<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dispertan Pati &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/dispertan-pati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Aug 2023 12:55:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Musim Kemarau, Petani Beralih ke Tanaman Palawija</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/08/musim-kemarau-petani-beralih-ke-tanaman-palawija.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/08/musim-kemarau-petani-beralih-ke-tanaman-palawija.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2023 12:55:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dispertan Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kacang Hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Berita Pati]]></category>
		<category><![CDATA[petani pati]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam Palawija]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=50828</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Petani beralih menanam tanaman palawija untuk menyesuaikan musim kemarau yang bersifat kering. Sebab sebelumnya saat masih musim hujan, mereka menanam padi. Petani tak bisa bersikeras harus selalu menanam tanaman pokok. Sumiyati (52) petani asal Gabus menyampaikan pihaknya beralih menanam palawija guna menyiasati cuaca kering. Lahan yang dimiliki Sumiati biasanya ditanam padi, namun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Petani beralih menanam tanaman palawija untuk menyesuaikan musim kemarau yang bersifat kering. Sebab sebelumnya saat masih musim hujan, mereka menanam padi. Petani tak bisa bersikeras harus selalu menanam tanaman pokok.</p>
<p>Sumiyati (52) petani asal Gabus menyampaikan pihaknya beralih menanam palawija guna menyiasati cuaca kering. Lahan yang dimiliki Sumiati biasanya ditanam padi, namun kali ini niatnya diurungkan dan memilih menanam palawija.</p>
<p>&#8220;Biasanya kami tanam padi setahun dua kali tapi karena panas kemarau tidak bisa menanam padi. Jadi ya ganti tanam kacang hijau,&#8221; ucap Sumiyati saat panen kacang hijau di ladangnya, belum lama ini.</p>
<p>Menurutnya, kacang hijau lebih tahan terhadap cuaca kering berbanding dengan padi yang lebih banyak membutuhkan air. Bahkan musim ini diakui hasilnya lebih memuaskan dinding tahun sebelumnya.</p>
<p>&#8220;(luasnya) lahan sekitar kurang sehektar. Kemarin gagal panen diserang hama tikus dan ulat. Ini alhamdulillah lumayan masih bisa panen mungkin ada sekuintal beratnya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Senada disampaikan oleh Khoirun petani asal Jaken. Saat ini dirinya menanam kacang tanah. Dia menyatakan petani di saat-saat seperti ini akan beralih menanam tanaman yang membutuhkan sedikit air. &#8220;Saat ini harga kacang tanah lumayan, sekilo mungkin hampir Rp 15 ribu,&#8221; paparnya.</p>
<p>Sementara menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati Nikentri Meiningrum menyebut bahwa petani sudah mempunyai cara tersendiri untuk menyesuaikan dengan musim kemarau, yakni beralih tanaman palawija.</p>
<p>Dispertan, kata Niken tak bisa berbuat banyak terhadap dampak kekeringan. Kendati demikian, pihaknya mendorong para petani untuk beralih tanaman yang tahan terhadap cuaca.</p>
<p>&#8220;Petani sudah terbiasa menghadapi musim-musim seperti ini ya. Di daerah selatan cenderung kering, berbeda dengan daerah utara airnya cukup. Kita sarankan seperti itu,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/08/musim-kemarau-petani-beralih-ke-tanaman-palawija.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dispertan Pati ; Belum Ada Data Tanaman Terdampak Kekeringan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/08/dispertan-pati-belum-ada-data-tanaman-terdampak-kekeringan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/08/dispertan-pati-belum-ada-data-tanaman-terdampak-kekeringan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Aug 2023 14:03:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Kekeringan Bagi Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Dispertan Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Berita Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=50741</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Sejumlah wilayah di Kabupaten Pati utamanya di bagian selatan saat ini terdampak musim kemarau panjang. Akibatnya kesulitan untuk mendapatkan sumber daya air. Selain berdampak pada manusia, air juga berpengaruh terhadap tanaman. Akan tetapi, Dinas Pertanian (Dispertan) selaku OPD yang membidangi hingga sejauh ini belum mempunyai data tersebut. Kepala Dispertan, Nikentri Meiningrum menyebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Sejumlah wilayah di Kabupaten Pati utamanya di bagian selatan saat ini terdampak musim kemarau panjang. Akibatnya kesulitan untuk mendapatkan sumber daya air. Selain berdampak pada manusia, air juga berpengaruh terhadap tanaman.</p>
<p>Akan tetapi, Dinas Pertanian (Dispertan) selaku OPD yang membidangi hingga sejauh ini belum mempunyai data tersebut. Kepala Dispertan, Nikentri Meiningrum menyebut fenomena kekeringan ini harus menjadi perhatian.</p>
<p>&#8220;Laporan belum masuk, kita waspadai karena cuacanya ekstrim. Untuk data, sampai saat ini kami belum terima data kekeringan,&#8221; kata Niken di Pendopo Kabupaten Pati, kemarin.</p>
<p>Dampak cuaca ekstrim itu berpengaruh terhadap komoditas pertanian seperti padi. Oleh karena itu, dia mendorong bagi masyarakat agar bisa mengantisipasi kejadian ini dengan mengganti tanaman yang lebih tahan cuaca.</p>
<p>&#8220;Memilih komoditas yang lebih tahan terhadap kekeringan, seperti ada kacang hijau tidak membutuhkan banyak air. Kami sarannya seperti itu,&#8221; terang Niken.</p>
<p>Dispertan, kata dia belum bisa berbuat banyak seperti memberi bantuan untuk tanaman. Karena, terpenting adalah bagaimana menyukupi kebutuhan masyarakat didahulukan.</p>
<p>Hanya saja, Niken menyebut mengenai persoalan tanaman yang terpengaruh kekeringan ini dimungkinkan akan berkoordinasi dengan instansi terkait soal suplai air dari sungai atau pun sumber air terdekat.</p>
<p>&#8220;Saya lihat di wilayah selatan itu banyak yang kacang hijau. Itu masih bisa, harus melihat dengan situasi. Karena tidak bisa memaksakan (tanaman) menanam ini dan ini,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/08/dispertan-pati-belum-ada-data-tanaman-terdampak-kekeringan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dispertan Tanggapi soal Penjualan Pupuk Subsidi Ilegal: Menyalahi Aturan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/08/dispertan-tanggapi-soal-penjualan-pupuk-subsidi-ilegal-menyalahi-aturan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/08/dispertan-tanggapi-soal-penjualan-pupuk-subsidi-ilegal-menyalahi-aturan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Aug 2023 13:21:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dispertan Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Berita Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan Pupuk Subsidi Ilegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=50691</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Nikentri Meiningrum menyatakan stok pupuk bersubsidi sekarang ini aman. Petani tak perlu cemas terhadap kebutuhan tanaman mereka. Hal tersebut menjawab pertanyaan media mengenai kasus penjualan pupuk subsidi ilegal di Kecamatan Cluwak pada pertengahan Mei lalu. Niken mengatakan serapan pupuk subsidi masih di bawah 50 persen dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Nikentri Meiningrum menyatakan stok pupuk bersubsidi sekarang ini aman. Petani tak perlu cemas terhadap kebutuhan tanaman mereka.</p>
<p>Hal tersebut menjawab pertanyaan media mengenai kasus penjualan pupuk subsidi ilegal di Kecamatan Cluwak pada pertengahan Mei lalu. Niken mengatakan serapan pupuk subsidi masih di bawah 50 persen dari total alokasi di Kabupaten Pati. Sehingga kasus ini bukan karena faktor adanya dugaan kelangkaan stok pupuk di bawah.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya kalau kelangkaan ndak ya. Karena saya lihat serapan pupuk kita masih belum memenuhi target,&#8221; kata Niken di Pendopo Pati usai menghadiri kegiatan Tasyakuran Kedatangan Jemaah Haji dan Peringatan Tahun Baru 1445 Hijriah, Senin (14/8/2023).</p>
<p>Sebelumnya, Polresta Pati mengamankan pelaku penjualan pupuk subsidi ilegal di wilayah Kecamatan Cluwak. Sebanyak 200 karung dengan berat masing-masing 50 kilogram pupuk jenis Urea dan Phonska dikirim dari Jawa Timur ke wilayah Cluwak.</p>
<p>Niken menegaskan kejadian itu telah menyalahi aturan yang berlaku. Sebab, toko penyalur pupuk atau Kios Pupuk Lengkap (KPL) sebagai mitra distribusi penyaluran pupuk subsidi di Kabupaten Pati dilarang menjual pupuk ilegal.</p>
<p>&#8220;Jadi menurut saya tidak perlu mendatangkan pupuk dari luar. Dari pihak KPLnya memang menyalahi aturan. Kita tidak bisa mendatangkan dari luar atau mengirim ke luar dari wilayah Pati tidak bisa,&#8221; dia menjelaskan.</p>
<p>Menurutnya, Dispertan hanya mempunyai kewenangan terhadap bagian perencanaan seperti pengajuan puput subsidi petani di e-Alokasi melalui Kartu Tani. Sementara bagian distribusi pupuk adalah wilayah Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) begitu juga masalah hukum ditindak oleh aparat.</p>
<p>&#8220;Informasinya sudah ditindaklanjuti di Indag (Disdagperin). Sebaiknya saya sarankan ke Disdagperin saja. Soalnya kaitannya dengan distribusi pupuk itu sudah kewenangan Disdagperin,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/08/dispertan-tanggapi-soal-penjualan-pupuk-subsidi-ilegal-menyalahi-aturan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seribuan Lebih Ternak Terserang PMK-LSD, Dispertan Target 100 Ribu Vaksin</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/06/seribuan-lebih-ternak-terserang-pmk-lsd-dispertan-target-100-ribu-vaksin.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/06/seribuan-lebih-ternak-terserang-pmk-lsd-dispertan-target-100-ribu-vaksin.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jun 2023 12:54:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[100 Ribu Vaksin]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dispertan Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus PMK LSD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=49747</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati menargetkan 100 ribu dosis vaksin tersuntikkan bagi hewan sapi. Vaksinasi yang dilakukannya Itu dimaksudkan untuk mencegah serta memutus penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD). Hal itu disampaikan Kepala Bidang Peternakan pada Dispertan Pati, Andi Hirawadi. Menurutnya sejak ditemukannya PMK dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati menargetkan 100 ribu dosis vaksin tersuntikkan bagi hewan sapi. Vaksinasi yang dilakukannya Itu dimaksudkan untuk mencegah serta memutus penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD).</p>
<p>Hal itu disampaikan Kepala Bidang Peternakan pada Dispertan Pati, Andi Hirawadi. Menurutnya sejak ditemukannya PMK dan LSD, mulai awal tahun 2023 sampai sekarang sudah ada seribuan lebih sapi yang terpapar penyakit tersebut.</p>
<p>&#8220;Menargetkan vaksinasi ternak di Pati 100 ribu dosis. Sejak bulan Januari hingga kini banyak yang terkena PMK dan LSD. Di tahun 2023 ini, temuan kasus PMK ada sekitar 1.500 ekor,&#8221; kata Andi saat vaksinasi di Desa Sambirejo, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Senin (19/6/2023).</p>
<p>Selain seribuan ekor yang terkena PMK, ada juga yang terkena LSD. Ternak sapi yang terkena LSD sekitar 130 ekor. Di antaranya berdasarkan catatan kami terdapat 90 ternak yang meninggal.</p>
<p>Menurutnya kasus penyakit PMK dan LSD di Kabupaten Pati cukup tinggi. Hal ini erat kaitannya dengan gejala yang ditimbulkan tidak tampak. Sehingga acap kali pemilik tertipu dikira tidak terkena penyakit.</p>
<p>&#8220;Tingginya penyakit di Pati ini disebabkan karena gejala-gejalanya tidak tampak. Nah hewan yang terkena penyakit PMK dan LSD ini kebetulan yang tidak divaksin. Olehnya vaaksinasi ini penting sekali dilakukan untuk mencegah penularan bagi sapi lainnya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Andi juga menegaskan bahwa upaya Dispertan melakukan vaksinasi ini juga dalam rangka pengawasan menjelang hari raya Idul Adha. Pihaknya mengaku, vaksinasi menjadi syarat penjualan hewan ke luar daerah.</p>
<p>&#8220;Temuan kami Kasus PMK LSD terbanyak kami temukan di Kecamatan Kayen dan Jakenan. Jumlahnya ada sekitar 300 ekor,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/06/seribuan-lebih-ternak-terserang-pmk-lsd-dispertan-target-100-ribu-vaksin.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dispertan Pati Salurkan Bantuan Benih Padi bagi Petani Terdampak Banjir</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/03/dispertan-pati-salurkan-bantuan-benih-padi-bagi-petani-terdampak-banjir.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/03/dispertan-pati-salurkan-bantuan-benih-padi-bagi-petani-terdampak-banjir.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Mar 2023 12:23:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Benih Padi]]></category>
		<category><![CDATA[Dispertan Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Dispertan Pati Nikentri Meiningrum]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Terdampak Banjir di Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=48072</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Sebanyak 67 ton lebih benih padi disalurkan Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati. Benih itu merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk petani yang sebelumnya terdampak banjir. Kepala Dispertan Pati Nikentri Meiningrum menyatakan puluhan ton bantuan benih padi itu disalurkan ke 6 kecamatan di Kabupaten Pati, mulai Kecamatan Gabus, Margorejo, Dukuhseti, Pati, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Sebanyak 67 ton lebih benih padi disalurkan Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati. Benih itu merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk petani yang sebelumnya terdampak banjir.</p>
<p>Kepala Dispertan Pati Nikentri Meiningrum menyatakan puluhan ton bantuan benih padi itu disalurkan ke 6 kecamatan di Kabupaten Pati, mulai Kecamatan Gabus, Margorejo, Dukuhseti, Pati, Jakenan hingga Juwana.</p>
<p>&#8220;Per hektarnya petani akan memperoleh 25 kilogram benih. Penyaluran pertama di bulan Maret ini kita ada 2.694 hektar dengan total 67.350 kilogram. Sisanya antisipasi bulan berikutnya,&#8221; kata Niken.</p>
<p>Petani yang mendapat bantuan benih ini adalah petani yang mana sebelumnya telah mengajukan bantuan kepada pemerintah. Artinya tidak semua petani akan menerima bantuan benih tersebut.</p>
<p>Dia mengungkapkan benih padi ini ditargetkan disalurkan selama tiga pekan di bulan Maret. Sejumlah bantuan tersebut diyakininya bisa tersalurkan semua lantaran saat ini sudah ada beberapa yang dikirim ke kecamatan.</p>
<p>Dengan tersalurkannya benih padi, diharapkan petani masih bisa menanam di bulan Maret. Sementara, petani terdampak banjir yang belum menerima bantuan, dia menegaskan akan segera disusulkan pada bulan April.</p>
<p>&#8220;Usulan ke pemerintah provinsi harus sesuai dengan jadwal masa tanam petani. Meski sudah diajukan namun (penyaluran) April bulan depan. Itu seperti yang terjadi di Sukolilo karena belum bisa lantaran masih banjir, jadi usulan penyalurannya April,&#8221; paparnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/03/dispertan-pati-salurkan-bantuan-benih-padi-bagi-petani-terdampak-banjir.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terkendala Peralatan, RPH Margorejo Belum Beroperasi</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/02/terkendala-peralatan-rph-margorejo-belum-beroperasi.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/02/terkendala-peralatan-rph-margorejo-belum-beroperasi.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2023 13:12:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Alokasi Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Dispertan Pati]]></category>
		<category><![CDATA[kendala peralatan]]></category>
		<category><![CDATA[operasi tertunda]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan RPH]]></category>
		<category><![CDATA[pemotongan hewan]]></category>
		<category><![CDATA[RPH Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=47705</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang berlokasi di Jl. P. Diponegoro Nomor 23 Pati masih belum beroperasi. Pembangunan RPH di bawah pengelolaan oleh Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati tersebut tengah proses persiapan. RPH di lingkungan Pasar Hewan Margorejo itu dibangun bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Penugasan Tahun 2022, Dinas Pertanian Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang berlokasi di Jl. P. Diponegoro Nomor 23 Pati masih belum beroperasi. Pembangunan RPH di bawah pengelolaan oleh Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati tersebut tengah proses persiapan.</p>
<p>RPH di lingkungan Pasar Hewan Margorejo itu dibangun bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Penugasan Tahun 2022, Dinas Pertanian Kabupaten Pati sebagai pengguna jasa CV Hokage. Adapun nilai kontrak pekerjaan sebesar Rp 2,7 miliar sekian.</p>
<p>Sementara proyek pembangunan RPH itu mulai dikerjakan pada Maret 2022 lalu, dan selesai 180 hari masa kalender atau sekitar September 2022 lalu, hanya saja sampai Februari 2023 ini belum resmi digunakan.</p>
<p>Berdasarkan pengamatan di lapangan, RPH dibangun selain bangunan utama, di sebelah kanan gedung juga dibangun fasilitas kandang. Tetapi tidak ada kegiatan di lokasi. Hewan ternak juga tidak ada yang terlihat menunggu antrean untuk proses penyembelihan.</p>
<p>Kepala Dispertan Pati, Nikentri Meiningrum mengatakan belum beroperasinya RPH yang dikatakan representatif tersebut mengalami kendala di peralatan. Namun pihaknya tidak menyebutkan gamblang peralatan yang dimaksud.</p>
<p>&#8220;Beroperasi untuk kambing dan hewan-hewan kecil dulu, bertahap operasinya. Pemotongan dini hari cuma kemarin alatnya memang belum maksimal masih perlu dibenahi dulu,&#8221; kata Niken saat dikonfirmasi, Selasa (28/2/2023).</p>
<p>Sehingga, belum maksimalnya penggarapan fasilitas RPH tersebut mengakibatkan operasi tertunda. Pihaknya menyatakan kemungkinan dua minggu ke depan RPH sudah bisa beroperasi maksimal.</p>
<p>&#8220;Peralatan belum maksimal perlu dibenahi. Jadi operasinya tertunda, mungkin dalam waktu 1 &#8211; 2 minggu lagi sudah kita operasikan,&#8221; tambah Niken.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/02/terkendala-peralatan-rph-margorejo-belum-beroperasi.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspada, Virus LSD pada Sapi Makin Merebak</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/02/waspada-virus-lsd-pada-sapi-makin-merebak.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/02/waspada-virus-lsd-pada-sapi-makin-merebak.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2023 12:55:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Dispertan Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus virus Lumpy Skin Diseases (LSD) semakin merebak di wilayah Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Dinas Pertanian Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Nikentri Meiningrum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=47606</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Kasus virus Lumpy Skin Diseases (LSD) semakin merebak di wilayah Kabupaten Pati. Penyakit yang menyerang ternak terutama sapi ini setidaknya ada seratus lebih yang terserang. Penyakit LSD membuat ternak mengalami gejala mulai penurunan berat badan, demam tinggi, juga membuat kulit sapi rusak yaitu timbulnya banyak benjolan. Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati menyebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Kasus virus Lumpy Skin Diseases (LSD) semakin merebak di wilayah Kabupaten Pati. Penyakit yang menyerang ternak terutama sapi ini setidaknya ada seratus lebih yang terserang.</p>
<p>Penyakit LSD membuat ternak mengalami gejala mulai penurunan berat badan, demam tinggi, juga membuat kulit sapi rusak yaitu timbulnya banyak benjolan.</p>
<p>Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati menyebut dari awal tahun hingga memasuki akhir bulan Februari ini sudah banyak kasus yang ditemukan. Bermula di awal tahun tidak sampai puluhan, namun kini ada seratusan.</p>
<p>&#8220;Saat ini kasus LSD sekitar 140-an tersebar di wilayah Kabupaten Pati. Jumlah itu paling banyak temuan kasus di Kecamatan Pucakwangi, Winong. Sementara di wilayah lain hanya 1 &#8211; 2 kasus,&#8221; kata Kepala Dispertan, Nikentri Meiningrum di pendopo kemarin.</p>
<p>Menurut dia, pada awal tahun pihaknya mencatat hanya 7 kasus LSD. Kemudian awal Februari sejumlah 80-an kasus, lalu saat ini penyebaran virus tersebut semakin merebak.</p>
<p>Oleh karenanya, dia berpesan kepada masyarakat ketika mengetahui gejala maupun terdapat kasus LSD di lingkungan sekitarnya agar segera melaporkan kepada stakeholder terkait. Hal ini dilakukan agar bisa diambil tindakan supaya tidak menular ke ternak di sekelilingnya.</p>
<p>Niken menyatakan dipertanyakan akan langsung mengambil keputusan dengan melakukan karantina bagi sapi yang terpapar. Kemudian dilakukan pengobatan serta diberikan suntik vaksin.</p>
<figure id="attachment_47605" aria-describedby="caption-attachment-47605" style="width: 843px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-47605" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230222-WA0013.jpg" alt="Ilustrasi penyakit LSD pada Sapi (foto:ditjenpkh pertanian)" width="843" height="510" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230222-WA0013.jpg 843w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230222-WA0013-300x181.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230222-WA0013-768x465.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230222-WA0013-696x421.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230222-WA0013-694x420.jpg 694w" sizes="(max-width: 843px) 100vw, 843px" /><figcaption id="caption-attachment-47605" class="wp-caption-text">Ilustrasi penyakit LSD pada Sapi (foto:ditjenpkh pertanian)</figcaption></figure>
<p>&#8220;Kalau yang sudah terkena, sakit LSD itu langsung diberikan pengobatan. Sementara ternak di sekitarnya itu diberi vaksin. Agar tidak menular ke ternak lain. Vaksin yang kita baru dapat kemarin (stoknya) 400,&#8221; tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/02/waspada-virus-lsd-pada-sapi-makin-merebak.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akibat Banjir 6.642 Hektar Tanaman Pertanian di Pati Puso</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/01/akibat-banjir-6-642-hektar-tanaman-pertanian-di-pati-puso.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/01/akibat-banjir-6-642-hektar-tanaman-pertanian-di-pati-puso.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2023 12:45:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Akibat Banjir 6.642 Hektar Tanaman Pertanian di Pati Puso]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir di Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pertanian Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dispertan Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Dispertan Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Niken Tri Meiningrum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=46983</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati mencatat 6.642 hektar tanaman pertanian puso atau gagal panen. Penyebabnya adalah bencana banjir yang merendam sampai berhari-hari hingga tanaman tersebut busuk. Hal itu berdasarkan data yang dimiliki Dispertan Pati per tanggal 12 Januari 2023. Sementara data dikeluarkan tiap dua minggu sekali atau sebulan dua kali. Kepala Dispertan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati mencatat 6.642 hektar tanaman pertanian puso atau gagal panen. Penyebabnya adalah bencana banjir yang merendam sampai berhari-hari hingga tanaman tersebut busuk.</p>
<p>Hal itu berdasarkan data yang dimiliki Dispertan Pati per tanggal 12 Januari 2023. Sementara data dikeluarkan tiap dua minggu sekali atau sebulan dua kali.</p>
<p>Kepala Dispertan Pati, Niken Tri Meiningrum menyebut ribuan hektar tanaman pertanian yang puso itu dari total luasan 7.242 hektare lahan yang terdampak banjir. Selain itu, disebutkan bahwa sebagian besar puso itu adalah tanaman padi.</p>
<p>&#8220;Wilayah yang terdampak antaranya Kecamatan mulai Kecamatan Sukolilo, Kayen, Gabus, Jakenan, Juwana, Margorejo, Pati, Wedarijaksa, Tayu hingga Dukuhseti. Di mana meliputi 74 desa secara keseluruhan,&#8221; ungkap Niken.</p>
<p>Sedangkan dari angka 6.642 hektar tanaman pertanian yang dinyatakan puso ini sekitar 91 persennya adalah tanaman padi.</p>
<p>Kendati demikian, Niken menyatakan bahwa angka tanaman puso tersebut masih berubah. Karena mengingat faktor cuaca sendiri masih musim hujan. Sehingga, dimungkinkan akan berakibat pada bertambahnya jumlah tanaman gagal panen.</p>
<p>Dispertan Pati, mengklasifikasikan tanaman puso berdasarkan masa tanam. Pihaknya menyebut usia tanam ada yang baru sepekan, 5 hari sampai dengan sekitar sebulan.</p>
<p>Atas dasar perbedaan usia tanam ini, Dispertan belum tahu persis berapa kerugian yang ditimbulkan akibat gagal panen. &#8220;Untuk angka kerugian dari puso kita belum bisa menyebutkan. Karena umur tanamnya berbeda-beda,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/01/akibat-banjir-6-642-hektar-tanaman-pertanian-di-pati-puso.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cukup di Desa, Lebih Mudah Pembuatan Rekomendasi BBM</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/11/cukup-di-desa-lebih-mudah-pembuatan-rekomendasi-bbm.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/11/cukup-di-desa-lebih-mudah-pembuatan-rekomendasi-bbm.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2022 13:08:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Dispertan Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Niken Tri Meiningrum]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi pembelian BBM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=45546</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Warga Kabupaten Pati yang ingin meminta surat rekomendasi pembelian BBM kini sudah lebih mudah tak perlu ke kota menuju OPD terkait. Karena pelayanan tersebut kini sudah bisa didapat melalui pemerintah desa masing-masing. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Pati, Niken Tri Meiningrum. Pembelian BBM subsidi menggunakan jeriken baik oleh nelayan maupun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Warga Kabupaten Pati yang ingin meminta surat rekomendasi pembelian BBM kini sudah lebih mudah tak perlu ke kota menuju OPD terkait. Karena pelayanan tersebut kini sudah bisa didapat melalui pemerintah desa masing-masing.</p>
<p>Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Pati, Niken Tri Meiningrum. Pembelian BBM subsidi menggunakan jeriken baik oleh nelayan maupun petani sekarang aksesnya lebih dekat dengan masyarakat.</p>
<p>Niken mengatakan, misalnya pembelian BBM subsidi untuk kebutuhan alat pertanian harus disertai surat rekomendasi. Adapun guna mempermudah pelayanan itu, pemerintah daerah telah memberi kewenangan Pemdes untuk pembuatan surat rekomendasi.</p>
<p>&#8220;Ini berdasarkan Peraturan BPH Migas Nomor 17 Tahun 2019 tentang penerbitan rekomendasi perangkat daerah untuk pembelian jenis BBM tertentu (JBT), pembelianya harus mendapatkan surat rekomendasi pihak terkait,&#8221; kata Niken saat dikonfirmasi Samin News, Jumat (4/11/2022).</p>
<p>&#8220;Adapun pihak terkait ini adalah OPD yang membidangi. Tetapi Pemerintah Kabupaten Pati punya kebijakan bahwa pembuatan surat rekomendasi pembelian BBM subsidi ini diserahkan ke desa,&#8221; sambung Niken.</p>
<p>Menurut Niken, ini atas perintah dari Penjabat (Pj) Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro. Di mana pelayanan rekomendasi ini didekatkan bagi masyarakat. Sehingga petani yang ingin mendapat BBM tidak butuh biaya banyak dengan panjangnya regulasi.</p>
<p>&#8220;Dari kebijakan PJ Bupati agar pelayanan kepada para petani lebih dekat. Pembuatan rekomendasi BBM diserahkan kepada Pemdes atau kades,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sedangkan menurut Kepala Desa Payang, Kecamatan Pati Kota, Dewi Ernawati mengaku dengan kebijakan anyar itu akan membuat masyarakat semakin nyaman dan murah. Pasalnya, permintaan sudah bisa dilakukan di desanya.</p>
<p>&#8220;Rekomendasi pembelian BBM dialihkan ke desa membuat pelayanan semakin mudah serta masyarakat akan lebih terbantu. Karena untuk mendapatkan itu petani hanya menyiapkan KTP dan surat keterangan usaha,&#8221; jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/11/cukup-di-desa-lebih-mudah-pembuatan-rekomendasi-bbm.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dispertan Siap Dampingi Petani Petakan Tanaman Potensial Selain Singkong</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/08/dispertan-siap-dampingi-petani-petakan-tanaman-potensial-selain-singkong.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/08/dispertan-siap-dampingi-petani-petakan-tanaman-potensial-selain-singkong.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2022 12:39:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Dispertan Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=43866</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati siap mendampingi dan memfasilitasi terkait dengan teknis budidaya bagi petani. Hal ini menyusul lantaran sebelumnya petani mengeluhkan dicabutnya pupuk subsidi untuk tanaman singkong dan dimungkinkan petani beralih tanaman selain singkong. Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Sugiharto mengatakan Dispertan siap mendampingi dan memberikan ilmu seputar teknis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati siap mendampingi dan memfasilitasi terkait dengan teknis budidaya bagi petani. Hal ini menyusul lantaran sebelumnya petani mengeluhkan dicabutnya pupuk subsidi untuk tanaman singkong dan dimungkinkan petani beralih tanaman selain singkong.</p>
<p>Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Sugiharto mengatakan Dispertan siap mendampingi dan memberikan ilmu seputar teknis budidaya bagi para petani.</p>
<p>&#8220;Apa yang kira-kira diinginkan direncanakan petani, kita siap teknik-teknik budidayanya dengan melihat kondisi lahan, dari faktor airnya atau faktor seperti apa,&#8221; kata Kabid PSP, Sugiharto belum lama ini.</p>
<p>Namun demikian, pihaknya mengatakan bahwa Dispertan tidak bisa serta merta langsung memberi instruksi bagi petani, untuk menanam suatu tanaman tertentu. Karena penting sebelumnya dilakukan rembukan terlebih dahulu bersama petani mengenai apa yang cocok hingga apa yang diinginkan.</p>
<p>Sebenarnya, dia mengatakan tanaman padi di Kabupaten Pati juga potensial. Hanya saja berjalannya waktu karena dirasa lebih enak dalam pemeliharaan serta hasilnya baik, petani lebih memilih menanam singkong. Yang mana sebelumnya ada saluran irigasi, kemudian tidak terawat.</p>
<p>Selain itu, buah-buahan khususnya di wilayah Kecamatan Cluwak dikatakan tumbuh subur. Meski demikian, dari masa tanam hingga panen itu membutuhkan waktu setidaknya beberapa tahun.</p>
<p>&#8220;Hanya saja kami memahami bahwa komoditas yang bagus misalnya buah-buahan memang membutuhkan waktu sampai berbuah sampai tahunan. Nah selama itu bagaimana caranya bisa mendapatkan penghasilan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Pihaknya menegaskan Dispertan selalu siap sedia mendampingi petani untuk memetakan tanaman apa yang potensial selain singkong, termasuk bagaimana budidaya yang baik sehingga hasilnya memuaskan.</p>
<p>&#8220;Kita akan kaji, namun petani sendiri pasti tahu paham dan pengalaman karena mereka sudah tahu lokasinya. Kalau ada kesulitan teknis budidayanya, temen-temen Dispertan di Kecamatan siap mendampingi,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/08/dispertan-siap-dampingi-petani-petakan-tanaman-potensial-selain-singkong.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
