<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/balai-besar-wilayah-sungai-bbws/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Feb 2020 13:00:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>BBWS Akhirnya Menormalisasi Kali Simo</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/02/bbws-akhirnya-menormalisasi-kali-simo.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/02/bbws-akhirnya-menormalisasi-kali-simo.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2020 13:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)]]></category>
		<category><![CDATA[normalisasi kali simo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=11257</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali &#8211; Juwana  akhirnya mengambil langkah maksimal, yaitu secepatnya menormalisasi alur Kali Simo di pinggir jalan raya Pati-Juwana. Tepatnya, mulai dari KM 3 hingga KM 6 atau mulai dari Dukuh Lambangan, Desa Sugiharjo hingga Dukuh Cangkring, Desa Widorokandang, Kecamatan Kota Pati. Berkait hal tersebut, kata Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_11256" aria-describedby="caption-attachment-11256" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-11256" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/DSC07350.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/DSC07350.jpg 1600w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/DSC07350-300x169.jpg 300w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/DSC07350-1024x576.jpg 1024w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/DSC07350-768x432.jpg 768w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/DSC07350-1536x864.jpg 1536w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/DSC07350-696x392.jpg 696w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/DSC07350-1068x601.jpg 1068w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/02/DSC07350-747x420.jpg 747w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-11256" class="wp-caption-text">Kepala Seksi (Kasi) Pengairan Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Darno (atas) dan alur Kali Simo, di pinggir jalan raya Pati-Juwana yang secepatnya akan dinormalisasi.</figcaption></figure>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211;</strong> Pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali &#8211; Juwana  akhirnya mengambil langkah maksimal, yaitu secepatnya menormalisasi alur Kali Simo di pinggir jalan raya Pati-Juwana. Tepatnya, mulai dari KM 3 hingga KM 6 atau mulai dari Dukuh Lambangan, Desa Sugiharjo hingga Dukuh Cangkring, Desa Widorokandang, Kecamatan Kota Pati.</p>
<p>Berkait hal tersebut, kata Kepala Seksi (Kasi) Pengairan Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Darno, pihak BBWS mengajukan syarat. Yakni, harus ada lokasi lahan atau tanah kosong yang bisa digunakan untuk membuang tanah hasil pengerukan dari endapan alur kali tersebut.</p>
<p>Karena itu, katanya lebih lanjut, pihaknya sudah mencoba mencari lokasi terdekat untuk membuang/menempatkan tanah hasil pengerukan. Jika lokasi lahan itu berdekatan dengan alur kali yang dikeruk sudah barang tentu &#8221;dump truck&#8221; pengangkut tanah galian tidak menghabiskan banyak waktu, sehingga hasil pekerjaan sehari-hari bisa maksimal.</p>
<p>Di Dukuh Lambangan sendiri, sudah ada lokasi untuk keperluan itu sehingga tinggal melakukan pendekatan dengan pemilik. &#8221;Demikian pula yang di Widorokandang juga sudah ada lokasi lahan untuk menempatkan tanah hasil galian dari upaya normalisasi tersebut, sehingga tinggal menunggu kapan pelaksanaannya,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Jika bisa dilaksanakan secepatnya, masih kata dia, tentu lebih baik mengingat sampai sekarang ancaman limpasnya gelontoran air dari hulu belum berakhir. Sebab, sampai saat ini masih turun hujan dan bila di kawasan hulu terjadi hujan deras maka gelontoran airnya yang membawa berbagai jenis sampah tak bisa dihindari.</p>
<p>Mengingat hal tersebut, pihaknya juga mengajukan permintaan agar alat berat (ekskavator) yang digunakan harus yang &#8221;bertangan&#8221; panjang. Dengan demikian, alat berat itu cukup mengambil posisi di sisi selatan alur kali sudah bisa menjangkau bagian tanggul yang di sisi utara kali, sehingga bagian itu sekaligus juga bisa ikut tertata.</p>
<p>Masalahnya, selama ini bagian sisi utara tanah yang berfungsi sebagai tanggul selalu ditanami dengan tanaman semusim oleh warga. Jenis tanamannya pun semata-mata tidak hanya pohon pisang, melainkan juga ada umbi kayu dan bahkan juga rerumputan, sehingga tanah untuk tanggul tersebut selalu diolah untuk ditanami.</p>
<p>Akibatnya, bila turun hujan tanah untuk tanggul sisi utara alur kali ikut hanyut tergerus air dan masuk lagi ke dalam kali tak bisa dihindari. &#8221;Harapan kami setelah alur kali selesai dinormalisasi, seharusnya warga terutama yang ada kepentingannya dengan alur Kali Simo bisa ikut menjaga dan memeliharanya, termasuk yang berdiam di kawasan hulu juga jangan sembarangan membuang sampah ke alur kali tersebut, karena menyusahkan yang bagian hilir,&#8221;imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/02/bbws-akhirnya-menormalisasi-kali-simo.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BBWS Harus Anggarkan Pemeliharaan Kali Simo</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2020/01/bbws-harus-anggarkan-pemeliharaan-kali-simo.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2020/01/bbws-harus-anggarkan-pemeliharaan-kali-simo.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alm. Alman Eko Darmo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jan 2020 13:15:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)]]></category>
		<category><![CDATA[kali simo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=11186</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com  PATI &#8211; Pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana harus berpikir ke depan untuk mengalokasikan anggaran pemeliharaan rutin alur Kali Simo, di pinggir jalan raya Pati-Juwana. Sebab, kondisi alur tersebut saat ini benar-benar cukup parah karena bila turun hujan di kawasan hulu selain menggelontorkan air bercampur lumpur juga berbagai jenis sampah. Kondisi tersebut kian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-11185" src="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200130_201002.jpg" alt="" width="480" height="270" srcset="https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200130_201002.jpg 480w, https://www.samin-news.com/wp-content/uploads/2020/01/20200130_201002-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p><strong>SAMIN-NEWS.com  PATI</strong> &#8211; Pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana harus berpikir ke depan untuk mengalokasikan anggaran pemeliharaan rutin alur Kali Simo, di pinggir jalan raya Pati-Juwana. Sebab, kondisi alur tersebut saat ini benar-benar cukup parah karena bila turun hujan di kawasan hulu selain menggelontorkan air bercampur lumpur juga berbagai jenis sampah.</p>
<p>Kondisi tersebut kian memprihatinkan menyusul adanya sejumlah jembatan yang dibuat pemiliknya tidak sesuai standar teknis, sehingga jika ada sampah hanyut dari hulu tidak lancar mengalir ke hilir tapi menyangkut di bawah jembatan. Akibatnya alur kali di bawah jembatan itu menjadi tertutup, dan air pun limpas menggenangi jalan raya.</p>
<p>Karena itu, kata Kepala Bidang (Kabid) Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Sumarto, pihaknya sudah mengusulkan kepada yang berkompeten BBWS Pemali-Juwana, untuk mengalokasikan anggaran pemeliharaan alur kali dimaksud. Tujuannya tak lain agar kondisi alur kali itu saat musim hujan tidak membuat repot masyarakat, termasuk pemerintah kabupaten (pemkab) setempat.`</p>
<p>Sebab, pemkab tentu tak bisa tinggal diam ketika air dari alur kali tersebut limpas ke jalan raya yang sudah pasti mengganggu para pengguna jalan yang datang dari barat. &#8221;Lebih dari itu, sampah yang menutup dan menyumbat bawah jembatan juga harus secepatnya dibersihkan agar saat datangnya gelontoran air dari hulu lagi hal sama tidak kembali terulang.</p>
<p>Akan tetapi faktanya, masih kata dia, setiap kawasan hulu atau Lereng Muria turun hujan deras, lagi-lagi gelontoran air dari hulu ke kali itu kembali limpas ke jalan raya. Karena kejadiannya berulang-ulang, maka bagi pihak pemkab yang terus menerus melakukan pembersihan sampah maupun endapan lumpur tentu sangat membosankan.</p>
<p>Atas dasar kondisi tersebut, maka pihak BBWS harus tanggap untuk mengambil langkah-langkah maksimal sebagaimana yang diusulkan pihaknya. Yakni, minimal secara berkala melakukan normalisasi karena endapan lumpur yang terbawa dari hulu masuk ke alur kali itu sudah benar-benar cukup parah.</p>
<p>Atau paling tidak, imbuhnya, karena alur kali tersebut terletak di pinggir jalan raya maka paling tidak di sisi tepi yang berbatasan dengan daerah milik jalan (DMJ) diperkuat dengan pasangan tegak, agar saat terjadi luapan air tidak sampai limpas ke jalan raya. &#8221;Minimal pasangan tegak itu bisa untuk memperindah sepanjang tepi alur kali yang notabene juga sepanjang tepi jalan raya,&#8221;katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2020/01/bbws-harus-anggarkan-pemeliharaan-kali-simo.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
