<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dinas PKPLH &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/dinas-pkplh/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Apr 2023 14:03:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Dinas PKPLH Gencar Lakukan Perbaikan Rumput Alun-alun Simpang Tujuh Kudus</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/04/dinas-pkplh-gencar-lakukan-perbaikan-rumput-alun-alun-simpang-tujuh-kudus.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/04/dinas-pkplh-gencar-lakukan-perbaikan-rumput-alun-alun-simpang-tujuh-kudus.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adam Naufaldo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Apr 2023 14:03:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[KUDUS]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas PKPLH]]></category>
		<category><![CDATA[Perbaikan Rumput]]></category>
		<category><![CDATA[Rumput alun alun Kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=48553</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, KUDUS &#8211; Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus saat ini sedang gencar dalam melakukan perbaikan rumput Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Hal itu berguna untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah. &#8220;Kami menargetkan untuk sesegera mungkin membersihkan seluruh taman yang berada di Kudus. Bahkan kami juga sedang fokus untuk memperbaiki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> KUDUS</strong> &#8211; Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus saat ini sedang gencar dalam melakukan perbaikan rumput Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Hal itu berguna untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah.</p>
<p>&#8220;Kami menargetkan untuk sesegera mungkin membersihkan seluruh taman yang berada di Kudus. Bahkan kami juga sedang fokus untuk memperbaiki kondisi rumput Alun-alun Simpang tujuh Kudus pasca tradisi dandangan yang digelar bulan kemarin,&#8221; ujar Kepala Dinas PKPLH Kudus Abdul Halil, Jumat (14/4/2023).</p>
<p>Lebih lanjut, nantinya dalam memperbaiki kondisi rumput di Alun-alun Halil menuturkan bahwa lantainya juga akan dipel. Sementara itu sebanyak 42 taman di Kabupaten Kudus juga akan dipasang lampu penerangan yang baru</p>
<p>&#8220;Kalau melihat target sesuai jadwal, anggaran akan direncanakan setelah Idul Adha baru bisa dinikmati bersama,&#8221; paparnya.</p>
<p>Terkait hal itu dirinya menyebut bahwa usai proses penganggaran masih juga terdapat proses perencanaan dan pelaksanaan yang disebutnya memerlukan waktu yang tidak sebentar.</p>
<p>&#8220;Pemeliharaan sesuai dengan kebutuhan, sudah ada dana rutinya disana. Setiap hari juga sudah ada petugas yang membantu membersihkannya,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Sementara itu Pemerhati lingkungan yang juga Akademisi di Kabupaten Kudus Hendi Hendro menyebut perhatian tersebut ditujukan kepada perawatan yang ada di sejumlah taman yang sudah ada.</p>
<p>&#8220;Dengan membenahi dan memperbaiki taman yang kurang terawat dan lampu hias dijalan, akan memberikan kesan baik kepada tamu yang datang dan pemerintah daerah akan diapresiasi dari para pemudik yang datang,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/04/dinas-pkplh-gencar-lakukan-perbaikan-rumput-alun-alun-simpang-tujuh-kudus.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Keluhkan Bau Limbah, Bupati Kudus dan Dinas PKPLH Tinjau TPA Tanjungrejo</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/01/masyarakat-keluhkan-bau-limbah-bupati-kudus-dan-dinas-pkplh-tinjau-tpa-tanjungrejo.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/01/masyarakat-keluhkan-bau-limbah-bupati-kudus-dan-dinas-pkplh-tinjau-tpa-tanjungrejo.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adam Naufaldo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2023 12:25:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[KUDUS]]></category>
		<category><![CDATA[Bau Limbah TPA Tanjungrejo]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Hartopo]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas PKPLH]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=47097</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, KUDUS &#8211; Bupati Kudus, Dinas PKPLH dan beserta jajaran lainnya meninjau tempat pembuangan akhir (TPA) yang berada di Desa Tanjungrejo. Hal itu dikarenakan ada sebagian masyarakat yang mengeluhkan bau limbah dan berdampak di kediamannya. Bupati Kudus Hartopo mengatakan, kedatangan di TPA Tanjungrejo karena sebelumnya ada keluhan masyarakat terkait bau limbah sampah yang sampai tercemar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> KUDUS</strong> &#8211; Bupati Kudus, Dinas PKPLH dan beserta jajaran lainnya meninjau tempat pembuangan akhir (TPA) yang berada di Desa Tanjungrejo. Hal itu dikarenakan ada sebagian masyarakat yang mengeluhkan bau limbah dan berdampak di kediamannya.</p>
<p>Bupati Kudus Hartopo mengatakan, kedatangan di TPA Tanjungrejo karena sebelumnya ada keluhan masyarakat terkait bau limbah sampah yang sampai tercemar di kediamannya.</p>
<p>&#8220;Ada aduan masyarakat, tentunya sudah diadukan ke saya. Sebelumnya juga pernah meninjau disini ketika kepala PKPLH-nya pak Agung. Saat itu aduannya banyak limbah yang mengalir di tanah masyarakat,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Lebih lanjut, saat ini ada aduan serupa terkait hal tersebut, dan dikhawatirkan keluhan itu disampaikan orang yang sama. Namun setelah ditinjau oleh pihaknya, ternyata kondisi TPA tertata dengan baik.</p>
<p>&#8220;Ini ada juga aduan lagi takutnya orang yang sama mengadu ini. Ternyata setelah di telusuri sampai bawah itu semua sudah tertata dengan baik,&#8221; bebernya.</p>
<p>&#8220;Bahkan di luar pembatas pagar ini ada tanah 1 meter milik kita yang dibuat selokan saluran untuk pembuangan ketika antisipasi ada kebocoran talut ini ketika ada intensitas hujan tinggi. Itu sudah ada wadahnya dan sudah tertata dan air itu mengalir sampai kesungai,&#8221; tambahnya.</p>
<p>&#8220;Aduan dari masyarakat, katanya ada bau limbah disitu, ternyata tidak ada bau sama sekali. Selain itu mengadu tentang tanamannya tidak bisa di hidup. Ternyata saat ditemui hidup semua, seperti tanaman ketela,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Hartopo menambahkan, selain itu, pagar talut untuk TPA hanya bocor kurang lebih 4-5 meter saja, dan rembes saja. Mengingat pembangunan ini sudah berdiri sejak tahun 2015.</p>
<p>&#8220;Sepanjang pagar talut ini untuk TPA hanya ada kebocoran kurang lebih 4-5 meter, itu hanya kebocoran rembes saja. Karena pembangunan sudah sejak tahun 2015,&#8221; bebernya.</p>
<p>Lebih lanjut, kata dia, untuk itu dirinya akan mengusulkan di perubahan terkait pembuatan saluran. Mengingat saluran saat ini hanya bersifat non permanen.</p>
<p>&#8220;Maka saya nanti diperubahan, untuk PKPLH kita suruh membuat saluran yang permanen, itu sementara kan non permanen tapi sudah ditata dan ada talutnya disitu,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&#8220;Tentunya saluran itu harus bisa mengalir ke sungai dan tidak ada permasalahan lagi disini,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas PKPLH Kudus Abdul Halil menjelaskan, kondisi TPA saat ini bersifat zona aktif dan pasif.</p>
<p>&#8220;Kondisi TPA saat ini ada zona aktif dan pasif. Kemudian ada gudang pemilah sampah dan manfaatnya untuk memilah sampah. Dan yang tidak terpakai baru akan dibuang ke TPA,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dirinya juga menjelaskan penggunaan tanah uruk yang berguna untuk meminimalisir bau limbah di TPA agar tidak menimbulkan bau dan gas metana.</p>
<p>&#8220;Saat ini TPA mampu menampung sekitar 120 ton sampah perhari. Kapasitas saat ini masih bisa sanggup dipakai dan dimaksimalkan untuk 2-3 tahun kedepan. Saat ini memaksimalkan kondisi yang ada,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/01/masyarakat-keluhkan-bau-limbah-bupati-kudus-dan-dinas-pkplh-tinjau-tpa-tanjungrejo.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
