<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DLH Pati &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/dlh-pati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Jan 2025 00:20:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>DLH Uji Lab Soal Fenomena Busa Tebal di Sungai Bibis Margorejo</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2025/01/dlh-uji-lab-soal-fenomena-busa-tebal-di-sungai-bibis-margorejo.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2025/01/dlh-uji-lab-soal-fenomena-busa-tebal-di-sungai-bibis-margorejo.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jan 2025 14:18:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Pati hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah Pati]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Berita Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=55023</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bakal melakukan uji lab soal fenomena busa tebal yang menutupi permukaan sungai di pintu air tepatnya Dukuh Bibis, Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu sore, 12 Januari 2025 seperti unggahan oleh Anton Eicho S pada media Facebook. Diperkirakan busa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI &#8211;</strong> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bakal melakukan uji lab soal fenomena busa tebal yang menutupi permukaan sungai di pintu air tepatnya Dukuh Bibis, Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu sore, 12 Januari 2025 seperti unggahan oleh Anton Eicho S pada media Facebook. Diperkirakan busa tebal menutupi permukaan sungai ini hingga kurang lebih 400 meter.</p>
<p>“Mohon dinas terkait untuk ditindaklanjuti,” sebut warga dalam unggahannya.</p>
<p>Munculnya fenomena busa tersebut diduga berasal dari limbah industri. Akibatnya ekosistem air di sungai pun terganggu.</p>
<p>Terpisah Kepala DLH Pati, Tulus Budiharjo, menyebut pihaknya tengah terjun ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung. Menurutnya ini dilakukan guna menyusuri sumber penyebab fenomena busa di sungai.</p>
<p>Kendati begitu, Tulus belum bisa berkomentar banyak berkait dengan penyebab munculnya busa tebal di pintu air bendung Bibis.</p>
<p>&#8220;Menyusuri sumber yang menyebabkan itu. (penyebab) belum bisa memberikan tanggapan, kan harus ke lapangan dulu. Akan melakukan uji lab, dengan lab yang ada,&#8221; terangnya.</p>
<p>Pihaknya pun membenarkan ekosistem sungai terganggu dampak dari busa tebal. Sehingga pihaknya melakukan pengecekan uji lab agar hasilnya diketahui secara gamblang.</p>
<p>&#8220;Melakukan uji lab, Ekosistem airnya iya mestinya terganggu. Makanya kita ambil dulu, hasilnya nanti bagaimana,&#8221; tambah Tulus.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2025/01/dlh-uji-lab-soal-fenomena-busa-tebal-di-sungai-bibis-margorejo.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banyak Sampah Dibuang ke Sungai: Mayoritas Sampah Rumah Tangga dan Plastik</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/07/banyak-sampah-dibuang-ke-sungai-mayoritas-sampah-rumah-tangga-dan-plastik.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/07/banyak-sampah-dibuang-ke-sungai-mayoritas-sampah-rumah-tangga-dan-plastik.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jul 2023 15:06:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Pati]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=50008</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Persoalan sampah di sungai di Kabupaten Pati masih belum terselesaikan. Sampah domestik rumah tangga dibuang secara sembarangan. Salah satunya adalah yang terlihat di Sungai Wedarijaksa. Di tempat itu sampah rumah tangga, plastik, hingga ranting-ranting pepohonan. Potret kumuhnya pengelolaan sungai hampir rata-rata terjadi di sejumlah tempat. Yang mendasari adalah masih minumnya pengetahuan pengelolaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Persoalan sampah di sungai di Kabupaten Pati masih belum terselesaikan. Sampah domestik rumah tangga dibuang secara sembarangan. Salah satunya adalah yang terlihat di Sungai Wedarijaksa. Di tempat itu sampah rumah tangga, plastik, hingga ranting-ranting pepohonan.</p>
<p>Potret kumuhnya pengelolaan sungai hampir rata-rata terjadi di sejumlah tempat. Yang mendasari adalah masih minumnya pengetahuan pengelolaan sampah dan fasilitas yang disediakan pihak berkompeten.</p>
<p>Menanggapi hal itu khusus sungai yang mengalir di Kecamatan Wedarijaksa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo mengungkapkan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan desa yang dilintasi sungai tersebut.</p>
<p>Tulus akan melakukan upaya sosialisasi intens terhadap masyarakat kaitannya dengan pengelolaan sampah. Apalagi, sampah yang dibuang di sungai akan mencemari lingkungan dan merusak ekosistem.</p>
<p>&#8220;Kami sudah komunikasikan dengan desa sekitar sungai situ. Kami akan sosialisasi ke masyarakat. Tapi warga banyak juga yang membuang sampah ke TPS (Tempat Pembuangan Sementara) Guyangan,&#8221; ujarnya, belum lama ini.</p>
<p>Tulus mengaku di Wedarijaksa sudah ada pihak yang dibentuk atau tenaga kebersihan. Hanya saja, mengenai sampah dibuang ke sungai dimungkinkan masih perlu penambahan fasilitas TPS perlu ditambah.</p>
<p>&#8220;Iya membuat dan menambah fasilitas TPS di sepanjang sungai. Nanti kita akan komunikasikan sama desa, kecamatan dan masyarakat juga,&#8221; ucap Tulus.</p>
<p>Sementara berdasarkan keterangan warga sekitar, Aji (26) mengaku kehadiran sampah di sungai diakui menggangu masyarakat. Baik saat dilihat tidak indah, juga menimbulkan bau tak sedap.</p>
<p>&#8220;Sampah di sungai itu ada yang dari warga sekitar. Tapi ada juga orang luar yang buang di sini. Sampah ini dari rumah tangga, ada plastik, pokoknya macam-macam,&#8221; terangnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/07/banyak-sampah-dibuang-ke-sungai-mayoritas-sampah-rumah-tangga-dan-plastik.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DLH Upayakan TPA Sukoharjo Tampung Sampah Lebih Lama</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/10/dlh-upayakan-tpa-sukoharjo-tampung-sampah-lebih-lama.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/10/dlh-upayakan-tpa-sukoharjo-tampung-sampah-lebih-lama.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2022 11:02:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas lingkungan hidup pati]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala DLH Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[TPA Sukoharjo]]></category>
		<category><![CDATA[Tulus Budiharjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=44870</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tulus Budiharjo mengatakan, pihaknya akan berupaya agar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo di Desa Sukoharjo, Margorejo berusia lebih lama dari pada standar yang diproyeksikan. Tulus menyebut TPA Sukoharjo dibangun pada tahun 2017 yang lalu dengan proyeksi usia mampu menampung hingga 10 tahun. Tetapi, dirinya menegaskan akan mengupayakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tulus Budiharjo mengatakan, pihaknya akan berupaya agar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo di Desa Sukoharjo, Margorejo berusia lebih lama dari pada standar yang diproyeksikan.</p>
<p>Tulus menyebut TPA Sukoharjo dibangun pada tahun 2017 yang lalu dengan proyeksi usia mampu menampung hingga 10 tahun. Tetapi, dirinya menegaskan akan mengupayakan agar lebih dari itu.</p>
<p>&#8220;Kita menggunakan metode sanitary landfill dibangun pada 2017, diproyeksi usia sampai 10 tahun atau sampai 2027. Hingga kini sudah berumur lima tahun sudah 50 persen ada. Kita tetap berupaya agar tidak hanya 10 tahun saja, tetapi supaya bisa lebih,&#8221; ucap Tulus, Rabu (5/10/2022).</p>
<p>Dia mengungkapkan bahwa TPA Sukoharjo menerapkan sistem sanitary landfill, di mana sistem ini sampah dibuang pada tempat yang cekung lalu ditimbun dan dipadatkan.</p>
<p>&#8220;Diuruk, karena sistem sanitary landfill itu dikasih lapisan geomembran sehingga cairan di situ tidak langsung ke tanah. Kemudian ipal juga ada di sana. Kemudian agar tidak menimbulkan bau itu memang ditimbun dengan tanah sebab metodenya seperti itu,&#8221; paparnya.</p>
<p>Lebih lanjut dia mengatakan jika TPA Sukoharjo terjadi overload, nantinya DLH akan membuka tempat baru di sisi sebelah timur. Pasalnya di situ masih memungkinkan dimanfaatkan dibuat timbunan sampah.</p>
<p>Pihaknya menuturkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mempunyai sanitary landfill TPA Sukoharjo dulunya berkat bantuan dari Kementerian PUPR. Saat itu biaya yang dibutuhkan pembuatannya sekitar Rp 14 miliar.</p>
<p>Pembuatan TPA yang membutuhkan anggaran sebesar itu, karenanya dirinya memikirkan agar tempat tersebut bisa digunakan dalam jangka waktu panjang. Di sisi lain, dia menuturkan DLH juga menekan volume sampah melalui sumbernya dan membentuk bank sampah.</p>
<p>&#8220;Makanya kita berupaya agar tidak kebingungan pada saat sanitary landfill di TPA Sukoharjo sudah penuh. Kita sudah berkoordinasi dengan Bappeda terkait teknisnya sudah ada tempat yang dimanfaatkan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sebagai informasi luas lahan TPA Sukoharjo itu menempati di atas tanah 12 hektar. Adapun sampah tiap hari yang masuk ke TPA tersebut antara 80 s/d 100 ton.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/10/dlh-upayakan-tpa-sukoharjo-tampung-sampah-lebih-lama.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tekan Volume Sampah di TPA, DLH Bentuk Bank Sampah</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/10/tekan-volume-sampah-di-tpa-dlh-bentuk-bank-sampah.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/10/tekan-volume-sampah-di-tpa-dlh-bentuk-bank-sampah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2022 10:34:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[dinas lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala DLH Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Tulus Budiharjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=44842</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati berupaya untuk mengurangi volume sampah domestik. Ini dilakukan agar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) agar mampu menampung sampah secara lebih lama atau dengan kata lain overload. Kepala DLH Pati, Tulus Budiharjo, mengatakan bahwa dimana saja sampah menjadi isu persoalan yang harus dihadapi. Sebab berbicara terkait adanya sampah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati berupaya untuk mengurangi volume sampah domestik. Ini dilakukan agar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) agar mampu menampung sampah secara lebih lama atau dengan kata lain overload.</p>
<p>Kepala DLH Pati, Tulus Budiharjo, mengatakan bahwa dimana saja sampah menjadi isu persoalan yang harus dihadapi. Sebab berbicara terkait adanya sampah itu berhubungan erat dengan penduduk. Dengan begitu pihaknya berkonsentrasi mengurangi sampah dari sumbernya.</p>
<p>&#8220;Melakukan penanganan sampah di TPA, berkonsentrasi untuk mengurangi sampah dari sumbernya. Sehingga bank sampah dirasa mampu mengatasi persoalan tersebut,&#8221; ucap Tulus, Selasa (4/10/2022).</p>
<p>Lebih lanjut dia mengatakan bank sampah yang dibentuk itu tujuannya untuk menampung sampah-sampah yang memiliki nilai jual. Sebagai contoh, sampah plastik itu hampir semuanya laku, kemudian bungkus deterjen sekarang juga laku.</p>
<p>Sebab, menurut Tulus, sampah yang sudah sampai di TPA semestinya sampah yang sudah tidak bisa dimanfaatkan atau didaur ulang. Sehingga program pilah sampah dari sumbernya itu untuk mendukung bank sampah mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.</p>
<p>Jika tidak dikurangi dari sumbernya, maka produksi sampah akan jauh lebih besar. Pasalnya saat ini saja dirinya menyebut hampir 100 ton sampah masuk ke TPA Sukoharjo.</p>
<p>&#8220;Sampah yang masuk ke TPA Sukoharjo setiap harinya mencapai 80 ton hingga 100 ton. Jumlah tersebut bersumber dari seluruh sampah di Kabupaten Pati. Meskipun ada beberapa yang tampung di perdesaan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Pemilahan di bank sampah supaya volumenya dapat ditekan. Laju pertambahan sampah memang berbanding lurus dengan pertumbuhan manusia. Untuk itu kita membuat beberapa bank sampah itu, yang sekarang sudah ada di beberapa pojok desa,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Di sisi lain, Tulus mengungkapkan bahwa TPA Sukoharjo yang dibangun pada 2017 itu mampu bertahan menampung sampah hingga 10 tahun yakni hingga tahun 2027.</p>
<p>Adapun DLH Pati sampai saat ini telah mempunyai 182 unit bank sampah yang tersebar di Kabupaten Pati. Sementara induk bank sampah terletak di Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/10/tekan-volume-sampah-di-tpa-dlh-bentuk-bank-sampah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DLH Libatkan Masyarakat Susun Amdal Rencana Pembangunan Jalan Tol Demak-Tuban</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/08/dlh-libatkan-masyarakat-susun-amdal-rencana-pembangunan-jalan-tol-demak-tuban.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/08/dlh-libatkan-masyarakat-susun-amdal-rencana-pembangunan-jalan-tol-demak-tuban.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Aug 2022 10:27:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[INFRASTRUKTUR]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Susun Amdal Rencana Pembangunan Jalan Tol Demak-Tuban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=43508</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Rencana proyek pembangunan jalan tol Demak &#8211; Tuban saat ini masih tahap konsultasi publik, juga baru tahap penyusunan Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo. Sebelumnya DLH Pati bersama dengan tim Amdal pusat dan provinsi menggelar konsultasi publik Amdal tentang rencana pembangunan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Rencana proyek pembangunan jalan tol Demak &#8211; Tuban saat ini masih tahap konsultasi publik, juga baru tahap penyusunan Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo.</p>
<p>Sebelumnya DLH Pati bersama dengan tim Amdal pusat dan provinsi menggelar konsultasi publik Amdal tentang rencana pembangunan ruas jalan tol Demak-Tuban di kantor Kecamatan Jakenan pada tanggal 10 Agustus 2022.</p>
<p>&#8220;Kegiatan saat itu baru tahap awal konsultasi publik yang mana dibutuhkan masukan-masukan dari masyarakat dampak-dampak yang dimungkinkan timbul,&#8221; kata Tulus dalam rekamannya yang ditulis Sabtu (13/8/2022).</p>
<p>Dirinya melanjutkan agenda penyusunan Amdal tol Demak &#8211; Tuban yang mana Pati merupakan salah satu kabupaten yang terlewati. Sehingga masyarakat setempat dilibatkan dalam proses penyusunan Amdal tersebut.</p>
<p>Tulus mengatakan bahwa penyelenggara Amdal ini adalah dari Pemerintah Pusat, sebab tol ini melintasi dua provinsi, melewati Demak-Kudus-Pati-Rembang-Tuban sehingga kewenangannya dari pusat.</p>
<p>Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam penyusunan Amdal cukup vital mengingat tempat, tanah hingga lingkungannya terlewati ruas jalan tol tersebut. Sehingga selain persoalan mengenai lingkungan diketahui, maka selanjutnya poin-poin itu yang nantinya juga menjadi pertimbangan dalam penyusunan Amdal.</p>
<p>&#8220;Masukan itu penting sekali untuk menganalisis dampak yang timbul, setelah teridentifikasi maka Amdal ini juga mengkaji dampak positif yang nantinya dimaksimalkan. Sedangkan yang negatif itu diminimalisir,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dirinya menyebutkan, ruas jalan tol Demak &#8211; Tuban yang melintasi wilayah Kabupaten Pati ada 9 kecamatan serta 40 desa dari Kabupaten Pati dengan panjang tol yang melintas Pati kira-kira ada 43 KM.</p>
<p>&#8220;Dari masyarakat dengan adanya tol ini banyak yang mengharapkan bisa meningkatkan perekonomian. Namun demikian kajian tentang dampak lingkungan ini sangat penting,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/08/dlh-libatkan-masyarakat-susun-amdal-rencana-pembangunan-jalan-tol-demak-tuban.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DLH Kenalkan Lingkungan Hidup Kepada Kalangan Muda Anggota Gerakan Pramuka Saka Kalpataru</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/12/dlh-kenalkan-lingkungan-hidup-kepada-kalangan-muda-anggota-gerakan-pramuka-saka-kalpataru.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/12/dlh-kenalkan-lingkungan-hidup-kepada-kalangan-muda-anggota-gerakan-pramuka-saka-kalpataru.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Dec 2021 04:47:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Pramuka Saka Kalpataru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=36373</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Barang kali tidak banyak kalangan, utamanya kalangan muda yang mengetahui, bahwa di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati selama ini sudah mempunyai sebuah pangkalan. Yakni, pangkalan untuk  anggota Gerakan Pramuka Penegak berasal dari sejumlah Gugus Depan (Gudep) sekolah SMA maupun SMK yang bergabung dalam Satuan Karya (Saka) Kalpataru. Salah satu tujuannya tak lain, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Barang kali tidak banyak kalangan, utamanya kalangan muda yang mengetahui, bahwa di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati selama ini sudah mempunyai sebuah pangkalan. Yakni, pangkalan untuk  anggota Gerakan Pramuka Penegak berasal dari sejumlah Gugus Depan (Gudep) sekolah SMA maupun SMK yang bergabung dalam Satuan Karya (Saka) Kalpataru.</p>
<p>Salah satu tujuannya tak lain, untuk mengenalkan masalah Lingkungan Hidup (LH) beserta berbagai problematikanya, serta upaya menanamkan kecintaan kalangan muda ini terhadap lingkungan hidup sebagaimana merupakan salah satu darma Gerakan Pramuka. Yaitu, darma kedua dalam Dasa Darma Pramuka, &#8221;Cinta Alam&#8221; yang terangkai dengan &#8221;Kasih Sayang Sesama Manusia.&#8221;</p>
<p>Dengan salah satu darma cinta alam tersebut, papar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Mukhamad Tulus Budiarto yang tak lain adalah Ketua Majelis Pembimbing Satuan Karya (Ka Mabisaka) Kalpataru, pihaknya mengajak setiap anggota Pramuka, agar menanamkan kesadaran pada diri masing-masing. Apalagi jika tidak kesadaran, untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, di mana di dalamnya tentu termasuk lingkungan alam sekitarnya.</p>
<p>Sebab, dari beberapa definisi lingkungan hidup jika mengacu pada Pasal (1) UU Nomor 39 Tahun 2009, adalah merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan makhluk hidup. &#8221;Khusus yang disebut terakhir tentu saja di dalamnya termasuk manusia dengan berbagai perilakunya yang mempengaruhi alam itu sendiri,&#8221;tandasnya.</p>
<p>Selebihnya, masih lanjut dia, dalam definisi pasal yang sama tentang UU tersebut bahwa kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia juga merupakan bagian dari definisi UU dimaksud.  Sedangkan yang juga tak ketinggalan selain kesejahteraan manusia, masih ada pula makhluk hidup lainnya, dan semua membutuhkan upaya untuk menjaga kelestariannya, dan yang itu menjadi tugas serta kewajiban manusia.</p>
<p>Karena itu, jika kalangan muda yang saat ini masih duduk di bangku beberapa SMA/SMK bergabung dalam Gerakan Pramuka, khususnya dalam Saka Kalpataru tentu pilihan yang tidak keliru. Sebab, mereka akan mengetahui dan memahami masalah lingkungan hidup yang di era globalisasi ini juga sarat dengan berbagai permasalahan, tapi mereka akan bisa banyak belajar tentang permasalahan tersebut kemudian mencari jalan pemecahannya.</p>
<p>Seperti permasalahan klasik yang juga menjadi pencemar &#8221;abadi&#8221; lingkungan hidup ini, adalah sampah yang tiap hari dan bahkan tiap menit diproduksi oleh manusia. Akan tetapi barang limbah padat yang ada di dalamnya, tentu termasuk jenis plastik yang tidak pernah bisa terurai justru dibuang di tempat sembarangan.</p>
<p>Dengan demikian, dampak yang ditimbulkan tentu terjadinya pencemaran  lingkungan, dan juga masih banyak produk-produk limbah berat lainnya yang membutuhkan perhatian, sehingga kalangan muda perlu diajak bersama-sama untuk memahaminya. &#8221;Dari jumlah 40 personel atau empat sangga anggota Saka Kalpataru yang berpangkalan di DLH, beberapa hari lalu juga kami ajak melihat langsung kondisi TPA sampah di Sukoharjo, Kecamatan Margorejo,&#8221;imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/12/dlh-kenalkan-lingkungan-hidup-kepada-kalangan-muda-anggota-gerakan-pramuka-saka-kalpataru.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DLH Pati Tetap Prioritaskan Tangani Pengelolaan Sampah</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/10/dlh-pati-tetap-prioritaskan-tangani-pengelolaan-sampah.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/10/dlh-pati-tetap-prioritaskan-tangani-pengelolaan-sampah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Oct 2021 10:26:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Prioritaskan Tangani Pengelolaan Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=33897</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati menyatakan akan memprioritaskan penanganan sampah pada periode tahun 2022. Pasalnya, hingga saat ini persoalan sampah adalah persoalan bersama yang harus dimanage dengan tepat. Kepala DLH, Mokhamad Tulus Budiharjo mengatakan konsentrasi dimulai bulan Januari sampah ini perlu penanganan serius. volume atau timbunan sampah di masyarakat semakin meningkat. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://www.samin-news.com/">SAMIN-NEWS.com</a>, PATI</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati menyatakan akan memprioritaskan penanganan sampah pada periode tahun 2022. Pasalnya, hingga saat ini persoalan sampah adalah persoalan bersama yang harus dimanage dengan tepat.</p>
<p>Kepala DLH, Mokhamad Tulus Budiharjo mengatakan konsentrasi dimulai bulan Januari sampah ini perlu penanganan serius. volume atau timbunan sampah di masyarakat semakin meningkat. Hal ini disebabkan karena pola hidup praktis bertambahnya penduduk dan pola konsumtif.</p>
<p>&#8220;Ini perlu diimbangi dengan pengurangan timbunan sampah melalui penggiatan bank sampah unit (BSU) yang ada di desa. Dengan mendorong desa mewujudkan embrio masyarakat peduli terhadap kebersihan,&#8221; kata Tulus kepada Samin News.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-33896" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/10/f2.gif" alt="" width="720" height="540" /></p>
<p>Saat ditanya apakah harus ada semacam BSU di semua desa, ia mengaku akan berupaya menjaring dan menumbuhkan embrio kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Jika dipahami bersama, akan semakin baik terhadap pengelolaan sampah itu sendiri.</p>
<p>&#8220;Semakin banyak menjaring embrio masyarakat di desa semakin bagus, oleh karenanya nanti akan kita koordinasikan juga Dispermades (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa). Ini (BSU) sebetulnya bisa difasilitasi Bumdes,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Ke depannya, ungkap Tulus DLH memang menginsentifkan penanganan sampah. Soalnya dampaknya kalau ke sungai akan mencemari air, dampak ke udara menimbulkan bau tak sedap. Kemudian dari sisi estetika menimbulkan masalah tak enak dipandang.</p>
<p>Sebagai informasi, saat ini DLH total mempunyai 184 BSU, baik di desa maupun yang terdapat di sekolah. Selanjutnya, kawasan yang rawan timbul banyak sampah yakni desa di kawasan sempadan sungai yang mana kehadirannya sangat mengganggu.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/10/dlh-pati-tetap-prioritaskan-tangani-pengelolaan-sampah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
