<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aviani Tritanti Venusia &#8211; Samin News</title>
	<atom:link href="https://www.samin-news.com/tag/aviani-tritanti-venusia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.samin-news.com</link>
	<description>Jujur - Tajam - Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jun 2023 12:00:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.5</generator>
	<item>
		<title>Hati-hati Tren Diabetes Meningkat pada Usia Remaja ke Atas</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2023/06/hati-hati-tren-diabetes-meningkat-pada-usia-remaja-ke-atas.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2023/06/hati-hati-tren-diabetes-meningkat-pada-usia-remaja-ke-atas.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jun 2023 12:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Aviani Tritanti Venusia]]></category>
		<category><![CDATA[berita pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Dinkes Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Tren Diabetes Meningkat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=49760</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mencatat ada kenaikan kasus penyakit Diabetes Melitus (DM) atau kadar gula darah tinggi yang menyerang pada usia remaja ke atas. Setiap tahunnya dari data tersebut penderitanya meningkat. Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti Venusia mengungkapkan data pada tahun 2022 ada 25 ribu orang dengan usia rentang antara 15 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mencatat ada kenaikan kasus penyakit Diabetes Melitus (DM) atau kadar gula darah tinggi yang menyerang pada usia remaja ke atas. Setiap tahunnya dari data tersebut penderitanya meningkat.</p>
<p>Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti Venusia mengungkapkan data pada tahun 2022 ada 25 ribu orang dengan usia rentang antara 15 sampai 60 tahun mengidap penyakit Diabetes.</p>
<p>&#8220;Penderitanya yang ditemukan pada tahun 2021 ada 19.900 kasus. Kemudian naik menjadi 25.584 Kasus pada tahun 2022. Jumlah DM pada usia produktif mengalami kenaikan,&#8221; katanya yang ditulis Selasa (20/6/2023).</p>
<p>Dia menjelaskan penyakit Diabetes ini akan lebih beresiko bagi mereka yang mempunyai keluarga dengan riwayat ini. Lalu kehamilan dengan gula darah tinggi, ibu dengan riwayat melahirkan bayi dengan berat badan (BB) lahir 4 kg, dan bayi dengan BB kurang dari 2,5 kg.</p>
<p>Kemudian, sambungnya diabetes juga mengintai bagi mereka yang kurang aktivitas, punya riwayat jantung, hipertensi, dan obesitas.</p>
<p>Gejalanya penyakit ini biasanya yaitu sering buang air kecil, mudah haus, dan banyak makan namun cepat merasa lapar.</p>
<p>Dinkes Pati, Aviani menyebut mempunyai terobosan untuk mengkampanyekan gerakan hidup sehat melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) dan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Pandu PTM). Menurut Aviani kegiatan di dalamnya adalah melakukan deteksi dini berupa cek gula darah oleh petugas.</p>
<p>&#8220;Pemeriksaan gula darah dari kader kesehatan terlatih. Dari situ Posbindu dan Pandu PTM semoga penyakit diabetes bisa dicegah. Ketika ditemukan maka segera dilakukan tata laksana pengobatan,&#8221; jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2023/06/hati-hati-tren-diabetes-meningkat-pada-usia-remaja-ke-atas.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>697 Kasus DBD di Pati, 6 di Antaranya Meninggal</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/12/697-kasus-dbd-di-pati-6-di-antaranya-meninggal.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/12/697-kasus-dbd-di-pati-6-di-antaranya-meninggal.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2022 11:56:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Aviani Tritanti Venusia]]></category>
		<category><![CDATA[DBD di Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[dinas kesehatan pati]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Dinkes Pati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=46593</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Sedikitnya terdapat 697 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pati. Dari jumlah tersebut 6 di antaranya meninggal dunia. Hal itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) per November 2022. Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti Venusia menyebut di tahun 2022 ini kasus DBD cukup tinggi. Di antara penyebabnya adalah air hujan yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Sedikitnya terdapat 697 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pati. Dari jumlah tersebut 6 di antaranya meninggal dunia. Hal itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) per November 2022.</p>
<p>Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti Venusia menyebut di tahun 2022 ini kasus DBD cukup tinggi. Di antara penyebabnya adalah air hujan yang tidak bisa mengalir. Akibatnya air hujan tertampung yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan data sampai November 697 kasus (DBD). Yang meninggal 6 orang, 2 laki-laki 4 perempuan. Tersebar di semua kecamatan. Adapun yang paling tinggi yaitu di puskesmas Juwana ada 90 kasus,&#8221; ucap Aviani dalam rekaman yang ditulis Kamis (29/12/2022).</p>
<p>Berikutnya Kecamatan Kayen sebanyak 68 kasus, Puskesmas Margoyoso II dan Dukuhseti ada 60 kasus. Lalu Puskesmas Tayu I terdapat 52 kasus.</p>
<p>Sementara itu, lanjut dia berdasarkan grafik kasus DBD di Kabupaten Pati terbanyak terjadi pada bulan Agustus sebanyak 115 kasus. Di susul bulan Januari dan Mei masing-masing 85 kasus. Kemudian di bulan Juli 72 dan Oktober 70 kasus.</p>
<p>&#8220;Nyamuk Aedes ini berkembang biak di air yang tergenang dan tertampung yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Meskipun air bersih, tetapi itu tetap menjadi perkembangbiakan nyamuk karena menggenang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menurut dia, kasus DBD ini banyak menular ke anak-anak. Pasalnya, bagi usia anak ini cenderung tidak banyak melakukan aktivitas. Di samping itu faktornya adalah tidur di pagi hari yang membuat imun tubuh melemah.</p>
<p>Untuk mengatasi DBD, Aviani telah melakukan langkah-langkah dengan memberikan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat. Berbeda halnya dengan foging. Untuk sekarang ini sudah mulai dikurangi.</p>
<p>Sekarang agak kita kurangi, bukannya kita tidak memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun itu kurang efektif. Kita programnya melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Lalu ada juga SikatWae (Siaga Masyarakat Waspada Aedes Aegypti) yang sudah ada Perbupnya,&#8221; tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/12/697-kasus-dbd-di-pati-6-di-antaranya-meninggal.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinkes Pati Minta Apotek Tak Jual Obat Sirup</title>
		<link>https://www.samin-news.com/2022/10/dinkes-pati-minta-apotek-tak-jual-obat-sirup.html</link>
					<comments>https://www.samin-news.com/2022/10/dinkes-pati-minta-apotek-tak-jual-obat-sirup.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Anwar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2022 09:22:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[PATI]]></category>
		<category><![CDATA[Aviani Tritanti Venusia]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Dinkes Pati]]></category>
		<category><![CDATA[obat cair atau sirup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.samin-news.com/?p=45238</guid>

					<description><![CDATA[SAMIN-NEWS.com, PATI &#8211; Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meminta apotek tidak menjual obat cair atau sirup. Ini lantaran ditemukan penyakit gagal ginjal akut pada anak di bawah usia 6 tahun yang diduga disebabkan karena obat tersebut. Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti Venusia mengatakan sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menginstruksikan yang ditujukan bagi apotek [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://samin-news.com">SAMIN-NEWS.com,</a> PATI</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meminta apotek tidak menjual obat cair atau sirup. Ini lantaran ditemukan penyakit gagal ginjal akut pada anak di bawah usia 6 tahun yang diduga disebabkan karena obat tersebut.</p>
<p>Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti Venusia mengatakan sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menginstruksikan yang ditujukan bagi apotek dalam edarannya diminta agar tidak menjual sirup untuk sementara waktu.</p>
<p>&#8220;Dinkes Pati memberi imbauan masyarakat untuk tidak mengkonsumsi obat sirup. Serta meminta apotek maupun penjual obat untuk menaati intruksi dari Kemenkes tidak menjual obat sirup dalam sementara waktu ini,&#8221; kata Aviani saat dihubungi Samin News yang ditulis, Sabtu (22/10/2022).</p>
<p>Selain bagi apotek dan toko obat itu, dirinya juga meminta bagi tenaga kesehatan agar tidak membuatkan resep obat-obatan. Sehingga SE tersebut benar-benar efektif dilakukan untuk menghindari akan tambahnya pasien gagal ginjal.</p>
<p>Pasalnya, dia mengatakan Kemenkes telah menerima laporan ratusan anak mengalami gagal ginjal. Kendati demikian, di wilayah Kabupaten Pati sendiri dia mengaku tidak ditemukan kasus serupa. Hanya saja, ini sebagai langkah antisipatif di daerah.</p>
<p>Saat ditanya apakah obat sirup tersebut ditarik dari peredaran menindaklanjuti edaran Kemenkes, Aviani menegaskan bahwa Dinkes tidak melakukan demikian. Melainkan, cuma tidak melayani penjualan sirup untuk sementara waktu hingga penelitian akan kasus ini terjawab terang.</p>
<p>&#8220;Memang ini diduga gagal ginjal akut pada anak itu karena pemakaian obat sirup. Lalu Kemenkes mengambil satu kebijakan untuk tidak mengunakan sementara waktu menunggu perkembangan penelitaan selanjutnya, sambil menunggu penelitian lebih lanjut,&#8221; tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.samin-news.com/2022/10/dinkes-pati-minta-apotek-tak-jual-obat-sirup.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
