<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/dinas-perdagangan-dan-perindustrian-disdagperin-kabupaten-pati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Sep 2023 11:09:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Disdagperin Pastikan Persediaan Gas Melon Mencukupi</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/09/disdagperin-pastikan-persediaan-gas-melon-mencukupi.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/09/disdagperin-pastikan-persediaan-gas-melon-mencukupi.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Sep 2023 11:05:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Pati hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati]]></category>
		<category><![CDATA[gas melon]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Berita Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=51264</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati memastikan persediaan gas melon mencukupi. Hal ini berdasarkan kuota yang dipasok dari produsen sesuai dengan jumlah perhitungan kebutuhan konsumsi di daerah. Kepala Bidang Perdagangan, Koeswantoro mengatakan berdasarkan data yang dimilikinya Kabupaten Pati tahun 2023 mendapat alokasi 35.336 metrik ton atau sebanyak 11.778.666 tabung. Ditambah lagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati memastikan persediaan gas melon mencukupi. Hal ini berdasarkan kuota yang dipasok dari produsen sesuai dengan jumlah perhitungan kebutuhan konsumsi di daerah.</p>
<p>Kepala Bidang Perdagangan, Koeswantoro mengatakan berdasarkan data yang dimilikinya Kabupaten Pati tahun 2023 mendapat alokasi 35.336 metrik ton atau sebanyak 11.778.666 tabung. Ditambah lagi dengan cadangan 2.360 metrik ton atau 786.666 tabung.</p>
<p>&#8220;Kami usulkan kebutuhan dengan perhitungan dan sudah direalisasi pihak-pihak Pertamina. Seharusnya cukup, jika tidak ada penyimpangan baik di pengecer atau pun agen,&#8221; katanya kepada wartawan, belum lama ini.</p>
<p>Di samping itu, dia membeberkan setiap ada momen tertentu hari-hari besar misalnya, saat Idul Fitri, Idul Adha, hingga momen sedekah bumi konsumsi gas meningkat. Disdagperin juga mengusulkan kuota tambahan kepada produsen.</p>
<p>&#8220;Saya rasa cukuplah ya jumlahnya. pengiriman dari sana (Pertamina) juga lancar selalu rutin tidak ada kendala. Belum lagi kami selalu mengajukan kuota tambahan. Bulan Agustus kemarin dapat tambahan 21.840 tabung dari Pertamina,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Lebih lanjut, Kuswantoro mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan kondisi ke lapangan terkait persediaan gas di masyarakat beberapa kali. Dia mengaku terjun ke sejumlah wilayah mulai Dukuhseti hingga Juwana untuk pendataan sampling.</p>
<p>Dari upaya yang dilakukan turun ke lapangan itu, dia menyatakan pasokan gas melon masih tersedia. Tidak ada kelangkaan barang. Hanya saja, di aturan baru tidak ada jatah untuk pengecer. Hal tersebut berbeda dengan sebelumnya.</p>
<p>Aturan dulu itu untuk konsumsi rumah tangga 70 persen, usaha mikro 20 persen, dan pengecer 10 persen. Sementara saat ini untuk pengecer tidak ada. Jadi, yang biasanya mengecer pasti sekarang kesulitan. Nah dari sana kemungkinan timbul pembicaraan bahwa ada kelangkaan gas lpg,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/09/disdagperin-pastikan-persediaan-gas-melon-mencukupi.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hingga Agustus, Retribusi Metrologi Pati Terealisasi 45 Persen</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/09/hingga-agustus-retribusi-metrologi-pati-terealisasi-45-persen.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/09/hingga-agustus-retribusi-metrologi-pati-terealisasi-45-persen.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Sep 2023 12:29:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Berita Pati]]></category>
		<category><![CDATA[SPBU]]></category>
		<category><![CDATA[UPT Metrologi Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=51018</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Realis pendapatan dari retribusi tera dan tera ulang di Kabupaten Pati hingga Agustus baru menyentuh 45 persen dari ketetapan. Pelayanan tera dan tera ulang ini di bawah kewenangan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Metrologi Legal pada lDinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin). Kepala UPT Metrologi, Arip Adi Purnomo menyampaikan pihaknya ditarget memperoleh pendapatan dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Realis pendapatan dari retribusi tera dan tera ulang di Kabupaten Pati hingga Agustus baru menyentuh 45 persen dari ketetapan. Pelayanan tera dan tera ulang ini di bawah kewenangan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Metrologi Legal pada lDinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin).</p>
<p>Kepala UPT Metrologi, Arip Adi Purnomo menyampaikan pihaknya ditarget memperoleh pendapatan dari retribusi tera dan tera ulang cukup besar oleh Pemerintah Daerah. UPT Metrologi Pati dipatok memperoleh Rp 450 juta di tahun 2023. Akan tetapi, belum setengahnya tercapai.</p>
<p>&#8220;Cukup lumayan target pendapatan tahun ini yang dibebankan dari Disdagperin senilai Rp 450 juta. Dan kemarin terealisasi baru sekitar 45 persen. Karena kita targetkan besar, namun ternyata di lapangan berbeda,&#8221; kata Arip di kantor, Jumat (1/9/2023).</p>
<p>Dirinya membeberkan ada sejumlah faktor yang menyebabkan perolehan retribusi belum maksimal. Menurutnya, ada sejumlah pihak yang enggan alat ukur miliknya dilakukan tera dan tera ulang. Kesadaran warga menerakan timbangannya masih kurang, terlebih di pasar.</p>
<p>&#8220;Alasannya kita susah ngontrol di pasar, nuwun sewu orang pasar bahkan kita jemput bola ada yang bilang banyak alasan nanti pak, dagangan gak laris dagangan masih sepi. Padahal nilainya kecil Rp 12,5 ribu per tahun. Makanya target besar itu ya cukup jauh (dari realisasi),&#8221; jelas dia.</p>
<p>Capaian itu, Arip mengungkapkan diperoleh dari sebagian besar objek alat ukur. Pelayanan tera dan tera ulang baik di pasar, perusahaan hingga SPBU diakuinya sudah hampir selesai.</p>
<p>&#8220;Di masa-masa akhir tahun september ini pelayanan tera ulang kebanyakan di kantor, karena seperti pasar dan SPBU hampir selesai. Waktunya awal dan pertengahan tahun bulan Juni Juli,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Kendati demikian masih ada sebagian kecil perusahaan di Kabupaten Pati yang belum mengajukan.</p>
<p>Dalam kesempatan ini, Arip mengungkapkan perbedaan tera dengan tera ulang. Pelayanan tera yaitu alat ukur pertama kali yang akan dipasarkan ke masyarakat, sedangkan tera ulang adalah pelayanan tera kembali dari alat ukur yang dimaksud.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/09/hingga-agustus-retribusi-metrologi-pati-terealisasi-45-persen.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Minyak Kita Langka Disebut Distribusi Barang Terbatas</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/02/minyak-kita-langka-disebut-distribusi-barang-terbatas.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/02/minyak-kita-langka-disebut-distribusi-barang-terbatas.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2023 12:14:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Disdagperin Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kelangkaan Miyak Goreng Kita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=47578</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati menyebut beberapa waktu ini ketersediaan minyak curah kemasan merk Minyak Kita langka. Kelangkaan ini dipicu dari distribusi oleh produsen ke distributor dan ke pengecer yang terbatas. Kepala Disdagperin Pati, Hadi Santosa mengatakan Minyak Kita merupakan minyak curah dengan produk kemasan. Berbeda halnya dengan minyak curah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://samin-news.com"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>,</a> <strong>PATI</strong> &#8211; Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati menyebut beberapa waktu ini ketersediaan minyak curah kemasan merk Minyak Kita langka. Kelangkaan ini dipicu dari distribusi oleh produsen ke distributor dan ke pengecer yang terbatas.</p>
<p>Kepala Disdagperin Pati, Hadi Santosa mengatakan Minyak Kita merupakan minyak curah dengan produk kemasan. Berbeda halnya dengan minyak curah pada umumnya dengan penjualan kiloan. Yang mana nanti jumlahnya masih ada.</p>
<p>&#8220;Minyak Kita itukan satu-satunya merk minyak curah dalam kemasan sebagai kewajiban dari produsen minyak. Sebelumnya sempat terjadi kelangkaan minyak di pasaran. Kalau minyak curah yang dijual kiloan itu stoknya ada banyak,&#8221; kata Hadi.</p>
<p>Dirinya mengakui bahwa harga Minyak Kita lebih terjangkau dari pada minyak goreng premium. Perbedaan harganya hampir satu kali lipat. Sehingga masyarakat lebih memilih produk tersebut, permintaan meningkat dan berpengaruh terhadap ketersediaan.</p>
<p>&#8220;Kalau minyak curah kemasan Minyak Kita harganya 14 ribu per liter. Kalau premium antara 22 &#8211; 25 ribu per liter. Minyak curah lebih murah karena dari segi kualitas. Ketersediaan terbatas menjadi faktor utama yang terjadi ada kelangkaan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut Hadi mengatakan di Kabupaten Pati mendapat jatah dari distributor D1 ke D2 (kabupaten). Adapun kuota yang dikirim itu sejumlah 240 karton. Sementara tiap kartonnya berisi 12 liter kemasan, sekitar 2500 an liter totalnya.</p>
<p>&#8220;Minyak Kita untuk disalurkan ke para pengecer dijual ke konsumen akhir seharga 14 ribu per liter. Terkait pendistribusiannya pada D1 ke D2 itu satu kali, mendapat jatah kiriman sekali,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Meski ini dilakukan murni komersial oleh produsen, dia berharap ke depannya Kabupaten Pati mendapat jatah lagi. Karena dengan jumlah tersebut dinilai masih kurang untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/02/minyak-kita-langka-disebut-distribusi-barang-terbatas.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Tinggi Disebut Pemicunya Beras Lokal Dikirim ke Luar Daerah</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/02/harga-tinggi-disebut-pemicunya-beras-lokal-dikirim-ke-luar-daerah.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/02/harga-tinggi-disebut-pemicunya-beras-lokal-dikirim-ke-luar-daerah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2023 12:46:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Disdagperin Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Pemicu harga beras di pati tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=47540</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati menyatakan bahwa salah satu penyebab melambungnya harga beras premium lantaran beras lokal banyak yang dikirim ke luar daerah. Kepala Disdagperin Pati, Hadi Santosa mengatakan produk beras di Kabupaten Pati kualitasnya terbilang bagus. Sehingga banyak konsumen banyak yang berminat dan membeli beras asal Pati untuk dikonsumsi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati menyatakan bahwa salah satu penyebab melambungnya harga beras premium lantaran beras lokal banyak yang dikirim ke luar daerah.</p>
<p>Kepala Disdagperin Pati, Hadi Santosa mengatakan produk beras di Kabupaten Pati kualitasnya terbilang bagus. Sehingga banyak konsumen banyak yang berminat dan membeli beras asal Pati untuk dikonsumsi.</p>
<p>&#8220;Harga beras tinggi disebabkan banyak beras di Pati dikirim ke luar daerah. Beras Pati kan termasuk kualitasnya bagus. Apalagi pembeli sekarang itu milih-milih,&#8221; ucap Hadi di ruang kantornya, Senin (20/2/2023).</p>
<p>Menurutnya, selain faktor didistribusikan ke luar daerah. Dia juga menyebut bahwa banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Pati belakangan ini turut serta mempengaruhi harga kebutuhan pokok masyarakat.</p>
<p>Bulan kedua tahun 2023 ini tidak terlalu mengalami banyak perubahan. Yaitu mandek di harga Rp 13.000 per kilogram. Karena berbeda dengan periode bulan sebelumnya sempat lompat dari kisaran Rp 10.000 menjadi Rp 13.000.</p>
<p>&#8220;Harga beras antara Rp 12.500 &#8211; 13.000 per kilogram. Kenaikannya itu terjadi sejak bulan kemarin. Dan harga beras sekarang ini stagnan di angka itu paling naik Rp 500,&#8221; Hadi menjelaskan.</p>
<p>Kendati demikian, pihaknya memastikan bahwa stok beras di pasaran saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dia meminta masyarakat tak perlu risau mengenai hal ini.</p>
<p>&#8220;Bulog mempunyai stok sudah dianggap cukup untuk menyukupi kebutuhan. Dengan HET sekitar Rp 8.600 dari Bulog,&#8221; tutup Hadi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/02/harga-tinggi-disebut-pemicunya-beras-lokal-dikirim-ke-luar-daerah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
