<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dinkes Kudus &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/dinkes-kudus/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Apr 2023 15:31:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Dinkes Kudus Selama Tahun 2022 Mampu Mengobati Kasus TBC Sebanyak 2351 Jiwa</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/04/dinkes-kudus-selama-tahun-2022-mampu-mengobati-kasus-tbc-sebanyak-2351-jiwa.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/04/dinkes-kudus-selama-tahun-2022-mampu-mengobati-kasus-tbc-sebanyak-2351-jiwa.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adam Naufaldo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Apr 2023 15:31:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[KUDUS]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus TBC di Kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=48439</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, KUDUS &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kudus selama Tahun 2022 mampu mengobati kasus tuberkulosis (TBC) sebanyak 2351 Jiwa. Diketahui, TBC merupakan salah satu penyakit infeksi pada paru yang penularannya disebabkan oleh droplet atau percikan ludah. Terkait hal tersebut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kudus Andini Aridewi mengatakan, bahwa pada tahun 2022 kasus tbc yang ditemukan di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> KUDUS </strong>&#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kudus selama Tahun 2022 mampu mengobati kasus tuberkulosis (TBC) sebanyak 2351 Jiwa. Diketahui, TBC merupakan salah satu penyakit infeksi pada paru yang penularannya disebabkan oleh droplet atau percikan ludah.</p>
<p>Terkait hal tersebut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kudus Andini Aridewi mengatakan, bahwa pada tahun 2022 kasus tbc yang ditemukan di Kudus ini dapat terobati sebanyak 2351, meskipun estimasinya mencapai 2476.</p>
<p>&#8220;Jadi semua kasus sudah diobati sebanyak 2351 jiwa walaupun estimasinya 2476 jiwa,&#8221; kata dia saat ditemui disela kesibukannya.</p>
<p>Sementara itu untuk kasus TBC yang tidak dapat tertolong atau meninggal berjumlah 64 kematian di sepanjang tahun 2022 atau setara 2,06 persen. Hal tersebut dikatakan Andini termasuk dapat mencapai diatas target.</p>
<p>&#8220;Kalau target kami 1,35 persen jadi hanya 31 kematian. Rata-rata selain dengan penyakit penyerta mereka juga resistan obat. Jadi yang murni TBC dan dia tidak resistan maka akan sembuh,&#8221; bebernya kepada Samin News, Senin (10/4/2023).</p>
<p>Selain itu saat ditanya awak media terkait pengawasan Dinkes Kudus terhadap pasien yang minum obat secara rutin, Andini menjelaskan, bahwa untuk TBC terapinya paling tidak enam bulan dan ini butuh konsisten dalam minum obat.</p>
<p>&#8220;Butuh konsistensi dalam meminum obat agar mencapai kesembuhan yang maksimal. Ini kita juga bersama kader atau petugas kesehatan berupaya untuk bisa melakukan pendampingan minum obat istilahnya kader Pendampingan Minum Obat (PMO),&#8221; tuturnya.</p>
<p>Lebih lanjut, bahkan hal tersebut juga melibatkan keluarga, kader kesehatan yang ditunjang bekerjasama dengan Mentari Sehat Indonesia (MSI) Fatayat, dan pihak Aisyah. Tentunya elemen tersebut bertugas untuk melakukan pendampingan.</p>
<p>&#8220;Selama ini kita memanfaatkan teman di tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, kader, organisasi profesi, sebetulnya sudah dilibatkan. Kita juga mendorong di lingkungan perusahaan untuk selalu mengawasi dan menegakkan kedisiplinan dalam kesehatan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Sejauh ini dikatakan Andini bahwa sebagian perusahaan di Kudus sudah ada yang bekerja sama atau aware terhadap penanganan TBC. Bilamana ada suspek TBC ditemukan di lingkungan perusahaan, maka akan segera dilakukan pencegahan.</p>
<p>Sementara itu Bupati Kudus Hartopo menjelaskan, TBC ini sebetulnya lebih ganas dari Covid-19. Karena penularannya sama yakni melalui droplet. Untuk itu dia menegaskan bahwa TBC harus diberantas habis.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/04/dinkes-kudus-selama-tahun-2022-mampu-mengobati-kasus-tbc-sebanyak-2351-jiwa.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Munculnya Kasus Gagal Ginjal Akut, Ketua IDI Sarankan BPOM Koordinasi Dengan Dinkes Kudus</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/10/cegah-munculnya-kasus-gagal-ginjal-akut-ketua-idi-sarankan-bpom-koordinasi-dengan-dinkes-kudus.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/10/cegah-munculnya-kasus-gagal-ginjal-akut-ketua-idi-sarankan-bpom-koordinasi-dengan-dinkes-kudus.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adam Naufaldo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2022 09:58:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[KUDUS]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Syaifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[IDI Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan Dokter Indonesia Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Gagal Ginjal Akut]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua IDI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=45261</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, KUDUS &#8211; Dalam mencegah munculnya kasus baru, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus menyarankan BPOM untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kudus dalam mengambil langkah pencegahan maupun pengamanan obat sirop jika ditemukan gagal ginjal akut pada anak, Senin (24/10/2022). Kepada Samin News, Ketua IDI Ahmad Syaifuddin mengungkapkan, untuk kasus di Kabupaten Kudus berupa gagal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> KUDUS</strong> &#8211; Dalam mencegah munculnya kasus baru, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus menyarankan BPOM untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kudus dalam mengambil langkah pencegahan maupun pengamanan obat sirop jika ditemukan gagal ginjal akut pada anak, Senin (24/10/2022).</p>
<p>Kepada Samin News, Ketua IDI Ahmad Syaifuddin mengungkapkan, untuk kasus di Kabupaten Kudus berupa gagal ginjal akut akibat obat sirop, hingga saat ini menurutnya masih nihil atau belum ditemukan kasus.</p>
<p>&#8220;Gagal ginjal kronis yang menyerang orang dewasa sudah banyak, tapi di Kudus gagal ginjal akut pada anak belum ada kasus,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Ahmad Syaifuddin juga terus menghimbau ke masyarakat sementara waktu agar tidak membeli obat sirop dahulu. Untuk apoteker di seluruh Kudus, ia menyakini bahwa sudah melakukan karantina pada lima jenis obat sirop yang dilarang BPOM.</p>
<p>&#8220;Saat ini saya menyakini seluruh apoteker di Kudus sudah mengkarantina obat sirop yang dilarang BPOM pasca surat edaran resmi dikeluarkan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Lebih lanjut, obat sirop yang tidak disebutkan oleh BPOM mengenai larangan beredar kini diperbolehkan dijual kembali ke pasaran. Mengingat, sudah ada keterangan jelas dari BPOM hanya ada lima jenis obat sirop yang ditarik peredarannya.</p>
<p>&#8220;BPOM sudah memberikan keterangan jelas bahwa hanya ada lima jenis yang ditarik peredarannya,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/10/cegah-munculnya-kasus-gagal-ginjal-akut-ketua-idi-sarankan-bpom-koordinasi-dengan-dinkes-kudus.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selama Sepuluh Bulan Dinkes Kudus Temukan 184 Kasus HIV</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/10/selama-sepuluh-bulan-dinkes-kudus-temukan-184-kasus-hiv.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/10/selama-sepuluh-bulan-dinkes-kudus-temukan-184-kasus-hiv.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adam Naufaldo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2022 11:37:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[KUDUS]]></category>
		<category><![CDATA[Darsono]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[kasus Human Immunodeficiency Virus di Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=45159</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, KUDUS &#8211; Selama sepuluh bulan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus menemukan 184 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang dimulai periode bulan Januari hingga Oktober, Rabu (19/10/2022). Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Kudus Darsono mengatakan, kasus tersebut seperti gunung es. Namun setelah melakukan penjaringan, ditemukan kasusnya sangat tinggi. &#8220;Kasus itu saat ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> KUDUS</strong> &#8211; Selama sepuluh bulan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus menemukan 184 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang dimulai periode bulan Januari hingga Oktober, Rabu (19/10/2022).</p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Kudus Darsono mengatakan, kasus tersebut seperti gunung es. Namun setelah melakukan penjaringan, ditemukan kasusnya sangat tinggi.</p>
<p>&#8220;Kasus itu saat ini seperti gunung es, tampak tidak terlihat tapi setelah penjaringan dan kegiatan di LSM ternyata ditemukan kasus tinggi,&#8221; kata Darsono saat berada di Hotel Hom mengikuti Workshop.</p>
<p>Untuk itu, kemudian Dinkes melakukan screening bersama LSM yang ada di puskesmas maupun di kelompok masyarakat. Kasus itu, ia menilai paling banyak yang terkena dari kalangan dewasa.</p>
<p>&#8220;Kami lalu melakukan screening dengan beberapa LSM di puskesmas dan kelompok masyarakat. Kebanyakan dari kalangan dewasa yang kena, untuk itu harus waspada,&#8221; jelasnya kepada Samin News.</p>
<p>Lebih lanjut, pihaknya juga mengusahakan untuk menuju eliminasi pada tahun 2030, artinya kasus HIV itu harus nihil. Namun perlu adanya dukungan oleh elemen-elemen penting dalam mewujudkannya.</p>
<p>&#8220;Kita sudah berusaha untuk menuju eliminasi ditahun 2030. Yakni nihil. Sedang untuk eliminasi alurnya bisa melalui puskesmas dan Rumah sakit yang disiapkan dahulu,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Selain itu, dirinya juga mensosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat, dan juga kelompok milenial. Bagi masyarakat yang menemukan kasus itu, segera test di laboratorium dan segera melakukan pengobatan.</p>
<p>&#8220;Ciri orang yang terkena HIV biasanya imunnya turun, tumbuh jamur di seluruh tubuh, dan kurus,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Pengelola Program HIV Dinkes Kudus Ruwisno menyebut, dari kasus Januari hingga Oktober ditemukan kasus meninggal sebanyak delapan orang. Sebelumnya 2021, ada 124 kasus, sedangkan yang meninggal sebanyak 11</p>
<p>&#8220;Untuk Kudus masih 0.01 persen perseribu saat ini. Dikatakan tinggi kalau lebih 2 persen. Tahun lalu ada 124 kasus HIV. Yang meninggal ada 11,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Wisno sapaan akrabnya mengatakan, usia produktif menurutnya yang terkena HIV paling banyak diumur 20-40 tahun. Baik itu laki-laki maupun perempuan. Selain itu, ada juga orang yang memiliki mobilitas bisa terkena melalui pekerjaannya atau merantau.</p>
<p>&#8220;Orang rentan terkena yang mobilitas tinggi akibat pekerjaan atau merantau. Ada juga yang suka jajan bisa mengena,&#8221; ujar dia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/10/selama-sepuluh-bulan-dinkes-kudus-temukan-184-kasus-hiv.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
