<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-pati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Jun 2023 11:23:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Publik Pertanyakan Wisuda TK-SMA: Karya Apa yang Dibuat</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/06/publik-pertanyakan-wisuda-tk-sma-karya-apa-yang-dibuat.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/06/publik-pertanyakan-wisuda-tk-sma-karya-apa-yang-dibuat.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jun 2023 11:23:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Publik Pertanyakan Wisuda TK-SMA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=49676</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Sekarang ini muncul tren fenomena mengenai digelarnya acara wisuda sebagai simbol pelepasan peserta didik mulai jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Menengah Atas (SMA)/sederajat. Hal ini dinilai fenomena baru di kalangan publik. Publik jagat maya menyebut bahwa wisuda merupakan upacara sakral bagi peserta didik yang telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Sekarang ini muncul tren fenomena mengenai digelarnya acara wisuda sebagai simbol pelepasan peserta didik mulai jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Menengah Atas (SMA)/sederajat. Hal ini dinilai fenomena baru di kalangan publik.</p>
<p>Publik jagat maya menyebut bahwa wisuda merupakan upacara sakral bagi peserta didik yang telah merampungkan setidaknya D3 maupun srata 1 (S1). Atau dengan istilah lain yang pantas memakai topi toga ditujukan bagi perguruan tinggi.</p>
<p>Keberatan itu disampaikan oleh akun @Rojo Nongko di media sosial Facebook di grup Komunitas Anak Asli Pati pada Rabu (14/6/2023). Dia mempertanyakan karya apa yang dihasilkan siswa TK hingga SMA.</p>
<p>&#8220;Emang&#8217;e cah sekolah TK SD SMP SMA bar gawe karya ilmiah opo lur kok diwisuda???,&#8221; tulis akun Rojo Nongko dikutip Jumat (16/6/2023).</p>
<p>&#8220;Nek D3 ceto gawe karya tulis, S1 ceto gawe skripsi, S2 ceto gawe tesis, S3 ceto gawe disertasi. . Lha nek SD SMP SMA tugas karya ilmiah&#8217;e opo?? Kok di nggoni toga trus diwisuda,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Setelah tulisan itu dipost, sontak mendapat berbagai respon dari netizen. Postingan itu terakhir mendapat 707 like (disukai) dan mendapat 634 komentar.</p>
<p>Salah satunya berasal dari Wida Yati. Menurutnya, wisuda sekarang adalah hal lumrah di institusi pendidikan. Sebagai orang tua mengupayakan terbaik bagi anak agar tidak tertinggal dengan sebayanya.</p>
<p>&#8220;Ancen ws umum e ngono ojo mog pada ke jaman biyen lur,, najan wg tuo gk ndue yo tetep d lurok&#8221;no,, mboh budidoyone wg tuo,, melek karep anak e koyok kancane,, saupomo ora d elokno wisuda yo saake wg setahun pisan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Akun lain Hendryk Andrew juga berpendapat serupa. Yaitu harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. &#8220;Wah&#8230; Ra ngikuti kemajuan zaman.. Kono luur urip nk alas,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sementara akun Dochi Sinaga berpendapat bahwa apa yang dirasakan si pemosting ada benarnya. Karena tidak semua orang berani menyuarakan aspirasinya. Makanya, ini menjadi keterwakilan apa yang dirasakan selama ini.</p>
<p>&#8220;Asline postingan Iki Yo Ono bener e. Mungkin Ono wong sing merasa kabotan tapi Ra wani unek unek nek sekolah..makane ada yang mewakilkan,&#8221; tulisnya.</p>
<p>Wisuda bagi selain perguruan tinggi dinilai hanya akan memberatkan. Ini ditulis @Shryii Mulyhawathyi prihatin dengan keadaan ketika kondisi keuangan orang tua sedang bermasalah.</p>
<p>&#8220;Mesak e nek wong tua ne ora duwe, do go pakaian apik&#8221; oleh ko ndi, umpomo nyewo Yo larang,&#8221; pendapatnya.</p>
<p>Ada juga yang mengambilkan sikap tengah. Lantaran sedari awal tahun pelajaran baru biasanya orang tua atau wali murid disosialisasikan mengenai ada dan tidaknya wisuda. Ini dikutip dari komentar @zainul hasan.</p>
<figure id="attachment_49674" aria-describedby="caption-attachment-49674" style="width: 606px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-49674" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230616-WA0004.jpg" alt="Tangkapan layar postingan Rojo Nongko di grup facebook Komunitas Anak Asli Pati" width="606" height="1280" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230616-WA0004.jpg 606w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230616-WA0004-142x300.jpg 142w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230616-WA0004-485x1024.jpg 485w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230616-WA0004-199x420.jpg 199w" sizes="(max-width: 606px) 100vw, 606px" /><figcaption id="caption-attachment-49674" class="wp-caption-text">Tangkapan layar postingan Rojo Nongko di grup facebook Komunitas Anak Asli Pati</figcaption></figure>
<p>&#8220;Awal tahun ajaran sekolah biasanya sudah di rapatkan&#8230; Kalo memang ada wali murid yang kurang mampu biasanya ada kelonggaran&#8230;.bahkan kalo benar2 gak mampu boleh gratis&#8230; Saya yakin sekolah tidak akan sembarangan dalam memutuskan dan melaksanakan sesuatu&#8230; Berbijaklah dalam bermedsos kawan,&#8221; bunyi akun itu.</p>
<p>Terlepas dari ragam komentar itu, fenomena ini seharusnya menjadi perhatian oleh instansi terkait apakah wisuda menjadikan suatu keharusan atau bersifat fleksibel.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/06/publik-pertanyakan-wisuda-tk-sma-karya-apa-yang-dibuat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
