<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dinas lingkungan hidup pati &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/dinas-lingkungan-hidup-pati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Aug 2023 12:23:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>DLH Pati Diminta Bangun Pabrik Pengolah Sampah Briket</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/08/dlh-pati-diminta-bangun-pabrik-pengolah-sampah-briket.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/08/dlh-pati-diminta-bangun-pabrik-pengolah-sampah-briket.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Aug 2023 12:23:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PARLEMENTER]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Berita DPRD Pati]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas lingkungan hidup pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Berita Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Pengolah Sampah Briket]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=50884</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta membangun pabrik sebagai pengolah sampah. Permintaan itu disampaikan Banggar saat acara paripurna beberapa waktu lalu. Sampah tersebut jika tak diolah maka akan menimbun persoalkan baru, seperti penumpukan hingga menyempitnya lahan. Sehingga nantinya agar bisa dimanfaatkan kembali, salah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta membangun pabrik sebagai pengolah sampah. Permintaan itu disampaikan Banggar saat acara paripurna beberapa waktu lalu.</p>
<p>Sampah tersebut jika tak diolah maka akan menimbun persoalkan baru, seperti penumpukan hingga menyempitnya lahan. Sehingga nantinya agar bisa dimanfaatkan kembali, salah satunya yaitu diolah menjadi briket.</p>
<p>&#8220;Catatan Banggar bagi DLH perlu adanya pabrik pengelolaan sampah di Kabupaten Pati, agar sampah bisa dimanfaatkan kembali salah satunya briket sampah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Kepala DLH Pati, Tulus Budiharjo menyatakan bahwa investor Australia bersedia bekerjasama dengan Kabupaten Pati untuk keperluan tersebut. Bahkan, Jumat (25/8) hari ini pihaknya melakukan pra MoU dengan perwakilan investor.</p>
<p>&#8220;Tadi perwakilan ke sini, kemudian kita mencermati untuk melakukan pencermatan pra MoU dengan perusahaan dari Australia. Yang di Indonesia itu ada perusahaan PT Avanil Bintang Energi dengan disupport dari Australia Infinity Echo Solution sebagai investor,&#8221; kata dia.</p>
<p>Lebih lanjut, kata Tulus rencananya perusahaan itu akan mengolah sampah yang ada di TPA Sukoharjo, Kecamatan Margorejo. Dia menekankan agar pemerintah bisa secepatnya mengkaji kerjasama dengan investor Australia.</p>
<p>Di samping itu, dia melanjutkan bahwa perusahaan yang bersangkutan harus segera kelengkapannya persyaratan administrasi dan syarat teknis. Dengan semua persyaratan dilengkapi, maka semakin cepat terealisasi.</p>
<p>&#8220;Ini baru proses pra MoU, iya rencananya bekerjasama secepatnya. Sepanjang persyaratan administrasi dilengkapi, syarat teknis juga dilengkapi, kita mencoba secepatnya ini terealisasi. Sampah diolah briket untuk pengganti bahan batu bara. Nah nanti Pemkab tidak mengeluarkan biaya apapun. Kita hanya ditempati, kemudian akan ada bagi hasil, karena dipihakketigakan,&#8221; tandasnya.(Adv)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/08/dlh-pati-diminta-bangun-pabrik-pengolah-sampah-briket.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masih Lama! Penyusunan Amdal Jalan Tol Demak-Tuban Belum Rampung</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/07/masih-lama-penyusunan-amdal-jalan-tol-demak-tuban-belum-rampung.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/07/masih-lama-penyusunan-amdal-jalan-tol-demak-tuban-belum-rampung.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jul 2023 14:51:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[INFRASTRUKTUR]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas lingkungan hidup pati]]></category>
		<category><![CDATA[Penyusunan Amdal Jalan Tol]]></category>
		<category><![CDATA[Tol Demak Tuban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=49904</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Pembangunan jalan tol Demak &#8211; Tuban nampaknya masih membutuhkan proses yang sangat panjang. Hal itu mengingat belum selesainya proses analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) atau bahkan pembebasan lahan. Mega proyek pengerjaan infrastruktur itu akan menghubungkan lintas provinsi serta sebagai dukungan terhadap rute jalan trans Jawa. Pembangunan itu diperkirakan menelan anggaran hingga mencapai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Pembangunan jalan tol Demak &#8211; Tuban nampaknya masih membutuhkan proses yang sangat panjang. Hal itu mengingat belum selesainya proses analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) atau bahkan pembebasan lahan.</p>
<p>Mega proyek pengerjaan infrastruktur itu akan menghubungkan lintas provinsi serta sebagai dukungan terhadap rute jalan trans Jawa. Pembangunan itu diperkirakan menelan anggaran hingga mencapai Rp 45 triliun lebih.</p>
<p>Rute tol trans Jawa ini digadang-gadang akan menciptakan konektivitas usaha dan meningkatkan gerak perekonomian masyarakat. Di samping itu sebagai alternatif atas solusi untuk mengurai kemacetan di jalan nasional Pantura yang kerap terjadi kemacetan.</p>
<p>Namun kabar rencana pembangunan tol Demak &#8211; Tuban yang melintasi sejumlah daerah termasuk Kabupaten Pati prosesnya masih panjang. Sekitar setahun lalu pemerintah pusat telah memulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat terhadap program nasional itu.</p>
<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima informasi seputar perkembangan proses penyusunan Amdal pembangunan jalan tol.</p>
<p>&#8220;Perkembangan perizinan Amdal pembangunan tol Demak &#8211; Tuban di Pati sampai sekarang kita belum dapat kabar terkait hal tersebut,&#8221; ujarnya dikonfirmasi Samin News yang ditulis Sabtu (1/7/2023).</p>
<p>Tulus mengungkapkan kegiatan sosialisasi awal kepada masyarakat yang terimbas pembangunan tol sudah hampir setahun ini. Akan tetapi, awal proses penyusunan Amdal dia mengaku tak tahu pastinya.</p>
<p>&#8220;Prosesnya membutuhkan waktu lama. Karena ini semua yang ngurus di pusat, kita tidak tahu persisnya seperti apa,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dirinya menyebut DLH daerah sifatnya hanya mendampingi penyusunan rekomendasi atau masukan yang diperlukan. Karena itu merupakan kewenangan pusat.</p>
<p>&#8220;Kita hanya memfasilitasi sosialisasi, kemudian nanti kalau ada sidang Amdal mungkin kita diminta untuk memberikan masukan-masukan. Namun sampai sekarang belum ada info terkait hal itu,&#8221; tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/07/masih-lama-penyusunan-amdal-jalan-tol-demak-tuban-belum-rampung.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tambang Ilegal di Pati Diminta Ditindak</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/04/tambang-ilegal-di-pati-diminta-ditindak.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/04/tambang-ilegal-di-pati-diminta-ditindak.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Apr 2023 15:45:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[dan Lingkungan Hidup (Wali-SHL) Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas lingkungan hidup pati]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang ilegal di Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Peduli Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=48447</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Warga Peduli Sosial, Hukum, dan Lingkungan Hidup (Wali-SHL) Kabupaten Pati meminta pertambangan yang beroperasi secara ilegal agar ditindak oleh pihak yang berwenang. Pernyataan itu disampaikan saat mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati, Senin (10/4/2023). Ketua Wali-SHL Sutrisno mengungkapkan tambang ilegal di Pati sebelah selatan atau di Pegunungan Kendeng ada puluhan titik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Warga Peduli Sosial, Hukum, dan Lingkungan Hidup (Wali-SHL) Kabupaten Pati meminta pertambangan yang beroperasi secara ilegal agar ditindak oleh pihak yang berwenang. Pernyataan itu disampaikan saat mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati, Senin (10/4/2023).</p>
<p>Ketua Wali-SHL Sutrisno mengungkapkan tambang ilegal di Pati sebelah selatan atau di Pegunungan Kendeng ada puluhan titik tambang di sepanjang jalan Sukolilo-Prawoto. Tambang ini telah berdampak pada lingkungan di masyarakat.</p>
<p>&#8220;Kenapa pertambangan tidak berizin masih berjalan. Kami ke sini mendatangi kantor DLH untuk meminta jawaban dari pihak yang berwenang terkait sanksi aktivitas tambang ilegal,&#8221; kata Sutrisno.</p>
<p>Selain itu, dia mengatakan bahwa adanya tambang tersebut sangat berdampak pada masyarakat. Menurutnya kerusakan lingkungan jelas ada, kemudian timbul debu akibat dilalui tambang dan imbasnya adalah masalah debu itu dihirup masyarakat.</p>
<p>Sedangkan Kepala DLH Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo yang menerima Wali-SHL tersebut usai kegiatan mengatakan bahwa perihal izin tambang merupakan ranah pemerintah provinsi. Tetapi aspirasi ini akan disampaikan kepada ESDM.</p>
<p>&#8220;Keluhan masyarakat akan kita sampaikan ke pihak terkait. Kami sampaikan keluhan yang ada mengenai perizinan tambang itu ada dampaknya, itu pertimbangan yang akan kita sampaikan,&#8221; ujar Tulus.</p>
<p>Pasalnya, dia menekankan bahwa untuk penegakan mengenai pertambangan ilegal melibatkan banyak pihak. Karena misalnya dia menyebutkan ketika baru proses perizinan tetapi sudah beroperasi, seperti ini yang akan ditindaklanjuti ke Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/04/tambang-ilegal-di-pati-diminta-ditindak.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penanaman 7 Ribu Bibit di Kawasan Pegunungan Kendeng</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/02/penanaman-7-ribu-bibit-di-kawasan-pegunungan-kendeng.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/02/penanaman-7-ribu-bibit-di-kawasan-pegunungan-kendeng.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2023 10:59:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas lingkungan hidup pati]]></category>
		<category><![CDATA[Penanaman Pohon di kawasan pegunungan kendeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=47416</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan penanaman bibit pohon di kawasan Gunung Kendeng, yang berada di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo. Ini dilakukan sebagai upaya penghijauan di kawasan Kendeng. &#8220;Ada 7 ribu bibit ditanam di lahan sekitar 10 hektar. Soalnya penanaman di beberapa titik di Desa Prawoto, jadi enggak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan penanaman bibit pohon di kawasan Gunung Kendeng, yang berada di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo. Ini dilakukan sebagai upaya penghijauan di kawasan Kendeng.</p>
<p>&#8220;Ada 7 ribu bibit ditanam di lahan sekitar 10 hektar. Soalnya penanaman di beberapa titik di Desa Prawoto, jadi enggak ngerti pastinya,&#8221; kata Kepala DLH Pati, Tulus Budiharjo, Senin (13/2/2023).</p>
<p>Tulus menyampaikan penanaman yang dilakukannya di Desa Prawoto itu karena kondisi hutan di sana gundul. Sehingga dengan upaya ini diharapkan bisa mengembalikan fungsi hutan sebagaimana salah satunya adalah sebagai tadah hujan.</p>
<p>Dia menjelaskan bibit yang ditanam tersebut adalah tanaman keras dan tanaman buah-buahan di antaranya Buah Kelengkeng, Alpukat, Srikaya dan tanaman keras lainnya.</p>
<p>Masyarakat antusias menyambut penanaman pohon oleh DLH. Tulus mengatakan ada beberapa tanaman jagung yang direlakan masyarakat untuk dipanen lebih awal. Kemudian dijadikan titik lokasi penanaman. Tak hanya itu, setelah ini ada kesadaran bersama untuk menjaga dan merawat.</p>
<p>&#8220;Karena ini tanaman berbuah, masyarakat juga akan merasakan hasilnya, tapi juga sadar harus perlu ikut merawat. Selain tanaman semusim yang biasa masyarakat tanam,&#8221; terangnya.</p>
<p>Bibit buah-buahan ini dipilih karena pohonnya yang keras bisa menahan dan menyerap air ke dalam tanah. Bahkan, secara fungsinya setelah besar dan berbuah hasilnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.</p>
<figure id="attachment_47415" aria-describedby="caption-attachment-47415" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-47415" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230213-WA0021.jpg" alt="Foto bersama usai penanaman bibit pohon di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo" width="1600" height="1062" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230213-WA0021.jpg 1600w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230213-WA0021-300x199.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230213-WA0021-1024x680.jpg 1024w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230213-WA0021-768x510.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230213-WA0021-1536x1020.jpg 1536w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230213-WA0021-696x462.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230213-WA0021-1068x709.jpg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230213-WA0021-633x420.jpg 633w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-47415" class="wp-caption-text">Foto bersama usai penanaman bibit pohon di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo</figcaption></figure>
<p>&#8220;Agar bisa menopang ekonomi masyarakat sekitar. Tadi masyarakat juga banyak yang membantu. Ke depannya kalau bibit tersedia, rencananya kita akan melakukan penanaman lagi,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/02/penanaman-7-ribu-bibit-di-kawasan-pegunungan-kendeng.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinas Lingkungan Hidup Tekankan Pentingnya Bangun TPA di Pati Selatan</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/11/dinas-lingkungan-hidup-tekankan-pentingnya-bangun-tpa-di-pati-selatan.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/11/dinas-lingkungan-hidup-tekankan-pentingnya-bangun-tpa-di-pati-selatan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2022 13:27:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Bangun TPA di Pati Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas lingkungan hidup pati]]></category>
		<category><![CDATA[Tulus Budiharjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=45462</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menekankan akan pentingnya membangun satu lagi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayah selatan. Pasalnya, saat ini TPA di Pati hanya satu yang berlokasi di TPA Sukoharjo, Margorejo. Kepala DLH, Tulus Budiharjo menyatakan sampah masih menjadi permasalahan atas meningkatnya jumlah penduduk. Di sisi lain, jangkauan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menekankan akan pentingnya membangun satu lagi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayah selatan. Pasalnya, saat ini TPA di Pati hanya satu yang berlokasi di TPA Sukoharjo, Margorejo.</p>
<p>Kepala DLH, Tulus Budiharjo menyatakan sampah masih menjadi permasalahan atas meningkatnya jumlah penduduk. Di sisi lain, jangkauan wilayah Pati selatan ke TPA Sukoharjo yang cukup jauh juga penting untuk dipertimbangkan membangun lagi TPA di sana.</p>
<p>&#8220;Pati selatan belum ada TPA, akibatnya sampah di sana terjadi penumpukan yang tak terurus. Sehingga tempat sampah harus disediakan apalagi setiap tahun jumlah sampah mengalami peningkatan,&#8221; ujar Tulus dikonfirmasi Samin News, Selasa (1/11/2022).</p>
<p>Pihaknya menyebut tempat strategis TPA di Pati selatan lokasinya antara di Kecamatan Winong dengan Pucakwangi. Yang mana nantinya bakal menampung sampah dari wilayah tersebut dan sekitarnya.</p>
<p>Hanya saja, menurutnya ini masih rencana yang akan diusulkan. Karena, kemampuan anggaran yang belum tersedia. Akan tetapi dirinya tetap mengupayakan hal itu bisa terwujud. Sebab, dikatakan mengingat pertumbuhan penduduk semakin meningkat, otomatis sampah juga meningkat.</p>
<p>&#8220;Kami tetap berusaha untuk mewujudkan tempat sampah, karenat itu sangat penting. Meski dari kami tidak ada anggaran, kami mengusulkan ke anggota dewan, sehingga sampah bisa diatasi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Selain mengusulkan ke anggota DPRD, dirinya mengaku juga akan mengusulkan pengadaan TPA di Pati selatan ini melalui APBD Kabupaten Pati. Dengan begitu, persoalan sampah yang dibuang sembarangan nantinya diharapkan lebih tertib dibuang pada TPA.</p>
<p>&#8220;Luas lahan yang dibutuhkan untuk membangun TPA paling sedikit sekitar 5 (lima). Lahan TPA menampung sampah harus melihat kondisi tanahnya juga,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/11/dinas-lingkungan-hidup-tekankan-pentingnya-bangun-tpa-di-pati-selatan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DLH Upayakan TPA Sukoharjo Tampung Sampah Lebih Lama</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/10/dlh-upayakan-tpa-sukoharjo-tampung-sampah-lebih-lama.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/10/dlh-upayakan-tpa-sukoharjo-tampung-sampah-lebih-lama.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2022 11:02:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas lingkungan hidup pati]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala DLH Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[TPA Sukoharjo]]></category>
		<category><![CDATA[Tulus Budiharjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=44870</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tulus Budiharjo mengatakan, pihaknya akan berupaya agar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo di Desa Sukoharjo, Margorejo berusia lebih lama dari pada standar yang diproyeksikan. Tulus menyebut TPA Sukoharjo dibangun pada tahun 2017 yang lalu dengan proyeksi usia mampu menampung hingga 10 tahun. Tetapi, dirinya menegaskan akan mengupayakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tulus Budiharjo mengatakan, pihaknya akan berupaya agar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo di Desa Sukoharjo, Margorejo berusia lebih lama dari pada standar yang diproyeksikan.</p>
<p>Tulus menyebut TPA Sukoharjo dibangun pada tahun 2017 yang lalu dengan proyeksi usia mampu menampung hingga 10 tahun. Tetapi, dirinya menegaskan akan mengupayakan agar lebih dari itu.</p>
<p>&#8220;Kita menggunakan metode sanitary landfill dibangun pada 2017, diproyeksi usia sampai 10 tahun atau sampai 2027. Hingga kini sudah berumur lima tahun sudah 50 persen ada. Kita tetap berupaya agar tidak hanya 10 tahun saja, tetapi supaya bisa lebih,&#8221; ucap Tulus, Rabu (5/10/2022).</p>
<p>Dia mengungkapkan bahwa TPA Sukoharjo menerapkan sistem sanitary landfill, di mana sistem ini sampah dibuang pada tempat yang cekung lalu ditimbun dan dipadatkan.</p>
<p>&#8220;Diuruk, karena sistem sanitary landfill itu dikasih lapisan geomembran sehingga cairan di situ tidak langsung ke tanah. Kemudian ipal juga ada di sana. Kemudian agar tidak menimbulkan bau itu memang ditimbun dengan tanah sebab metodenya seperti itu,&#8221; paparnya.</p>
<p>Lebih lanjut dia mengatakan jika TPA Sukoharjo terjadi overload, nantinya DLH akan membuka tempat baru di sisi sebelah timur. Pasalnya di situ masih memungkinkan dimanfaatkan dibuat timbunan sampah.</p>
<p>Pihaknya menuturkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mempunyai sanitary landfill TPA Sukoharjo dulunya berkat bantuan dari Kementerian PUPR. Saat itu biaya yang dibutuhkan pembuatannya sekitar Rp 14 miliar.</p>
<p>Pembuatan TPA yang membutuhkan anggaran sebesar itu, karenanya dirinya memikirkan agar tempat tersebut bisa digunakan dalam jangka waktu panjang. Di sisi lain, dia menuturkan DLH juga menekan volume sampah melalui sumbernya dan membentuk bank sampah.</p>
<p>&#8220;Makanya kita berupaya agar tidak kebingungan pada saat sanitary landfill di TPA Sukoharjo sudah penuh. Kita sudah berkoordinasi dengan Bappeda terkait teknisnya sudah ada tempat yang dimanfaatkan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sebagai informasi luas lahan TPA Sukoharjo itu menempati di atas tanah 12 hektar. Adapun sampah tiap hari yang masuk ke TPA tersebut antara 80 s/d 100 ton.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/10/dlh-upayakan-tpa-sukoharjo-tampung-sampah-lebih-lama.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sampah Lebaran di Pati Hari Ini Mulai Normal</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/05/sampah-lebaran-di-pati-hari-ini-mulai-normal.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/05/sampah-lebaran-di-pati-hari-ini-mulai-normal.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 May 2022 12:23:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas lingkungan hidup pati]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Lebaran di Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=41232</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Barangkali atau minimal warga dalam Kota Pati, selama ini tidak pernah terlintas di benak dan pemikirannya. Yakni, bagiaimana jika dalam kurun waktu lima tahun mendatang lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, tiba-tiba penuh dan tidak lagi mempunyai ruang untuk warga membuang produk sampahnya. Karena itu, pihak yang berkompeten Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_41230" aria-describedby="caption-attachment-41230" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-thumbnail wp-image-41230" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/05/DSC09268-300x300.jpg" alt="Kondisi timbunan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo, Kecamatan Margorejo.(Foto:SN/aed)" width="300" height="300" /><figcaption id="caption-attachment-41230" class="wp-caption-text">Kondisi timbunan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo, Kecamatan Margorejo.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Barangkali atau minimal warga dalam Kota Pati, selama ini tidak pernah terlintas di benak dan pemikirannya. Yakni, bagiaimana jika dalam kurun waktu lima tahun mendatang lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, tiba-tiba penuh dan tidak lagi mempunyai ruang untuk warga membuang produk sampahnya.</p>
<p>Karena itu, pihak yang berkompeten Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Minggu (8/Mei) hari ini mulai sedikit merasa lega karena produk buangan sampah dari warga sejak menjelang hingga usai Lebaran hari ini terdeteksi mulai kembali normal. Itu artinya, para personel yang harus mengangkut sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) tidak lagi terjadi penambahan volume.</p>
<p>Maksudnya, rata-rata mereka hanya mengangkut sampah dari TPS ke TPA sebanyak dua kali sehingga tidak seperti saat menjelang Lebaran hingga Sabtu (7/Mei) kemarin ditambah  dua kali lipat. &#8221;Dengan demikian, mulai hari ini sampah yang masuk ke TPA kembali rata-rata antara 80 s/d 100 ton atau paling tidak sudah berkurang separuhnya,&#8221;tandas Kepala DLH Kabupaten Pati, Mukhamad Tulus Budiarto.</p>
<figure id="attachment_41229" aria-describedby="caption-attachment-41229" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-thumbnail wp-image-41229" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/05/DSC09266-300x300.jpg" alt="Lubang ''Sanitarilandfil'' TPA Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, sisi selatan yang sudah tinggi menggunung akhirnya sampah pun luber ke lubang sisi utara tak bisa dihindari.(Foto:SN/aed)" width="300" height="300" /><figcaption id="caption-attachment-41229" class="wp-caption-text">Lubang &#8221;Sanitarilandfil&#8221; TPA Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, sisi selatan yang sudah tinggi menggunung akhirnya sampah pun luber ke lubang sisi utara tak bisa dihindari.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Dengan demikian, lanjutnya, dalam kondisi tersebut pihaknya tentu merasa sedikit lega karena timbunan sampah di TPA tidak lagi bertambah menggunung yang dampaknya sekarang mulai luber ke lubang sisi utara. Karena itu, produk-produk sampah dari warga yang banyak dibuang ke tempat penampungan sementara, lebih baik sejak keluar dari rumah sudah terlebih dahulu dipilah secara maksimal.</p>
<p>Apalagi, sampah dari buangan buah-buahan yang membusuk lebih baik dikemas tersendiri yang bisa terlihat oleh petugas pengambil, sehingga harus menggunakan kemasan kantong plastik yang transparan. Melalui cara itu, petugas akan melihat dan mengangkutnya dipilahkan karena sampah buah yang membusuk tersebut untuk memberi makan lalat Maggot BSF yang saat ini memang tengah diberdayakan di lingkungan TPA Sukoharjo.</p>
<p>Terlepas dari hal itu, paling tepat warga harus mengatur produk sampah dari rumah tangganya lebih banyak diupayakan sampah-sampah organik yang mudah terurai. &#8221;Kalau semua sampah dari jenis anorganik, utamanya kemasan-kemasan kantong dan botol plastik, seharusnya sudah dipilah sejak sebelum ke luar rumah, sehingga bisa dimanfaatkan untuk memberdayakan bank sampah,&#8221;imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/05/sampah-lebaran-di-pati-hari-ini-mulai-normal.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biokonversi Maggot BSF Mulai Dikembangkan Juga oleh Kelompok Warga</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/05/biokonversi-maggot-bsf-mulai-dikembangkan-juga-oleh-kelompok-warga.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/05/biokonversi-maggot-bsf-mulai-dikembangkan-juga-oleh-kelompok-warga.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 May 2022 10:44:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Black Soldier Fly (BSF)]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas lingkungan hidup pati]]></category>
		<category><![CDATA[Maggot]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=41204</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Maggot &#8221;Black Soldier Fly (BSF), sebenarnya adalah jenis lalat tapi bukan lalat sebagaimana umumnya yang suka hinggap di tempat kotor kemudian juga hinggap pula di makanan yang tanpa penutup (tudung saji). Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati sejak awal 2022 lalu mulai mengembangkannya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_41201" aria-describedby="caption-attachment-41201" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-thumbnail wp-image-41201" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/05/DSC09272-300x300.jpg" alt="Penanggungjawab pengembangan biokonversi Maggot BSF di lokasi TPA Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Heru (kiri) dan Nur Achsan (kanan) tengah mengambil telur Maggot untuk ditetaskan.(Foto:SN/aed)" width="300" height="300" /><figcaption id="caption-attachment-41201" class="wp-caption-text">Penanggungjawab pengembangan biokonversi Maggot BSF di lokasi TPA Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Heru (kiri) dan Nur Achsan (kanan) tengah mengambil telur Maggot untuk ditetaskan.(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Maggot &#8221;Black Soldier Fly (BSF), sebenarnya adalah jenis lalat tapi bukan lalat sebagaimana umumnya yang suka hinggap di tempat kotor kemudian juga hinggap pula di makanan yang tanpa penutup (tudung saji). Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati sejak awal 2022 lalu mulai mengembangkannya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang berlokasi di Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo.</p>
<p>Tidak hanya itu, papar Kepala DLH yang bersangkutan, Mukhamad Tulus Budiarto, sekarang lalat tersebut juga mulai dikembangkan oleh kelompok warga, karena lalat jenis itu mempunyai prospek ekonomi cukup baik. Sebab, para pemilihara ternak ayam, burung maupun ikan bisa memberikan makanan dari jenis lalat itu.</p>
<p>Adapun saat ini, kelompok warga yang juga sudah mulai mengembangkan, di antaranya di wilayah Kecamatan Margorejo, Sukolilo, dan bahkan juga sudah berlangsung pula di wilayah Kecamatan Cluwak. Bahkan dari kelompok pengembang Maggot yang disebut terakhir, menarik perhartian perusahaan makanan terbesar di Pati, PT Garudafood membantu pengembangannya dengan mengalokasikan CSR-nya.</p>
<p>Dengan demikian, jika pengembangannya semakin meningkat dan banyak menarik minat kelompok warga, pasti akan semakin banyak sampah organik yang dibutuhkan untuk kepentingan makanannya. &#8221;Sebab, Maggot tidak makan sampah jenis lain kecuali dari sampah buah-buahan yang membusuk dan biasanya dibuang bercampur aduk dengan sampah lain, sehingga sampah-sampah yang masih bisa dimanfaatkan atau dipilah oleh para pemulung di tempat akhir menjadi kotor,&#8221;ujarnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-thumbnail wp-image-41200" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/05/DSC09274-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></p>
<figure id="attachment_41199" aria-describedby="caption-attachment-41199" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-thumbnail wp-image-41199" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/05/DSC09276-300x300.jpg" alt="Maggot yang baru menetas adalah pemakan rakus sampah dari buah-buahan yang membusuk (atas) dan Maggot yang sudah tidak makan lagi karena sudah memasuki masa menjadi kepompong (bawah).(Foto:SN/aed)" width="300" height="300" /><figcaption id="caption-attachment-41199" class="wp-caption-text">Maggot yang baru menetas adalah pemakan rakus sampah dari buah-buahan yang membusuk (atas) dan Maggot yang sudah tidak makan lagi karena sudah memasuki masa menjadi kepompong (bawah).(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Kendati lalat jenis ini juga bermetamorfose, lanjutnya, tapi dari bak-bak yang menjadi tempatnya akan berproses secara alami. Yakni, mulai dari telur yang melekat pada bilah kayu untuk tempat bertelurnya, kemudian ditetas di tempat perkakas dari plastik (nampan). Setelah telur semua menetas kemudian ditempatkan di bak yang berfungsi untuk memberi makan, dan makanan tersebut berupa sampah buah yang membusuk.</p>
<p>Menjelang menjadi kepompong, maka Maggot itu sudah tidak makan lagi sampai nanti berubah menjadi lalat-lalat baik jantan maupun betina. Tiba saatnya lalat-lalat antara yang jantan dan betina kawin, sehingga usai lalat jantan melaksanakan tugasnya harus menanggung risiko, karena nasib selanjutnya harus berakhir dengan kematiannnya secara alami pula.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-thumbnail wp-image-41198" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/05/DSC09275-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></p>
<figure id="attachment_41203" aria-describedby="caption-attachment-41203" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-thumbnail wp-image-41203" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/05/DSC09277-300x300.jpg" alt="Pencermatan Maggot yang masih dalam bentuk ulat baru menetas (atas) dan rumah (kandang) Maggot yang harus saling kawin (bawah).(Foto:SN/aed)" width="300" height="300" /><figcaption id="caption-attachment-41203" class="wp-caption-text">Pencermatan Maggot yang masih dalam bentuk ulat baru menetas (atas) dan rumah (kandang) Maggot yang harus saling kawin (bawah).(Foto:SN/aed)</figcaption></figure>
<p>Pertanyaannya, bagaimana dengan kondisi Maggot betina? Setelah kawin dan terjadi pembuahan dari Maggot jantan, maka tahap berikutnya adalah bertelur dengan mengambil tempat yang sudah disediakan dari sisir bilah kayu, dan jumlah telurnya tentu saja sulit dihitung karena kondisinya terlalu lembut, sehingga Maggot mulai bisa dihitung berapa besar tingkat perkembangannya adalah saat setelah siap menjadi kepompong.</p>
<p>Akan tetapi yang jelas, dari Maggot betina setelah bertelur akhirnya harus juga mengalami nasib sama dengan pejantannya, mati. &#8221;Dari Maggot yang mati inilah, bisa dikumpulkan karena tak ubahnya seperti jangkrik sehingga bisa dimanfaatkan untuk memberi makan piaraan, baik ayam, burung maupun ikan, dan yang masih dalam bentuk ulat baru menetas jika dijual juga sudah laku,&#8221;imbuh Tulus Budiarto.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/05/biokonversi-maggot-bsf-mulai-dikembangkan-juga-oleh-kelompok-warga.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Luar Biasa Banyaknya Buangan Sampah di Pati Mulai Hari Ini</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/05/luar-biasa-banyaknya-buangan-sampah-di-pati-mulai-hari-ini.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/05/luar-biasa-banyaknya-buangan-sampah-di-pati-mulai-hari-ini.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 May 2022 13:20:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas lingkungan hidup pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=41144</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Luar biasa&#8230;&#8230;!! Itulah ungkapan yang tepat untuk menyebutkan mulai kian bertambah banyak sampah produk masyarakat di Kabupaten Pati, sampai H-1 datangnya Lebaran 1443 Hijriyah, Minggu (1 Mei) 2022 yang jika dihitung rata-rata, jumlahnya mencapai dua kali lipat dibanding hari-hari biasa. Karen itu, papar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Mukhamad Tulus Biduarto, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Luar biasa&#8230;&#8230;!! Itulah ungkapan yang tepat untuk menyebutkan mulai kian bertambah banyak sampah produk masyarakat di Kabupaten Pati, sampai H-1 datangnya Lebaran 1443 Hijriyah, Minggu (1 Mei) 2022 yang jika dihitung rata-rata, jumlahnya mencapai dua kali lipat dibanding hari-hari biasa.</p>
<p>Karen itu, papar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Mukhamad Tulus Biduarto, menjawab pertanyaan Minggu (1/Mei) 2022 tadi pagi, dan ternyata yang bersangkutan kendati menjadi cuti bersama Lebaran, ternyata sudah berada di Tempat Penampungan Sementara (TPS). Yakni, di pinggir jalan raya Jetek, Kecamatan Wedarijaksa dan Guyangan, Kecamatan Trangkil.</p>
<p>Hal tersebut, lanjutnya, pengemudi kendaraan pengangkut sampah yang pagi-pagi sudah berada di setiap TPS wilayah masing-masing, ternyata banyak yang menyampaikan informasi  bahwa hari ini, sampah di TPS tidak bisa jika hanya diangkut dalam satu kali menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Yakni, di Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, karena selain kontainer yang ada di lokasi TPS penuh juga masih terdapat sampah yang dibuang atau ditempatkan di luar kontainer.</p>
<p>Khusus sampah yang disebut terakhir, pihaknya pun harus mengerahkan untuk pengambilannya dengan menggunakan &#8221;dump truck&#8221; pengangkut. &#8221;Dengan demikian, pengambilan sampah tersebut sama sekali tidak bisa ditunda meskipun hanya satu hari, melainkan hari itu juga harus diangkut ke TPA,&#8221;tandasnya.</p>
<figure id="attachment_41142" aria-describedby="caption-attachment-41142" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-thumbnail wp-image-41142" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG-20220501-WA0024-300x300.jpg" alt="Sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang ditempatkan di luar kontainer harus diangkut hari ini juga dengan menggunakan ''dump truck.''(Foto:SN/dok-lus)" width="300" height="300" /><figcaption id="caption-attachment-41142" class="wp-caption-text">Sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang ditempatkan di luar kontainer harus diangkut hari ini juga dengan menggunakan &#8221;dump truck.&#8221;(Foto:SN/dok-lus)</figcaption></figure>
<p>Jika sampai tertunda satu hari saja, lanjutnya, jumlah sampah yang tidak tertampung di kontainer TPS kian bertambah dua kali lipat, sehingga akan tampak berserakan mengingat kontainer yang tersedia di masing-masing TPS sudah penuh. Berdasarkan pertimbangan kondisi tersebut, maka kendaraan sampah harus mengangkut dari TPS tidak cukup satu kali, melainkan sampai dua kali.</p>
<p>Dengan demikian, jika selama ini atau pada hari-hari biasa sampah yang harus diangkut dari sejumlah TPS rata-rata sampa 80 ton/hari, maka saat ini sudah mencapai dua kali. Padahal, Lebaran baru mulai berlangsung, Senin (2/Mei) 2022 besok, sehingga bisa dilihat jika hal tersebut berlangsung hingga sepekan setelah Lebaran, maka bisa kita hitung berapa sampah produk rumah tangga warga Pati.</p>
<figure id="attachment_41141" aria-describedby="caption-attachment-41141" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-thumbnail wp-image-41141" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG-20220501-WA0022-300x300.jpg" alt="Dua kontainer sampah di TPS Sleko yang sebelum diangkut keduanya sudah penuh, Minggu (1/Mei) 2022 hari ini.(Foto:SN/dok-lus)" width="300" height="300" /><figcaption id="caption-attachment-41141" class="wp-caption-text">Dua kontainer sampah di TPS Sleko yang sebelum diangkut keduanya sudah penuh, Minggu (1/Mei) 2022 hari ini.(Foto:SN/dok-lus)</figcaption></figure>
<p>Hal tersebut belum ditambah sampah dari pasar-pasar yang dikelola sendiri oleh Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, sehingga masalah sampah ini produk dan volumenya sehari-hari dibutuhkan kajian yang benar-benar cermat. Sebab, hal itu menyangkut penyediaan lahan yang saat ini berfungsi sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA).</p>
<p>Bagi yang tidak benar-benar mencermati permasalahan sampah ini, barangkali menganggap masalah itu sebagai hal sepele. &#8221;Akan tetapi, jika melihat produksi sampah menjelang Lebaran saja sudah melonjak dua kali lipat, hal ini tentu membutuhkan upaya antisipasi cukup serius, sehingga kami pun harus melakukan budidaya maggot,&#8221;imbuh Mukhamad Tulus Budiarto.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/05/luar-biasa-banyaknya-buangan-sampah-di-pati-mulai-hari-ini.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
