mengaku tiba di Pati sejak tanggal 22 Juli kemarin. Menurutnya jualan ramai ketika memasuki akhir bulan hingga minggu pertama bulan Agustus. Di waktu-waktu ini banyak masyarakat yang membeli dagangan.</p>
<p>Sejumlah barang dijual Ono, mulai bendera merah putih, umbul-umbul, background hingga rawis. Dia merinci harganya bervariatif di antaranya background senilai Rp 100 ribu, bendera Rp 20 ribu, sedangkan umbul-umbul seharga Rp 25 ribu.</p>
<p>&#8220;Yang paling diminati pembeli itu mulai dari bendera, umbul-umbul, background serta rawis. Nah ketika dagangan laris dalam sehari bisa memperoleh untung Rp 300 ribu. Tapi kalau sepi paling-paling Rp 150 ribu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ono menuturkan mayoritas penjual bendera di Pati berasal dari luar daerah. Dia mengaku datang ke Pati bersama rombongan yang lain. &#8220;Kami ke sini itu tidak sendiri, tetapi banyak kelompok yang menyebar di berbagai titik,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/07/cerita-ono-warga-sumedang-jualan-bendera-di-pati.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
