<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dinkes Pati &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/dinkes-pati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 13:30:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Dinkes Sebut Hasil Lab Keluar Paling Banter Semingguan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2024/07/dinkes-sebut-hasil-lab-keluar-paling-banter-semingguan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2024/07/dinkes-sebut-hasil-lab-keluar-paling-banter-semingguan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jul 2024 13:27:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Pati hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Berita Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=54294</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mengirim sampel makanan yang dimakan oleh karyawan PT Sejin. Ratusan karyawan pabrik garmen itu diduga mengalami keracunan usai makan siang catering di perusahaan, Selasa (18/7/2024). Menu makan siang dari catering yang dimakan oleh ratusan karyawan tersebut terdiri dari nasi, sayur asem dan ikang goreng tongkol hingga sambal. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mengirim sampel makanan yang dimakan oleh karyawan PT Sejin. Ratusan karyawan pabrik garmen itu diduga mengalami keracunan usai makan siang catering di perusahaan, Selasa (18/7/2024).</p>
<p>Menu makan siang dari catering yang dimakan oleh ratusan karyawan tersebut terdiri dari nasi, sayur asem dan ikang goreng tongkol hingga sambal. Sampel itu telah dikirim oleh Dinkes Kabupaten Pati ke Dinkes Provinsi Jawa Tengah sesaat pasca kejadian.</p>
<p>Kepala Dinkes Pati, dr Aviani Tritanti Venusia mengatakan pihaknya mengirim sampel makanan ke Dinkes Provinsi Jawa Tengah untuk dilakukan uji laboratorium. Dinkes Pati mengirim sampel hingga dua kali ke Pemprov.</p>
<p>&#8220;Sampel (makanan) dikirim pada Selasa (16/7) sore dan Rabu (17/7) siang,&#8221; ujar Aviani saat dikonfirmasi Samin News, Kamis (18/7/2024).</p>
<p>Uji laboratorium sampel makanan tersebut memakan waktu hingga berhari hari. Untuk saat ini sampel tersebut masih dilakukan uji lab pihak terkait. Dia memperkirakan hasil lab dari Dinkesprov paling cepat antara semingguan ke depan.</p>
<p>&#8220;Hasilnya belum, sabar menanti yaa. Paling cepet yaa seminggu-nan. Nanti diperiksa mikrobakteriumnya,&#8221; ungkap Aviani.</p>
<p>Dirinya juga menyampaikan korban dugaan keracunan massal karyawan tersebut sampai saat ini tidak bertambah. Adapun data Dinkes pada Selasa 17 Juli 2024 pukul 08.00 WIB berjumlah 305 karyawan.</p>
<p>Ratusan karyawan itu dilarikan ke lima rumah sakit di Kabupaten Pati dan Kudus. Di antaranya RS KSH Pati, RSUD Soewondo, RS Nurussyifa Kudus, RS Mitra Bangsa, serta RS Fastabiq Sehat. Mereka menjalani rawat inap sebanyak 40 orang, rawat jalan 263 karyawan, serta 2 observasi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2024/07/dinkes-sebut-hasil-lab-keluar-paling-banter-semingguan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinkes Salurkan 37 Tangki Air Bersih Bantu Masyarakat Terdampak Kekeringan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/09/dinkes-salurkan-37-tangki-air-bersih-bantu-masyarakat-terdampak-kekeringan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/09/dinkes-salurkan-37-tangki-air-bersih-bantu-masyarakat-terdampak-kekeringan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Sep 2023 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Pati hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Berita Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=51255</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Sebanyak 37 tangki didistribusikan bertahap ke sejumlah titik kekeringan di Pati. Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti Venusia mengatakan bantuan ini berangkat dari bentuk kepedulian jajarannya melihat bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Pati sejak beberapa bulan terakhir. &#8220;Bentuk kepedulian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Sebanyak 37 tangki didistribusikan bertahap ke sejumlah titik kekeringan di Pati.</p>
<p>Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti Venusia mengatakan bantuan ini berangkat dari bentuk kepedulian jajarannya melihat bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Pati sejak beberapa bulan terakhir.</p>
<p>&#8220;Bentuk kepedulian temen-temen Dinkes bersama UPT puskesmas dan Labkesda atas kondisi sekarang ini. Kami ikut prihatin dan mencoba sedikit membantu masyarakat,&#8221; ujar Aviani kepada wartawan, Jumat (15/9/2023).</p>
<p>Dia melanjutkan baksos yang ia lakukan ini merupakan hasil iuran sukarela bersama anggota Dinkes dan UPT di bawahnya. Pihaknya menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Pati dalam proses pendistribusian air bersih.</p>
<p>Hanya saja, kata Aviani puluhan tangki air bersih tersebut disalurkan secara bertahap tidak hanya sekali waktu. Hari pertama penyaluran, disalurkan 3 tangki air bersih terlebih dahulu, yakni masing-masing 2 tangki Desa Tondokerto, Kecamatan Jakenan dan 1 tangki ke Desa Sidomukti Kecamatan Jaken.</p>
<p>&#8220;Dalam hal ini, Dinkes menyesuaikan jadwal dan mempercayakan kepada PMI. (kali ini) penyaluran 2 tangki di Tondokerto Jakenan dan 1 tangki Sidomukti Jaken. Sementara 34 tangki lainnya dikirim bertahap sesuai jadwal dari PMI,&#8221; terang dia.</p>
<p>Meski ini menjadi hal biasa tiap tahun di Kabupaten Pati bahwa ketika musim kemarau terjadi kekeringan serta kurang air dan saat hujan tiba bisa kelebihan air. Tetapi, dirinya apa yang ia lakukan ini bisa membantu masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.</p>
<p>&#8220;Harapannya semoga bisa sedikit membantu kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan,&#8221; pungkas Aviani.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/09/dinkes-salurkan-37-tangki-air-bersih-bantu-masyarakat-terdampak-kekeringan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Parkir Depan Kantor Dinkes Belum Ada Solusi</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/07/parkir-depan-kantor-dinkes-belum-ada-solusi.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/07/parkir-depan-kantor-dinkes-belum-ada-solusi.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jul 2023 12:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Pati]]></category>
		<category><![CDATA[dishub pati]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[Satlantas Polresta Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=49947</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Parkir di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati yang berlangsung selama ini memunculkan persoalan. Bagian belakang dan samping kantor sebenarnya sudah disediakan, namun tak cukup representatif untuk roda empat. Akibatnya mobil pribadi itu diparkir di depan kantor memakai sebagian badan jalan Jl Diponegoro Pati. Tampak kendaraan roda empat berjajar bahkan plat merah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Parkir di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati yang berlangsung selama ini memunculkan persoalan. Bagian belakang dan samping kantor sebenarnya sudah disediakan, namun tak cukup representatif untuk roda empat. Akibatnya mobil pribadi itu diparkir di depan kantor memakai sebagian badan jalan Jl Diponegoro Pati.</p>
<p>Tampak kendaraan roda empat berjajar bahkan plat merah diparkir sepanjang kurang lebih 10-an meter di jalan milik provinsi ini.</p>
<p>Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Operasional (Dalops) pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati Nita Agusningtyas menyatakan persoalan parkir di depan Dinkes itu telah dikoordinasikan dengan Perhubungan Jawa Tengah. Namun sampai sekarang belum ada solusi.</p>
<p>&#8220;Kita sudah menjalin koordinasi dengan Balai Sarpras Perhubungan provinsi. Tapi belum ada solusi lokasi parkir alternatif,&#8221; ujar Nita Rabu (5/7/2023).</p>
<p>Lantaran belum adanya parkir itu, kata dia kemudian di tempat tersebut agar dilakukan parkir satu lajur bagian sebelah utara.</p>
<p>Menanggapi kasus itu, KBO Satlantas Polresta Pati Ipda Muslimin mengaku persoalan itu akan dibahas dalam forum LLAJ bersama dengan Dishub, stakeholder terkait maupun organisasi angkutan lainnya. Karena pengelolaan parkir leading sektornya adalah Dishub.</p>
<p>Sedangkan Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti Venusia mengklaim bahwa tidak masalah jika parkir kendaraan hanya satu lajur sebab memang belum ada lahan. &#8220;Di mana mau bangun tempat parkirnya itu? Selama masih parkir 1 lapis gak semrawut kok,&#8221; singkatnya.</p>
<p>Salah satu pengguna jalan, Riyanto (32) mengaku pihaknya sering melintas di jalan ini mendapati parkir kendaraan roda empat di depan kantor Dinkes panjang.</p>
<p>&#8220;Paling sering itu terjadi parkir di Depan Dinkes. Pagi agak sepi, pas siang biasanya berjajar-jajar. Di sini kan jalur cepat. Iya beresiko sih kalau pas jalur ramai,&#8221; terangnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/07/parkir-depan-kantor-dinkes-belum-ada-solusi.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hati-hati Tren Diabetes Meningkat pada Usia Remaja ke Atas</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/06/hati-hati-tren-diabetes-meningkat-pada-usia-remaja-ke-atas.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/06/hati-hati-tren-diabetes-meningkat-pada-usia-remaja-ke-atas.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jun 2023 12:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Aviani Tritanti Venusia]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Dinkes Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Tren Diabetes Meningkat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=49760</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mencatat ada kenaikan kasus penyakit Diabetes Melitus (DM) atau kadar gula darah tinggi yang menyerang pada usia remaja ke atas. Setiap tahunnya dari data tersebut penderitanya meningkat. Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti Venusia mengungkapkan data pada tahun 2022 ada 25 ribu orang dengan usia rentang antara 15 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mencatat ada kenaikan kasus penyakit Diabetes Melitus (DM) atau kadar gula darah tinggi yang menyerang pada usia remaja ke atas. Setiap tahunnya dari data tersebut penderitanya meningkat.</p>
<p>Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti Venusia mengungkapkan data pada tahun 2022 ada 25 ribu orang dengan usia rentang antara 15 sampai 60 tahun mengidap penyakit Diabetes.</p>
<p>&#8220;Penderitanya yang ditemukan pada tahun 2021 ada 19.900 kasus. Kemudian naik menjadi 25.584 Kasus pada tahun 2022. Jumlah DM pada usia produktif mengalami kenaikan,&#8221; katanya yang ditulis Selasa (20/6/2023).</p>
<p>Dia menjelaskan penyakit Diabetes ini akan lebih beresiko bagi mereka yang mempunyai keluarga dengan riwayat ini. Lalu kehamilan dengan gula darah tinggi, ibu dengan riwayat melahirkan bayi dengan berat badan (BB) lahir 4 kg, dan bayi dengan BB kurang dari 2,5 kg.</p>
<p>Kemudian, sambungnya diabetes juga mengintai bagi mereka yang kurang aktivitas, punya riwayat jantung, hipertensi, dan obesitas.</p>
<p>Gejalanya penyakit ini biasanya yaitu sering buang air kecil, mudah haus, dan banyak makan namun cepat merasa lapar.</p>
<p>Dinkes Pati, Aviani menyebut mempunyai terobosan untuk mengkampanyekan gerakan hidup sehat melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) dan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Pandu PTM). Menurut Aviani kegiatan di dalamnya adalah melakukan deteksi dini berupa cek gula darah oleh petugas.</p>
<p>&#8220;Pemeriksaan gula darah dari kader kesehatan terlatih. Dari situ Posbindu dan Pandu PTM semoga penyakit diabetes bisa dicegah. Ketika ditemukan maka segera dilakukan tata laksana pengobatan,&#8221; jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/06/hati-hati-tren-diabetes-meningkat-pada-usia-remaja-ke-atas.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kos-kosan Jadi Sarang Prostitusi Online HIV Menyebar, Ini Respon Dinkes</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/06/kos-kosan-jadi-sarang-prostitusi-online-hiv-menyebar-ini-respon-dinkes.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/06/kos-kosan-jadi-sarang-prostitusi-online-hiv-menyebar-ini-respon-dinkes.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jun 2023 13:51:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kos-kosan Jadi Sarang Prostitusi Online]]></category>
		<category><![CDATA[Pengendalian HIV-AIDS di Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Penutupan tempat prostitusi di Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=49722</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Pemerintah Kabupaten Pati menutup sejumlah tempat prostitusi, mulai kawasan Lorong Indah (LI) tahun kemarin. Kemudian yang masih hangat adalah pembongkaran puluhan tempat prostitusi berkedok warung di pinggir jalan raya Pati-Kudus, Desa/Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati pada 12 Juni. Penutupan tempat prostitusi di Pati ini orientasinya diharap mampu memutus penularan serta mengurangi angka penderita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Pati menutup sejumlah tempat prostitusi, mulai kawasan Lorong Indah (LI) tahun kemarin. Kemudian yang masih hangat adalah pembongkaran puluhan tempat prostitusi berkedok warung di pinggir jalan raya Pati-Kudus, Desa/Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati pada 12 Juni.</p>
<p>Penutupan tempat prostitusi di Pati ini orientasinya diharap mampu memutus penularan serta mengurangi angka penderita Orang dengan HIV-AIDS (Odha).</p>
<p>Akan tetapi, dengan ditutupnya lokalisasi itu berdampak pada aktivitas prostitusi justru semakin menyebar. Fenomena anyar adalah transaksi menggunakan open booking online (Open BO) melalui aplikasi online. Seterusnya penyedia jasa dan pemakai akhirnya memilih ke tempat kos-kosan.</p>
<p>Ketua Tanfidziyah MWC NU Margorejo, Mahfud menyebut aktivitas prostitusi digital itu akan susah diawasi dan dikendalikan. Mengingat transaksi yang digunakan adalah ruang digital.</p>
<p>Dia menuturkan berdasarkan hasil penelusuran rekan-rekanya organisasi, masih ada temuan aktivitas prostitusi di wilayah Margorejo. Selain itu dia juga mengaku mengetahui bahwa prostitusi online semakin berkembang.</p>
<p>&#8220;Sementara yang open BO itu kita tidak bisa kontrol karena hubungannya dengan aplikasi, susah,&#8221; katanya belum lama ini.<br />
Dirinya menyebut sasaran open BO di Margorejo terjadi di kos-kosan wilayah perguruan tinggi STAIP. Menurutnya, di tempat itu banyak transaksi yang ditawarkan oleh penyedia jasa.</p>
<p>&#8220;Di sebelah kampus STAIP itu banyak sekali ditempati wanita-wanita yang memberikan jasa open bo,&#8221; ungkap Mahfud.</p>
<p>Dampaknya adalah kontrol kesehatan semakin sulit, pelakunya juga tipis terdeteksi. Lantas bagaimana penanganan hiv-aids dilakukan.</p>
<p>Merespon hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Pati, Aviani Tritanti Venusia menyatakan akan memaksimalkan peran tugas dinas, puskesmas di masing-masing wilayah. Selain itu didukung dengan rumah sakit umum daerah (RSUD) tetap konsisten dan komitmen dengan penanganan HIV.</p>
<p>&#8220;Kegiatannya bisa sidak ke tempat-tempat yang diduga jadi tempat penularan HIV, pemeriksaan berkala ODHA, pemberian obat ARV bagi ODHA, pemeriksaan pada calon pengantin, penyuluhan-penyuluhan pada kelompok-kelompok resti ataupun masyarakat umum,&#8221; kata Aviani.</p>
<p>Menurut eks Direktur RSUD Kayen itu menyatakan dibongkarnya lokalisasi prostitusi misalnya baik di LI maupun warung pinggir jalan di Margorejo tidak berpengaruh pada penanganan hiv-aids. Meski aktivitas prostitusi sudah menyebar, namun ia mengaku tidak ada persoalan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/06/kos-kosan-jadi-sarang-prostitusi-online-hiv-menyebar-ini-respon-dinkes.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Soal 11 Siswa Sirojul Anam Diduga Keracunan, Dinkes Pati Nyatakan Hasil Lab Belum Keluar</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/02/soal-11-siswa-sirojul-anam-diduga-keracunan-dinkes-pati-nyatakan-hasil-lab-belum-keluar.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/02/soal-11-siswa-sirojul-anam-diduga-keracunan-dinkes-pati-nyatakan-hasil-lab-belum-keluar.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2023 04:29:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Madrasah Sirojul Alam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=47381</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati menyatakan uji lab makanan yang diduga mengakibatkan 11 siswa Madrasah Sirojul Anam Luwang Tayu keracunan pada 14 Januari lalu, sampai saat ini hasilnya belum keluar. Atas kejadian tersebut, pihak-pihak terkait mulai dari keluarga penjual jajan, Yayasan Madrasah Sirojul Anam, orang tua siswa terduga keracunan, Puskesmas Tayu 2, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati menyatakan uji lab makanan yang diduga mengakibatkan 11 siswa Madrasah Sirojul Anam Luwang Tayu keracunan pada 14 Januari lalu, sampai saat ini hasilnya belum keluar.</p>
<p>Atas kejadian tersebut, pihak-pihak terkait mulai dari keluarga penjual jajan, Yayasan Madrasah Sirojul Anam, orang tua siswa terduga keracunan, Puskesmas Tayu 2, dan Dinas Kesehatan melakukan mediasi yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Luwang, Kamis (9/2/2023).</p>
<p>Dr Ahmad Qosim Sanitarian Muda pada Dinkes Pati mengungkapkan pihaknya mengambil 13 sampel jajan untuk selanjutnya dilakukan uji laboratorium. Pengambilan sampel pada 16 Januari hingga hampir satu bulan ini hasil resminya belum keluar.</p>
<p>&#8220;Secara lengkap hasilnya kami masih menunggu surat dari Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Mengenai kapan perkiraan surat itu keluar, kami akan terus coba komunikasikan dengan provinsi,&#8221; ucap Qosim kepada Samin News.</p>
<p>Kendati demikian, dia menyatakan hasil sementara yang diperoleh bahwa makanan tersebut tidak mengandung bahan-bahan berbahaya. Pihaknya menepis informasi yang kadung beredar luas menjadi konsumsi hangat di masyarakat bahwa hal itu masih menjadi dugaan.</p>
<p>&#8220;Hasil sementara itu tidak seperti yang kita bayangkan, seperti mengandung logam berat atau zat-zat terlarang untuk makanan atau btp yang dilarang. Namun memang ada dugaan dari hasil pemeriksaan ada bakteri,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Qosim melanjutkan dari 11 siswa itu kondisinya sudah membaik, badannya sehat dan telah melakukan aktivitas normal. Meskipun ada 1 anak yang sempat dirawat di rumah sakit namun sebelumnya sudah mempunyai riwayat demam berdarah.</p>
<p>&#8220;Kemarin memang mengalami muntah terjadi kepanikan akhirnya melapor ke puskesmas lalu ke Dinkes. Ada 1 yang dirawat beberapa hari di rumah sakit, namun sudah membaik,&#8221; katanya.</p>
<p>Di sisi lain atas kejadian ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Luwang akan terus berupaya melakukan fasilitasi memediasi pihak-pihak yang terlibat yaitu dari keluarga pedagang selaku yang tertuduh maupun dari pihak Yayasan Madrasah Sirojul Anam.</p>
<p>&#8220;InsyaAllah saya dari pemerintah desa akan sowan ke rumah Keluarga pak Rusdi (keluarga pedagang) berembug seperti apa baiknya. Kemudian akan kami sampaikan kepada yayasan. Karena sejauh ini keluarga pak Rusdi dengan yayasan belum ada titik temu masih anget,&#8221; kata Kades Luwang, Suhartanto.</p>
<p>Suhartanto mengakui memang informasi dugaan keracunan oleh siswa Sirojul Anam ini sudah tersebar luas. Informasi yang tersebar di masyarakat adalah siswa keracunan setelah membeli dan makan jajanan di lingkungan madrasah.</p>
<p>Sementara dari pihak keluarga pedagang tidak terima atas tuduhan yang dialamatkan lantaran tanpa bukti yang valid. Bahkan tuduhan tersebut berimbas pada pedagang itu sendiri, karena mengalami syok berat hingga akhirnya masuk rumah sakit.</p>
<p>&#8220;Atas kejadian itu Pak Rusdi (keluarga pedagang) merasa telah dirugikan baik itu moril maupun beban psikis yang dialami anaknya,&#8221; tambahnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/02/soal-11-siswa-sirojul-anam-diduga-keracunan-dinkes-pati-nyatakan-hasil-lab-belum-keluar.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>697 Kasus DBD di Pati, 6 di Antaranya Meninggal</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/12/697-kasus-dbd-di-pati-6-di-antaranya-meninggal.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/12/697-kasus-dbd-di-pati-6-di-antaranya-meninggal.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2022 11:56:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Aviani Tritanti Venusia]]></category>
		<category><![CDATA[DBD di Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[dinas kesehatan pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Dinkes Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=46593</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Sedikitnya terdapat 697 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pati. Dari jumlah tersebut 6 di antaranya meninggal dunia. Hal itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) per November 2022. Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti Venusia menyebut di tahun 2022 ini kasus DBD cukup tinggi. Di antara penyebabnya adalah air hujan yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Sedikitnya terdapat 697 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pati. Dari jumlah tersebut 6 di antaranya meninggal dunia. Hal itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) per November 2022.</p>
<p>Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti Venusia menyebut di tahun 2022 ini kasus DBD cukup tinggi. Di antara penyebabnya adalah air hujan yang tidak bisa mengalir. Akibatnya air hujan tertampung yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan data sampai November 697 kasus (DBD). Yang meninggal 6 orang, 2 laki-laki 4 perempuan. Tersebar di semua kecamatan. Adapun yang paling tinggi yaitu di puskesmas Juwana ada 90 kasus,&#8221; ucap Aviani dalam rekaman yang ditulis Kamis (29/12/2022).</p>
<p>Berikutnya Kecamatan Kayen sebanyak 68 kasus, Puskesmas Margoyoso II dan Dukuhseti ada 60 kasus. Lalu Puskesmas Tayu I terdapat 52 kasus.</p>
<p>Sementara itu, lanjut dia berdasarkan grafik kasus DBD di Kabupaten Pati terbanyak terjadi pada bulan Agustus sebanyak 115 kasus. Di susul bulan Januari dan Mei masing-masing 85 kasus. Kemudian di bulan Juli 72 dan Oktober 70 kasus.</p>
<p>&#8220;Nyamuk Aedes ini berkembang biak di air yang tergenang dan tertampung yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Meskipun air bersih, tetapi itu tetap menjadi perkembangbiakan nyamuk karena menggenang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menurut dia, kasus DBD ini banyak menular ke anak-anak. Pasalnya, bagi usia anak ini cenderung tidak banyak melakukan aktivitas. Di samping itu faktornya adalah tidur di pagi hari yang membuat imun tubuh melemah.</p>
<p>Untuk mengatasi DBD, Aviani telah melakukan langkah-langkah dengan memberikan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat. Berbeda halnya dengan foging. Untuk sekarang ini sudah mulai dikurangi.</p>
<p>Sekarang agak kita kurangi, bukannya kita tidak memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun itu kurang efektif. Kita programnya melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Lalu ada juga SikatWae (Siaga Masyarakat Waspada Aedes Aegypti) yang sudah ada Perbupnya,&#8221; tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/12/697-kasus-dbd-di-pati-6-di-antaranya-meninggal.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinkes Lakukan Tes VCT Tekan HIV-AIDS</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/12/dinkes-lakukan-tes-vct-tekan-hiv-aids.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/12/dinkes-lakukan-tes-vct-tekan-hiv-aids.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2022 11:53:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[dinas kesehatan pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Pati]]></category>
		<category><![CDATA[HIV-AIDS di Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=46578</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya menekan angka penderita HIV-AIDS. Upaya ini dengan melakukan pendataan melalui testing VCT (voluntary counseling and testing). Tes VCT ini merupakan serangkaian tes dan konseling yang dilakukan pihak berwenang untuk mengetahui apakah seseorang positif atau negatif mengidap HIV. Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya menekan angka penderita HIV-AIDS. Upaya ini dengan melakukan pendataan melalui testing VCT (voluntary counseling and testing).</p>
<p>Tes VCT ini merupakan serangkaian tes dan konseling yang dilakukan pihak berwenang untuk mengetahui apakah seseorang positif atau negatif mengidap HIV.</p>
<p>Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti Venusia mengatakan, pemerintah daerah telah memberikan kemudahan dengan mendekatkan pelayanan kesehatan di puskesmas masing-masing kecamatan. Termasuk mendatangi tempat rawan yang menjadi pemicu penyebaran virus HIV.</p>
<p>&#8220;Pelaksanaan tes VCT bisa di puskesmas ada, rumah sakit yang menyediakan layanan VCT dan tempat-tempat lain kita datangi seperti karaoke,&#8221; kata Aviani di kantornya, Rabu (28/12/2022).</p>
<p>Persoalan testing HIV-AIDS ini ditengarai masih menjadi momok yang menakutkan bagi mereka pekerja seks komersial. Aviani tak tahu pasti apakah yang bersangkutan takut kalau tahu di dalam dirinya terjangkit virus HIV atau bagimana.</p>
<p>Meski demikian, Dinkes tetap meminta bagi pekerja seks agar lebih berhati-hati. Pekerja seks diminta dalam aktivitasnya secara aman yaitu memakai kondom. Tujuannya agar tidak menularkan ke yang lain.</p>
<p>&#8220;Kemudian setelah dites ternyata si X positif misalnya, kita edukasi selanjutnya dipisahkan dulu dari teman seprofesi. Kemudian kita suruh untuk berobat. Syukur-syukur kalau mau menghentikan profesinya itu, Alhamdulillah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Pasalnya, dia mengungkapkan ada sebagian kasus ketika mengetahui mengidap HIV. Temannya juga harus kena juga. &#8220;Justru seperti balas dendam, aku terkena ya kamu juga (harus) terkena juga,&#8221; bebernya.</p>
<p>Aviani menekankan bagi yang terkena HIV, agar rutin mengikuti pengobatan. Hal ini dilakukan agar virus tersebut tidak sampai mengarah pada AIDS.</p>
<p>&#8220;Orangnya paham kita edukasi, diobati ikut pengobatan secara teratur Insyaallah bisa tidak jatuh terkena penyakit AIDS bagi yang masih HIV belum AIDS. Memang belum ada obat AIDS, tetapi ada obat anti retroviral itu untuk menekan perkembangbiakan virus HIVnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Penyakit ini dijelaskan dapat menular melalui air mani (hubungan seksual), air susu ibu (ASI), maupun jarum suntik. Sementara berdasarkan catatan Dinkes, di Pati yang terkena HIV-AIDS sejak tahun 2017 sejumlah 2.288 orang.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/12/dinkes-lakukan-tes-vct-tekan-hiv-aids.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catat, Catin di Pati akan Dilakukan Tes HIV AIDS</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/10/catat-catin-di-pati-akan-dilakukan-tes-hiv-aids.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/10/catat-catin-di-pati-akan-dilakukan-tes-hiv-aids.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2022 12:16:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Leksono]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Penanggulangan HIV dan AIDS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=45304</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengadakan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pati Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan HIV dan AIDS serta Peraturan Bupati (Perbup) Pati Nomor 38 Tahun 2022 tentang pelaksanaan teknis Perda tersebut. Dalam kesempatan yang digelar di Ruang Pragola Kantor Setda Pati itu acara dibuka oleh Pj Bupati Pati, Henggar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengadakan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pati Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan HIV dan AIDS serta Peraturan Bupati (Perbup) Pati Nomor 38 Tahun 2022 tentang pelaksanaan teknis Perda tersebut.</p>
<p>Dalam kesempatan yang digelar di Ruang Pragola Kantor Setda Pati itu acara dibuka oleh Pj Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro. Di sisi lain yang menjadi narasumber dalam sosialisasi ini adalah dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati.</p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Pati, Joko Leksono, mengatakan ke depannya Pemkab Pati akan menerapkan kebijakan bagi pasangan calon pengantin (Catin) akan dites HIV AIDS melalui VCT.</p>
<p>&#8220;Nantinya tiap Catin akan dites supaya tahu status HIV-AIDS melalui tes VCT. Ini sebagaimana yang tercantum dalam klausul Perbup itu,&#8221; kata Joko usai kegiatan kepada wartawan.</p>
<p>Akan tetapi, kebijakan ini baru tahap sosialisasi, sementara pelaksanaan secara efektif masih menunggu surat edaran (SE) dari Pemkab Pati. Yang pasti nanti setiap Catin akan dilakukan tes VCT.</p>
<p>Menurutnya, hal ini penting dilakukan untuk menekan kasus HIV AIDS di Kabupaten Pati. Pasalnya menurut Joko, tiap tahun cenderung meningkat. Berdasarkan data yang dimilikinya dari tahun 1996 hingga sekarang total berjumlah 2162 orang.</p>
<p>&#8220;Dari total jumlah tersebut, sebanyak 420 orang diantaranya Orang Dengan HIV (ODHIV) dinyatakan telah meninggal dunia. Itu yang ditemukan, yang tidak ditemukan mungkin lebih banyak lagi, sebagaimana fenomena gunung es,&#8221; tegasnya.</p>
<figure id="attachment_45302" aria-describedby="caption-attachment-45302" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-45302" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221025-WA0013.jpg" alt="Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Pati dan stakeholder terkait mengikuti sosialisasi Perda Nomor 7 Tahun 2020 dan Perbup Nomor 38 tentang Tahun 2022 tentang Penanggulangan HIV dan AIDS" width="1600" height="1200" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221025-WA0013.jpg 1600w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221025-WA0013-300x225.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221025-WA0013-1024x768.jpg 1024w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221025-WA0013-768x576.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221025-WA0013-1536x1152.jpg 1536w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221025-WA0013-80x60.jpg 80w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221025-WA0013-160x120.jpg 160w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221025-WA0013-265x198.jpg 265w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221025-WA0013-696x522.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221025-WA0013-1068x801.jpg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG-20221025-WA0013-560x420.jpg 560w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-45302" class="wp-caption-text">Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Pati dan stakeholder terkait mengikuti sosialisasi Perda Nomor 7 Tahun 2020 dan Perbup Nomor 38 tentang Tahun 2022 tentang Penanggulangan HIV dan AIDS</figcaption></figure>
<p>Saat disinggung apakah akan ada gejolak do tengah masyarakat dengan kebijakan yang notabenenya masih awam ini, dirinya menyebut pasti akan ada. Hanya saja ini merupakan upaya bersama untuk menanggulangi dan menekan HIV AIDS.</p>
<p>&#8220;Dari hasil studi banding di beberapa wilayah seperti di Jepara dan Banjarnegara, penerapan dapat berlangsung dengan cukup baik. Pastinya akan ada gejolak, itu hal biasa dalam menerapkan suatu peraturan,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/10/catat-catin-di-pati-akan-dilakukan-tes-hiv-aids.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinkes Pati Minta Apotek Tak Jual Obat Sirup</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/10/dinkes-pati-minta-apotek-tak-jual-obat-sirup.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/10/dinkes-pati-minta-apotek-tak-jual-obat-sirup.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2022 09:22:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Aviani Tritanti Venusia]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Dinkes Pati]]></category>
		<category><![CDATA[obat cair atau sirup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=45238</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meminta apotek tidak menjual obat cair atau sirup. Ini lantaran ditemukan penyakit gagal ginjal akut pada anak di bawah usia 6 tahun yang diduga disebabkan karena obat tersebut. Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti Venusia mengatakan sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menginstruksikan yang ditujukan bagi apotek [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meminta apotek tidak menjual obat cair atau sirup. Ini lantaran ditemukan penyakit gagal ginjal akut pada anak di bawah usia 6 tahun yang diduga disebabkan karena obat tersebut.</p>
<p>Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti Venusia mengatakan sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menginstruksikan yang ditujukan bagi apotek dalam edarannya diminta agar tidak menjual sirup untuk sementara waktu.</p>
<p>&#8220;Dinkes Pati memberi imbauan masyarakat untuk tidak mengkonsumsi obat sirup. Serta meminta apotek maupun penjual obat untuk menaati intruksi dari Kemenkes tidak menjual obat sirup dalam sementara waktu ini,&#8221; kata Aviani saat dihubungi Samin News yang ditulis, Sabtu (22/10/2022).</p>
<p>Selain bagi apotek dan toko obat itu, dirinya juga meminta bagi tenaga kesehatan agar tidak membuatkan resep obat-obatan. Sehingga SE tersebut benar-benar efektif dilakukan untuk menghindari akan tambahnya pasien gagal ginjal.</p>
<p>Pasalnya, dia mengatakan Kemenkes telah menerima laporan ratusan anak mengalami gagal ginjal. Kendati demikian, di wilayah Kabupaten Pati sendiri dia mengaku tidak ditemukan kasus serupa. Hanya saja, ini sebagai langkah antisipatif di daerah.</p>
<p>Saat ditanya apakah obat sirup tersebut ditarik dari peredaran menindaklanjuti edaran Kemenkes, Aviani menegaskan bahwa Dinkes tidak melakukan demikian. Melainkan, cuma tidak melayani penjualan sirup untuk sementara waktu hingga penelitian akan kasus ini terjawab terang.</p>
<p>&#8220;Memang ini diduga gagal ginjal akut pada anak itu karena pemakaian obat sirup. Lalu Kemenkes mengambil satu kebijakan untuk tidak mengunakan sementara waktu menunggu perkembangan penelitaan selanjutnya, sambil menunggu penelitian lebih lanjut,&#8221; tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/10/dinkes-pati-minta-apotek-tak-jual-obat-sirup.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
