<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dukuh binteng &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/dukuh-binteng/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Feb 2020 14:21:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Memanen Padi Keberuntungan untuk Memenuhi Kebutuhan Sendiri</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/02/memanen-padi-keberuntungan-untuk-memenuhi-kebutuhan-sendiri.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/02/memanen-padi-keberuntungan-untuk-memenuhi-kebutuhan-sendiri.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Feb 2020 14:21:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Banjarsasri]]></category>
		<category><![CDATA[dukuh binteng]]></category>
		<category><![CDATA[MT I]]></category>
		<category><![CDATA[petani padi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=11312</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Jika awal Februari ini warga Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati berhasil menanam padi hasil jerih payahnya, adalah panen padi keberuntungan. Disebut demikian, karena pada musim hujan seperti sekarang tempat tinggal warga yang bersangkutan selalu menjadi langganan genangan banjir kiriman, sehingga tanaman padinya pun sering terendam. Akan tetapi musim penghujan kali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_11310" aria-describedby="caption-attachment-11310" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-11310" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200207_211621.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200207_211621.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/20200207_211621-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-11310" class="wp-caption-text">Warga Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus. Pati yang kali pertama memanen padi hasil tanam pada musim tanam (MT) pertama Oktober 2019  lalu.</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Jika awal Februari ini warga Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati berhasil menanam padi hasil jerih payahnya, adalah panen padi keberuntungan. Disebut demikian, karena pada musim hujan seperti sekarang tempat tinggal warga yang bersangkutan selalu menjadi langganan genangan banjir kiriman, sehingga tanaman padinya pun sering terendam.</p>
<p>Akan tetapi musim penghujan kali ini tidaklah terlalu ekstrem sehingga kendati air dari alur Kali Juwana sempat sedikit pasang, tapi tidak sampai memasuki areal persawahan warga yang semua penuh dengan hamparan tanaman padi. Dengan demikian, tanaman padi kali adalah merupakan keberuntungan bagi warga setempat, karena sampai sekarang masih terbebas dari genangan banjir.</p>
<p>Karena itu, kata beberapa warga yang dijumpai di pinggir jalan areal persawahan mengatakan, untuk panenan padi hasil MT I ini akan dimanfaatkan semaksimal mungkin dan sebaik mungkin. Yakni, rata-rata tidak akan dijual melainkan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, mengingat musim penghujan dipastikan akan masih berlangsung.</p>
<p>Biasanya hujan baru berakhir sekitar april, sehingga jika itu yang terjadi warga masih ada harapan kembali turun ke sawah untuk menanam padi pada MT II. &#8221;Mengingat hal tersebut, sudah pasti warga harus membutuhkan biaya lagi sehingga kalau panen padi dijual sekarang, uangnya kadang-kadang terpakai untuk kepentingan lain,&#8221;ujar salah seorang petani Laspon (60).</p>
<p>Mengingat hal tersebut, katanya lebih lanjut, lebih baik hasil panenan disimpan dulu, nanti kalau membutuhkan untuk kembali turun ke sawah baru dijual dalam bentuk beras. Akan tetapi kebutuhan yang utama adalah untuk keperluan makan sehari-hari keluarganya, sehingga dari tanaman padi miliknya seluas dua kotak itu mencukupi selama masa tunggu musim tanam berikutnya.</p>
<p>Akan tetapi kalau masih harus kembali menanam padi, hal itu tergantung cuaca atau masih ada turun hujan atau tidak sampai April mendatang. Jika masih turun hujan, berarti petani masih bisa kembali menanam padi paling tidak di awal bulan Maret, atau kembali menanam padi dengan bersama-sama menggunakan sistem pompanisasi.</p>
<p>Hal tersebut masih bisa leluasa dilakukan karena air di alur Kali Juwana masih mencukupi sekali musim tanam, karena setelah nanti memasuki bulan Juli atau Agustus sudah mulai kembali ke musim kemarau. Sehingga air kali mulai asin, sehingga petani harus ganti menanam palawija yang terbanyak adalah kacang hijau.</p>
<p>Dengan berkah para petani bisa panen padi di musim penghujan, maka sudah semestinya jika tidak semua harus dijual melainkan untuk mencukupi kebutuhan sendiri. &#8221;Karena selain untuk memenuhi kebutuhan makan juga harus menyediakan benih untuk kembali ditanam, dan jenis padi yang ditanam kali ini adalah 32,&#8221;imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/02/memanen-padi-keberuntungan-untuk-memenuhi-kebutuhan-sendiri.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siapa Bilang Dukuh Biteng Banjir?</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/siapa-bilang-dukuh-biteng-banjir.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/siapa-bilang-dukuh-biteng-banjir.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jan 2020 02:33:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[desa banjarsari]]></category>
		<category><![CDATA[dukuh binteng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=10654</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com,  PATI &#8211; Melihat struktur beritanya minimal ditulis oleh awak media, tapi isinya adalah kebohongan yang tidak bertanggung jawab karena berita tentang sebuah kejadian, di mana puluhan hektare tanaman padi di Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati, sejak Rabu (1/1) terendam banjir. Berita tersebut entah dicomot dari mana, tapi di dalamnya sebagai sumber berita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_10653" aria-describedby="caption-attachment-10653" style="width: 480px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-10653" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200103_092444.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200103_092444.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200103_092444-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-10653" class="wp-caption-text">Hamparan tanaman padi muda yang menghijau di Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati yang tanpa ada genangan air, tapi  sebuah media online mewartakan kebohongan yang sulit dipertanggungjawabkan bahwa tanaman padi di dukuh tersebut saat ini terendam banjir.</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com,  PATI</strong> &#8211; Melihat struktur beritanya minimal ditulis oleh awak media, tapi isinya adalah kebohongan yang tidak bertanggung jawab karena berita tentang sebuah kejadian, di mana puluhan hektare tanaman padi di Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati, sejak Rabu (1/1) terendam banjir. Berita tersebut entah dicomot dari mana, tapi di dalamnya sebagai sumber berita adalah Kepala Dukuh setempat, Marzuki.</p>
<p>Berita tersebut  penulisnya jelas tanpa melakukan chek and rechek di lapangan, sehingga sama sekali tidak memahami sebuah logika sebuah peristiwa. Yakni, mengapa Dukuh Biteng selalu menjadi langganan banjir yang datangnya lebih awal dan berlangsung paling lama bila dibanding lokasi lain baru berakhir.</p>
<p>Ketika hal tersebut ditanyakan kepada beberapa warga, apa benar tanaman padi muda yang masih menghampar hijau tersebut tergenang banjir. Warga justru balik bertanya, itu berita dari mana karena mereka benar-benar mengharap agar tahun ini kendati turun hujan karna musimnya tapi tidak terlalu ekstrem agar Biteng terhindar dari banjir rutin kiriman.</p>
<p>Apalagi melihat tanaman padi muda yang rata-rata sudah berumur satu bulan, berarti harapan untuk bisa panen pada Maret atau April mendatang cukup besar, sehingga para petani sebenarnya sudah bosan dengan datangnya banjir kiriman. &#8221;Karena itu, mudah-mudahan tahun ini banjir kiriman dari hulu bisa dihindari, sehingga kami bisa memanen hasil jerih payah kami,&#8221;ujar salah seorang di antara mereka, Patmo (35).</p>
<p>Disebutkan, untuk ketinggian air di alur Kali Juwana, hari ini sedikit mengalami kenaikan dibanding sejak hujan Rabu (1/1) lalu. Hal itu terjadi, karena tingginya curah hujan di kawasan Pegunungan Kendeng yang banyak hulu anak kali yang mengalirkan air ke Kali Juwana, tapi ketinggian airnya belum sampai limpas melewati tepi bibir kali.</p>
<p>Dengan demikian, posisi dan kondisi air tetap aman sepanjang kawasan hulu baik di lereng Pegunungan Kendeng maupun lereng Muria curah hujannya tidak terlalu tinggi. Jika kondisi itu yang terjadi, maka semua air hujan dari anak kali di ke dua lereng pegunungan tersebut masuknya ke alur Kali Juwana, maka banjir tak bisa dihindari.</p>
<p>Dampak dari kondisi itulah terjadinya banjir tak bisa dihindari, sehingga yang terkena dampak lebih dahulu adalah kawasan yang berada di pinggir alur kali tersebut. Karena itu, jika alur Kali Juwana belum limpas melampau batas bibir tepi alur kali atau melewati bantaran, ada yang menyebutkan Kali Juwana atau Pati banjir, jelas tidak memahami kondisi lapangan penyebab mengapa Pati terjadi banjir.</p>
<p>Lebih memprihatinkan lagi, kalau ada media yang sampai memberitakan peristiwa banjir yang biasa dialami warga seperti di Dukuh Biteng, itu adalah berita asal comot tanpa memikirkan dampak psikologis bagi warga yang selama ini tempat tinggalnya selalu menjadi langganan banjir kiriman bila musim penghujan. Hanya mengejar sensasi berita, tanpa pernah tahu dan paham bagaimana logika kejadiannya, itukah orang-orang yang menyatakan diri sebagai awak media?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/siapa-bilang-dukuh-biteng-banjir.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
