<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gerakan Seniman Masuk Sekolah &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/gerakan-seniman-masuk-sekolah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Jul 2023 12:27:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Sejumlah Kesenian Akan Ditampilkan dari Program GSMS</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/07/sejumlah-kesenian-akan-ditampilkan-dari-program-gsms.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/07/sejumlah-kesenian-akan-ditampilkan-dari-program-gsms.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jul 2023 12:27:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Seniman Masuk Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=50035</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengatakan tahun ini ada 23 sekolah terdiri dari SD dan SMP yang mengikuti program nasional Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Sekretaris Disdikbud Pati, Paryanto mengatakan pelaksanaan program itu akan dimulai ketika memasuki tahun ajaran baru 2023/2024. Dirinya menyebut dimulai tanggal 17 Juli ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengatakan tahun ini ada 23 sekolah terdiri dari SD dan SMP yang mengikuti program nasional Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS).</p>
<p>Sekretaris Disdikbud Pati, Paryanto mengatakan pelaksanaan program itu akan dimulai ketika memasuki tahun ajaran baru 2023/2024. Dirinya menyebut dimulai tanggal 17 Juli ini, ketika setelah masa orientasi sekolah.</p>
<p>&#8220;Di pati kan yang rame ketoprak, jadi banyak sekolah yang menghendaki untuk ketoprak dan karawitannya di anak-anak. Yang jelas mungkin ya seperti tari, ketoprak, wayang kulit, barongan, mandailing, hingga encak-encik,&#8221; terangnya beberapa waktu lalu.</p>
<p>Dia menegaskan anak-anak akan diajar oleh para seniman yang ahli di bidangnya masing-masing. Pertunjukan seni tradisional itu adalah kesenian yang ada di Kabupaten Pati.</p>
<p>Paryanto menambahkan bahwa modal pembiayaan pelaksanaan profil GSMS ini adalah kolaborasi antara pemerintahan pusat, pemerintah daerah hingga sekolah peserta GSMS.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan program yang digilir tiap tahunnya pada masing-masing tiap sekolah. Jadi tidak mungkin sekolah yang dapat tahun ini, akan dapat lagi di tahun berikutnya itu tidak bisa. Jumlah di Pati kan banyak ada ratusan, 640 SD dan 58 SMP,&#8221; paparnya.</p>
<p>&#8220;Kalau pemilihan sekolah diajukan dari masing-masing korwil atau kecamatan. Nanti kita lihat sarana dan prasarana yang memungkinkan untuk dilaksanakan itu,&#8221; tambah dia.</p>
<p>Diketahui sejak bergulir 2015 lalu, Kabupaten Pati tiap tahun selalu mengikuti program nasional ini. Program tersebut terselenggara atas kerja sama antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan kabupaten dan kota.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/07/sejumlah-kesenian-akan-ditampilkan-dari-program-gsms.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Emak-emak Orang Tua Murid SDN 03 Sukoharjo Minta Hasil Ketoprak GSMS Kembali Dipentaskan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/11/emak-emak-orang-tua-murid-sdn-03-sukoharjo-minta-hasil-ketoprak-gsms-kembali-dipentaskan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/11/emak-emak-orang-tua-murid-sdn-03-sukoharjo-minta-hasil-ketoprak-gsms-kembali-dipentaskan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2021 10:25:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Seniman Masuk Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=35329</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, SAAT hasil pembelajaran Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) dimainkan dalam pertunjukan ketoprak di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pati, beberapa waktu lalu memang tidak banyak orang tua yang tidak bisa melihat langsung kiprah putra-putrinya. Sehingga banyak di antara orang tua murid terpaksa harus menonton dengan cara mengintip dari balik jendela. Masalahnya, pertunjukan tersebut dimainkan secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_35327" aria-describedby="caption-attachment-35327" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-35327" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076681.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076681.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076681-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076681-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076681-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076681-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076681-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-35327" class="wp-caption-text">Penabuh gamelan pengiring pertunjukan ketoprak hasil Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) di SDN 03, Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa dan pemain yang harus melakukan adegan laga.(Foto:SN/dok-aed)</figcaption></figure>
<p>SAMIN-NEWS.com, SAAT hasil pembelajaran Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) dimainkan dalam pertunjukan ketoprak di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pati, beberapa waktu lalu memang tidak banyak orang tua yang tidak bisa melihat langsung kiprah putra-putrinya. Sehingga banyak di antara orang tua murid terpaksa harus menonton dengan cara mengintip dari balik jendela.</p>
<p>Masalahnya, pertunjukan tersebut dimainkan secara virtual karena masih berlangsungnya masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Sehingga penonton yang ada dalam ruangan pertunjukan jumlahnya pun dibatasi, yaitu hanya kepala sekolah beserta beberapa guru, dan komite sekolah yang bersangkutan.</p>
<p>Dengan demikian, banyak orang tua murid, termasuk kalangan &#8221;emak-emak&#8221; seperti dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati yang sampai saat ini masih penasaran untuk bisa melihat langsung kemampuan putra-putrinya dalam menabuh gamelan maupun bermain ketoprak. Karena itu, mereka ini meminta agar seniman yang memberikan pembelajaran seni pertunjukan tersebut menggelarnya pertunjukan ulang.</p>
<p>Hal tersebut dibenarkan seniman yang bersangkutan, Wawan Laras Budoyo yang beberapa hari lalu diajak membahas masalah tersebut oleh &#8221;emak-emak&#8221; dan pihak sekolah, untuk mementaskan hasil pembelajaran GSMS. &#8221;Kami menyanggupinya, dan biaya produksinya menghabiskan lebih dari Rp 10 juta, mereka pun sanggup untuk menutupnya dengan menghimpun iuran,&#8221;ujarnya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-35324" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076751-1.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076751-1.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076751-1-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076751-1-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076751-1-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076751-1-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076751-1-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<figure id="attachment_35323" aria-describedby="caption-attachment-35323" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-35323" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076711.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076711.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076711-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076711-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076711-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076711-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076711-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-35323" class="wp-caption-text">Anak-anak peserta pembelajaran GSMS SDN 03 Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati dalam pertunjukan ketoprak membesut cerita &#8221;Brubuh Kediri.&#8221; (Foto:SN/dok-aed)</figcaption></figure>
<p>Karena emak-emak ini cukup antusias, lanjutnya, maka ia pun menyanggupi asal pihak yang berwenang memberikan izin, termasuk pihak kepala desa setempat juga tidak keberatan. Kendati pihaknya juga menghendaki agar pertunjukan tersebut digelar dalam lingkungan sekolah menggunakan panggung lengkap dengan tenda peneduhnya untuk bersiap-siap menghadapi turunnya hujan.</p>
<p>Selain itu, waktu yang dipergunakan pun harus pagi sampai siang hari dengan durasi maksimal tiga jam, karena pertunjukan tersebut lengkap disertai pembukaan menampilkan tari gambyong. &#8221;Demikian adegan laga juga terjadi penambahan waktu, karena kami masuk tambahan pemain ketoprak profesional agar anak-anak bisa belajar langsung dari mereka untuk adegan laga ini,&#8221;paparnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-35325" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076721.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076721.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076721-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076721-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076721-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076721-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076721-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<figure id="attachment_35326" aria-describedby="caption-attachment-35326" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-35326" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076791-1.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076791-1.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076791-1-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076791-1-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076791-1-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076791-1-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076791-1-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-35326" class="wp-caption-text">Adegan lawak dan tamansari dalam pertunjukan ketoprak hasil pembelajaran GSMS SDN 03 Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati beberapa waktu lalu.(Foto:SN/dok-aed)</figcaption></figure>
<p>Penambahan waktu pertunjukan juga tak bisa dihindari, karena dalam adegan lawak dia akan memasukkan pula komedian ketoprak profesional, agar dua anak yang harus memainkan ini bisa belajar materi lawakan dari seniornya. Dengan penambahan-penambahan ini, anak-anak akan mempunyai tambahan pengalaman, sehingga biaya produksi pementasan ini mencapai sebesar itu.</p>
<p>Untuk sementara ini, pelaksanaan latihan belum dimulai karena kesibukan sekolah yang saat ini harus menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). &#8221;Akan tetapi setelah 25 November nanti kami akan memulai latihan dengan menggarap gamelan pengiring tari gambyong,&#8221;imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/11/emak-emak-orang-tua-murid-sdn-03-sukoharjo-minta-hasil-ketoprak-gsms-kembali-dipentaskan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Usai GSMS Tindaklanjuti dengan Ekstra Kurikuler</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/11/usai-gsms-tindaklanjuti-dengan-ekstra-kurikuler.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/11/usai-gsms-tindaklanjuti-dengan-ekstra-kurikuler.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Nov 2021 07:54:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Seniman Masuk Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=35119</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Semua sekolah baik SD maupun SMP yang menjadi sasaran program pembelajaran Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Tahun 2021, diminta untuk mempersiapkan diri. Hal tersebut berkait dengan sudah selesainya program itu, sehingga sambil menunggu kelanjutannya pihak sekolah yang bersangkutan hendaknya mempersiapkan diri. Maksudnya semua sekolah yang melaksanakan program [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Semua sekolah baik SD maupun SMP yang menjadi sasaran program pembelajaran Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Tahun 2021, diminta untuk mempersiapkan diri. Hal tersebut berkait dengan sudah selesainya program itu, sehingga sambil menunggu kelanjutannya pihak sekolah yang bersangkutan hendaknya mempersiapkan diri.</p>
<p>Maksudnya semua sekolah yang melaksanakan program itu, agar menindaklanjutinya dengan mengagendakan pembelajaran kesenian yang pernah dilakukan oleh para seniman masuk menjadi kegiatan ekstrakurikuler. Dengan demikian, jumlah 65 sekolah baik SD dan SMP agar bisa menjalin kembali kerjasama dengan para seniman yang menjadi bagian dari program GSMS Tahun 2021.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, Winarto SPd MHum, menjawab pertanyaan, Jumat (12/November) hari ini berkait dengan bagaimana kelanjutan program GSMS. Khusus hal itu, pihaknya tetap berharap agar pihak kementrian tetap mengalokasikan anggaran untuk keperluan tersebut sebagaimana yang sudah berjalan setiap tahun.</p>
<p>Apalagi, anak-anak di Pati yang sekolahnya  menjadi bagian dari pembelajaran program tersebut cukup antusias, dan hasilnya pun nyata karena banyak di antara mereka, sudah bisa menabuh gamelan yang bisa mengiringi pertunjukan ketoprak maupun wayang kulit. &#8221;Dengan demikian, hal itu harus lebih diperdalam dan ditingkatkan lagi melalui kegiatan sekolah tambahan, yaitu ekstrakurikuler,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Melalui upaya tersebut, lanjutnya, agar anak-anak tidak lupa dengan apa yang sebenarnya bisa dilakukan, termasuk mereka yang sudah berani bermain ketoprak maupun unsur kesenian lainnya. Akan tetapi, jika hal itu tidak ditindaklanjuti tidak tertutup kemungkinan mereka menjadi lupa, sehingga lagi dari awal, dengan yang diupayakan berlatihnya berkelanjutan melalui kegiatan ekstra tersebut.</p>
<p>Sambil menunggu Pati kembali masuk dalam pelaksanaan program GSMS, sekali lagi untuk sementara menyelenggarakan kegiatan ekstra, karena untuk tahun depan (2022) pihaknya belum menerima informasi tentang kepastiannya. Sebab, GSMS itu merupakan program hasil shering antara pusat dan daerah, sehingga sambil menunggu kepastian anak-anak tetap harus bisa diajak untuk melakukan kegiatan ekstra itu.</p>
<p>Hanya saja, kendala yang muncul dan tak bisa dihindari jika anak-anak harus berlatih menabuh gamelan, adalah tidak semua sekolah mempunyai kelengkapan fasilitas itu. Sedangkan mulai Tahun ini, bantuan perlengkapan gamelan dari pusat untuk sekolah di Pati sudah tidak ada lagi, maka diharapkan sekolah yang mempunyai fasilitas tersebut meskipun tahun ini tidak masuk program GSMS diharapkan bisa melaksanakan kegiatan ekstra tersebut.</p>
<p>Menjawab pertanyaan, Winarto menambahkan, tentang penyelenggaraan festival ketoprak pelajar, hal itu perlu dilakukan pembahasan jika dipersiapkan berkait dengan momentum peringatan Hari Pendidikan Tahun 2022. &#8221;Untuk akhir Tahun 2021 ini, Wayang Topeng Soneyan sebagai warisan budaya takbenda, diundang tampil dalam pertunjukan di Jakarta,&#8221;imbuh Winarto.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/11/usai-gsms-tindaklanjuti-dengan-ekstra-kurikuler.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banyak Catatan untuk Tindak Lanjut Pemajuan Kebudayaan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/11/banyak-catatan-untuk-tindak-lanjut-pemajuan-kebudayaan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/11/banyak-catatan-untuk-tindak-lanjut-pemajuan-kebudayaan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2021 08:20:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Seniman Masuk Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=35092</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, DARI bagian catatan pembimbing dan pendamping dalam &#8221;workshop&#8221; penulisan naskah cerita ketoprak, Bondan Nusantara dari Yogyakarta mempertegas bahwa kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) membawa dampak signifikan. Yakni, bagi pengembangan para seniman ketoprak tobong di Pati yang ternyata bisa masuk di hampir semua sendi kehidupan masyarakat. Di tengah-tengah gerakan yang secara jujur memang dimotori [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_35083" aria-describedby="caption-attachment-35083" style="width: 1599px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-35083" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211111-WA0003.jpg" alt="" width="1599" height="1200" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211111-WA0003.jpg 1599w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211111-WA0003-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211111-WA0003-1024x768.jpg 1024w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211111-WA0003-768x576.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211111-WA0003-1536x1153.jpg 1536w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211111-WA0003-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211111-WA0003-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211111-WA0003-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211111-WA0003-696x522.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211111-WA0003-1068x802.jpg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211111-WA0003-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 1599px) 100vw, 1599px" /><figcaption id="caption-attachment-35083" class="wp-caption-text">Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) DI Yogyakarta Dra Dwi Ratna Nurhajarini MHum (3 dari kiri) dan rombongan berfoto bersama mantan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, Paryanto dan para penampil dalam pementasan ketoprak &#8221;Indonesiana&#8221; (atas dan bawah)(Foto:SN/dok-wan).</figcaption></figure>
<p>SAMIN-NEWS.com, DARI bagian catatan pembimbing dan pendamping dalam &#8221;workshop&#8221; penulisan naskah cerita ketoprak, Bondan Nusantara dari Yogyakarta mempertegas bahwa kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) membawa dampak signifikan. Yakni, bagi pengembangan para seniman ketoprak tobong di Pati yang ternyata bisa masuk di hampir semua sendi kehidupan masyarakat.</p>
<p>Di tengah-tengah gerakan yang secara jujur memang dimotori mantan Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, Paryanto, pernah terlontar pula dari kalangan seniman setempat. Yakni, setelah GSMS sudah semestinya jika dari jajaran kalangan lintas sektoral lainnya perlu menggagas pula program Gerakan Seniman Masuk Desa (GSMD) sebagai penjamaran konkrit dari diberlakukannya UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.</p>
<p>Munculnya gagasan itu bukan berarti para seniman/seniwati maupun para budayawan &#8221;legan cari momongan,&#8221; tapi justru merupakan bentuk tanggung jawab bersama jika desa-desa ke depan juga menjadi sasaran upaya pemajuan kebudayaan. Sebab, jumlah desa itu mencapai ribuan karena di Kabupaten Pati saja terdapat 401 desa yang tersebar di 21 kecamatan, sehingga desa-desa tersebut bisa sebagai tindak lanjut dari program GSMS.</p>
<p>Dengan demikian, langkah awalnya bisa dimulai di desa-desa yang mempunyai garapan program sebagai Desa Wisata, seperti di Desa Budaya, Kertomulyo, Kecamatan Trangkil. Apalagi, dalam hal ini pihak Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) DI Yogyakarta juga ikut serta menaruh perhatian pada upaya pemajuan kebudayaan di Pati.</p>
<p>Atas keterlibatan dan peran lembaga ini, maka secara resmi sudah ada penetapan dua kekayaan warisan budaya tak benda, yaitu Wayang Topeng Dukuh Kedungpanjang, Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Pati. Sedangkan yang satu lagi, adalah Batik Bakaran, Juwana, sehingga hal tersebut seharusnya menjadi pendorong pihak yang berkompeten di Pati, untuk lebih melirik dan memperhatikan kebudayaan di Pati.</p>
<p>Sebab, dari sisi kesenian sudah menjadi garapan para seniman dalam program GSM yang hasilnya jelas tampak nyata, seperti ratusan anak-anak usia SD maupun SMP di Pati sudah bisa menabuh gamelan. Sedangkan yang lainnya juga sudah mengenal, dan bahkan ikut memainkan seni pertunjukan kesenian tradisional ketoprak, sehingga para orang tua tentu menyimpan kebanggaan tersendiri karena putra-putrinya bisa melakukan hal yang tidak banyak bisa dilakukan oleh anak-anak lain sebayanya.</p>
<p>Bukti dari kebanggaan tersebut, bahkan sudah ada satu desa yang anak-anak murid SD di desa itu menjadi sasaran program pembelajaran GSMS, kelompok kesenian ketopraknya sudah mendapat tiga order tanggapan untuk main. Ketiganya, tentu anak-anak yang kemarin ikut bergabung dan tiba saatnya untuk dikhitan.</p>
<p>Sedangkan masih SD yang muridnya ikut program pembelajaran sama, kalangan orang tuanya justru siap untuk menghimpun pengumpulan dana. Tujuannya, tak lain agar anak-anaknya bisa kembali bermain ketoprak yang digelar di desa sendiri, sehingga warga setempat bisa melihatnya secara langsung, karena saat main dalam GSMS para orang tua ini tidak bisa melihat tampilan putra-putrinya.</p>
<p>Hal tersebut menunjukkan bahwa dengan mengajak putra-putrinya bermain seni pertunjukan ketoprak, ternyata para orang tua ini juga tertarik sehingga sudah semestinya jika kesenian ini bisa menjadi benteng pemajuan kebudayaan di Pati. Karena itu, sebagaimana catatan Bondan Nusantara, bahwa ketoprak tobong di Pati itu mempunyai fleksibelitas, adalah tidak salah karena bisa masuk hampir semua sendi kehidupan masyarakat.</p>
<p>Karena itu, kalangan seniman ketoprak yang saat sudah cukup umur dan selama ini malang melintang dari tobong satu ke tobong lain, perlu dipikirkan para penggantinya yang sekarang masih duduk di bangku SD maupun SMP. Akan tetapi, para orang tua tentu tidak berharap kelak putra-putrinya akan menjadi pemain ketoprak, melainkan menjadi kebanggaan tersendiri jika mereka bisa bermain ketoprak.</p>
<p>Apalagi, di Pati juga banyak pejabat yang bukan pemain ketoprak tapi bisa memainkan pertunjukan kesenian ketoprak. Itulah sebenarnya dari esensi sebenarnya, bahwa ketoprak juga bisa menjadi benteng pemajuan kebudayaan, karena anak-anak hingga orang dewasa dari masyarakat biasa sampai kalangan pejabat bisa memainkannya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/11/banyak-catatan-untuk-tindak-lanjut-pemajuan-kebudayaan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catatan Bondan Nusantara Tentang Perbedaan Ketoprak di Pati dan Ketoprak Mataram</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/11/catatan-bondan-nusantara-tentang-perbedaan-ketoprak-di-pati-dan-ketoprak-mataram.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/11/catatan-bondan-nusantara-tentang-perbedaan-ketoprak-di-pati-dan-ketoprak-mataram.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2021 09:53:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Seniman Masuk Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=35064</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, SEBAGAI pendamping yang menyertai para seniman di Pati dalam proses kreatif untuk penulisan naskah cerita ketoprak, Bondan Nusantara mempunyai beberapa catatan tentang perbedaan ketoprak tobong di Pati dan ketoprak Mataram. Sedangkan penulisan naskah cerita tersebut dikemas dalam kegiatan &#8221;workshop,&#8221;  bersama Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) DI Yogyakarta dan Tim Indonesiana Kemendikbud Riset dan Teknologi RI. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_35062" aria-describedby="caption-attachment-35062" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-35062" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077951.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077951.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077951-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077951-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077951-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077951-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077951-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-35062" class="wp-caption-text">Perbedaan seni ketoprak tobong Pati dengan ketoprak Mataram, di antaranya pada penyajian pembuka dengan tari gambyong dan juga adegan tamansari yang tidak ada di seni pertunjukan ketoprak Mataram.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>, SEBAGAI pendamping yang menyertai para seniman di Pati dalam proses kreatif untuk penulisan naskah cerita ketoprak, Bondan Nusantara mempunyai beberapa catatan tentang perbedaan ketoprak tobong di Pati dan ketoprak Mataram. Sedangkan penulisan naskah cerita tersebut dikemas dalam kegiatan &#8221;workshop,&#8221;  bersama Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) DI Yogyakarta dan Tim Indonesiana Kemendikbud Riset dan Teknologi RI.</p>
<p>Dari hasil penulisan naskah secara berkelompok, dua naskah yang dinilai paling layak diangkat sebagai cerita dalam pertunjukan Ketoprak Indonesiana yang berlangsung Selasa (9/November) semalam (tadi malam), di Sanggar Pasinaon Desa Budaya, Kertomulyo, Kecamatan Trangkil. Sedangkan malam ini (nanti) malam, dilanjutkan dengan pertunjukan di tempat sama oleh kelompok yang satunya.</p>
<p>Karena itu, papar Wawan Laras Budoyo yang menyutradarai besutan lakon &#8221;Geger Patiayam&#8221;, pihaknya tentu berterima kasih dengan disampaikannya beberapa catatan karena hal itu bisa menjadi koreksi atas kekurangan seni pertunjukan ketoprak tobong di Pati. Jika perbandingannya adalah ketoprak Mataram, maka perbedaan tersebut sebagai kasanah budaya antara masyarakat pesisir dengan kawasan lingkungan keraton.</p>
<p>Akan tetapi dengan perbedaan tersebut, tentu akan lebih memperkaya khasanah seni budaya kita, sehingga beberapa catatan tersebut bisa dikemukakan agar lebih diketahui dan dipahami khalayak. &#8221;Dengan demikian, sebagai pengatur dan penanggung jawab pertunjukan ketoprak Indonesiana, kami berterima kasih kepada Pak Bondan Nusantara atas bimbingannya,&#8221;ujarnya.</p>
<figure id="attachment_35061" aria-describedby="caption-attachment-35061" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-35061" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077961.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077961.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077961-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077961-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077961-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077961-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077961-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-35061" class="wp-caption-text">Dari sisi kostum juga cenderung berbeda karena ketoprak tobong Pati dinilai sangat glamour.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Lebih lengkapnya mengutip catatan tersebut, lanjut Wawan Laras Budoyo, juga menyinggung soal pelaksanaan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang dimotori, Pak Paryanto, membawa dampak signifikan bagi pengembangan para seniman ketoprak tobong di Pati. Sebab, format ini memiliki flekssibilitas untuk masuk hampir di semua sendi kehidupan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan para penggemar ketoprak di Pati.</p>
<p>Selain itu, ketoprak tobong yang tumbuh subur di Pati memiliki pembeda yang jelas dengan ketoprak Mataram yang tumbuh di wilayah DIY. Adapun pembeda itu bisa dilihat antara lain, selalu dimulai dengan tarian gambyong yang dibawakan oleh semua pemain putri, dan untuk adegan dagelan wajib dimunculkan dalam setiap lakon, serta selalu menghadirkan adegan para dayang melantunkan tembang-tembang dolanan.</p>
<p>Selebihnya, masih ungkap Wawan Laras Budoyo mengutip catatan itu, untuk intonasi dialog lebih urnamentik dibanding ketoprak Mataram. Demikian pula, untuk pengadegen cenderung runtut dari A hingga Z sebagaimana pergelaran wayang kulit sehingga lakon-lakon yang tersaji cenderung antiklimaks, dan kostum pun lebih glamour serta bernuansa entertain dibanding ketoprak Mataram.</p>
<p>Sementara itu, untuk keprak menjadi penentu ke luar dan masuknya pemain sekaligus menjadi penanda suasana dramatik, dan untuk durasai pertunjukan lebih lama dibanding ketoprak Mataram yang biasanya tampil tak lebih dari 2 jam. Sedangkan lakon yang digelar cenderung meniru apa yang pernah dipentaskan para pendahulunya.</p>
<p>Khusus untuk lakon atau cerita, Wawan Laras Budoyo sedikit menanggapi,  untuk ketoprak tobong di Pati adalah menyesuaikan permintaan yang memberikan order/tuan rumah sebagai penanggap, tapi masyarakat juga tidak ada bosan-bosannya dengan cerita dari dulu hingga sekarang yang tetap sama. &#8221;Bahkan lebih ekstreem lagi, jika cerita tersebut tidak sama dengan yang ditampilkan para pendahulu dianggap cerita itu salah, sehingga jarang yang bisa menerima hadirnya cerita baru dan lain kemasan,&#8221;imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/11/catatan-bondan-nusantara-tentang-perbedaan-ketoprak-di-pati-dan-ketoprak-mataram.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GSMS di Pati Selesai; Sebagian Nanti Malam Ada yang Tampil dalam Pertunjukan Ketoprak</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/11/gsms-di-pati-selesai-sebagian-nanti-malam-ada-yang-tampil-dalam-pertunjukan-ketoprak.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/11/gsms-di-pati-selesai-sebagian-nanti-malam-ada-yang-tampil-dalam-pertunjukan-ketoprak.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Nov 2021 02:30:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Seniman Masuk Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=35001</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, SELAIN melaksanakan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, beberapa waktu lalu juga menyelenggarakan &#8221;workshop.&#8221; Khus yang disebut terakhir berkait dengan masalah penulisan naskah cerita, selama tiga hari di Desa Wisata Kertomulyo, Kecamatan Trangkil. Berakhirnya rangkaian hasil pembelajaran para seniman terhadap anak-anak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_34999" aria-describedby="caption-attachment-34999" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-34999" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077651.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077651.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077651-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077651-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077651-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077651-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077651-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-34999" class="wp-caption-text">Para seniman Pati yang tergabung dalam GSMS Tahun 2021 tengah berlatih mempersiapkan pertunjukan (terbatas) ketoprak nanti malam, di Desa Wisata Kertomulyo, Kecamatan Trangkil, Pati.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com,</strong> SELAIN melaksanakan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, beberapa waktu lalu juga menyelenggarakan &#8221;workshop.&#8221; Khus yang disebut terakhir berkait dengan masalah penulisan naskah cerita, selama tiga hari di Desa Wisata Kertomulyo, Kecamatan Trangkil.</p>
<p>Berakhirnya rangkaian hasil pembelajaran para seniman terhadap anak-anak sekolah SD maupun SMP dalam bentuk seni pertunjukan yang berlangsung selama 12 hari, Senin (8/November) 2021 tadi malam di SKB Pati, baru saja berakhir. Adapun GSMS yang tampail terakhir sejak pagi sampai malam hari, di antaranya dari GSMS SMPN 3 Tambakromo menampilkan seni pertunjukan ketoprak dengan membesut lakon &#8221;Arya Penangsang Gugur.&#8221;</p>
<p>Selain itu ada pula dari GSMS SMPN 2 Dukuhseti membawakan cerita &#8221;Minakjinggo,&#8221; berikutnya SMP 3 BOPKRI juga di Dukuhseti dengan menampilkan cerita &#8221;Rajah Kalacakra.&#8221; Berikutnya diselingi pertunjukan barongan dari GSMS SDN 01Dadirejo, Kecamatan Margorejo yang membawakan cerita &#8221;Sumingkiring Betharakala,&#8221; dan mengakhiri pertunjukan GSMS ini dari SMPN 1 Jakenan membesut cerita &#8221;Mendut Boyong.&#8221;</p>
<p>Mengakhiri rangkaian kegiatan para seniman Pati, jika selama empat bulan mereka harus menjadi pelatih sekaligus guru dalam pembelajaran kesenian kepada anak-anak, mereka selama dua malam akan diuji kemampuannya dalam membesut seni pertunjukan. Untuk yang tampil nanti malam di panggung pertunjukan ketoprak adalah mereka yang mengikuti kegiatan &#8221;workshop&#8221; penulisan naskah cerita, sebanyak 25 orang.</p>
<p>Naskah cerita yang dibesut berjudul  &#8221;Baron Skeber&#8221; serial &#8221;Geger Patiayam&#8221; yang disutradarai Wawan Laras Budoyo, dan diawasi oleh narasumber dalam penulisan naskah cerita, Bondan Nusantara dari Yogyakarta. Naskah ini dinilai mewakili naskah cerita yang ditulis kelompok peserta &#8221;workshop&#8221; yang lain sehingga layak untuk ditampilkan dalam pertunjukan seni tradisional, ketoprak.</p>
<p>Mengingat masa pandemi Covid-19 di Pati belum berakhir, maka seni pertunjukan tersebut tidak bisa ditonton khalayak, melainkan kalangan internal seniman sebagai bahan evaluasi atas hasil &#8221;workshop.&#8221; Karena itu, pertunjukan tontonan yang hanya untuk kalangan terbatas ini tidak mengurangi tanggungjawab para seniman GSMS.</p>
<p>Selain ditampilkannya pertunjukan seni tradisional ketoprak nanti malam, untuk malam berikutnya, Rabu (10/November) 2021 di tempat yang sama juga digelar pertunjukan seni teater modern tapi juga mengangkat cerita &#8221;carangan&#8221; berlatar belakang cerita ketoprak. Yakni, &#8221;Weton,&#8221; yang dibawakan oleh satu kelompok lagi seniman peserta &#8221;workshop&#8221; penulisan naskah cerita dengan tetap di bawah pengawasan Bondan Nusantara.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/11/gsms-di-pati-selesai-sebagian-nanti-malam-ada-yang-tampil-dalam-pertunjukan-ketoprak.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perias Karakter Pemeran Cerita Ketoprak Sedikit Kebagian Rezeki GSMS</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/11/perias-karakter-pemeran-cerita-ketoprak-sedikit-kebagian-rezeki-gsms.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/11/perias-karakter-pemeran-cerita-ketoprak-sedikit-kebagian-rezeki-gsms.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2021 05:44:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Seniman Masuk Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=34966</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, MENARIK atau tidak tampilnya seorang pemeran dalam seni pertunjukan ketoprak di atas panggung, selain busana juga tata riasnya. Khusus yang disebut terakhir, kalau para perias yang biasa merias pengantin atau merias kecantikan biasa semuanya bisa melakukan dan tarifnya per wajah/orang pasti mencapai di atas Rp 100.000. Akan tetapi, untuk meruas karakter sesorang untuk suatu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_34963" aria-describedby="caption-attachment-34963" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-34963" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076951.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076951.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076951-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076951-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076951-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076951-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076951-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-34963" class="wp-caption-text">Beginilah sibuknya para juru rias &#8221;karakter&#8221; jika yang bermain ketoprak adalah anak-anak harus merias wajah mereka satu per satu bergantian.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>, MENARIK atau tidak tampilnya seorang pemeran dalam seni pertunjukan ketoprak di atas panggung, selain busana juga tata riasnya. Khusus yang disebut terakhir, kalau para perias yang biasa merias pengantin atau merias kecantikan biasa semuanya bisa melakukan dan tarifnya per wajah/orang pasti mencapai di atas Rp 100.000.</p>
<p>Akan tetapi, untuk meruas karakter sesorang untuk suatu peran dalam seni pertunjukan ketoprak hanyalah bisa dilakukan oleh orang-orang yang terbiasa bermain dalam seni pertunjukan. Siapa lagi jika tidak para pemain dari grup ketoprak, karena mereka sudah terbiasa harus merias diri sendiri sesuai dengan karakter peran yang dipercayakan oleh sutradara.</p>
<p>Dengan demikian, hal tersebut sudah pasti lebih ringan dibanding harus merias wajah karakter untuk banyak pemain, seperti pemain ketoprak anak-anak yang terlibat dalam pembelajaran oleh Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). &#8221;Karena mereka masih anak-anak, maka untuk merias wajah mereka dengan rias karakter tentu membutuhkan waktu cukup lama, mengingat jumlahnya cukup banyak,&#8221;ujar salah seorang sutradara dari grup ketoprak di Pati, Wawan Laras Budoyo.</p>
<figure id="attachment_34965" aria-describedby="caption-attachment-34965" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-34965" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076941.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076941.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076941-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076941-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076941-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076941-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076941-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-34965" class="wp-caption-text">Salah seorang perias ini harus merias wajah pemeran seorang tua perempuan.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Kendati demikian, lanjut dia, untuk imbalan jerih payahnya ini tentu tidak sebanyak jika mereka tampil dalam pertunjukan yang ordernya diberikan oleh penanggap. Akan tetapi, kondisi dalam dua periode atau dua tahun ini mereka kehilangan kesempatan untuk mendapatkan sumber kehidupan dari hasil naik di atas panggung, karena masa pandemi Covid-19 di Pati ini belum dinyatakan berakhir.</p>
<p>Karena itu, berlangsungnya program GSMS tahun ini paling tidak bisa sedikit memberikan kesibukan kepada mereka, sehingga untuk tugas merias anak-anak peserta program tersebut tetap dilibatkan. Minimal mereka mendapat imbalan yang bisa dimanfaatkan untuk membeli beras dan kebutuhan dapur beberapa hari, serta sebagai uang jajan anak-anaknya.</p>
<p>Mengingat waktu berlangsungnya pertunjukan ketoprak GSMS ini juga terbatas, maka apa yang harus dikerjakan mereka adalah sesuai tugas di mana dia harus memberikan pembelajaran kepada anak-anak. &#8221;Jika ada yang mendapat kesempatan untuk merias sampai lima kali, tentu mereka bisa membeli kebutuhan dapur sehingga tetap bisa ngebul,&#8221;selorohnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/11/perias-karakter-pemeran-cerita-ketoprak-sedikit-kebagian-rezeki-gsms.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catatan yang Tercecer dari GSMS; Perlu Menjaga Konsistensi dalam Membesut Sebuah Tontonan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/11/catatan-yang-tercecer-dari-gsms-perlu-menjaga-konsistensi-dalam-membesut-sebuah-tontonan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/11/catatan-yang-tercecer-dari-gsms-perlu-menjaga-konsistensi-dalam-membesut-sebuah-tontonan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2021 05:26:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KATA REDAKSI]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Seniman Masuk Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=34961</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, DALAM pelaksanaan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) tentu semua unsur seniman dilibatkan, termasuk mereka yang berangkat dari unsur seni pertunjukan (teater) modern. Akan tetapi dari kelompok seniman ini, hasil besutan pertunjukannya kurang bisa menjaga konsistensi penampilan selama pertunjukannya berlangsung. Jika dicermati ternyata yang menjadi faktor penyebab, tak lain karena seniman yang bersangkutan dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_34960" aria-describedby="caption-attachment-34960" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-34960" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077101.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077101.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077101-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077101-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077101-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077101-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077101-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-34960" class="wp-caption-text">Salah satu adegan dalam pertunjukan ketoprak dengan cerita &#8221;Rara Kuning&#8221;, di mana sutradara maunya memasukkan unsur pertunjukan teater modern, tapi tidak konsisten menjaga berlangsungnya pertunjukan tersebut.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>, DALAM pelaksanaan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) tentu semua unsur seniman dilibatkan, termasuk mereka yang berangkat dari unsur seni pertunjukan (teater) modern. Akan tetapi dari kelompok seniman ini, hasil besutan pertunjukannya kurang bisa menjaga konsistensi penampilan selama pertunjukannya berlangsung.</p>
<p>Jika dicermati ternyata yang menjadi faktor penyebab, tak lain karena seniman yang bersangkutan dalam membesut pertunjukannya bermaksud memasukkan unsur pertunjukan seni tradisional ketoprak karena terikat cerita yang dimainkan. Akan tetapi tidak disadari bahwa, objek sararan pembelajaran adalah anak-anak yang sebagian besar masih duduk di bangku SD.</p>
<p>Dengan demikian, saat di panggung saja mereka sudah terbebani bagaimana melaksanakan peran secara tidak langsung berlaku keinginan, agar bisa secepatnya menyelesaikan tugas tersebut. Sehingga anak-anak ini tetap akan menghadapi kesulitan, maka rasanya akan menjadi beban berat bagi mereka jika untuk melakukan improvisasi baik dalam berdialog maupun berakting.</p>
<p>Karena itu, sebelum para seniman ini memberikan pembelajaran kepada mereka dalam urusan pertunjukan ini hendaknya bisa disiapkan lakon yang mudah dicerna dan dilaksanakan oleh anak-anak. Tapi jika sudah menempatkan posisi lakon yang digarap sudah disepakati hari itu, hendaknya tampilan pertunjukannya tetap menjaga konsistensi agar yang menonton benar-benar bisa menikmati meskipun itu yang membawakan adalah anak-anak.</p>
<p>Seperti lakon &#8221;Rara Kuning,&#8221; sebenarnya adalah cerita ketoprak dengan mengambil setting cerita Pati. Yakni, di mana tokoh tersebut sosok perempuan cantik sebagai penari sehingga membuat salah seorang yang disebut Ki Blotho, jatuh cinta &#8221;kepati-pati,&#8221; di mana adegan tersebut dibuka dengan gambar siluet seorang perempuan (Rara Kuning) tengah menjalani &#8221;laku&#8221; ritual sebagai seorang penari yang dalam penampilan tersebut disebut sebagai penari tayub.</p>
<p>Dampak dari tidak konsistennya sutradara, maka semua alur cerita tentang tokoh itu hendak ditampilkan keseluruhan, tapi jadinya justru terpotong-potong. Padahal, seharusnya sutradara bisa jeli menjadikan cerita tersebut menjadi sebuah cerita serial karena terbatasnya waktu, seperti &#8221;Rara Kuning&#8221; untuk serial &#8221;Gong Watu,&#8221; di mana dalam serial tersebut antara Rara Kuning dengan Ki Blotho harus beradu kelebihan.</p>
<p>Begitu ditolak cintanya, tiba-tiba Ki Blotho, mengeluarkan sabda bahwa gong milik Rara Kuning berubah jadi batu. Demikian pula, tumpukan padi milik Ki &#8221;Blotho&#8221; juga disabda Rara Kuning jadi gundukan tanah, kemudian Rara Kuning Sakit dan meninggal, tapi tiba-tiba Ki Blotho yang datang ke tempat tinggal Rara Kuning juga ikut meninggal di pangkuan perempuan itu yang konon disebutkan sesuai sumpahnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-34959" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077121.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077121.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077121-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077121-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077121-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077121-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077121-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<figure id="attachment_34957" aria-describedby="caption-attachment-34957" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-34957" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077231.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077231.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077231-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077231-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077231-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077231-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC077231-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-34957" class="wp-caption-text">Salah satu penabuh gamelan pengiring pertunjukan ketoprak dengan lakon &#8221;Baron Skeber&#8221; serial &#8221;Geger Patiayam&#8221; dari GSMS SDN 02 Kedalon, Kecamatan Batangan yang tampil di hari ke -11, Minggu (7/November) kemarin).(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Terlepas dari hal tersebut, dalam pelaksanaan GSMS yang berlangsung di 65 sekolah tahun ini yang mempunyai nilai lebih, adalah dari anak-anak yang bertugas menabuh gamelan pengiring untuk seni pertunnjukan ketoprak. Kebanyakan anak-anak rata-rata sudah bisa menjadi pengiring pertunjukan tersebut yang tentunya menjadi hal baru bagi mereka.</p>
<p>Bahkan, papar salah seorang penabuh gamelan kawakan, Mbah Gayo (70) secara jujur sempat treyuh ketika melihat anak-anak yang cekatan dan &#8221;titis&#8221; dalam menabuh gamelan. Dengan demikian, harapan ke depan dia merasa ada gantungan pada generasi yang jelas akan menggantikannya, terutama para penabuh gamelan di sekolah yang diasuh oleh Slamet Tewel, dan masih ada satu lainnya yang juga diasuh pelatih Yono.</p>
<p>Mengingat hasil yang dicapai oleh anak-anak peserta program GSMS ini, paling tidak menumbuhkan harapan bahwa pecinta seni gamelan, utamanya adalah para penabuhnya. Terima kasih kepada pemerintah yang punya program cukup bagus ini agar bisa terus berkelanjutan, sehingga seni budaya Jawa tetap akan bisa tumbuh dan berkembang di masa mendatang.</p>
<p>&#8221;Apalagi yang dipelajari oleh bangsa lain di luar negeri, sekarang ini juga sudah cukup banyak. Benar-benar membanggakan kemampuan anak-anak sekarang,&#8221;imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/11/catatan-yang-tercecer-dari-gsms-perlu-menjaga-konsistensi-dalam-membesut-sebuah-tontonan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dagelan dalam Seni Pertunjukan Ketoprak Tetap Dibutuhkan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/11/dagelan-dalam-seni-pertunjukan-ketoprak-tetap-dibutuhkan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/11/dagelan-dalam-seni-pertunjukan-ketoprak-tetap-dibutuhkan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Nov 2021 03:45:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Seniman Masuk Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=34909</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PARA komedian atau sebutan untuk pelawak yang berangkat terkenal dari kesenian tradisional, keberadaannya di dunia hiburan seperti kelompok Srimulat tentu pasang surut. Akan tetapi puncak ketenarannya ditopang dengan munculnya banyak stasiun televisi, rata-rata mereka berproses dalam sebuah kelompok, termasuk di antaranya dari kelompok kesenian ketoprak, ludruk maupun barongan. Untuk komedian seni ketoprak di Pati, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_34907" aria-describedby="caption-attachment-34907" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-34907" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076771.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076771.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076771-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076771-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076771-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076771-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076771-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-34907" class="wp-caption-text">Dua komedian cilik yang tampil dalam seni pertunjukan ketoprak dari GSMS SDN 03 Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>, PARA komedian atau sebutan untuk pelawak yang berangkat terkenal dari kesenian tradisional, keberadaannya di dunia hiburan seperti kelompok Srimulat tentu pasang surut. Akan tetapi puncak ketenarannya ditopang dengan munculnya banyak stasiun televisi, rata-rata mereka berproses dalam sebuah kelompok, termasuk di antaranya dari kelompok kesenian ketoprak, ludruk maupun barongan.</p>
<p>Untuk komedian seni ketoprak di Pati, bisa dilihat sering muncul dari panggung ke panggung adalah pelawak Konyik dengan patnernya Konyil, dan ada pula Bos ketoprak seperti Mogol dan Thukul. Sedangkan almarhum pelawak yang cukup dikenal pada masa, masyarakat Pati tentu masih ingat nama-nama seperti Kecik, Bodong, Glinding, Markum dan juga ada pula Singkek.</p>
<p>Dengan demikian, hadirnya para komedian yang tidak ada sekolahnya tapi lebih berdasarkan pada bakat alami tapi bisa dipelajari untuk membesut keculuan-kelucuan yang humoris, tetap dituntut dalam seni pertunjukan ketoprak. Sebab, pelawak atau dagelan dalam kesenian tersebut mempunyai fungsi untuk memberi kesempatan beristirahat para pemain yang harus membawakan peran dalam cerita yang dimainkan.</p>
<p>Karena itu, dalam program pembelajaran Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) rata-rata yang menampilkan seni pertunjukan ketoprak hampir kebanyakan menempatkan adegan dagelan. Akan tetapi mengingat anak-anak kemampuannya dalam berimprovisasi sangat terbatas, maka unsur-unsur kelucuan yang dibawakan masih dari hafalan naskah, tapi ada salah satu yang berani menampilkan hal itu dengan gagasan sendiri.</p>
<figure id="attachment_34904" aria-describedby="caption-attachment-34904" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-34904" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076781-1.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076781-1.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076781-1-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076781-1-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076781-1-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076781-1-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076781-1-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-34904" class="wp-caption-text">Dagelan juga sebagai penyambung adegan berikutnya dalam pertunjukan ketoprak sebagaimana ditampilkan oleh GSMS SDN 03 Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa ini.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Jika anak-anak tersebut ada yang membimbing dan memberi arahan, paling tidak ada harapan menjadi seorang komedian sebagai modal untuk menjadi tenar setelah dewasa nanti, meskipun sebagai komedian di panggung ketoprak. Sebab, memang itu yang mendasari awal tampilnya mereka sehingga dalam dialog antara lawan main kemampuan itu sudah dimiliki.</p>
<p>Demikian pula dalam hal berjoget, mereka juga mempunyai ciri khas tersendiri tapi dalam berproses tetap harus diarahkan oleh orang yang membimbingnya, agar setelah dikenal nanti tidak berakhir dengan tenggelamnya mereka dari seni pertunjukan. Sebab, Pati juga pernah mempunyai dagelan cilik yang berpasangan dengan dagelan orang dewasa, Ari-Indra, tapi setelah berhasil &#8221;mengerek&#8221; namanya sekarang tidak lagi kedengaran, dan barang kali sudah beralih profesi.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-34906" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076791.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076791.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076791-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076791-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076791-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076791-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076791-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<figure id="attachment_34905" aria-describedby="caption-attachment-34905" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-34905" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076801.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076801.jpg 640w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076801-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076801-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076801-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076801-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/DSC076801-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-34905" class="wp-caption-text">Bibit-bibit lain untuk menyajikan seni pertunjukan ketoprak, mulai dari pemain dagelan, emban untuk adegan di tamansari sampai penabuh gamelannya sudah dimiliki oleh anak-anak di Desa Sukoharjo yang duduk di bangku SDN 03.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Terlepas dari hal tersebut, untuk saat ini paling tidak di Kabupaten Pati dari hasil pembelajaran GSMS sudah banyak anak-anak yang ikut menjadi bagian untuk menjaga dan melestarikan seni-budaya leluhurnya. Satu di antaranya adalah anak yang saat ini masih duduk di bangku SDN 03 melalui pembelajaran program GSMS yang masih tetap dibutuhkan untuk melaksanakan program-program berikutnya.</p>
<p>Di hari penampilan ke-9, Jumat (5/November) 2021 kemarin selain GSMS SDN 03 Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa yang membesut cerita &#8221;Brubuh Kediri,&#8221; selebihnya ada pula tampilan yang sama dari SDN Pagendisan, Kecamatan Winong menampilkan lakon &#8221;Ajisaka Ngratu.&#8221; Disusul SDN 03 Kuniran, Kecamatan Batangan lakon &#8221;Pagodan,&#8221; kemudian SDN 05 Trangkil menampilkan barongan dengan cerita &#8221;Gembong Amijoyo,&#8221; dan SDN 01 Dukutalit menampilkan ketoprak cerita &#8221;Catur Tunggal Bumi Pati.&#8221;</p>
<p>Untuk hari ini, Sabtu (6/November) tampilan ke-10 dari GSMS SDN 01 Mangunrekso, Kecamatan Tambakromo menyajikan pertunjukan wayang kulit dengan cerita &#8221;Sesaji Raja Surya,&#8221; dilanjutkan ketoprak SDN 03 Sukolilo membesut lakon &#8221;Kamandoko Adu Jago,&#8221; dan GSMS SDN 02 Prawoto, Kecamatan Sukolilo lakon &#8221;Dumadine Candi Sewu.&#8221; Tampilan berikutnya sendrati dari SDN 02 Tamansari, Kecamatan Tlogowungu dengan cerita &#8221;Roro Jonggrang,&#8221; dan ketoprak dari SMPN 2 Sukolilo mengambil cerita &#8221;Ken Arok Ngratu&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/11/dagelan-dalam-seni-pertunjukan-ketoprak-tetap-dibutuhkan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membesut Cerita &#8221;Sang Gajahmada&#8221; Butuh Keberanian Sutradara</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/11/membesut-cerita-sang-gajahmada-butuh-keberanian-sutradara.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/11/membesut-cerita-sang-gajahmada-butuh-keberanian-sutradara.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2021 03:12:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Seniman Masuk Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=34873</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, JIKA sutradara maupun pelatih seni pertunjukan ketoprak seperti dalam program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), memilih membesut lakon &#8221;Sang Gajahmada,&#8221; tentu sadar betul akan keberaniannya untuk mempersiapkan diri. Utamanya, adalah personel yang harus memerankan masing-masing tokoh dalam cerita tersebut, karena memang  membutuhkan jumlah pemain cukup banyak agar saat penampilan dalam pertunjukan itu tidak pincang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>, JIKA sutradara maupun pelatih seni pertunjukan ketoprak seperti dalam program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), memilih membesut lakon &#8221;Sang Gajahmada,&#8221; tentu sadar betul akan keberaniannya untuk mempersiapkan diri. Utamanya, adalah personel yang harus memerankan masing-masing tokoh dalam cerita tersebut, karena memang  membutuhkan jumlah pemain cukup banyak agar saat penampilan dalam pertunjukan itu tidak pincang.</p>
<p>Apalagi sasaran objek pembelajaran dalam GSMS ini, adalah anak-anak yang masih duduk di bangku SD dan SMP, sehingga dari sisi kemampuan seni peran tentu masih harus diasah agar maksimal. Karena itu dengan memberikan kepercayaan kepada anak-anak seperti peserta pembelajaran dalam GSMS dari SDN Kudur, Kecamatan Winong yang tampil di hari ke -8, Kamis (4/November) 2021 kemarin, sutradara/pelatih dituntut juga kemampuan yang maksimal.</p>
<p>Sebab, siapa pun sadar bahwa dalam hal berkesenian masalah faktor bakat dan kemampuan menjadi bagian atau unsur utama, baru berikutnya proses berlatih untuk mengasahnya. Sehingga harus menyadari benar, bahwa dalam hal ini khususnya anak-anak kemampuannya tak bisa dipaksakan, tapi hal itu mampu dikerjakan oleh seniman, Bowo Asmoro yang selain seorang dalang juga mampu mewarisi bakat kedua orang tuanya dalam bermain ketoprak.</p>
<p>Karena itu dalam alur besutan lakon tersebut, titik utama adalah adegan saat Gajahmada mengucapkan pernyataan/sumpah yang dikenal dengan Sumpah Amukti Palapa pada upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubumi Majapahit. Peristiwa tersebut berdasarkan catatan dalam kitab Pararaton, berlangsung 1258 saka atau 1336 masehi atau pada masa pemerintahan Kerajaan Majapahit di bawa kekuasaan Tribhuwana Tungga Dewi.</p>
<p>Beginilah bunyi sumpah Amukti Palapa Gajahmada yang kala itu kali pertama menyebut kalimat &#8221;Nuswantara,&#8221; atau Nusantara yang akhirnya menjadi nama Indonesia hingga sekarang.<em><strong> &#8221;Lamun huwus kalah Nusantara isun Amukti Pala, lamun kalah Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, Samana Isun Amukti Palapa.&#8221;</strong></em></p>
<figure id="attachment_34872" aria-describedby="caption-attachment-34872" style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-34872" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211105-WA0002.jpg" alt="" width="1280" height="578" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211105-WA0002.jpg 1280w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211105-WA0002-300x135.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211105-WA0002-1024x462.jpg 1024w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211105-WA0002-768x347.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211105-WA0002-696x314.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211105-WA0002-1068x482.jpg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211105-WA0002-930x420.jpg 930w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-34872" class="wp-caption-text">Gajahmada mengangkat Sumpah Amukti Palapa di hadapan Ratu Tribhuwana Tungga Dewi saat diangkat sebagai Patih Amangkubumi Kerajaan Majapahit.(Foto:SN/dok-ed)</figcaption></figure>
<p>Di sisi lain kala itu Majapahit juga dilanda pembrontakan oleh para punggawa yang yang tidak puas yang berlangsung masa pemerintahan Raden Jaya Negara yang terkenal dengan pemberontakan Keta dan Sadeng (1319). Bahkan saat pemberontakan berlangsung usia Gajahmada baru 19 tahun, tapi sebagai bhayangkara negara berhasil menyelamatkan raja mengungsi ke Bedander, tapi sampai diangkatnya sebagai Patih Amangkubumi pada masa Tribhuwana Tungga Dewi, pemberontakan yang awalnya dipicu kekecawaan Rakuti, Rasemi, dan Ra yang lain belum juga berhasil dipadamkan.</p>
<p>Dengan demikian, alur cerita tersebut tak bisa lepas dari konflik yang terjadi di internal lingkungan kerajaan, dan hal itu masih ditambah pemberontak-pemborantak kecil kerajaan yang tidak mau tunduk di bawah kerajaan Majapahit. Sehingga kisah-kisah konflik tersebut harus menjadi bagian cerita &#8221;Sang Gajahmada,&#8221; maka membutuhkan pemain dalam jumlah banyak, dan untuk mengaturnya tentu bukan pekerjaan mudah.</p>
<figure id="attachment_34871" aria-describedby="caption-attachment-34871" style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-34871" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211105-WA0001.jpg" alt="" width="1280" height="578" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211105-WA0001.jpg 1280w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211105-WA0001-300x135.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211105-WA0001-1024x462.jpg 1024w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211105-WA0001-768x347.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211105-WA0001-696x314.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211105-WA0001-1068x482.jpg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211105-WA0001-930x420.jpg 930w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-34871" class="wp-caption-text">Ratu Majapahit, Tribhuwana Tungga Dewi usai mengangkat Gajahmada sebagai Patih Amangkubumi.(Foto:SN/dok-ed)</figcaption></figure>
<p>Di hari ke-8 dalam tampilan pertunjukan hasil kerja GSMS ini selain dari SDN Kudur, Kecamatan Winong juga ada tampilan ketorak dari SDN 01 Godo juga di Kecamatan Winong dengan lakon &#8221;Rara Jonggrang,&#8221; SDN 01 Bulumulyo, Kecamatan Batang menampilkan &#8221; Pengkhianatan Raden Pusara,&#8221; dan SDN Kepohkencono, Kecamatan Pucakwangi membawakan lakon &#8221;Sendang Sani.&#8221; Disusul SDN 01 Kertomulyo, Kecamatan Trangkil menampilkan kesenian Mandailing dengan lakon &#8221;Raja Mati,&#8221; dan berikutnya sendratari sejarah tari Mandailing dari SDN 02 Ngarus, Kecamatan Pati.</p>
<p>Sesuai jadwal pertunjukan ke-9, Jumat (5/November) 2021 hari ini kesenian ketoprak akan kembali tampil, di antaranya dari GSMS SDN Pagendisan, Kecamatan Winong membawakan lakon &#8221;Timun Mas,&#8221; disusul SDN 03 Kuniran, Kecamatan Batangan membesut cerita &#8221;Pagodan,&#8221; dan SDN 03 Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa membawakan cerita &#8221;Brubuh Kediri.&#8221;  Disusul pertunjukan seni barongan dari SD 05 Trangkil, Kecamatan Trangkil menampilkan cerita &#8221;Gembong Amijoyo,&#8221; dan penampail terakhir hari ini adalah GSMS dari SDN 01 Dukutalit, Kecamatan Juwana dengan cerita &#8221;Catur Tunggal Bumi Pati&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/11/membesut-cerita-sang-gajahmada-butuh-keberanian-sutradara.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
