<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>GSMS &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/gsms/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Oct 2023 10:49:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Di Jawa hanya 2 Wilayah yang Gelar GSMS, Satunya Kabupaten Pati</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/10/di-jawa-hanya-2-wilayah-yang-gelar-gsms-satunya-kabupaten-pati.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/10/di-jawa-hanya-2-wilayah-yang-gelar-gsms-satunya-kabupaten-pati.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Oct 2023 10:49:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[Beria Pati Hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Jawa Tengah Hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Viral Hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Viral Pati]]></category>
		<category><![CDATA[GSMS]]></category>
		<category><![CDATA[Ketoprak GSMS]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Berita Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=51704</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Kabupaten Pati mendapat kepercayaan lagi melaksanakan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) program unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek). Sementara di Pulau Jawa hanya ada dua wilayah yang dipercaya kementerian menggelar program kolaborasi seniman dengan satuan pendidikan. Pertama Kabupaten Pati dan kedua Kabupaten Sumedang. Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Kabupaten Pati mendapat kepercayaan lagi melaksanakan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) program unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek).</p>
<p>Sementara di Pulau Jawa hanya ada dua wilayah yang dipercaya kementerian menggelar program kolaborasi seniman dengan satuan pendidikan. Pertama Kabupaten Pati dan kedua Kabupaten Sumedang.</p>
<p>Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati, Tulus Budiharjo saat pembukaan GSMS di kantor setempat, Selasa (17/10/2023).</p>
<p>&#8220;GSMS ini merupakan program oleh pemerintah pusat digelar hanya 27 Kabupaten/Kota se-Indonesia dan di Pulau Jawa hanya 2 yaitu Sumedang dan Kabupaten Pati,&#8221; kata Tulus.</p>
<p>Dirinya menjelaskan program GSMS di Kabupaten Pati dilaksanakan di 23 satuan pendidikan baik SD dan SMP serta melibatkan 23 seniman sebagai pendamping. Menurutnya kegiatan ini penting sebagai dukungan untuk membentuk karakter anak didik.</p>
<p>&#8220;Tujuan GSMS salah satunya untuk memfilter kebudayaan yang tidak pas di Indonesia. Ini menjawab keterbatasan satuan pendidikan dan seniman kolaborasi sulit masuk ke lingkungan sekolah. Kita harus lestarikan budaya seni kita,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sedangkan Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro menyatakan bahwa pemerintah daerah seringkali berkomunikasi dengan seniman berdiskusi bagaimana mengembangkan seni di Pati.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-51706" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-17-at-12.28.10-300x169.jpeg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-17-at-12.28.10-300x169.jpeg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-17-at-12.28.10-1024x576.jpeg 1024w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-17-at-12.28.10-768x432.jpeg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-17-at-12.28.10-1536x864.jpeg 1536w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-17-at-12.28.10-696x392.jpeg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-17-at-12.28.10-1068x601.jpeg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-17-at-12.28.10-747x420.jpeg 747w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/10/WhatsApp-Image-2023-10-17-at-12.28.10.jpeg 1600w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>&#8220;Kita berupaya mengembangkan seni budaya di Pati, kita sering komunikasi dengan pelaku seni. Bagaimana kita ikut bersama mengembangkan budaya di Pati,&#8221; kata Henggar.</p>
<p>Dalam kesempatan itu laki-laki plontos tersebut mengapresiasi para seniman cilik yang tampil luar biasa di acara GSMS. Dia mengaku, sejalan dengan perkembangan seni budaya, maka sektor-sektor lainnya juga akan meningkat.</p>
<p>&#8220;Kita akan coba kembangkan, berangkat dr sektor kesenian kebudayaan akan membangkitkan sektor lainnya. Keren, anak-anak kecil semua yang tampil,&#8221; tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/10/di-jawa-hanya-2-wilayah-yang-gelar-gsms-satunya-kabupaten-pati.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GSMS SD Pagendisan Mbesut Cerita Legenda Ajisaka</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/09/gsms-sd-pagendisan-mbesut-cerita-legenda-ajisaka.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/09/gsms-sd-pagendisan-mbesut-cerita-legenda-ajisaka.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2021 09:31:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[GSMS]]></category>
		<category><![CDATA[SD Pagendisan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=33642</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, DUA seniman dari panggung ketoprak asal Winong, Jaswadi dan dalang wayang kulit (Sudadi), sudah beberapa lama ini masuk dalam daftar Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Dinas Pendidik dan Kebudayaan Kabupaten Pati. Keduanya, saat ini saling bahu membahu menggembleng anak-anak SD Pagendisan, Kecamatan Winong yang semua pada awalnya tidak pernah terbayang harus berlatih dan bermain [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_33638" aria-describedby="caption-attachment-33638" style="width: 588px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-33638" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/09/a1-9.gif" alt="" width="588" height="441" /><figcaption id="caption-attachment-33638" class="wp-caption-text">Dua seniman dari kesenian ketoprak (Jaswadi) dan dalang wayang kulit (Sudadi), asal Winong dalam Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) bergabung melatih ketoprak dan penabuh gamelan anak-anak SD Pagendisan, Kecamatan Winong.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><a href="https://www.samin-news.com/"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong></a>, DUA seniman dari panggung ketoprak asal Winong, Jaswadi dan dalang wayang kulit (Sudadi), sudah beberapa lama ini masuk dalam daftar Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Dinas Pendidik dan Kebudayaan Kabupaten Pati. Keduanya, saat ini saling bahu membahu menggembleng anak-anak SD Pagendisan, Kecamatan Winong yang semua pada awalnya tidak pernah terbayang harus berlatih dan bermain ketoprak.</p>
<p>Karena kondisi tersebut, papar Kepala SD yang bersangkutan, Syahlan, pihaknya menerima tawaran dari Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, masuknya program GSMS ke sekolahnya. Pertimbangannya, dengan anak-anak melatih diri dalam berkesenian khususnya seni pertunjukan ketoprak, paling tidak mereka sedikit demi sedikit mulai tersentuh pemahamannya bahwa kesenian tersebut, adalah menjadi bagian dari budaya para leluhurnya.</p>
<p>Dengan bermain ketoprak, sebagaimana banyak yang diharapkan bahwa hal itu akan menjadi bagian dari proses anak-anak untuk memahami sendiri, tapi juga bisa memainkan sosok tokoh yang harus diperankan. Selebihnya, mereka juga akan mulai mengenal &#8221;unggah-ungguh&#8221; bahwa dalam tontonan ketoprak itu, banyak adegan yang dalam dialognya antara pemain satu dan lainnya harus berbahasa.</p>
<p>Paling tidak dengan membaca naskah, mereka sudah mengenal sedikit bahasa Jawa atau bahasa ibunya, sehingga jika mereka itu sering berlatih, maka perbendaharaan kalimat dalam bahasa ibunya itu akan bertambah. &#8221;Karena itu, agar program GSMS tersebut berkelanjutan dan SD Pagendisan kembali mendapat alokasi gerakan itu, sehingga muridnya yang lain ada kesempatan untuk belajar di dalamnya,&#8221;ujarnya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-33640" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/09/a3-5.gif" alt="" width="588" height="441" /></p>
<figure id="attachment_33641" aria-describedby="caption-attachment-33641" style="width: 588px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-33641" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/09/a4-4.gif" alt="" width="588" height="441" /><figcaption id="caption-attachment-33641" class="wp-caption-text">Dengan berlatih ketoprak program GSMS paling tidak anak-anak juga tersentuh sedikit dasar bela diri untuk laga dan diajari pula tarian untuk adegan Tamansari.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Sudadi memaparkan bahwa yang digarap ini adalah anak-anak yang baru kali pertama tersentuh program berkesenian, maka yang dibutuhkan adalah tingginya rasa kesabaran. Sehingga untuk membagi peran dalam cerita yang dibesut, yaitu tentang legenda Ajisaka harus mengalami bongkar-pasang beberapa kali baru didapatkan karakter peran meskipun masih minimal.</p>
<p>Mengingat kondisi tersebut pihaknya menyadari, bahwa dari satu sisi menuntut terlalu banyak akan kemampuan pada setiap anak memang harus melalui proses yang harus berkelanjutan. Akan tetapi, paling tidak anak-anak sudah memahami alur cerita setelah membaca dan menghafal naskah, maka tindak lanjut atau proses berikutnya adalah mendialogkan antara pemain dalam satu atau  beberapa adegan yang diperankan.</p>
<p>Berkait cerita legenda Ajisaka sendiri tentu sudah banyak dipahami, bahwa pada masa itulah lahirnya huruf atau aksara Jawa yang berjumlah 20 dengan diawali huruf (Ha) dan dan diakhiri dengan huruf (Nga). Hal itu berasal dari kisah legenda seorang pemuda tampan dan sakti yang berasal dari Majethi bernama Ajisaka dengan dua pengikut setia yang juga sakti Dora dan Sembada.</p>
<p>Pada suatu waktu Ajisaka mengajak pengikutnya Dora untuk berkelana meninggalkan Majethi, tapi Sembada ditinggalkan dan mendapat tugas untuk menjaga pusaka. Pesan Ajisaka, pusaka tersebut jangan sampai jatuh atau diberikan kepada orang lain kecuali kepadanya sendiri, dan berangkatlah mereka sampai akhirnya tiba di Tanah Jawa, tepatnya di Kerajaan Medhang Kamulan.</p>
<p>Di kerajaan ini, Ajisaka mendapat cerita dari rakyat bahwa Raja Medahang Kamulan Prabu Dewata Cengkar ini, setiap hari senangnya memakan daging manusia. Karena itu, Ajisaka menyatakan siap untuk dimakan, tapi sebelum itu pemuda tersebut mengajukan syarat agar diberi tanah selebar ikat kepalannya.</p>
<p>Akan tetapi begitu tanah tersebut diukur dengan ikat kepalanya, maka tanah itu semakin bertambah lebar, dan akhirnya mendesak Prabu Dewata Cengkar sampai tercebur ke Laut Selatan, dan meninggal. Ajisaka akhirnya oleh rakyat diangkat sebagai Raja di Medhang Kamulan, karena tidak ada lagi raja yang senang memakan daging dari tubuh rakyatnya.</p>
<p>Setelah Ajisaka menjadi raja, maka Dora pun diutus kembali ke Pulau Majethi untuk mengambil pusakanya, tapi hal itu tidak diperbolehkan oleh Sembada, karena pesan Ajisaka pusaka tersebut harus diserahkan langsung bukan lewat orang lain. Terjadilah peperangan hebat antara keduanya yang sama-sama saktinya, sampai mereka pun mati bersama-sama.</p>
<p>Kematian dua pengikutnya pun sampai didengar oleh Ajisaka, dan untuk mengenang kedua arwah pengikutnya itu, maka ditulislah huruf yang masih dikenal hingga sekarang, yaitu huruf Jawa, Ha, Na, Ca, Ra, Ka, dan seterusnya. &#8221;Akan tetapi, huruf Jawa tersebut akhirnya saat ini pun tinggal kenangan karena oleh kita sebagai orang Jawa juga sudah lama meninggalkan,&#8221;imbuh Sudadi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/09/gsms-sd-pagendisan-mbesut-cerita-legenda-ajisaka.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
