<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gembong &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/gembong/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Feb 2026 15:37:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.7</generator>
	<item>
		<title>Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Tambak Ngasem Gembong</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/02/mayat-pria-tanpa-identitas-ditemukan-mengapung-di-sungai-tambak-ngasem-gembong.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/02/mayat-pria-tanpa-identitas-ditemukan-mengapung-di-sungai-tambak-ngasem-gembong.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 11:47:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita In]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Pati hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[gembong]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat di Sungai Tambak Ngasem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57401</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan mengapung di aliran Sungai Tambak Ngasem, Dukuh Wonosemi, Desa Semirejo, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Rabu (18/2/2026) pagi. Penemuan jasad tersebut menggegerkan warga karena lokasi sungai kerap dilalui masyarakat menuju area perkebunan. Kapolsek Gembong, AKP Lilik Supardi, menjelaskan bahwa jasad pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMIN-NEWS.com &#8211; Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan mengapung di aliran Sungai Tambak Ngasem, Dukuh Wonosemi, Desa Semirejo, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Rabu (18/2/2026) pagi. Penemuan jasad tersebut menggegerkan warga karena lokasi sungai kerap dilalui masyarakat menuju area perkebunan.</p>
<p>Kapolsek Gembong, AKP Lilik Supardi, menjelaskan bahwa jasad pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh seorang warga bernama Tamboh saat hendak pergi ke kebunnya.</p>
<p>“Saksi melihat tubuh manusia terapung di sungai, lalu segera menghubungi warga lain dan diteruskan kepada kepala desa hingga akhirnya dilaporkan ke kami. Petugas Polsek Gembong langsung bergerak ke lokasi,” ujar AKP Lilik Supardi.</p>
<p>Setelah menerima laporan, aparat segera berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polresta Pati dan tenaga medis dari Puskesmas Gembong untuk melakukan penanganan awal di tempat kejadian perkara (TKP).</p>
<p>“Kami tidak ingin kehilangan waktu. Setiap menit sangat penting untuk menjaga kondisi jenazah dan memastikan proses identifikasi bisa dilakukan secara maksimal. Karena itu kami langsung mengamankan TKP dan mengevakuasi korban sesuai prosedur,” jelasnya.</p>
<p>Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi jasad yang diduga telah cukup lama berada di dalam air.</p>
<p>“Kami mengutamakan keselamatan petugas dan menjaga keutuhan jasad. Semua langkah dilakukan secara profesional agar tidak menghilangkan petunjuk penting yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan,” tegasnya.</p>
<p>Selanjutnya, jenazah dibawa ke Kamar Jenazah RSUD RAA Soewondo Pati untuk menjalani pemeriksaan medis guna mengetahui penyebab pasti kematian.</p>
<p>“Pemeriksaan oleh dokter sangat krusial untuk mengetahui penyebab kematian, apakah ada tanda-tanda kekerasan atau indikasi lain yang mengarah pada tindak pidana. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan resmi,” ungkap AKP Lilik Supardi.</p>
<p>Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor. Ciri-ciri korban antara lain laki-laki dengan tinggi sekitar 150 sentimeter, rambut pendek berwarna putih, mengenakan kemeja lengan pendek biru navy dan celana pendek hitam, dengan perkiraan usia 50 hingga 60 tahun.</p>
<p>“Kami berharap masyarakat bisa membantu proses identifikasi ini,” tuturnya.</p>
<p>Pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri kemungkinan asal-usul korban, baik dari wilayah sekitar maupun luar daerah.</p>
<p>“Kami tidak menutup kemungkinan apa pun, baik kecelakaan, sakit, maupun faktor lain. Semua akan kami telusuri secara menyeluruh agar kebenaran bisa terungkap,” ujarnya.</p>
<p>Saat ini, situasi di sekitar lokasi penemuan dilaporkan kondusif. Aparat masih melakukan pemantauan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.</p>
<p>“Kami ingin memastikan situasi tetap kondusif dan masyarakat tidak panik. Kami juga mengajak warga untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian,” pungkas AKP Lilik Supardi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/02/mayat-pria-tanpa-identitas-ditemukan-mengapung-di-sungai-tambak-ngasem-gembong.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Lereng Muria, Jembatan Pohgading Sempat Tersumbat</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2026/01/hujan-deras-picu-banjir-bandang-di-lereng-muria-jembatan-pohgading-sempat-tersumbat.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2026/01/hujan-deras-picu-banjir-bandang-di-lereng-muria-jembatan-pohgading-sempat-tersumbat.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 04:17:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[banjir bandang pati]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Pohgading]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrim]]></category>
		<category><![CDATA[gembong]]></category>
		<category><![CDATA[Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=57088</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com &#8211; Banjir bandang kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur kawasan lereng Pegunungan Muria sejak sore hingga malam hari, Jumat (9/1/2026). Salah satu titik terdampak berada di Desa Pohgading, Kecamatan Gembong, yang menjadi jalur aliran deras banjir bandang dari kawasan pegunungan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMIN-NEWS.com &#8211; Banjir bandang kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur kawasan lereng Pegunungan Muria sejak sore hingga malam hari, Jumat (9/1/2026). Salah satu titik terdampak berada di Desa Pohgading, Kecamatan Gembong, yang menjadi jalur aliran deras banjir bandang dari kawasan pegunungan.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Air bercampur lumpur serta material kayu mengalir deras melewati jembatan utama desa. Kondisi ini membuat warga waspada karena aliran air membawa material cukup besar dan berpotensi menimbulkan kerusakan maupun banjir susulan.</p>
<p>Kepala Desa Pohgading, Zubaidi Abdillah, menyampaikan banjir bandang datang secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda sebelumnya. Material kayu dan lumpur dari hulu menyumbat aliran di bawah jembatan sehingga air meluap ke atas badan jembatan.</p>
<p>“Banjir bandang diketahui melewati jembatan yang ada di desa kami sekitar pukul 19.00 WIB,” ujar Zubaidi saat dikonfirmasi, Jumat malam.</p>
<p>Melihat kondisi tersebut, pemerintah desa bersama warga segera melakukan langkah antisipasi. Warga berjaga secara bergantian di sekitar jembatan untuk memantau debit air dan memastikan situasi tetap aman, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.</p>
<p>“Kami bersama warga berjaga-jaga di sekitar jembatan untuk memastikan kondisi tetap aman dan memantau debit air,” jelasnya.</p>
<p>Memasuki hari berikutnya, Sabtu (10/1/2026), pemerintah desa bersama warga Dukuh Alastuwo menggelar kerja bakti. Dengan peralatan seadanya, warga bahu-membahu membersihkan tumpukan kayu dan lumpur yang menyumbat aliran sungai di bawah jembatan.</p>
<p>“Kami bersama warga Dukuh Alstuwo melaksanakan kerja bakti dan gotong royong untuk membersihkan sampah kayu yang menyumbat jembatan ini,” ungkap Zubaidi.</p>
<p>Ia berharap upaya pembersihan tersebut dapat mengembalikan fungsi jembatan dan memperlancar aliran air sehingga tidak memicu banjir susulan.</p>
<p>“Harapannya semoga sampah cepat bisa dibersihkan dan tidak ada banjir susulan lagi,” pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pati mulai menyiapkan langkah strategis penanganan banjir. Bupati Pati, Sudewo, telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) untuk memetakan titik-titik rawan banjir beserta penyebab dan solusinya.</p>
<p>“Dinas PU sudah saya perintahkan untuk memetakan di daerah rawan banjir, apa penyebabnya, apa solusinya,” kata Bupati Sudewo.</p>
<p>Pada 2026, Pemkab Pati berencana melakukan normalisasi sungai secara besar-besaran sebagai upaya jangka panjang penanggulangan banjir, termasuk di kawasan perkotaan.</p>
<p>“Termasuk penanganan banjir yang ada di perkotaan di Jalan Agil, Jalan Ahmad Yani, Jalan depan Kantor Kecamatan Pati. Nanti secara bertahap kami tangani, sudah kami anggarkan tinggal nanti belanja,” tandasnya.</p>
<p>Hingga kini, kondisi Desa Pohgading dilaporkan mulai berangsur normal. Meski demikian, warga tetap diminta waspada mengingat potensi hujan di kawasan Pegunungan Muria masih cukup tinggi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2026/01/hujan-deras-picu-banjir-bandang-di-lereng-muria-jembatan-pohgading-sempat-tersumbat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desa Gembong dengan Jumlah Pemilih Terbanyak</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/04/desa-gembong-dengan-jumlah-pemilih-terbanyak.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/04/desa-gembong-dengan-jumlah-pemilih-terbanyak.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2021 06:57:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[gembong]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkades Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=26951</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Dibanding Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati dengan jumlah pemilih mencapai 7.206 orang ternyata ada yang lebih banyak lagi, yaitu Desa/Kecamatan Gembong mencapai 7.930 orang. Demikian pula tingkat kehadirannya di TPS, pemilih di Gembong juga lebih banyak karena mencapai 6.727 orang. Terlepas dari hal tersebut, papar Camat Gembong, Cipto Mangun Oneng, untuk pelaksanaan pemilihan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_26949" aria-describedby="caption-attachment-26949" style="width: 512px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-26949" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/04/daerah-pilkades-gembong1.gif" alt="" width="512" height="384" /><figcaption id="caption-attachment-26949" class="wp-caption-text">Foto jajaran Panwascam Gembong saat melakuikan pengecekan berlangsungnya pilkades diu wilayahnya (foto:SN/dok-on)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Dibanding Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati dengan jumlah pemilih mencapai 7.206 orang ternyata ada yang lebih banyak lagi, yaitu Desa/Kecamatan Gembong mencapai 7.930 orang. Demikian pula tingkat kehadirannya di TPS, pemilih di Gembong juga lebih banyak karena mencapai 6.727 orang.</p>
<p>Terlepas dari hal tersebut, papar Camat Gembong, Cipto Mangun Oneng, untuk pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) yang berlangsung serentak di lima desa, semua berjalan tertib, aman, terkendali, sesuai protokol kesehatan (Prokes). &#8221;Sedangkan hasil penghitungan perolehan suara masing-masing calon di setiap desa juga bisa diakses oleh masyarakat yang desanya melaksanakan pilkades,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Di Desa Gembong, lanjut dia, dari jumlah pemilih sebanyak 7.930 orang yang hadir 6.727 orang, dan tidak hadir 1.203 orang. Sebagai calon terpilih adalah Sukardi dengan (3.428 suara) dan pesaingnya Nur Kholis SE dan Gunarso, masing-masing (2.947 suara) dan (271 suara), serta suara tidak sah juga relatif sedikit, hanya (81).</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-26950" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/04/daerah-pilkades-gembong2.gif" alt="" width="384" height="288" /></p>
<p>Untuk Desa Semirejo, jumlah pemilih seluruhnya sebanyak (3.851 orang), yang hadir menggunakan hak pilihnya (3.297 orang) dan tidak hadir (554 orang). Perolehan suara calon terpilih adalah Didik Sutriyanto ST (1.683 suara), Drs Triyono (1.028 suara, Karlan (546 suara), dan suara tudak sah adalah (40).</p>
<p>Berikutnya Desa Sitiluhur dengan jumlah pemilih (3.112 orang), yang hadir menggunakan hak pilihnya sebanyak (2.562 orang), dan tidak hadir (550 orang). Perolehan calon kades terpilih  Suyuti (1.630 suara) dan pesaingnya Evi Nor Evitasari (854 suara) serta tidak sebanyak (78).</p>
<p>Selebihnya adalah Desa Plukaran dengan jumlah pemilih sebanyak (2.362 orang), hadir menggunakan hak pilihnya (2.080 orang), dan tidak hadir (282 orang). Untuk perolehan suara calon terpilih, Mulyono (1.084 ) dan pesaingnya Muhamad Muklis SE memperoleh (963 suara), dan suara yang tidak sah adalah (33).</p>
<p>Sementara itu, Desa Kedungbulus jumlah pemilih sebanyak (2.146 orang), adapun yang hadir di TPS untuk menggunakan hak pilihnya (1.911 orang), dan tidak hadir (235 orang). Untuk perolehan calon terpilih Agus Sutanto SH sebanyak (1.091 suara), dan calon pesaingnya Erdix Stanto mendapat (807) suara) serta suara tidak sah (13).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/04/desa-gembong-dengan-jumlah-pemilih-terbanyak.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tanda-tanda Waduk Gembong Tidak Akan Terisi Maksimal</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2019/12/tanda-tanda-waduk-gembong-tidak-akan-terisi-maksimal.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2019/12/tanda-tanda-waduk-gembong-tidak-akan-terisi-maksimal.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Dec 2019 12:52:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[gembong]]></category>
		<category><![CDATA[waduk seloromo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=10597</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Jika hingga akhir tahun ternyata kondisi air tampungan Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong, Pati, hanya sekadar untuk memenuhi pembasahan konstruksi waduk, hal itu mengisyaratkan sampai Agustus tahun berikutnya, tampungann air waduk itu tidak akan maksimal. Lain halnya jika antara Januari s/d April terjadi perubahan curah hujan. Dengan demikian, kondisi tersebut sejak dini mengisyaratkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_10596" aria-describedby="caption-attachment-10596" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-10596" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193907.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193907.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193907-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-10596" class="wp-caption-text">Kondisi air Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong, Pati hingga akhir Desember 2019 masih terbatas hanya sekadar untuk pembasahan konstruksi bangunan waduk sambil sedikit-sedikit dialirkan jaringan saluran di wilayah petani yang membutuhkan air.</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Jika hingga akhir tahun ternyata kondisi air tampungan Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong, Pati, hanya sekadar untuk memenuhi pembasahan konstruksi waduk, hal itu mengisyaratkan sampai Agustus tahun berikutnya, tampungann air waduk itu tidak akan maksimal. Lain halnya jika antara Januari s/d April terjadi perubahan curah hujan.</p>
<p>Dengan demikian, kondisi tersebut sejak dini mengisyaratkan agar pada musim kemarau atau masa tanam (MT) III, para petani di kawasan hilir jaringan irigasi waduk tersebut tidak terus terusan menanam padi, tapi harus kembali menanam palawija. Jika dipaksakan oleh petugas, suplai air bisa diberikan tapi harus dengan penjadwalan cukup ketat.</p>
<p>Itu artinya, kata beberapa pemerhati kondisi waduk yang biasanya pada akhir tahun seperti sekarang isinya sudah lumayan, karena bisa mencapai di atas dua juta meter kubik. Sedangkan kapasitas daya tampung air di Waduk Seloromo yang selama ini tidak pernah dilakukan pengerukan endapan lumpur sedimentasinya, rata-rata mencapai 9,5 juta meter kubik.</p>
<p>Akan tetapi, kondisi saat ini dampak dari tingginya tingkat sedimentasi kapasitas daya tampung air paling-paling maksimal tinggal 7,5 juta meter kubik. &#8221;Jika sampai akhir tahun ini tanda-tanda penambahan isi waduk terasa sulit, maka kuncinya tinggal bulan Januari s/d April 2020,&#8221;ujar salah seorang di antara mereka Harjo Kardi (60)</p>
<figure id="attachment_10594" aria-describedby="caption-attachment-10594" style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-10594" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193956.jpg" alt="" width="1280" height="720" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193956.jpg 1280w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193956-300x169.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193956-1024x576.jpg 1024w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193956-768x432.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193956-696x392.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193956-1068x601.jpg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2019/12/20191229_193956-747x420.jpg 747w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-10594" class="wp-caption-text">Daerah genangan (kom) Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong, Pati, masih cukup luas yang belum terisi air.</figcaption></figure>
<p>Maksudnya, jika curah hujan di daerah tangkapan air di kawasan hulu cukup tinggi, kata seorang pemerhati lainnya, Muji (55), maka kemampuan waduk menampung air dari saluran penangkap/pengisi bisa maksimal. Dengan demikian, semua daerah genangan (kom) waduk tidak dalam kondisi kering kerontang seperti sekarang.</p>
<p>Harapan itu hanya tertumpu pada curah hujan selama empat bulan terakhir, sebelum memasuki musim kemarau. Jika rata-rata dalam satu bulan bisa menggelontorkan air sebanyak 2 juta meter kubik, sudah pasti akan didapat air hujan untuk mengisi daerah genangan waduk sebanyak 8 juta meter kubik.</p>
<p>Karena itu, jika ada sebagian air yang harus digelontorkan untuk kegiatan bercocok tanam di kawasan jaringan irigasi yang membutuhkan, kondisi tersebut tetap aman sampai empat bulan atau Agustus yang biasanya air waduk sudah penuh. Bulan-bulan berikutnya, air waduk tinggal menggelontorkan untuk menunjang upaya bercocok tanam para petani pada MT 3.</p>
<p>Sedangkan antara Januari-April, petani dalam bercocok tanam padi tetap menggantungkan pada turunnya hujan pada MT 2 yang biasanya mulai berkurang. &#8221;Akan tetapi, kondisi cuaca dan iklim sekarang ini sulit diprediksi, seperti bulan Desember ini seharusnya curah hujan cukup tinggi ternyata hujan intensitasnya sangat rendah,&#8221;imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2019/12/tanda-tanda-waduk-gembong-tidak-akan-terisi-maksimal.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
