<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dinas kesehatan pati &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/dinas-kesehatan-pati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Dec 2022 11:56:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>697 Kasus DBD di Pati, 6 di Antaranya Meninggal</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/12/697-kasus-dbd-di-pati-6-di-antaranya-meninggal.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/12/697-kasus-dbd-di-pati-6-di-antaranya-meninggal.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2022 11:56:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Aviani Tritanti Venusia]]></category>
		<category><![CDATA[DBD di Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[dinas kesehatan pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Dinkes Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=46593</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Sedikitnya terdapat 697 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pati. Dari jumlah tersebut 6 di antaranya meninggal dunia. Hal itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) per November 2022. Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti Venusia menyebut di tahun 2022 ini kasus DBD cukup tinggi. Di antara penyebabnya adalah air hujan yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Sedikitnya terdapat 697 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pati. Dari jumlah tersebut 6 di antaranya meninggal dunia. Hal itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) per November 2022.</p>
<p>Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti Venusia menyebut di tahun 2022 ini kasus DBD cukup tinggi. Di antara penyebabnya adalah air hujan yang tidak bisa mengalir. Akibatnya air hujan tertampung yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan data sampai November 697 kasus (DBD). Yang meninggal 6 orang, 2 laki-laki 4 perempuan. Tersebar di semua kecamatan. Adapun yang paling tinggi yaitu di puskesmas Juwana ada 90 kasus,&#8221; ucap Aviani dalam rekaman yang ditulis Kamis (29/12/2022).</p>
<p>Berikutnya Kecamatan Kayen sebanyak 68 kasus, Puskesmas Margoyoso II dan Dukuhseti ada 60 kasus. Lalu Puskesmas Tayu I terdapat 52 kasus.</p>
<p>Sementara itu, lanjut dia berdasarkan grafik kasus DBD di Kabupaten Pati terbanyak terjadi pada bulan Agustus sebanyak 115 kasus. Di susul bulan Januari dan Mei masing-masing 85 kasus. Kemudian di bulan Juli 72 dan Oktober 70 kasus.</p>
<p>&#8220;Nyamuk Aedes ini berkembang biak di air yang tergenang dan tertampung yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Meskipun air bersih, tetapi itu tetap menjadi perkembangbiakan nyamuk karena menggenang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menurut dia, kasus DBD ini banyak menular ke anak-anak. Pasalnya, bagi usia anak ini cenderung tidak banyak melakukan aktivitas. Di samping itu faktornya adalah tidur di pagi hari yang membuat imun tubuh melemah.</p>
<p>Untuk mengatasi DBD, Aviani telah melakukan langkah-langkah dengan memberikan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat. Berbeda halnya dengan foging. Untuk sekarang ini sudah mulai dikurangi.</p>
<p>Sekarang agak kita kurangi, bukannya kita tidak memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun itu kurang efektif. Kita programnya melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Lalu ada juga SikatWae (Siaga Masyarakat Waspada Aedes Aegypti) yang sudah ada Perbupnya,&#8221; tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/12/697-kasus-dbd-di-pati-6-di-antaranya-meninggal.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinkes Lakukan Tes VCT Tekan HIV-AIDS</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/12/dinkes-lakukan-tes-vct-tekan-hiv-aids.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/12/dinkes-lakukan-tes-vct-tekan-hiv-aids.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2022 11:53:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[dinas kesehatan pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Pati]]></category>
		<category><![CDATA[HIV-AIDS di Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=46578</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya menekan angka penderita HIV-AIDS. Upaya ini dengan melakukan pendataan melalui testing VCT (voluntary counseling and testing). Tes VCT ini merupakan serangkaian tes dan konseling yang dilakukan pihak berwenang untuk mengetahui apakah seseorang positif atau negatif mengidap HIV. Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya menekan angka penderita HIV-AIDS. Upaya ini dengan melakukan pendataan melalui testing VCT (voluntary counseling and testing).</p>
<p>Tes VCT ini merupakan serangkaian tes dan konseling yang dilakukan pihak berwenang untuk mengetahui apakah seseorang positif atau negatif mengidap HIV.</p>
<p>Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti Venusia mengatakan, pemerintah daerah telah memberikan kemudahan dengan mendekatkan pelayanan kesehatan di puskesmas masing-masing kecamatan. Termasuk mendatangi tempat rawan yang menjadi pemicu penyebaran virus HIV.</p>
<p>&#8220;Pelaksanaan tes VCT bisa di puskesmas ada, rumah sakit yang menyediakan layanan VCT dan tempat-tempat lain kita datangi seperti karaoke,&#8221; kata Aviani di kantornya, Rabu (28/12/2022).</p>
<p>Persoalan testing HIV-AIDS ini ditengarai masih menjadi momok yang menakutkan bagi mereka pekerja seks komersial. Aviani tak tahu pasti apakah yang bersangkutan takut kalau tahu di dalam dirinya terjangkit virus HIV atau bagimana.</p>
<p>Meski demikian, Dinkes tetap meminta bagi pekerja seks agar lebih berhati-hati. Pekerja seks diminta dalam aktivitasnya secara aman yaitu memakai kondom. Tujuannya agar tidak menularkan ke yang lain.</p>
<p>&#8220;Kemudian setelah dites ternyata si X positif misalnya, kita edukasi selanjutnya dipisahkan dulu dari teman seprofesi. Kemudian kita suruh untuk berobat. Syukur-syukur kalau mau menghentikan profesinya itu, Alhamdulillah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Pasalnya, dia mengungkapkan ada sebagian kasus ketika mengetahui mengidap HIV. Temannya juga harus kena juga. &#8220;Justru seperti balas dendam, aku terkena ya kamu juga (harus) terkena juga,&#8221; bebernya.</p>
<p>Aviani menekankan bagi yang terkena HIV, agar rutin mengikuti pengobatan. Hal ini dilakukan agar virus tersebut tidak sampai mengarah pada AIDS.</p>
<p>&#8220;Orangnya paham kita edukasi, diobati ikut pengobatan secara teratur Insyaallah bisa tidak jatuh terkena penyakit AIDS bagi yang masih HIV belum AIDS. Memang belum ada obat AIDS, tetapi ada obat anti retroviral itu untuk menekan perkembangbiakan virus HIVnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Penyakit ini dijelaskan dapat menular melalui air mani (hubungan seksual), air susu ibu (ASI), maupun jarum suntik. Sementara berdasarkan catatan Dinkes, di Pati yang terkena HIV-AIDS sejak tahun 2017 sejumlah 2.288 orang.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/12/dinkes-lakukan-tes-vct-tekan-hiv-aids.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengetahuan Penanganan Katarak di Pati Diakui Minim</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/12/pengetahuan-penanganan-katarak-di-pati-diakui-minim.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/12/pengetahuan-penanganan-katarak-di-pati-diakui-minim.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2022 13:39:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[dinas kesehatan pati]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan Penanganan Katarak di Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=46308</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menyebut bahwa masyarakat di Bumi Mina Tani masih banyak yang belum tahu akan hal pengetahuan serta penanganan penyakit katarak. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati, Aviani Tritanti Venusia saat menghadiri kegiatan Operasi Katarak oleh Sentra Margo Laras Pati bersama Perhimpunan Dokter Mata Indonesia (Perdami) di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menyebut bahwa masyarakat di Bumi Mina Tani masih banyak yang belum tahu akan hal pengetahuan serta penanganan penyakit katarak.</p>
<p>Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati, Aviani Tritanti Venusia saat menghadiri kegiatan Operasi Katarak oleh Sentra Margo Laras Pati bersama Perhimpunan Dokter Mata Indonesia (Perdami) di RSUD RAA Soewondo, Rabu (14/12/2022).</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Aviani mewakili Pj Bupati Pati yang berhalangan tidak bisa mengikuti kegiatan.. Menurutnya Pemkab Pati mendukung kegiatan sosial yang diinisiasi Kemensos tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami menyambut baik kegiatan sosial operasi katarak, karena bagaimanapun juga masih banyak masyarakat yang belum terjangkau karena keterbatasan SDM yang dimiliki,&#8221; ucap Aviani.</p>
<p>Dengan masifnya pengobatan katarak, dia berharap nantinya masyarakat secara luas menyebarkan kepada lingkungan di sekitarnya. Sehingga pengetahuan serta sosialisasi berjalan beriringan, baik langsung di masyarakat maupun pihak yang berwenang.</p>
<p>Tak hanya minimnya pengetahuan seputar penanganan katarak, Aviani juga menyebut masyarakat di Kabupaten Pati cenderung takut untuk memeriksakan penyakit yang dideritanya itu. Padahal, masyarakat justru harus mendapatkan pelayanan pengobatan.</p>
<p>&#8220;Adanya kegiatan seperti ini, nantinya diharapkan masyarakat getok tular kepada yang lain supaya jangan takut untuk memeriksakan menderita katarak agar mau operasi katarak. Mereka berhak menerima tindakan pelayanan itu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sedangkan perwakilan Perdami, Heroe Joenianto menyatakan berdasarkan survei yang dilakukan WHO, ditemukan angka kebutaan secara umum 3 persen Indonesia. Sedangkan di Jawa Tengah terdapat 2,7 persen masyarakat menderita katarak.</p>
<p>&#8220;Dirjen P2M Kemenkes menyebutkan populasi penyakit katarak 0,1 persen dari jumlah penduduk. Artinya didapatkan dalam kurun waktu satu tahun itu sebanyak 250 ribu penderita baru penyakit katarak,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Heroe mengungkapkan, Perdami secara umumnya diberikan amanah oleh pemerintah pusat untuk menyelesaikan kasus katarak dengan sumber daya yang dimiliki. Dia menyebut kemampuan Perdami dalam satu tahun penanganan buta katarak sebanyak 180 ribu.</p>
<p>&#8220;Berarti masih hutang tunggakan. Disinilah dibutuhkan peran lintas sektor untuk membantu Perdami, mulai Margo Laras, TNI-Polri, Sidomuncul itu yang biasanya membantu kami,&#8221; tandas dia.</p>
<p>Kategori WHO, penglihatan tidak sampai 3 meter itu sudah kategori kebutaan</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/12/pengetahuan-penanganan-katarak-di-pati-diakui-minim.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinkes Pati Maksimalkan Intervensi Pencegahan Stunting</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/03/dinkes-pati-maksimalkan-intervensi-pencegahan-stunting.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/03/dinkes-pati-maksimalkan-intervensi-pencegahan-stunting.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Iir Khoiriyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2021 10:43:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[dinas kesehatan pati]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=26063</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Sebelumnya Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Kasriatun pada Kamis, (18/3/2021) mengatakan selama ini sudah mencoba melakukan pencegahan dan penanggulangan untuk mengurangi stunting di Kabupaten Pati. “Pencegahan yang kita lakukan yang pertama itu mengeluarkan Perbub Nomer 11 Tahun 2020 tentang pencegahan dan penanggulangan stunting. Dan intervensinya disitu itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI </strong>&#8211; Sebelumnya Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Kasriatun pada Kamis, (18/3/2021) mengatakan selama ini sudah mencoba melakukan pencegahan dan penanggulangan untuk mengurangi stunting di Kabupaten Pati.</p>
<p>“Pencegahan yang kita lakukan yang pertama itu mengeluarkan Perbub Nomer 11 Tahun 2020 tentang pencegahan dan penanggulangan stunting. Dan intervensinya disitu itu banyak sekali seperti pengadaan Desa Lokus atau Desa Lokasi Fokus sejak tahun 2020 lalu,” jelasnya.</p>
<p>Kasriatun menyebut, Desa Lokasi Fokus (Lokus) diadakan guna mengawal desa-desa yang masuk dalam daftar Desa Lokus untuk fokus dalam penanggulangan stunting.</p>
<p>Meski begitu, pihaknya mengaku tidak mengesampingkan desa yang lain karena masih banyak intervensi-intervensi lainnya seperti penguatan kelas ibu hamil balita, tindak lanjut dari penimbangan serentak dan pelayanan pola asuh di masing-masing posyandu.</p>
<p>Pihaknya mengakui pencegahan stunting bukanlah hal yang mudah semudah membalikkan telapak tangan.</p>
<p>“Yang penting itu intervensi stunting itu fokusnya bukan soal penanggulangan tapi fokusnya ke pencegahan,” terangnya</p>
<p>Untuk itu lanjutnya, ia mengatakan dalam pencegahan stunting perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak khususnya pemerintah desa dan Dispermades agar memfasilitasi kebutuhan khususnya anggaran untuk mewujudkan posyandu yang layak. Semua itu diharapkan agar mendapat hasil yang maksimal dan penanganan yang tepat sasaran.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/03/dinkes-pati-maksimalkan-intervensi-pencegahan-stunting.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinkes Pati Sebut Perokok Picu Resiko Stunting pada Anak</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2021/03/dinkes-pati-sebut-perokok-picu-resiko-stunting-pada-anak.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2021/03/dinkes-pati-sebut-perokok-picu-resiko-stunting-pada-anak.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Iir Khoiriyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2021 10:58:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[dinas kesehatan pati]]></category>
		<category><![CDATA[dkk]]></category>
		<category><![CDATA[perokok]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=26016</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Bahaya rokok memang tak hanya berdampak bagi para perokok aktif, namun juga pada perokok pasif. Tentu hal ini lebih ironis jika perokok pasif tersebut adalah orang-orang terdekat yakni keluarga kita sendiri. Diketahui bahwa merokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi ibu hamil hingga mengakibatkan stunting pada anak. Aktifitas merokok hingga menyebabkan stunting pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Bahaya rokok memang tak hanya berdampak bagi para perokok aktif, namun juga pada perokok pasif. Tentu hal ini lebih ironis jika perokok pasif tersebut adalah orang-orang terdekat yakni keluarga kita sendiri. Diketahui bahwa merokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi ibu hamil hingga mengakibatkan stunting pada anak.</p>
<p>Aktifitas merokok hingga menyebabkan stunting pada anak, akhir-akhir ini juga menjadi perhatian di lingkup nasional. Hal ini sesuai dengan apa yang diungkapkan Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Kasriatun, Kamis (18/3/2021).</p>
<p>“Iya intinya kalau bapaknya merokok dekat dengan ibunya yang lagi hamil, menurut penelitian kan dapat menyebabkan berat badan bayi terlalu rendah. Kalau berat badan bayi terlalu rendah resiko stunting itu lebih tinggi,” katanya pada Samin News saat ditemui di meja kerjanya.</p>
<figure id="attachment_26018" aria-describedby="caption-attachment-26018" style="width: 720px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-26018 size-full" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/03/photo_2021-03-18_17-51-09-ink.jpeg" alt="" width="720" height="401" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/03/photo_2021-03-18_17-51-09-ink.jpeg 720w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/03/photo_2021-03-18_17-51-09-ink-300x167.jpeg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2021/03/photo_2021-03-18_17-51-09-ink-696x388.jpeg 696w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-26018" class="wp-caption-text">Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Kasriatun. (Iir Khoiriyah/Samin News)</figcaption></figure>
<p>Stunting yang merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi pada masa awal pertumbuhan anak, tidak hanya menyebabkan tubuh pendek. Namun stunting juga berdampak pada masa depan anak karena mempengaruhi daya imun dan kecerdasan.</p>
<p>Kasriatun melanjutkan, Ia mengatakan perokok pasif seperti para bayi dan balita lebih lebih rentan terkena dampaknya. Hal itu karena mereka menghirup asap rokok secara langsung tanpa ada filter atau penghalang.</p>
<p>“Untuk mencegah stuntingnya ya jadi bapak-bapak tidak boleh merokok saat ibunya sedang hamil atau kalo merokok dia harus diluar rumah, pokoknya jangan sampai dekat ibunya yang lagi hamil,” tegasnya.</p>
<p>Selain itu, pihaknya mengatakan selama ini sudah mencoba melakukan pencegahan dan penanggulangan untuk mengurangi stunting di Kabupaten Pati.</p>
<p>“Pencegahan yang kita lakukan yang pertama itu mengeluarkan regulasi pencegahan dan penanggulangan Perbub Nomor 11 Tahun 2020 tentang pencegahan dan penanggulangan stunting. Intervensinya juga banyak seperti pengadaan Desa Lokus atau Desa Lokasi Fokus sejak tahun 2020 lalu,” jelasnya</p>
<p>Pihaknya mengungkapkan pencegahan stunting bukanlah hal yang mudah semudah membalikkan telapak tangan. Artinya intervensinya harus dilakukan secara terus menerus dan dikawal perkembangannya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2021/03/dinkes-pati-sebut-perokok-picu-resiko-stunting-pada-anak.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
