<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BPBD Kabupaten Pati &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/bpbd-kabupaten-pati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Aug 2023 14:06:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Kekeringan, BPBD Pati Droping Air Bersih ke Dua Desa di Jaken</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/08/kekeringan-bpbd-pati-droping-air-bersih-ke-dua-desa-di-jaken.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/08/kekeringan-bpbd-pati-droping-air-bersih-ke-dua-desa-di-jaken.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Aug 2023 14:06:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Droping Air Bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Kekeringan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=50451</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati saat ini sudah mulai melakukan pengiriman bantuan air bersih bagi masyarakat. Itu dilakukan karena terdapat beberapa desa di Pati yang mengalami kekeringan hingga kesulitan mendapatkan akses kebutuhan pokok tersebut. Beberapa desa di Kabupaten Pati bagian timur mengalami kekeringan. Keringnya sumber air itu diakibatkan karena dampak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati saat ini sudah mulai melakukan pengiriman bantuan air bersih bagi masyarakat. Itu dilakukan karena terdapat beberapa desa di Pati yang mengalami kekeringan hingga kesulitan mendapatkan akses kebutuhan pokok tersebut.</p>
<p>Beberapa desa di Kabupaten Pati bagian timur mengalami kekeringan. Keringnya sumber air itu diakibatkan karena dampak dari musim kemarau panjang. Musim kemarau tahun 2023 diprediksi berlangsung mulai Mei hingga akhir tahun dengan sifat relatif kering.</p>
<p>Kepala Pelaksana Harian BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya menjelaskan pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih ke dua desa di Kecamatan Jaken. Wilayah tersebut sudah mulai mengalami kekeringan dan berdampak pada kelangkaan air bersih.</p>
<p>&#8220;BPBD mengirim bantuan air bersih bagi masyarakat ke 2 desa, itu Desa Ronggo dan Sidomukti Kecamatan Jaken. Sudah kita kirim masing-masing 8.500 liter air (mulai) kemarin dan hari ini,&#8221; kata Budi, Selasa (1/8/2023).</p>
<p>Sementara, salah satu penerima bantuan, Wito menjelaskan bahwa di wilayah Jaken ketika musim kemarau tiap tahunnya berakibat keringnya sumber mata air. Sehingga hal itu berimbas dan berdampak sulit bagi keseharian warga.</p>
<p>Wito menyatakan, untuk mendapatkan air bersih warga biasanya ngangsu ke sumur di desa. Akan tetapi lokasinya cukup jauh dari tempat tinggal. Kendati demikian, hal itu tetap dilakukan demi memenuhi kebutuhan tiap hari.</p>
<p>&#8220;Biasanya ngambil air sumur di desa tapi lokasinya jauh untuk mencukupi kebutuhan. Tiap musim kemarau, di sini selalu kekurangan dan kesulitan mendapatkan air bersih,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dia berharap tiap minggu pemerintah daerah, memberikan bantuan air bersih bagi masyarakat. Mengingat di tempatnya sumber kehidupan itu sering langka ketika kemarau.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/08/kekeringan-bpbd-pati-droping-air-bersih-ke-dua-desa-di-jaken.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puncak Kemarau di Pati Diprediksi Berlangsung Agustus hingga September</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/08/puncak-kemarau-di-pati-diprediksi-berlangsung-agustus-hingga-september.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/08/puncak-kemarau-di-pati-diprediksi-berlangsung-agustus-hingga-september.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Aug 2023 13:16:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Droping Air]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Kemarau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=50449</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Puncak musim kemarau diprediksi bakal terjadi antara bulan Agustus hingga September. Hal ini berdasarkan prakiraan cuaca yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya menjelaskan prediksi cuaca bukan dibuat oleh BPBD selaku di daerah. Melainkan data dari rilis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Puncak musim kemarau diprediksi bakal terjadi antara bulan Agustus hingga September. Hal ini berdasarkan prakiraan cuaca yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).</p>
<p>Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya menjelaskan prediksi cuaca bukan dibuat oleh BPBD selaku di daerah. Melainkan data dari rilis prakiraan cuaca dari BMKG.</p>
<p>Budi menyatakan bahwa dari hasil rilis prakiraan yang diterimanya itu prediksi musim kemarau, tahun 2023 ini di Kabupaten Pati terjadi selang waktu antara bulan Mei sampai Oktober.</p>
<p>&#8220;Puncak musim kemarau di bulan Agustus dan September,&#8221; ujar Budi saat dikonfirmasi awak media, Selasa (1/8/2023).</p>
<p>Lebih lanjut, Budi menuturkan kemarau pada tahun 2023 ini bakal terjadi lebih lama dengan sifat kering. Menurutnya, kejadian ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, musim kemarau diprediksi bakal berlangsung hingga akhir tahun.</p>
<figure id="attachment_50448" aria-describedby="caption-attachment-50448" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-50448" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230801-WA0004.jpg" alt="Droping bantuan air bersih ke Kecamatan Jaken (Istimewa/Samin News)" width="1600" height="719" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230801-WA0004.jpg 1600w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230801-WA0004-300x135.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230801-WA0004-1024x460.jpg 1024w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230801-WA0004-768x345.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230801-WA0004-1536x690.jpg 1536w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230801-WA0004-696x313.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230801-WA0004-1068x480.jpg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230801-WA0004-935x420.jpg 935w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-50448" class="wp-caption-text">Droping bantuan air bersih ke Kecamatan Jaken (Istimewa/Samin News)</figcaption></figure>
<p>&#8220;Karena ada fenomena El Nino, maka diperkirakan musim kemaraunya bisa lebih panjang sampai bulan November. Dan bagi di beberapa tempat utamanya di pantura timur, bahkan bisa sampai awal Desember,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Bahkan memasuki pekan pertama bulan Agustus, dikatakan BPBD Pati sudah menerima sejumlah pengajuan bantuan air bersih. Menurutnya, kini sudah ada dua desa di wilayah Pati timur yang didroping bantuan air untuk kebutuhan konsumsi masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/08/puncak-kemarau-di-pati-diprediksi-berlangsung-agustus-hingga-september.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendangkalan dan Parkir Kapal Pemicu Meluapnya Sungai Silugonggo</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/03/pendangkalan-dan-parkir-kapal-pemicu-meluapnya-sungai-silugonggo.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/03/pendangkalan-dan-parkir-kapal-pemicu-meluapnya-sungai-silugonggo.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Mar 2023 13:12:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[desa banjarsari]]></category>
		<category><![CDATA[Dukuh Biteng]]></category>
		<category><![CDATA[Gabus]]></category>
		<category><![CDATA[intensitas hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Juwana]]></category>
		<category><![CDATA[kayen]]></category>
		<category><![CDATA[normalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[parkir kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Pati]]></category>
		<category><![CDATA[pendangkalan sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Sukolilo]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Silugonggo.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=47807</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Banjir limpasan dari Sungai Silugonggo yang melintasi dari atas mulai Sukolilo, Kayen, Gabus, Pati Kota hingga Juwana naik ke permukaan rumah warga. Wilayah di sekitar sungai itu menjadi langganan banjir tiap kali hujan deras datang. Sebut saja Dukuh Biteng Desa Banjarsari Kecamatan Gabus. Di wilayah ini banjir sudah menjadi langganan. Selain lantaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Banjir limpasan dari Sungai Silugonggo yang melintasi dari atas mulai Sukolilo, Kayen, Gabus, Pati Kota hingga Juwana naik ke permukaan rumah warga. Wilayah di sekitar sungai itu menjadi langganan banjir tiap kali hujan deras datang.</p>
<p>Sebut saja Dukuh Biteng Desa Banjarsari Kecamatan Gabus. Di wilayah ini banjir sudah menjadi langganan. Selain lantaran cuaca ekstrim, banjir limpasan Silugonggo tersebut diduga faktornya adalah parkir kapal besar yang menghambat aliran air ke laut. Sehingga berdampak air meluap ke daratan.</p>
<p>Kasnari (48) warga Dukuh Biteng Desa Banjarsari mengatakan, banjir sudah ketiga kalinya terhitung belum ada setahun. Sebelumnya, banjir merendam berbulan-bulan namun sudah surut. Tetapi awal tahun 2023 ini banjir kembali datang.</p>
<p>&#8220;(banjir) awal tahun sudah surut, ini banjir datang lagi kemarin dua mingguan. Jarak pemukiman (Biteng) ke Silugonggo tak kurang 70-an m,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Langganan banjir itu ya termasuk karena ada kapal di Juwana, jadi air tidak lancar berhenti lalu meluap ke desa-desa pinggiran sungai,&#8221; sambung Kasnari.</p>
<p>Apalagi dia menyebut cuaca hujan yang terjadi dengan intensitas tinggi menambah air semakin naik ke permukaan. Belum lagi hujan dari wilayah atas. Sehingga, dia berharap ada upaya untuk melakukan upaya mencarikan solusi mengatasi persoalan kapal itu.</p>
<p>Hujan beserta parkir kapal yang disebut memicu terjadinya banjir di sekitaran sungai, disebut juga kondisi Sungai Silugonggo sudah mengalami pendangkalan. Sehingga tak mampu menampung banyak debit air.</p>
<p>&#8220;Pendangkalan Sungai Silugonggo itu juga termasuk penyebab banjir. Sudah tak bisa ngalir karena adanya parkir kapal ditambah sungai dangkal pula. Normalisasi sudah lama tidak ada,&#8221; ungkap Karmeni warga lainnya.</p>
<p>Sedangkan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya menjelaskan berdasarkan data yang diterimanya per tanggal 2 Maret 2023 banjir terjadi di 8 kecamatan. Meliputi, Kecamatan Gabus, Jakenan, Pati, Kayen, Dukuhseti, Sukolilo, Juwana dan Margoyoso.</p>
<p>&#8220;Sudah sekitar satu minggu (lebih) hujan intensitas tinggi dan cuaca yang sangat ekstrim di Pati beberapa hari ini, mengakibatkan DAS (Daerah Aliran Sungai) tidak mampu menampung debit air hujan dan meluap menggenangi beberapa kecamatan,&#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/03/pendangkalan-dan-parkir-kapal-pemicu-meluapnya-sungai-silugonggo.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penanaman di Kawasan Hulu Kurangi Resiko Banjir di Pati</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/09/penanaman-di-kawasan-hulu-kurangi-resiko-banjir-di-pati.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/09/penanaman-di-kawasan-hulu-kurangi-resiko-banjir-di-pati.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2022 13:20:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Pelaksana BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[Kurangi Resiko Banjir di Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Martinus Budi Prasetya]]></category>
		<category><![CDATA[Pegunungan Muria]]></category>
		<category><![CDATA[Penanaman pohon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=44377</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati menyebut banjir yang melanda di daerah diakibatkan dari rusaknya kawasan serapan di wilayah hulu. Padahal, jika kawasan serapan ini berfungsi maksimal, setidaknya tidak akan terjadi atau bisa mengurangi volume banjir. Kepala Pelaksana BPBD, Martinus Budi Prasetya mengatakan, pihaknya bersama dengan pemangku kebijakan kehutanan terus berupaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com</a>, PATI</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati menyebut banjir yang melanda di daerah diakibatkan dari rusaknya kawasan serapan di wilayah hulu. Padahal, jika kawasan serapan ini berfungsi maksimal, setidaknya tidak akan terjadi atau bisa mengurangi volume banjir.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD, Martinus Budi Prasetya mengatakan, pihaknya bersama dengan pemangku kebijakan kehutanan terus berupaya melakukan gerakan agar bisa mengurangi resiko banjir.</p>
<p>Upaya tersebut dengan menggandeng Perhutani selaku yang berwenang di hutan lindung, serta Cabang Dinas Kehutanan (CDK) mempunyai kewenangan pada hutan produksi masyarakat dengan melakukan penanaman.</p>
<p>&#8220;Banyak upaya yang dilakukan baik oleh Perhutani maupun Cabang Dinas Kehutanan (CDK), selain melakukan penanaman tanaman kayu, juga pohon yang buah,&#8221; ungkap Martinus, Kamis (15/9/2022) kemarin.</p>
<p>Ini dilakukan menurut Martinus ditujukan agar setelah pohon tersebut berbuah, masyarakat merasakan manfaatnya. Kemudian masyarakat secara sadar dan mau mengurangi tanaman semusim yaitu ketela di wilayah utara dan jagung di selatan.</p>
<p>Dirinya mengungkapkan bahwa geografis wilayah Kabupaten Pati seperti mangkok, sebab dikelilingi pegunungan di bagian Barat pegunungan Pati Ayam, bagian utara Pegunungan Muria, sedangkan bagian selatan Pegunungan Kendeng. Jadi ada yang mengatakan Pati rumah air, masuk dari mana saja memang masuknya ke Pati.</p>
<p>Kendati demikian, pihaknya mengaku jika banjir beberapa tahun ini tidak besar. Akan tetapi betapa pun besar kecilnya banjir, akan menimbulkan kerugian akibat banjir tersebut.</p>
<p>&#8220;Maka yang harus kita lakukan adalah mengurangi resiko, mengurangi kerugian yang mungkin diakibatkan dampak dari banjir. Kemudian upaya yang bisa kita lakukan sungguh-sungguh memelihara dari hulu sampai hilir supaya banjir itu tidak besar,&#8221; paparnya.</p>
<p>Dirinya mencontohkan banjir yang baru saja terjadi misalnya, di Tunjungrejo Margoyoso itu ternyata diakibatkan di daerah Tlogowungu yang lokasinya di wilayah atas. &#8220;Maka penguatan di daerah hulu itu memang harus dan segera dilakukan,&#8221; tegasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/09/penanaman-di-kawasan-hulu-kurangi-resiko-banjir-di-pati.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BPBD Libatkan Lintas Sektor Susun Dokumen Penanggulangan Bencana</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/09/bpbd-libatkan-lintas-sektor-susun-dokumen-penanggulangan-bencana.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/09/bpbd-libatkan-lintas-sektor-susun-dokumen-penanggulangan-bencana.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2022 11:52:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Penanggulangan Bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=44344</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati menggelar Focus Grup Discussion (FGD) lintas sektor kaitannya untuk menyusun dokumen rencana penanggulangan Kebencanaan di wilayah Kabupaten Pati. FGD di kantor BPBD Pati tersebut dihadiri stakeholder sejumlah instansi vertikal, mulai dari Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) II Provinsi Jawa Tengah, BLDAS, hingga konsultan Rencana Penanggulangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com</a>, PATI</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati menggelar Focus Grup Discussion (FGD) lintas sektor kaitannya untuk menyusun dokumen rencana penanggulangan Kebencanaan di wilayah Kabupaten Pati.</p>
<p>FGD di kantor BPBD Pati tersebut dihadiri stakeholder sejumlah instansi vertikal, mulai dari Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) II Provinsi Jawa Tengah, BLDAS, hingga konsultan Rencana Penanggulangan Bencana dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.</p>
<p>&#8220;Mereka stakeholder terkait itu kita ajak bicara, kita minta saran masukan. Masukan pemangku kepentingan yang nantinya menjadi dasar kita untuk menyusun dokumen rencana penanggulangan bencana,” kata Kepala Pelaksana BPBD, Martinus Budi Prasetya, Kamis (15/9/2022).</p>
<p>Dirinya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, pers dan kampus mengedukasi pentingnya menjaga ekosistem alam kepada masyarakat untuk mengurangi resiko terjadinya bencana alam.</p>
<p>Martinus berharap peran pers ke depan agar mau membantu meliput kegiatan-kegiatan BPBD soal upaya penanggulangan bencana. Sehingga dengan media itu nanti masyarakat bisa teredukasi.</p>
<p>&#8220;Juga kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pati untuk senantiasa menjaga ekosistem alam. Terutama di kawasan hutan sebagai wilayah serapan air saat musim hujan,&#8221; ajak Martinus.</p>
<p>Menurut Martinus, upaya penanggulangan bencana harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hulu, tengah hingga hilir. Hal ini ketika berjalan dengan baik menanggulangi dari akarnya masalah bencana lebih terminimalisir.</p>
<p>Dirinya mengaku penanganan penanggulangan bencana alam selama ini hanya fokus di daerah hilir dan di tengah. Padahal, di daerah hulu juga mempunyai resiko yang berakibat pada bencana alam datang.</p>
<p>&#8220;Daerah hulu harus kita perhatikan. Daerah tangkapan air, kemudian tanaman harus kita perhatikan. Di sebagian Muria Timur masih bagus. Sedangkan di Kendeng yang masih terpelihara hanya di wilayah Pucakwangi saja. Diluar itu sudah rusak,” tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/09/bpbd-libatkan-lintas-sektor-susun-dokumen-penanggulangan-bencana.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
