<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Banjir di Pati &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/banjir-di-pati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2023 12:45:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Akibat Banjir 6.642 Hektar Tanaman Pertanian di Pati Puso</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/01/akibat-banjir-6-642-hektar-tanaman-pertanian-di-pati-puso.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/01/akibat-banjir-6-642-hektar-tanaman-pertanian-di-pati-puso.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2023 12:45:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Akibat Banjir 6.642 Hektar Tanaman Pertanian di Pati Puso]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir di Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pertanian Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dispertan Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Dispertan Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Niken Tri Meiningrum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=46983</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati mencatat 6.642 hektar tanaman pertanian puso atau gagal panen. Penyebabnya adalah bencana banjir yang merendam sampai berhari-hari hingga tanaman tersebut busuk. Hal itu berdasarkan data yang dimiliki Dispertan Pati per tanggal 12 Januari 2023. Sementara data dikeluarkan tiap dua minggu sekali atau sebulan dua kali. Kepala Dispertan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati mencatat 6.642 hektar tanaman pertanian puso atau gagal panen. Penyebabnya adalah bencana banjir yang merendam sampai berhari-hari hingga tanaman tersebut busuk.</p>
<p>Hal itu berdasarkan data yang dimiliki Dispertan Pati per tanggal 12 Januari 2023. Sementara data dikeluarkan tiap dua minggu sekali atau sebulan dua kali.</p>
<p>Kepala Dispertan Pati, Niken Tri Meiningrum menyebut ribuan hektar tanaman pertanian yang puso itu dari total luasan 7.242 hektare lahan yang terdampak banjir. Selain itu, disebutkan bahwa sebagian besar puso itu adalah tanaman padi.</p>
<p>&#8220;Wilayah yang terdampak antaranya Kecamatan mulai Kecamatan Sukolilo, Kayen, Gabus, Jakenan, Juwana, Margorejo, Pati, Wedarijaksa, Tayu hingga Dukuhseti. Di mana meliputi 74 desa secara keseluruhan,&#8221; ungkap Niken.</p>
<p>Sedangkan dari angka 6.642 hektar tanaman pertanian yang dinyatakan puso ini sekitar 91 persennya adalah tanaman padi.</p>
<p>Kendati demikian, Niken menyatakan bahwa angka tanaman puso tersebut masih berubah. Karena mengingat faktor cuaca sendiri masih musim hujan. Sehingga, dimungkinkan akan berakibat pada bertambahnya jumlah tanaman gagal panen.</p>
<p>Dispertan Pati, mengklasifikasikan tanaman puso berdasarkan masa tanam. Pihaknya menyebut usia tanam ada yang baru sepekan, 5 hari sampai dengan sekitar sebulan.</p>
<p>Atas dasar perbedaan usia tanam ini, Dispertan belum tahu persis berapa kerugian yang ditimbulkan akibat gagal panen. &#8220;Untuk angka kerugian dari puso kita belum bisa menyebutkan. Karena umur tanamnya berbeda-beda,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/01/akibat-banjir-6-642-hektar-tanaman-pertanian-di-pati-puso.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masuk Pekan Ketiga Banjir Masih Rendam Puluhan Desa di Pati</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/01/masuk-pekan-ketiga-banjir-masih-rendam-puluhan-desa-di-pati.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/01/masuk-pekan-ketiga-banjir-masih-rendam-puluhan-desa-di-pati.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2023 10:50:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir di Pati]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=46922</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Memasuki pekan ketiga sejak tanggal 31 Desember 2022, banjir masih merendam puluhan desa di beberapa wilayah Kabupaten Pati. Dengan ketinggian variatif, wilayah yang masih terendam itu antaranya Kecamatan Sukolilo, Kayen, Gabus, Jakenan, Juwana dan Kecamatan Pati Kota. Berdasarkan data teranyar yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati pukul 12.00 WIB tertanggal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Memasuki pekan ketiga sejak tanggal 31 Desember 2022, banjir masih merendam puluhan desa di beberapa wilayah Kabupaten Pati. Dengan ketinggian variatif, wilayah yang masih terendam itu antaranya Kecamatan Sukolilo, Kayen, Gabus, Jakenan, Juwana dan Kecamatan Pati Kota.</p>
<p>Berdasarkan data teranyar yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati pukul 12.00 WIB tertanggal 16 Januari 2023, ada tiga desa yang sampai saat ini masih tergenang banjir. Ketiganya yaitu Desa Gadudero, Kasiyan dan Desa Wotan.</p>
<p>&#8220;Ketinggian banjir di Desa Kasiyan Dukuh Pengging Wangi jalan raya Kasiyan &#8211; Kudus mencapai 20-60 cm. Kemudian Dukuh Jongso Desa Wotan ketinggian air di jalan desa 30-50 cm dan akses jalan Jongso -Kudus ditutup,&#8221; kata pelaksana harian BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya.</p>
<p>Sementara di Kecamatan Gabus masih menggenang di 4 desa. Mulai Desa Mintobasuki, Banjarsari, Kosekan dan Tanjang. Tetapi beberapa desa banjir sudah surut. Antara lain, Gempolsari, Tlogosari, Sambirejo, Tanjunganom, Wuwur dan Sunggingwarno.</p>
<p>Selain itu, di Kecamatan Juwana banjir merendam Desa Doropayung, Kedungpancing, Tluwah, Bumirejo, Jepuro, Gadingrejo. Sementara itu dilaporkan beberapa desa sudah surut.</p>
<p>Banjir yang merendam sejumlah desa ini terjadi dikarenakan luapan Sungai Silugonggo. Sungai Silugonggo meluap lantaran terjadi hujan dengan intensitas tinggi.</p>
<p>Desa Kecamatan Pati Mustokoharjo, Widorokandang, Purworejo, Dengkek, Sinoman, Gajahmati hingga Sugiharjo. Sedangkan ketinggian air sekitar masih mencapai 20 centimeter. Namun bisa saja bertambah ketika hujan datang.</p>
<p>&#8220;Saat ini Sungai Silugonggo terpantau dalam kondisi waspada. Dimungkinkan apabila curah hujan tinggi di wilayah Kabupaten Pati dan sekitarnya akan berdampak meluasnya banjir luapan Sungai Silugonggo,&#8221; ungkapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/01/masuk-pekan-ketiga-banjir-masih-rendam-puluhan-desa-di-pati.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BPBD Pati Sebut Banjir Surut sampai 20 CM</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/01/bpbd-pati-sebut-banjir-surut-sampai-20-cm.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/01/bpbd-pati-sebut-banjir-surut-sampai-20-cm.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2023 12:10:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir di Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir di Pati Surut]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Pati]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Pati Sebut Banjir Surut sampai 20 CM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=46900</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Banjir sejumlah wilayah di Kabupaten Pati yang merendam sejak akhir Desember kemarin untuk saat ini secara umumnya sudah mulai surut meski tidak sepenuhnya. Permukaan air surut disebutkan pada umumnya sampai 10 hingga 20 centimeter. Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budiharjo Prasetya. Banjir yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Banjir sejumlah wilayah di Kabupaten Pati yang merendam sejak akhir Desember kemarin untuk saat ini secara umumnya sudah mulai surut meski tidak sepenuhnya. Permukaan air surut disebutkan pada umumnya sampai 10 hingga 20 centimeter.</p>
<p>Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budiharjo Prasetya. Banjir yang merendam hampir dua pekan ini merendam puluhan desa dan rumah masyarakat.</p>
<p>Menurut Martinus, surutnya permukaan banjir di Pati ini lantaran ada pengaruhnya dari penutupan Bendung Wilalung yang terletak di Desa Kalirejo Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus beberapa hari ini. Sehingga berpengaruh pada debit air.</p>
<p>&#8220;Seteleh Bendung Waduk Wilalung ditutup secara umum ada penurunan banjir di Pati. Sampai kemarin ada surut sekitar antara 10 sampai 20 cm,&#8221; terang Martinus, Sabtu (14/1/2023) pagi tadi.</p>
<p>Selain itu, di awal-awal banjir setidaknya merendam hingga di 10 kecamatan lebih. Namun, seiring perkembangannya dan cuaca yang cerah membuat banjir surut di beberapa wilayah. Berdasarkan catatan 12 Januari Pusdalops BPBD Pati disebutkan saat ini banjir merendam 6 kecamatan.</p>
<p>&#8220;Iya banjir masih merendam 6 kecamatan, yaitu Kecamatan Sukolilo, Kayen, Gabus, Pati, Jakenan dan Juwana,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono juga meninjau banjir di Kabupaten Kudus dan Pati. Untuk mengupayakan banjir itu, Menteri Basuki menutup Bendung Wilalung.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/01/bpbd-pati-sebut-banjir-surut-sampai-20-cm.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Atasi Banjir, PUPR akan Normalisasi Kali Juwana</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/01/atasi-banjir-pupr-akan-normalisasi-kali-juwana.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/01/atasi-banjir-pupr-akan-normalisasi-kali-juwana.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2023 11:49:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir di Pati]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pati]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Basuki hadir di Juwana]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono]]></category>
		<category><![CDATA[PUPR akan Normalisasi Kali Juwana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=46895</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut akan membantu mengatasi persoalan tahunan di Kabupaten Pati. Banjir telah merendam di sejumlah wilayah Kabupaten Pati sejak akhir Desember kemarin. Menteri Basuki menyatakan kehadirannya di Juwana, Kabupaten Pati memang ditugaskan oleh Presiden RI untuk meninjau lokasi banjir di Kabupaten Pati dan Kudus. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://samin-news.com"><strong>SAMIN-NEWS.com</strong>,</a> <strong>PATI</strong> &#8211; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut akan membantu mengatasi persoalan tahunan di Kabupaten Pati. Banjir telah merendam di sejumlah wilayah Kabupaten Pati sejak akhir Desember kemarin.</p>
<p>Menteri Basuki menyatakan kehadirannya di Juwana, Kabupaten Pati memang ditugaskan oleh Presiden RI untuk meninjau lokasi banjir di Kabupaten Pati dan Kudus. Persoalan banjir dia mengupayakan juga di bagian hulu.</p>
<p>&#8220;Bendung Wilalung ini kalau enggak saya tutup banjir akan tetap tinggi di Kabupaten Pati. Nanti dipisah ke Kali Lusi, Kali Wulan dan Juwana,&#8221; katanya.</p>
<p>Basuki menyatakan bahwa Kali Juwana atau Silugonggo itu dahulunya merupakan kali tempat pembuangan banjir. Akan tetapi, sekarang kondisinya berbeda sudah tidak bisa lagi menjadi tempat pembuangan banjir.</p>
<p>Dengan penutupan pintu di Bendung Wilalung itu ia optimistis banjir di Kabupaten Pati akan segera surut dan tidak banjir lagi.</p>
<p>&#8220;Sungai Juwana dulu untuk pembuangan banjir. Sekarang enggak bisa lagi. Sudah saya tutup 11 pintu di sana. Sedangkan ke kali wulan dua pintu. Jadi sebelumnya memang dibuang ke sini (kali Juwana). Insyaallah tidak akan banjir,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Di samping itu, pihaknya mengatakan untuk mengatasi banjir ini dirinya juga meminta Kali Juwana untuk dinormalisasi. Sehingga meminimalisir limpasan ke permukaan. Termasuk juga mengatur di wilayah muara Kali Juwana.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/01/atasi-banjir-pupr-akan-normalisasi-kali-juwana.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>11 Hari Belum Surut, Warga Bumirejo Juwana Mengungsi</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/01/11-hari-belum-surut-warga-bumirejo-juwana-mengungsi.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/01/11-hari-belum-surut-warga-bumirejo-juwana-mengungsi.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2023 11:59:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir di Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala desa Bumirejo]]></category>
		<category><![CDATA[Sutrisno]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Bumirejo Juwana Mengungsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=46855</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Banjir masih menggenangi di sejumlah wilayah Kabupaten Pati. Salah satu yang cukup parah adalah di Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana. Sudah lebih dari sepuluh hari banjir belum juga surut. Kepala desa Bumirejo, Sutrisno mengungkapkan banjir limpasan dari Sungai Silugonggo itu tingginya mencapai 80 centimeter atau di atas lutut kaki orang dewasa. Banjir ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Banjir masih menggenangi di sejumlah wilayah Kabupaten Pati. Salah satu yang cukup parah adalah di Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana. Sudah lebih dari sepuluh hari banjir belum juga surut.</p>
<p>Kepala desa Bumirejo, Sutrisno mengungkapkan banjir limpasan dari Sungai Silugonggo itu tingginya mencapai 80 centimeter atau di atas lutut kaki orang dewasa. Banjir ini menyebabkan sejumlah warganya mengungsi ke tempat yang aman.</p>
<p>&#8220;Untuk kondisi banjir saat ini di Desa Bumirejo tinggi airnya kurang lebih antara 50 &#8211; 80 cm. Sementara pengungsinya itu jumlahnya untuk di balaidesa ada 7 KK, di madrasah kurang lebih ada 23 KK,&#8221; kata Sutrisno saat menerima bantuan sembako dari fraksi PPP Pati, Rabu (11/1/2023).</p>
<p>Selain mengungsi ke balaidesa dan madrasah setempat, warganya juga mengungsi ke rumah keluarganya masing-masing yang aman dari banjir. Adapun jumlah pengungsi di keluraganya itu sekitar 25 KK.</p>
<p>Selanjutnya, masih kata dia ada beberapa warganya yang mengungsi di Rusunawa, hanya saja pastinya dia tidak hafal. Sedangkan Sutrisno menyebut warganya secara keseluruhan yang mengungsi kurang lebih terdapat 100 KK.</p>
<p>Dirinya menjelaskan banjir terjadi sejak tanggal 1 Januari. Sedari awal ketinggian sempat surut, namun demikian saat ini pasang lagi. Meski belum surut total, namun sempat berkurang.</p>
<p>Ketinggin air sempat surut, dan ini naik lagi. Ketinggian air kemarin sekitar 50 centimeter sempat surut jadi 30 centimeter, kemudian naik lagi ini sekarang 80 cm,&#8221; ungkap Sutrisno.</p>
<p>Pihaknya menyebut sejauh ini bantuan pokok untuk warganya sehari-hari tidak ada persoalan. Namun, ia menegaskan bahwa yang dirasakan adalah yang menjadi kendala yaitu pendistribusian bantuan untuk warganya karena harus menerjang genangan banjir.</p>
<p>Menurutnya, perahu karet juga cukup penting untuk mendistribusikan bantuan. Ia mengaku telah meminta BPBD Kabupaten Pati, namun ternyata belum ada barang yang diminta.</p>
<p>&#8220;Bantuan tidak ada kendala, yang menjadi kendala itu dalam proses pendistribusian karena jalan kaki. Dulu ada perahu karet, tetapi sekarang tidak ada. Saya sudah mengajukan ke BPBD tetapi terkait perahu karet itu sudah habis,&#8221; tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/01/11-hari-belum-surut-warga-bumirejo-juwana-mengungsi.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir di Pati Genangi 642,5 Hektar Padi</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/03/banjir-di-pati-genangi-6425-hektar-padi.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/03/banjir-di-pati-genangi-6425-hektar-padi.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Mar 2022 10:49:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir di Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Genangi tanaman padi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=39474</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Pati pada bulan Maret 2022 ini berdampak pada tanaman padi. Selain memang berdampak menggenangi di area pemukiman warga, juga menggenangi tanaman petani. Dinas Pertanian (Dispertan) Pati mencatat banjir yang terjadi selama periode Maret ini yang cukup parah adalah di awal pekan kedua Maret. Karena tingginya intensitas curah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI</strong> &#8211; Banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Pati pada bulan Maret 2022 ini berdampak pada tanaman padi. Selain memang berdampak menggenangi di area pemukiman warga, juga menggenangi tanaman petani.</p>
<p>Dinas Pertanian (Dispertan) Pati mencatat banjir yang terjadi selama periode Maret ini yang cukup parah adalah di awal pekan kedua Maret. Karena tingginya intensitas curah hujan hingga mengakibatkan kebanjiran di lima kecamatan.</p>
<p>&#8220;Sementara periode Maret yang baru ini yaitu di Kecamatan Kayen, Desa Trimulyo 5 hektar terdampak, Srikaton 25 hektar. Kemudian di Kecamatan Gabus ada Soko, Koripandriyo, Pantirejo 134 hektar,&#8221; jelas Kepala Dispertan, Nikentri Meiningrum, Jumat (11/3/2022).</p>
<p>Dirinya mengatakan secara keseluruhan banjir pada periode Maret yang parah yaitu di tanggal 10. Berdasarkan data yang dimilikinya banjir itu berdampak pada area pertanian seluas 642,5 hektar di lima kecamatan di antaranya Kayen, Gabus, Jakenan, Pati dan Juwana.</p>
<p>Niken mengaku, banjir di bulan Maret baru beberapa hari ini belum ada laporan tanaman puso atau gagal panen. Menurutnya karena banjir masih cukup baru jadi perkembangannya masih ditunggu seperti apa.</p>
<p>Ia menjelaskan rata-rata di wilayah tersebut tanaman masih diumur persemaian. Antara 1-15 hari mereka (petani) baru saja tanam masuk di MT II.</p>
<p>Terkait dengan banjir yang menggenangi padi, katanya Dispertan mengupayakan akan mengajukan bantuan benih ke Pemerintah Provinsi. Namun pengajuannya biasanya ada verifikasi dari Pemprov terkait dengan luasan dan yang benar-benar puso.</p>
<p>&#8220;Ini belum diajukan bantuan, biasanya petani langsung ganti dengan benih miliknya sendiri. Mereka biasanya baru minta di MT I bulan Oktober karena memang keluarnya bulan ini,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/03/banjir-di-pati-genangi-6425-hektar-padi.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
