<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DPR RI &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/dpr-ri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Sep 2021 03:49:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Komisi III Menilai Over Kapasitas Lapas Dipicu Penegakan Hukum yang Belum Sesuai</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/09/komisi-iii-menilai-over-kapasitas-lapas-dipicu-penegakan-hukum-yang-belum-sesuai.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/09/komisi-iii-menilai-over-kapasitas-lapas-dipicu-penegakan-hukum-yang-belum-sesuai.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Sep 2021 03:49:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Asrul Sani]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Lapas Over Kapasitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=33203</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, JAKARTA &#8211; Terkait over kapasitas di berbagai lapas di Indonesia, Anggota Komisi III DPR RI, Asrul Sani menyebut bahwa hal ini dipicu oleh penegakan hukum yang belum murni dan konsekuen. &#8220;Misalnya dalam penegakan hukum kasus narkotika, Arsul mengungkapkan hampir 50 persen penghuni lapas saat ini adalah terpidana kasus narkoba yakni penyalahguna murni yang bukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>SAMIN-NEWS.com, JAKARTA</strong> &#8211; Terkait over kapasitas di berbagai lapas di Indonesia, Anggota Komisi III DPR RI, Asrul Sani menyebut bahwa hal ini dipicu oleh penegakan hukum yang belum murni dan konsekuen.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Misalnya dalam penegakan hukum kasus narkotika, Arsul mengungkapkan hampir 50 persen penghuni lapas saat ini adalah terpidana kasus narkoba yakni penyalahguna murni yang bukan pengedar, apalagi bandar,&#8221; tuturnya dikutip dari laman resmi DPR RI, Selasa (14/9/2021).</p>
<p dir="ltr">Padahal menurutnya, Undang-Undang Narkotika sudah tegas menyatakan bahwa pengguna atau penyalahgunaan guna murni yang diiproses hukum  ujungnya adalah rehabilitasi, tapi penegak hukum belum melaksanakan ini secara murni dan konsekuen dan konsisten.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Inilah sebetulnya sumber utama, kasus narkotika, jika ini ditegakkan, <i>over-capacity</i> akan sangat banyak bisa dikurangi,&#8221; imbuhnya.</p>
<p dir="ltr">Untuk itu, penegakan hukum di Indonesia menurutnya perlu dibenahi, salah satunya dalam penegakan hukum kasus narkotika.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/09/komisi-iii-menilai-over-kapasitas-lapas-dipicu-penegakan-hukum-yang-belum-sesuai.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komisi III Soroti Kasus Lapas Over Kapasitas di Indonesia</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/09/komisi-iii-soroti-kasus-lapas-over-kapasitas-di-indonesia.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/09/komisi-iii-soroti-kasus-lapas-over-kapasitas-di-indonesia.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Sep 2021 05:28:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi III]]></category>
		<category><![CDATA[Lapas Over Kapasitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=33084</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, JAKARTA &#8211; Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana menilai kasus over capacity di berbagai lembaga permasyarakatan (Lapas) harus segera menjadi prioritas untuk segera dipecahkan. Menurutnya kelebihan kapasitas di lapas tidak bisa diatasi dengan sekali langkah saja dan harus melibatkan para pemangku kepentingan yang berwenang. &#8220;Masalah klasik over crowded, kelebihan kapasitas tidak bisa diatasi dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div align="left">
<p dir="ltr"><strong>SAMIN-NEWS.com, JAKARTA</strong> &#8211; Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana menilai kasus over capacity di berbagai lembaga permasyarakatan (Lapas) harus segera menjadi prioritas untuk segera dipecahkan.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya kelebihan kapasitas di lapas tidak bisa diatasi dengan sekali langkah saja dan harus melibatkan para pemangku kepentingan yang berwenang.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Masalah klasik <i>over crowded</i>, kelebihan kapasitas tidak bisa diatasi dengan sekali langkah saja, ini menjadi permasalahan yang sangat komplek. Kita akan mencari jalan keluar masalah <i>over </i>kapasitas ini,&#8221;  tuturnya dilansir dari laman DPR RI, Minggu (12/9/2021) kemarin.</p>
<p dir="ltr">Pernyataan ini pun sekaligus menjadi respon atas peristiwa kebakaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang (Lapas Tangerang), Banten yang menewaskan 45 orang.</p>
<p dir="ltr">Insiden kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang pada Rabu 8 September 2021 dini hari lalu, mengungkap fakta bahwa terjadi <i>over</i> kapasitas sampai 400 persen di Lapas tersebut. Kebakaran tersebut menelan banyak korban jiwa.</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/09/komisi-iii-soroti-kasus-lapas-over-kapasitas-di-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komisi X Pastikan PON XX Siap Digelar</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/09/komisi-x-pastikan-pon-xx-siap-digelar.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/09/komisi-x-pastikan-pon-xx-siap-digelar.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Sep 2021 03:19:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[OLAHRAGA]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[KOMISI X]]></category>
		<category><![CDATA[PON XX]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=33034</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, JAKARTA &#8211; Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih memastikan bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX telah siap digelar. Hal ini ia sampaikan setelah meninjau stadion utama Lukas Enembe yang akan dijadikan tempat seremonial pembukaan dan penutupan PON XX, serta berbagai venue beberapa cabang olahraga. &#8220;Hari ini Kami, Komisi X DPR RI [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, JAKARTA</strong> &#8211; Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih memastikan bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX telah siap digelar.</p>
<p>Hal ini ia sampaikan setelah meninjau stadion utama Lukas Enembe yang akan dijadikan tempat seremonial pembukaan dan penutupan PON XX, serta berbagai venue beberapa cabang olahraga.</p>
<p>&#8220;Hari ini Kami, Komisi X DPR RI sengaja mengunjungi Papua untuk melihat secara langsung persiapan penyelenggaraan PON XX Papua. Dan setelah kami meninjau, melihat langsung stadion dan berbagai venue, kami berkeyakinan bahwa PON XX Papua siap digelar,&#8221; ujarnya, Jumat (10/9/2021) kemarin.</p>
<p>Meski demikian, Fikri menyesalkan keberadaan stadion Lukas Enembe yang rencananya hanya dijadikan tempat seremonial pembukaan dan penutupan PON XX Papua saja.</p>
<p>Ia menilai stadion utama di Papua yang baru dibangun tersebut bertaraf internasional dan sejatinya juga bisa digelar pertandingan berbagai cabang olahraga.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/09/komisi-x-pastikan-pon-xx-siap-digelar.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puan Soroti Bocornya NIK Milik Presiden</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/09/puan-soroti-bocornya-nik-milik-presiden.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/09/puan-soroti-bocornya-nik-milik-presiden.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Samin News]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2021 04:38:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Puan Maharani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=32774</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, JAKARTA &#8211; Menyusul tersebarnya Nomor Induk Kependudukan (NIK) Presiden Joko Widodo, Ketua DPR RI Puan Maharani kembali mengingatkan komitmen pemerintah dalam menyelesaikan Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (PDP). &#8220;Kalau data pribadi Presiden saja bisa bocor, apalagi warga biasa. Kita sama-sama tahu bahwa banyak NIK warga yang bocor dan akhirnya terjebak oleh pinjaman online ilegal,”  turur Puan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>SAMIN-NEWS.com, JAKARTA</strong> &#8211; Menyusul tersebarnya Nomor Induk Kependudukan (NIK) Presiden Joko Widodo, Ketua DPR RI Puan Maharani kembali mengingatkan komitmen pemerintah dalam menyelesaikan Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (PDP).</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kalau data pribadi Presiden saja bisa bocor, apalagi warga biasa. Kita sama-sama tahu bahwa banyak NIK warga yang bocor dan akhirnya terjebak oleh pinjaman <i>online</i> ilegal,”  turur Puan, Jumat (3/9/2021) kemarin.</p>
<p dir="ltr">Menurut Puan, kebocoran data yang terjadi selama ini harus segera disikapi dan ditambal dengan UU PDP.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Dengan UU PDP ini nantinya para pembocor dan pengambil manfaat dari kebocoran data pribadi warga ini akan dijatuhi sanksi, mulai dari denda sampai pidana,” tegas Puan.</p>
<p dir="ltr">Puan pun menjelaskan, RUU PDP belum disahkan karena masih ada perbedaan pendapat antara DPR dan pemerintah terkait kedudukan lembaga otoritas pengawas perlindungan data pribadi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/09/puan-soroti-bocornya-nik-milik-presiden.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
